Warga Purun PALI Dipolisikan, Diduga Gelapkan Uang Penjualan Kayu di Desa Jiwa Baru Lubai Muara Enim

MUARA ENIM, Pikiranrakyatsumsel – Dugaan penipuan dan penggelapan uang hasil penjualan kayu senilai Rp9 juta dilaporkan seorang warga Desa Jiwa Baru, Kecamatan Lubai, Kabupaten Muara Enim, Sumatera Selatan, ke pihak kepolisian.

Korban diketahui bernama Apriadi Renaldo Busmat (38), melaporkan seorang pria berinisial MC (44), warga Desa Purun, Kecamatan Penukal, Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), yang disebut sebagai rekannya dalam pengelolaan penjualan kayu.

Laporan tersebut tercatat dengan nomor LP/B-143/X/2026/SUMSEL/RES M. ENIM, tertanggal 13 Oktober 2026.

Berdasarkan keterangan dalam laporan, dugaan peristiwa tersebut berkaitan dengan pengelolaan hasil penjualan kayu mampat yang ditebang dari kawasan hutan belukar di lahan milik keluarga korban, di Desa Jiwa Baru, Kecamatan Lubai, Kabupaten Muara Enim.

Peristiwa itu disebut terjadi pada Rabu, 23 September 2026, sekira pukul 19.30 WIB. Korban mengaku mengalami kerugian sebesar Rp9 juta akibat persoalan pengelolaan uang hasil penjualan kayu tersebut.

Merasa dirugikan, korban yang memiliki nama panggilan Rendo ini, Selasa (13/10/2026) siang tadi, melaporkan kejadian yang dialaminya itu ke Polsek Rambang Lubai untuk mendapatkan penanganan hukum lebih lanjut.

Kapolsek Rambang Lubai, AKP Aisen Hower, S.H., membenarkan adanya laporan tersebut. Ia mengatakan, perkara itu masih ditangani oleh penyidik Unit Reserse Kriminal (Reskrim) Polsek Rambang Lubai.

“Laporan sudah kami terima, sementara ini masih dalam proses penyelidikan,” kata Kapolsek seraya menegaskan, pihak kepolisian selanjutnya akan menindaklanjuti laporan tersebut sesuai prosedur hukum yang berlaku. (dn) 

banner 400x130

Proyek Revitalisasi Sekolah di Muara Enim Jadi Sorotan, Warga Minta Pengawasan Diperketat

MUARA ENIM, Pikiranrakyatsumsel – Pelaksanaan proyek revitalisasi sarana pendidikan di Kabupaten Muara Enim menjadi sorotan. Selain transparansi penggunaan anggaran, sejumlah pihak mempertanyakan kesesuaian material bangunan dengan spesifikasi teknis serta penerapan keselamatan dan kesehatan kerja (K3) di lokasi proyek.

Sorotan tersebut salah satunya muncul pada pekerjaan pembangunan sejumlah fasilitas di SMP Negeri 3 Rambang, Kabupaten Muara Enim. Proyek yang mencakup pembangunan Laboratorium A, ruang administrasi, ruang UKS, dan ruang belajar siswa itu disebut memiliki nilai anggaran hampir satu miliar.

Berdasarkan pantauan di lokasi, terdapat bagian pekerjaan dan material yang dinilai perlu mendapat perhatian lebih lanjut, khususnya terkait penggunaan rangka baja, kusen kayu serta material bangunan lainnya.

Namun, temuan visual di lapangan tersebut belum dapat menjadi dasar untuk menyimpulkan adanya pelanggaran spesifikasi. Untuk memastikan kesesuaiannya, diperlukan pemeriksaan terhadap dokumen kontrak, rencana anggaran biaya (RAB), spesifikasi teknis, serta hasil pengujian atau pemeriksaan teknis dari pihak yang berwenang.

Persoalan lain yang turut menjadi perhatian adalah aspek keselamatan kerja. Sejumlah pekerja di lokasi proyek disebut belum seluruhnya terlihat menggunakan alat pelindung diri (APD) secara lengkap. Kondisi tersebut menimbulkan pertanyaan mengenai penerapan standar K3 selama proses pembangunan berlangsung.

