Wahyu JPC Sabet Dua Piala di Ajang Adventure Offroad Individual Prabumulih

PRABUMULIH, Pikiranrakyatsumsel — Prestasi membanggakan ditorehkan Wahyu Budi Pratama dalam ajang Adventure Offroad Individual yang digelar dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-25 Kota Prabumulih. Offroader JPC asal Prabumulih tersebut berhasil membawa pulang dua piala setelah menunjukkan ketangguhannya di lintasan Stadion Prabumulih, Talang Jimar.

Dalam kompetisi yang berlangsung pada 10–11 Oktober 2026 itu, Wahyu sukses meraih juara pertama pada kategori G3 Tubular dengan total perolehan 627 poin. Tak hanya itu, ia juga berhasil menempati posisi kedua pada kategori Umum Tubular.

Capaian tersebut menjadi kebanggaan tersendiri bagi Kota Prabumulih. Pasalnya, Wahyu mampu bersaing dengan sejumlah offroader dari berbagai daerah yang turut ambil bagian dalam kompetisi adu ketangkasan dan keberanian di lintasan ekstrem tersebut.

Pada kategori Umum Tubular G3 dan G4, posisi pertama diraih pembalap nasional Kiki Pidi asal Sulawesi Tenggara (Sultra). Sementara itu, Wahyu Budi Pratama dari Prabumulih menempati posisi kedua, disusul Dadang Daviena dari Palembang di posisi ketiga.

Persaingan berlangsung sengit. Para peserta ditantang menaklukkan lintasan yang menguji keterampilan mengemudi, ketepatan mengambil jalur, serta kemampuan mengendalikan kendaraan dalam berbagai kondisi medan.

Ajang ini tidak hanya menjadi wadah bagi para pegiat olahraga otomotif untuk menunjukkan kemampuan terbaik mereka, tetapi juga menjadi bagian dari semarak perayaan HUT ke-25 Kota Prabumulih. (12/10).

Wali Kota Prabumulih, H. Arlan, mengapresiasi penyelenggaraan ajang Adventure Offroad Individual yang menjadi salah satu kegiatan olahraga otomotif dalam rangka memeriahkan hari jadi Kota Prabumulih.

“Olahraga seperti ini dapat menjadi sarana positif untuk menyalurkan minat dan bakat, mempererat silaturahmi antarpeserta dari berbagai daerah, sekaligus memperkenalkan Kota Prabumulih kepada masyarakat luas,” terangnya.

Wali Kota juga diharapkan memberikan apresiasi atas prestasi Wahyu Budi Pratama yang berhasil membawa pulang dua piala dan mengharumkan nama daerahnya dalam kompetisi tersebut.

Apresiasi serupa juga diharapkan disampaikan Ketua DPRD Kota Prabumulih, H. Deni Victoria. Prestasi Wahyu menjadi bukti bahwa putra daerah mampu bersaing dengan para pembalap dari luar daerah, termasuk pembalap nasional.

Dukungan dari pemerintah daerah dan unsur legislatif diharapkan dapat mendorong perkembangan olahraga otomotif di Prabumulih serta membuka kesempatan bagi atlet-atlet lokal untuk terus mengukir prestasi di tingkat yang lebih tinggi.

“Keberhasilan Wahyu meraih dua piala menjadi salah satu catatan positif dalam rangkaian perayaan HUT ke-25 Kota Prabumulih. Prestasi tersebut sekaligus menambah semarak kompetisi yang mempertemukan para offroader dari berbagai daerah,” pungkasnya. (*)

banner 400x130

65 Offroader Ramaikan Adventure Offroad HUT ke-25 Prabumulih, Pembalap Nasional Ikut Berlaga

PRABUMULIH, Pikiranrakyatsumsel — Sebanyak 65 peserta dari berbagai daerah mengikuti ajang Adventure Offroad Individual yang digelar di kawasan Terminal Talang Jimar, Kota Prabumulih, Sabtu (10/10/2026). Kegiatan ini menjadi salah satu agenda olahraga otomotif dalam rangka memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-25 Kota Prabumulih.

Ketua Ikatan Off-Road Indonesia (IOF) Pengurus Cabang Prabumulih, Oka Ginanjar, S.H., mengatakan para peserta mulai berdatangan sejak Jumat (9/10/2026). Pada hari yang sama, panitia melaksanakan scrutineering atau pemeriksaan teknis kendaraan untuk memastikan kesiapan sebelum perlombaan berlangsung.

“Peserta sudah hadir sejak kemarin. Jumlahnya kurang lebih 65 peserta, dan kami juga telah melaksanakan pemeriksaan teknis kendaraan sebelum event dimulai,” ujar Oka saat diwawancarai, Sabtu (10/10/2026).

Menurut Oka, perlombaan dibagi ke dalam sejumlah kelas, yakni G1, G2, G3, G4, dan kelas Standar. Peserta kelas Standar didominasi pegiat offroad dari Prabumulih, sementara sejumlah kelas lainnya turut diikuti peserta dari luar daerah.

Secara khusus, sekitar 35 peserta tercatat mengikuti kelas G1, G2, dan G4. Persaingan juga semakin menarik dengan keikutsertaan seorang pembalap nasional asal Sulawesi.

Kehadiran peserta dari berbagai daerah tersebut diharapkan dapat menjadi ajang pertukaran pengalaman sekaligus menambah motivasi bagi para pegiat offroad lokal untuk meningkatkan kemampuan dan daya saing.

Oka menjelaskan, kegiatan berlangsung selama dua hari, yakni 10–11 Oktober 2026. Panitia memperkirakan seluruh rangkaian perlombaan pada Minggu (11/10/2026) dapat diselesaikan sekitar pukul 15.00 WIB.

Lebih dari sekadar memeriahkan hari jadi kota, kegiatan ini juga diarahkan untuk mendukung pembinaan atlet otomotif lokal agar memiliki kesempatan berkompetisi pada ajang yang lebih luas.

“Harapan kita kedepan, kegiatan ini bisa melahirkan bibit-bibit pembalap dari Kota Prabumulih sehingga mereka bisa mengikuti event regional dan kejuaraan daerah lainnya,” kata Oka.

Melalui penyelenggaraan ajang tersebut, panitia berharap minat masyarakat terhadap olahraga otomotif semakin berkembang. Selain itu, kompetisi ini diharapkan membuka ruang bagi talenta lokal untuk mengasah kemampuan, memperoleh pengalaman bertanding, dan meraih prestasi di tingkat regional maupun lebih tinggi.

Ajang Adventure Offroad Individual ini menjadi bagian dari rangkaian kegiatan olahraga dalam menyambut HUT ke-25 Kota Prabumulih yang diperingati pada 17 Oktober 2026. (*)

Meriahkan HUT ke-25 Prabumulih, Speed Off-Road 2026 Digelar 9-11 Oktober

PRABUMULIH, Pikiranrakyatsumsel – Indonesia Off-Road Federation (IOF) Pengurus Cabang (Pengcab) Prabumulih bersama komunitas off-road akan menggelar ajang Speed Off-Road 2026 dalam rangka memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-25 Kota Prabumulih.

Kompetisi tersebut mengusung tema “Safety No Compromise – Sedulur Sejalur Selumpur” dan dijadwalkan berlangsung selama tiga hari, 9-11 Oktober 2026, di kawasan Terminal Talang Jimar, Kota Prabumulih.

Panitia menyiapkan lintasan khusus Special Competition Stage (SCS) untuk menguji kemampuan peserta sekaligus kendaraan yang digunakan. Ajang ini terbuka bagi peserta dari berbagai daerah.

Dalam kompetisi tersebut, terdapat dua kategori perlombaan, yakni kelas Tubular G1, G2, G3, G4 serta Standart Winch.

Biaya registrasi ditetapkan sebesar Rp1,5 juta per mobil. Peserta yang telah melakukan pendaftaran akan mendapatkan sejumlah fasilitas, antara lain kaos untuk driver dan co-driver serta stiker lambung kendaraan.

Aspek keselamatan juga menjadi salah satu perhatian utama panitia. Khusus peserta kelas Standart Winch, kendaraan diwajibkan menggunakan roll bar atau roll cage sebagai perlengkapan keselamatan.

Selain menawarkan tantangan di lintasan, panitia juga menyiapkan hadiah dengan total nilai mencapai Rp100 juta. Hadiah tersebut mencakup tiga unit sepeda motor sebagai hadiah utama, uang pembinaan, serta doorprize berupa satu unit mobil bagi peserta yang beruntung.