Sejumlah warga yang mengaku tinggal di wilayah sekitar lokasi berharap pelaksanaan proyek yang menggunakan anggaran negara tersebut mendapat pengawasan lebih ketat.

“Kami harap pengawasan dari pihak-pihak terkait proyek di sekolah itu harus diperhatikan, karena sejauh ini kami lihat pengerjaannya terkesan asal-asalan. Bangunan itu kan pakai uang rakyat, jadi tolong pihak APH bila perlu turun ke lapangan,” cetus salah satu diantara warga tersebut kepada media ini, Jumat (4/9/2026).

Selain kualitas pekerjaan, ketepatan waktu pelaksanaan juga menjadi sorotan. Masyarakat berharap proyek dapat diselesaikan sesuai jadwal yang ditetapkan dalam dokumen kontrak sehingga tidak mengganggu kegiatan belajar mengajar maupun pemanfaatan fasilitas oleh pihak sekolah.

Awak media ini telah berupaya meminta klarifikasi kepada pihak-pihak yang terlibat dalam pelaksanaan proyek. Namun, hingga berita ini diterbitkan, pihak pelaksana pekerjaan belum memberikan keterangan secara resmi.

Sementara, Kepala SMP Negeri 3 Rambang, Jenumi Faidis, S.Pd., juga telah diupayakan untuk dikonfirmasi mengenai pelaksanaan proyek, termasuk sumber anggaran, spesifikasi pekerjaan, mekanisme pengawasan, serta progres pembangunan.

Konfirmasi juga telah dilakukan melalui sambungan telepon dan pesan singkat WhatsApp. Namun, hingga berita ini diterbitkan, belum diperoleh jawaban resmi.

 

Perlu Pemeriksaan Dokumen dan Lapangan

Sorotan terhadap proyek tersebut pada akhirnya tidak cukup dijawab hanya berdasarkan kondisi fisik yang terlihat di lapangan. Pemeriksaan menyeluruh diperlukan untuk mengetahui apakah pekerjaan telah dilaksanakan sesuai kontrak dan spesifikasi teknis yang ditetapkan.

Dokumen pengadaan, kontrak pekerjaan, RAB, gambar teknis, volume pekerjaan, spesifikasi material, progres fisik, hingga berita acara pemeriksaan menjadi bagian penting untuk memastikan apakah terdapat perbedaan antara perencanaan dan pelaksanaan.

Jika kemudian ditemukan ketidaksesuaian, pihak yang berwenang dapat melakukan pemeriksaan lebih lanjut sesuai ketentuan yang berlaku. Sebaliknya, apabila pekerjaan dinyatakan telah memenuhi spesifikasi setelah melalui pemeriksaan teknis, hal tersebut juga penting disampaikan kepada publik sebagai bentuk transparansi penggunaan anggaran negara.

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari pihak pelaksana maupun pihak sekolah mengenai tudingan ketidaksesuaian material dan persoalan pengawasan tersebut. (tim)

Proyek Jaringan Irigasi Desa Jiwa Baru 2025 Dipertanyakan, Masyarakat Soroti Manfaat dan Keterbukaan Publik

MUARA ENIM, Pikiranrakyatsumsel – Proyek Pengembangan Jaringan Irigasi Ataran di Desa Jiwa Baru, Kecamatan Lubai, Kabupaten Muara Enim kembali menjadi sorotan masyarakat.

Meski pembangunan dilakukan secara bertahap sejak tahun 2025, proyek yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Muara Enim tersebut dinilai belum memberikan manfaat nyata bagi petani dan memunculkan berbagai pertanyaan terkait kualitas serta progres penyelesaiannya.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, proyek pengembangan jaringan irigasi tersebut memiliki nilai kontrak sebesar Rp3.958.000.000 dan dikerjakan oleh PT Danadipa Cipta Konstruksi berdasarkan Kontrak Nomor 600.1.4/945/PPK-IS/APBD/2025.

Hasil penelusuran di lapangan menunjukkan sejumlah bagian bangunan irigasi yang disebut-sebut mulai dipenuhi rumput hingga semak belukar. Kondisi tersebut memicu keluhan masyarakat, mengingat proyek yang menelan anggaran miliaran rupiah itu hingga kini belum dapat dimanfaatkan secara optimal untuk mendukung aktivitas pertanian warga.

Salah seorang warga Desa Jiwa Baru yang meminta identitasnya dirahasiakan mengungkapkan bahwa jaringan irigasi yang dibangun sejak tahun lalu hingga saat ini belum berfungsi sebagaimana mestinya.

Dalam laporan yang diterima media ini, jauh sejak pengerjaan proyek dilakukan, masyarakat mengaku telah berupaya mencari informasi kepada sejumlah pihak terkait manfaat dan fungsinya bagi petani yang mayoritas berpenghasilan petani karet. Mereka pun menilai informasi yang diperoleh belum memberikan penjelasan secara lengkap mengenai proyek irigasi tersebut.

Selain mempertanyakan aspek keterbukaan informasi, tim masyarakat juga menyampaikan hasil pengamatan lapangan terkait hasil pekerjaan yang dinilai perlu mendapat perhatian lebih lanjut.

Beberapa temuan yang disampaikan antara lain kondisi material beton yang disebut tidak seragam, adanya bagian konstruksi yang ditumbuhi semak belukar dan mengalami keretakan saat pemasangan, serta dugaan ketidaksesuaian metode pekerjaan.

“Dari sudah dibangun itu sampai sekarang belum berfungsi. Malah ada beberapa bagian yang sudah ditumbuhi rumput. Kami sebagai petani tentu berharap irigasi ini bisa segera dimanfaatkan. Meskipun belum bisa dipakai ya dipelihara soal kualitasnya,” ujarnya, Senin (1/6/2026).

Menurutnya, keberadaan jaringan irigasi sangat penting untuk menunjang produktivitas pertanian masyarakat, khususnya saat musim kemarau. Namun kondisi proyek yang belum memberikan manfaat membuat warga mempertanyakan efektivitas pelaksanaan pembangunan tersebut.

Selain persoalan fungsi, masyarakat juga mempertanyakan kualitas pekerjaan konstruksi. Beberapa warga mengaku khawatir apabila kerusakan yang muncul sejak dini tidak segera ditangani, maka umur teknis bangunan akan semakin pendek dan berpotensi menimbulkan kerugian negara.

Pengamat kebijakan publik yang dimintai tanggapan menilai proyek infrastruktur yang dibiayai APBD seharusnya tidak hanya berorientasi pada penyelesaian fisik semata, tetapi juga harus memastikan hasil pembangunan dapat beroperasi dan memberikan manfaat sesuai tujuan perencanaan.

“Tolak ukur keberhasilan proyek irigasi bukan hanya bangunan selesai dibangun, tetapi sejauh mana jaringan tersebut mampu mengairi lahan pertanian dan meningkatkan produktivitas petani,” ujarnya.

Masyarakat berharap Pemerintah Kabupaten Muara Enim melalui instansi teknis terkait dapat melakukan evaluasi menyeluruh terhadap proyek tersebut, termasuk meninjau kondisi fisik bangunan, progres penyelesaian, serta memastikan adanya langkah perbaikan apabila ditemukan kerusakan atau pekerjaan yang belum sesuai spesifikasi.

Hingga berita ini diturunkan, pihak pelaksana proyek maupun instansi terkait belum memberikan keterangan resmi terkait kondisi terkini pengembangan jaringan irigasi Ataran di Desa Jiwa Baru.

Warga berharap proyek yang dibiayai dari uang rakyat tersebut dapat segera diselesaikan dan berfungsi sebagaimana mestinya sehingga mampu mendukung kebutuhan air pertanian serta meningkatkan kesejahteraan petani di Kecamatan Lubai. (tim)

MBG di Lembak Muara Enim Tinggal Start! Sekolah dan Dapur Sudah Siap

MUARA ENIM, Pikiranrakyatsumsel – Pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di sejumlah wilayah masih menunggu penetapan resmi dari koordinator wilayah (korwil). Meski demikian, kesiapan di lapangan, termasuk dapur penyedia makanan, disebut sudah hampir rampung.

Pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) hingga saat ini masih berada pada tahap menunggu keputusan resmi dari pihak terkait, khususnya penetapan dari koordinator wilayah (korwil). Hal ini membuat sejumlah pihak di lapangan belum dapat menjalankan program secara penuh.

Kepala Sekolah SMA Negeri 1 Lembak, H Saihul, S.Pd, M.M., mengatakan bahwa pihaknya saat ini masih menunggu arahan resmi terkait pelaksanaan program tersebut di wilayahnya.

“Untuk saat ini kita masih menunggu penetapan dari korwil. Jadi tinggal menunggu keputusan saja, mana yang lebih dulu ditetapkan,” ujar Saihul saat ditemui media, Selasa (12/5/2026).

Meski masih menunggu, sambung dia, berbagai persiapan disebut telah dilakukan sejak jauh hari. Para pengelola dapur, yang menjadi bagian penting dalam pelaksanaan program, juga telah menyatakan kesiapan mereka untuk segera beroperasi.

Saihul menegaskan, seluruh dapur pada prinsipnya siap menjalankan program, selama kualitas dan standar yang ditetapkan pemerintah dapat dipenuhi.

“Yang jelas kami siap. Seluruh dapur siap, yang penting kualitasnya sesuai dengan standar,” tegasnya.

Dari sisi penerima manfaat, jumlah yang disiapkan tergolong besar. Program ini diperkirakan akan menjangkau ribuan penerima manfaat secara bertahap.

Program MBG sendiri diketahui telah berjalan selama kurang lebih dua tahun, meskipun implementasinya belum merata di seluruh wilayah. Beberapa zona bahkan masih belum tersentuh program tersebut.

Di Kecamatan Lembak, program ini direncanakan akan mulai berjalan dalam waktu dekat, berdasarkan informasi yang beredar di kalangan pengelola dapur.

Meski demikian, Saihul menegaskan bahwa pihaknya tidak dalam posisi untuk memilih atau memaksakan keterlibatan dalam program tersebut.

“Kami ini tidak memilih-milih, juga tidak memaksakan. Kalau memang ditunjuk, kami siap menjalankan,” pungkasnya.

Ke depan, diharapkan penetapan dari pihak korwil dapat segera dilakukan agar program Makan Bergizi Gratis dapat berjalan optimal dan memberikan manfaat luas bagi masyarakat. (dn)

Dapur SPPG Lembak Betuah Siap Salurkan Makan Bergizi Gratis

MUARA ENIM, Pikiranrakyatsumsel – Program makan bergizi gratis di Kecamatan Lembak, Kabupaten Muara Enim, segera direalisasikan. Dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Lembak Betuah yang berada dibawah naungan Yayasan Manunggal Kartika Jaya menyatakan kesiapan untuk menyalurkan bantuan kepada para penerima manfaat, khususnya siswa sekolah.

Pengelola dapur SPPG Lembak Betuah, Rifki Baday SH MKn, menyampaikan bahwa pihaknya telah berkoordinasi dengan pemangku kepentingan, mulai dari camat, kepala desa, hingga pihak sekolah sebagai penanggung jawab penerima manfaat.

“Kami sudah menyampaikan kesiapan ini kepada pemerintah setempat, baik camat maupun kepala desa. Kami juga berharap pihak sekolah dapat bersinergi dan berkolaborasi agar program ini berjalan optimal,” ujar Rifki diwawancarai awak media, Selasa (12/5/2026).

Ia menekankan pentingnya peran sekolah dalam mendukung kelancaran program, termasuk memberikan masukan, saran, hingga kritik demi perbaikan layanan ke depan.

“Dapur SPPG Lembak Betuah sendiri akan beroperasi sesuai dengan petunjuk teknis dan pelaksanaan yang telah ditetapkan oleh Badan Gizi Nasional (BGN),” kata dia.

Lebih lanjut Rifki menuturkan, bahwa di wilayah tersebut, direncanakan akan ada sekitar empat dapur yang beroperasi untuk menjangkau lebih banyak penerima manfaat.

Selain itu, pihak pengelola juga akan terus menjalin komunikasi dengan dapur-dapur lain serta koordinator kecamatan guna mendorong percepatan operasional secara menyeluruh.