Sebelum mengikuti perlombaan, seluruh kendaraan peserta diwajibkan menjalani scrutineering pada 9 Oktober 2026. Pemeriksaan tersebut dilakukan sebagai bagian dari proses pengecekan kelayakan kendaraan sebelum digunakan dalam kompetisi.

Sementara itu, pendaftaran peserta dijadwalkan mulai dibuka pada 9 September 2026.

Informasi lebih lanjut mengenai pendaftaran dapat diperoleh melalui panitia, yakni Wahyu di nomor 0813-6860-9030 dan Yansen di nomor 0821-8287-4087.

Melalui ajang tersebut, IOF Pengcab Prabumulih dan komunitas off-road diharapkan tidak hanya menghadirkan kompetisi otomotif, tetapi juga turut memeriahkan rangkaian HUT ke-25 Kota Prabumulih dengan tetap mengedepankan aspek keselamatan selama kegiatan berlangsung. (topikberita/prsumsel)

Pertina Prabumulih Siap Gelar Fight Night Vol.1, Wadah Anak Muda dan Atlet Tinju Sumsel

PRABUMULIH, Pikiranrakyatsumsel – Persatuan Tinju Amatir Indonesia (Pertina) Kota Prabumulih berencana menggelar ajang bergengsi bertajuk Prabu Fight Night pada awal Juli 2026 mendatang di kota Prabumulih. Event ini ditargetkan menjadi wadah penyaluran bakat sekaligus pembinaan generasi muda di dunia olahraga tinju.

Kegiatan Prabu Fight Night akan dipimpin oleh Ketua Pelaksana Zulkarnain yang juga menjabat sebagai Ketua Pertina Kota Prabumulih. Kegiatan ini turut didukung oleh Rifki Baday, SH MKn sebagai pembina, penasehat, sekaligus promotor, serta Satria Arif Pratama yang dipercaya sebagai Sekretaris Pelaksana.

Event ini akan mengundang para petinju dari seluruh wilayah Sumatera Selatan, dengan mempertandingkan berbagai kategori mulai dari kelas usia dini, junior, hingga senior. Panitia juga merencanakan partai utama (main event) berupa perebutan sabuk juara untuk pertama kalinya.

Ketua pelaksana, Zulkarnain menyampaikan bahwa pihaknya menargetkan sekitar 20 partai pertandingan yang akan diikuti oleh kurang lebih 40 petinju.

“Untuk Prabumulih sendiri, kita sudah memiliki cukup banyak atlet yang siap tampil. Ini juga menjadi ajang tes kemampuan mereka sebelum melangkah ke level lebih tinggi,” ujarnya.

Pendaftaran peserta nantinya akan dibuka melalui kontak WhatsApp yang akan diumumkan oleh panitia.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa tujuan utama kegiatan ini bukan hanya sekadar kompetisi, tetapi juga sebagai wadah positif bagi generasi muda.

“Kita ingin memberikan ruang bagi anak-anak muda, khususnya di Prabumulih. Kita tahu saat ini marak kenakalan remaja seperti tawuran, jadi kita hadirkan tinju sebagai wadah yang positif,” jelasnya.

Selain itu, Prabu Fight Night juga menjadi kesempatan bagi atlet-atlet berprestasi yang selama ini belum memiliki panggung untuk menunjukkan kemampuan mereka.

“Kita ingin menunjukkan bahwa olahraga tinju di Kota Prabumulih itu ada dan terus berkembang. Dari 2019 sampai 2025, kita tetap eksis meskipun dengan keterbatasan pembinaan,” tambahnya.

Terkait hadiah, panitia menyebutkan saat ini masih dalam tahap persiapan dan akan diumumkan dalam waktu dekat.

Diharapkan, melalui event ini, semakin banyak masyarakat yang tertarik untuk mengenal dan bergabung dalam pembinaan olahraga tinju di Kota Prabumulih, sehingga dapat mendorong kemajuan prestasi atlet di masa mendatang. (dn)

Liga Yooscout Regional Tangerang 2026 Resmi Bergulir, Jadi Ajang Unjuk Bakat Pesepak Bola Muda

TANGERANG, Pikiranrakyatsumsel – Kompetisi sepak bola usia dini, Liga Yooscout Regional Tangerang 2026, resmi digelar mulai Minggu (5/4/2026). Turnamen ini akan berlangsung hingga 20 Juni 2026 dan dipusatkan di tiga stadion berumput sintetis di Kota Tangerang, yakni Stadion Nambo Jaya, Stadion Porci Cibodas, dan Stadion Mini Cipondoh.

Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kota Tangerang, Kaonang, mengatakan bahwa kompetisi ini menjadi kesempatan emas bagi para pemain muda untuk menunjukkan kemampuan mereka di hadapan pemandu bakat.

“Kompetisi ini menjadi ajang penting bagi para pemain muda untuk unjuk gigi. Harapannya, mereka bisa dilirik dan memiliki kesempatan berkarier lebih tinggi di dunia sepak bola,” ujar Kaonang saat ditemui di Stadion Nambo Jaya.

Ia juga menegaskan bahwa penyelenggaraan turnamen ini sepenuhnya didukung oleh pihak penyelenggara tanpa menggunakan anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD).

Sementara itu, penyelenggara Liga Yooscout Regional Tangerang, Santoso, menjelaskan bahwa kompetisi ini mempertandingkan empat kategori usia, yakni U-11, U-13, U-15, dan U-17. Setiap kategori diikuti maksimal 12 tim.

“Kami ingin pembinaan sepak bola usia dini semakin berkembang melalui kompetisi yang terstruktur. Dari sini diharapkan lahir pemain-pemain berkualitas yang bisa membawa nama Indonesia ke kancah internasional,” jelas Santoso.

Lebih lanjut, ia menyebutkan bahwa para juara dari masing-masing kategori akan mewakili Tangerang di ajang Liga Yooscout tingkat nasional.

“Putaran nasional rencananya juga akan digelar di Kota Tangerang pada awal Juli 2026, dengan melibatkan 22 daerah dari seluruh Indonesia,” tambahnya.

Dengan digelarnya Liga Yooscout Regional Tangerang 2026, diharapkan pembinaan atlet muda semakin meningkat dan mampu mencetak generasi pesepak bola unggul di masa depan. (*)

Saat Bepe Kehilangan Medali Juara Piala Presiden

Keberhasilan Persija Jakarta keluar sebagai juara Piala Presiden 2018 tak lepas dari permainan Riko Simanjuntak. Bagaimana perasaan “Si Kancil” usai merebut gelar juara pertamanya?

Riko bergabung dengan Persija pada awal musim 2018 ini. Perannya pun langsung menjadi sentral karena kerap menjadi motor permainan tim asuhan Teco Cugurra tersebut.

Sayang, perayaan juara Persija terganggu oleh merangseknya The Jakmania, suporter Persija, ke dalam lapangan usai penyerahan piala.

Banyaknya suporter membuat Bambang Pamungkas harus rela kehilangan medali emasnya. VIVA pun sempat mendapat rekaman video usai kehilangan tersebut.

Jersey Persija Laku Keras Usai Juara Piala Presiden

Keberhasilan Persija Jakarta memboyong trofi Piala Presiden 2018 disambut gegap gempita oleh publik Ibu Kota. Puasa gelar juara selama 17 tahun akhirnya dituntaskan pada ajang pramusim tersebut.

Dan imbas dari sukses Macan Kemayoran itu tak lain adalah larisnya penjualan jersey dan sejumlah atribut khas skuat kebanggaan The Jakmania itu. Para penjual pun ketiban rezeki yang terbilang lumayan dalam momen tersebut.

Marko Simic Kelelahan Usai Arak arakan Juara Piala Presiden

Bintang Persija Jakarta Marko Simic tak tampak di acara syukuran bersama pelindung dan pembina klub itu, Wakapolri Sjafrudin. Rupanya, pemain asal Kroasia itu kelelahan usai usai mengikuti arak-arakan juara pada Minggu 18 Februari 2018. Simic pun dibuat kaget begitu antusiasme Jakmania merayakan juara event pra musim seperti Piala Presiden.

“Simic dapat kami laporkan kelelahan. Dia enggak bisa ikut dalam acara syukuran hari ini bersama Wakapolri Sjafruddin yang juga pelindung dan pembina Persija,” ujar CEO Persija Jakarta, Gede Widiade di Kompleks PTIK, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Senin, 19 Februari 2018.

Tidak Ada Lagi Postingan yang Tersedia.

Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.