“Terkait waktu pelaksanaan, program ini diperkirakan mulai berjalan dalam waktu dekat. Setelah pihak sekolah menandatangani surat pernyataan sebagai penerima manfaat, penyaluran makanan bergizi diproyeksikan dapat dimulai dalam kurun waktu 2 hingga 3 hari,” ungkapnya.

Dengan segera beroperasinya dapur SPPG Lembak Betuah, diharapkan anak-anak sekolah di Kecamatan Lembak, khususnya Desa Lembak, dapat segera merasakan manfaat program makan bergizi gratis guna mendukung kesehatan dan kualitas pendidikan mereka. (dn)

PT Tanjungenim Lestari Pulp and Paper Dukung Suksesnya Turnamen Voli ‘Kades Cup’ Desa Siku

MUARA ENIM, Pikiranrakyatsumsel – PT Tanjungenim Lestari Pulp and Paper (PT TeL) bekerja sama dengan Karang Taruna Desa Siku sukses menyelenggarakan Turnamen Bola Voli “Kades Cup” Desa Siku yang telah berlangsung sejak 8 Januari 2026 dan mencapai puncaknya pada babak final tanggal 14 April 2026.

PT Tanjungenim Lestari Pulp and Paper Dukung Suksesnya Turnamen Voli ‘Kades Cup’ Desa Siku (Foto: Ist/TeL/PRsumsel)

Turnamen ini merupakan salah satu bentuk komitmen perusahaan dalam mendukung pengembangan potensi generasi muda serta mempererat hubungan sosial di lingkungan masyarakat sekitar wilayah operasional perusahaan.

Pelaksanaan turnamen sempat mengalami penundaan akibat bencana banjir yang menggenangi lapangan voli Desa Siku serta bertepatan dengan bulan Ramadhan. Dari total 101 tim yang mendaftar, sebanyak 75 tim melanjutkan kompetisi hingga tahap akhir.

Pada partai final disaksikan oleh perwakilan dari manajemen PT TeL, yaitu Wakil Kepala Divisi Corporate Affair, Ahmad Faisol, General Manager, Tango Watanabe, beserta tim Corporate Social Responsibility (CSR). Juga turut menghadiri dan memberikan dukungan semangat kepada para tim finalis yaitu Kepala Desa beserta perangkat Desa Siku dan para Kepala Desa dan jajaran pengurus PKK dari berbagai desa sekitar.

PT Tanjungenim Lestari Pulp and Paper Dukung Suksesnya Turnamen Voli ‘Kades Cup’ Desa Siku (Foto: Ist/TeL/PRsumsel)

Pertandingan final berlangsung dengan penuh semangat dan sportivitas. Pada kategori putra, tim PORSITEL berhasil meraih juara pertama setelah mengalahkan tim Naga Bonar dari Desa Siku dalam tiga set. Sementara itu, pada kategori putri, tim PORSITEL kembali menunjukkan performa terbaik dengan mengalahkan tim BMS dari Prabumulih dalam empat set.

Penyerahan hadiah berupa trofi dan uang pembinaan dilakukan secara langsung oleh Tango Watanabe bersama perwakilan pemerintah Desa Siku kepada para pemenang.

Daftar Pemenang Turnamen “Kades Cup” 2026

Kategori Putra:

Juara 1 : PORSITEL

Juara 2 : Naga Bonar (Desa Siku)

Juara 3 : Harja (Desa Harapan Jaya – PALI)

Kategori Putri:

Juara 1 : PORSITEL

Juara 2 : BMS (Prabumulih)

Juara 3 : PORSITEL

Selain itu, panitia juga menetapkan Aldi dari PORSITEL sebagai Pemain Terbaik Putra dan Naya dari PORSITEL sebagai Pemain Terbaik Putri.

Melalui kegiatan ini, PT TeL berharap dapat terus berkontribusi dalam mendorong semangat kebersamaan, sportivitas, serta pengembangan potensi masyarakat, khususnya generasi muda di Desa Siku dan sekitarnya. (CSR PT TeL)

PT TeL Berbagi Kebahagiaan Lebaran, 1.000 Paket Sembako Disalurkan ke Masyarakat

MUARA ENIM, Pikiranrakyatsumsel — Menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 H, PT Tanjungenim Lestari Pulp and Paper (PT TeL) kembali menggelar agenda rutin tahunan dengan menyalurkan bantuan paket sembako kepada masyarakat. Bantuan tersebut ditujukan khususnya bagi warga desa-desa di sekitar wilayah operasional perusahaan serta masyarakat di wilayah Kabupaten Muara Enim, Prabumulih, Palembang, dan Tarahan.

PT TeL Berbagi Kebahagiaan Lebaran, 1.000 Paket Sembako Disalurkan ke Masyarakat (Foto: ost/PRsumsel)

Tahun ini, PT TeL mendistribusikan lebih dari 1.000 paket sembako yang disalurkan secara bertahap pada 12–14 Maret 2026. Seremonial pendistribusian paket sembako dilaksanakan pada 12 Maret 2026 di halaman depan Admin Building PT TeL. Kegiatan tersebut dihadiri oleh perwakilan masyarakat serta pemerintah desa dari Desa Dalam, Kuripan, Banuayu, dan Gerinam.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Presiden Direktur PT TeL, Keita Katayama, Wakil Direktur Keuangan, Yasuaki Sakamoto, Wakil Kepala Divisi Korporasi, Ahmad Faisol, serta sejumlah perwakilan manajemen perusahaan.

Dalam sambutannya, Keita Katayama menyampaikan apresiasi kepada perwakilan masyarakat dan pemerintah desa yang telah menghadiri kegiatan tersebut.

“Kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian perusahaan kepada masyarakat sekitar dalam menyambut dan merayakan Idul Fitri. Melalui kegiatan ini, kami berharap paket-paket yang diberikan dapat menghadirkan kehangatan dan kebahagiaan bagi setiap keluarga penerima,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa berbagi momen yang bermakna serta menumbuhkan semangat kebersamaan dalam menyambut hari yang istimewa bersama masyarakat merupakan bagian dari komitmen perusahaan untuk membangun hubungan yang harmonis dengan masyarakat.

“Kami meyakini bahwa pertumbuhan yang berkelanjutan hanya dapat terwujud apabila perusahaan dan masyarakat dapat berjalan maju bersama,” tambahnya.

Sebelum acara ditutup dengan pelepasan secara simbolis pendistribusian paket sembako oleh Presiden Direktur PT TeL, Keita Katayama juga menyampaikan ucapan selamat menyambut Hari Raya Idul Fitri.

“Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah. Semoga kedamaian, kebahagiaan, dan kesejahteraan senantiasa menyertai Bapak/Ibu serta keluarga.”

(CSR PT TeL )

Sindikat Pencurian Crude Oil berhasil Dibongkar Tim Gabungan Polsek Lembak bersama Pamtup Zona 4, Satu Orang terduga Otak Pelaku Diamankan

MUARA ENIM, Pikiranrakyatsumsel – Personel gabungan dari Unit Reskrim Polsek Lembak bersama tim Pengamanan Tertutup (Pamtup) Zona 4 berhasil membekuk seorang pria terduga otak pelaku pencurian Crude Oil hingga pihak korban PT Pertamina Hulu Rokan Prabumulih Field mengalami kerugian berkisar mencapai puluhan juta rupiah.

Kapolres Muara Enim, AKBP Hendri Syaputra Sik melalui Kapolsek Lembak Iptu Yopi Maswan SH didampingi Kanit Reskrim Ipda Decky Chandra Winata SE, membenarkan, pihaknya telah mengamankan satu orang terduga pelaku pencurian minyak mentah milik PT Pertamina yakni lA (inisial, red) di Desa Talang Balai, Kecamatan Belida Darat, pada Sabtu (21/2/2026) sekitar pukul 00.30 WIB.

Menurutnya, ungkap kasus ini merupakan bagian dari pelaksanaan Operasi Pekat Musi 2026 Polda Sumsel, yang menyasar berbagai bentuk penyakit masyarakat dan tindak pidana, termasuk pencurian dengan pemberatan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 477 UU Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP.

“Pelaku dan barang buktinya berupa satu unit truk Mitsubishi warna merah BG 8515 TC yang kita duga berisi minyak mentah atau crude oil sebanyak 56 barrel milik PT Pertamina saat ini sudah kita amankan,” kata Kanit Reskrim Ipda Decky Chandra Winata SE dikonfirmasi media ini, Sabtu malam (21/2/2026).

Ia menguraikan kronologis pengungkapan berawal pada Sabtu, 31 Januari 2026 sekitar pukul 10.00 WIB. Saat itu, pelapor Maman, diketahui sebagai petugas keamanan, bersama personel gabungan TNI-Polri tengah melaksanakan patroli rutin di wilayah kerja Pertamina.

Setibanya di jalan utama simpang Sumur 61 TTB, Desa Tanjung Tiga, Kecamatan Belida Darat, Kabupaten Muara Enim, petugas menemukan satu unit truk Mitsubishi warna merah bernopol BG 8515 TC dalam kondisi terperosok di bahu jalan.

Atas kejadian tersebut, pihak perusahaan langsung melaporkan peristiwa itu ke Polsek Lembak akibat mengalami kerugian berkisar Rp 55 juta.

Selanjutnya, hampir tiga pekan melakukan pengumpulan bahan keterangan serta pelacakan, anggota Unit Reskrim Polsek Lembak pada Sabtu (21/2/2026) sekitar pukul 00.30 WIB, berhasil mendapati keberadaan pelaku IA yang saat itu berada kediamannya di lokasi tersebut, hingga tanpa basa basi polisi langsung meluncur ke TKP dan melakukan penangkapan terhadap pelaku IA (inisial, red) tanpa perlawanan.

Atas perbuatannya, pelaku IA dapat dijerat hukuman pidana karena melakukan pencurian dengan pemberatan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 477 UU Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHPidana.

“Sementara hasil interogasi awal, pelaku berinsial IA ini mengakui telah melakukan pencurian minyak mentah milik PT Pertamina menggunakan satu unit truk yang ditemukan oleh petugas security dan pam gabungan TNI-Polri. Saat ini, pelaku dan barang buktinya tersebut sudah diamankan di Polsek Lembak untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut,” tukasnya. (dn)

Tanggap Darurat Banjir, PT TeL Salurkan Bantuan bagi Warga di Sejumlah Desa Terdampak

MUARA ENIM, Pikiranrakyatsumsel – Curah hujan tinggi yang terjadi dalam beberapa hari terakhir menyebabkan Sungai Enim dan Sungai Lematang meluap. Akibatnya, sejumlah desa di Kabupaten Muara Enim yang berada di sepanjang aliran sungai terdampak banjir.

Sebagai perusahaan yang beroperasi di wilayah sekitar, PT Tanjungenim Lestari Pulp and Paper (PT TeL) menunjukkan kepedulian dengan mengerahkan tim Corporate Social Responsibility (CSR) untuk melakukan tanggap darurat bencana, PT TeL menyalurkan bantuan kepada warga desa yang terdampak banjir sebagai bentuk kepedulian perusahaan terhadap masyarakat sekitar.

Tanggap Darurat Banjir, PT TeL Salurkan Bantuan bagi Warga di Sejumlah Desa Terdampak (Foto: ist/PRsumsel)

Bantuan yang diberikan berupa paket sembako yang terdiri dari beras, mi instan, minyak goreng, dan air mineral. Penyaluran bantuan ini disambut baik oleh para kepala desa beserta perangkat desa, yang turut membantu proses distribusi agar bantuan dapat diterima langsung oleh warga yang membutuhkan.

Hingga berita ini diturunkan, bantuan sembako telah disalurkan ke sejumlah desa terdampak, antara lain Desa Banuayu, Kuripan Induk, Kuripan Selatan, Dangku, Baturaja, Siku, Tebat Agung, Muara Niru, Gerinam, Gunung Raja, Pangkalan Babat, Bulang, Belimbing, dan Desa Dalam.

PT TeL berharap bantuan ini dapat memberikan manfaat serta meringankan beban masyarakat yang terdampak banjir. Perusahaan juga berharap kondisi segera membaik, air banjir berangsur surut, dan warga dapat kembali beraktivitas normal untuk memenuhi kebutuhan perekonomian keluarga mereka. (Ril/Tim CSR, Februari 2026) 

Polsek Lembak Ungkap Motif Pembunuhan Wanita yang Ditemukan Tewas di Desa Gaung Asam

MUARA ENIM, Pikiranrakyatsumsel – Kepolisian Resort (Polres) Muara Enim melalui Polsek Lembak mengungkap kasus kematian seorang ibu rumah tangga diketahui bernama Wulandari, warga Palembang. Wanita paruh baya itu ditemukan tewas oleh warga di kebun nanas semak belukar Desa Gaung Asam Kecamatan Belida darat Kabupaten Muara Enim.

Polsek Lembak Ungkap Motif Pembunuhan Wanita yang Ditemukan Tewas di Desa Gaung Asam (Foto: Ist/PRsumsel)

Kapolsek Lembak IPTU Yopi Maswan, SH melalui Kanit Reskrim IPDA Decky Chandra Winata, SE mengatakan, Wulandari diduga menjadi korban penganiayaan dan pembunuhan oleh pelaku Andi alias Ateng (38) warga Desa Sungai Lebong Pemulutan Kecamatan Pemulutan Selatan Kabupaten Ogan komering Ilir (OKI).

“Berdasarkan pengakuan dari pelaku Andi alias Ateng, pembunuhan itu dilakukannya dengan cara mencekik leher korban selama kurang lebih 1 jam sampai korban tidak bernafas lagi,” kata IPDA Decky Chandra kepada media ini, Kamis (5/2/2026).

Kanit Reskrim Polsek Lembak juga mengungkapkan, bahwa pelaku Andi alias Ateng merupakan teman akrab dari korban. Menurutnya, Andi alias Ateng diduga sakit hati terhadap Wulandari karena masih memiliki hutang terhadap diri pelaku tersebut.

“Untuk motif pembunuhan dikarenakan korban Wulandari ada hutang kepada pelaku Andi alias Ateng ini,” ungkapnya.

Lebih lanjut IPDA Decky menjelaskan, awal mula terungkapnya kasus pembunuhan ini bermula, setelah pihaknya menerima laporan adanya penemuan mayat yang terjadi di kebun nanas semak belukar Desa Gaung Asam Kecamatan Belida darat Kabupaten Muara Enim, pada Selasa, 27 Januari 2026 lalu, sekira pukul 14.00 WIB.

Kemudian, lanjut dia, anggota unit Reskrim Polsek Lembak langsung melakukan penyelidikan. Hingga petang hari itu sekira pukul 18.00 WIB, pihaknya mendapatkan kabar bahwa seorang laki-laki yang diduga pelaku yang telah melakukan pembunuhan tersebut sudah menyerahkan diri di Polsek Ilir Barat 1 (IB-1), Palembang.

“Dan setelah dilakukan interogasi, laki-laki tersebut yang tak lain pelaku Andi alias Ateng mengakui perbuatannya bahwa ia telah melakukan pembunuhan terhadap korban Wulandari di Desa Gaung Asam itu dengan cara mencekik leher korban,” beber IPDA Decky.

Ditegaskan oleh Kanit Reskrim Polsek Lembak, atas perbuatannya tersebut pelaku Andi dapat dijerat Pasal 459 KUHPidana tentang Pembunuhan Berencana. Untuk saat ini, sambung dia, Andi alias Ateng beserta sejumlah barang bukti diantaranya, satu buah helm SNI warna hitam, satu buah tas selempang coklat, sepasang sandal, dua kacamata hitam, dia butir inher obat asma, dan sehelai baju kaos lengan panjang warna hitam serta celana panjang warna hitam dengan lis kiri kanan telah diamankan dan dibawa ke Polsek Lembak guna pemeriksaan lebih lanjut.

“Pelaku Andi alias Ateng berikut barang buktinya sudah diamankan di Polsek Lembak. Pelaku tersebut juga dapat dikenakan hukuman pidana sesuai dengan Pasal 459 KUHPidana tentang tentang pembunuhan berencana,” tukasnya. (dn)

Tidak Ada Lagi Postingan yang Tersedia.

Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.