Program Seragam Gratis Bergulir, Wali Kota Prabumulih Bagikan Seragam Sekolah untuk 31.877 Siswa SD dan SMP

PRABUMULIH, Pikiranrakyatsumsel – Pemerintah Kota (Pemkot) Prabumulih melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan resmi melaunching program pemberian baju seragam sekolah gratis bagi peserta didik jenjang SD dan SMP negeri maupun swasta se-Kota Prabumulih Tahun Anggaran 2026.

Launching pemberian seragam sekolah gratis tersebut berlangsung di Gedung Kesenian Rumah Dinas Wali Kota Prabumulih, Selasa (6/10/2026), dan dihadiri Wali Kota Prabumulih H. Arlan, unsur Forkopimda, jajaran Pemerintah Kota Prabumulih, kepala sekolah, guru, serta orang tua dan peserta didik.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Prabumulih, A. Darmadi, S.Pd., M.S., dalam laporannya menyampaikan, program tersebut merupakan salah satu program prioritas Pemerintah Kota Prabumulih dalam meningkatkan pemerataan pelayanan pendidikan sekaligus membantu meringankan beban ekonomi orang tua peserta didik.

Menurutnya, pemerintah tidak hanya berkewajiban meningkatkan mutu pembelajaran, tetapi juga memastikan setiap anak memperoleh kesempatan yang sama dalam mendapatkan pendidikan tanpa terkendala kondisi sosial maupun ekonomi keluarga.

“Program ini merupakan salah satu bentuk nyata kehadiran pemerintah di tengah masyarakat, khususnya dalam memberikan pelayanan pendidikan yang bermutu, berkeadilan dan merata,” kata Darmadi dalam sambutannya.

Ia menjelaskan, pada tahun anggaran 2026 program tersebut menyasar 31.877 peserta didik tingkat SD dan SMP di Kota Prabumulih.

Rinciannya, sebanyak 21.588 siswa SD masing-masing mendapatkan dua stel seragam, sehingga total alokasi untuk jenjang SD mencapai 43.176 stel.

Sementara untuk jenjang SMP, terdapat 10.289 peserta didik yang masing-masing memperoleh dua stel seragam, dengan total alokasi sebanyak 20.578 stel.

Dengan demikian, secara keseluruhan terdapat 63.754 stel seragam sekolah yang dialokasikan untuk 31.877 peserta didik jenjang SD dan SMP se-Kota Prabumulih.

Darmadi menyebutkan, pemberian dua stel seragam kepada setiap peserta didik diharapkan dapat memberikan manfaat karena seragam dapat digunakan secara bergantian dalam kegiatan pembelajaran sehari-hari.

Proses pendistribusian dilakukan secara bertahap melalui sejumlah tahapan, mulai dari pendataan dan finalisasi data peserta didik, verifikasi dan validasi, finalisasi ukuran, pengadaan, pemeriksaan hasil pengadaan hingga pendistribusian kepada satuan pendidikan.

Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Prabumulih juga akan melakukan monitoring dan evaluasi agar pendistribusian tepat sasaran, tepat jumlah, tepat ukuran, tepat jenis, bermutu dan tepat waktu.

Darmadi berharap program tersebut dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya dalam membantu mengurangi beban orang tua dalam memenuhi kebutuhan perlengkapan sekolah anak.

“Semoga pemberian seragam ini dapat menjadi penyemangat bagi anak-anak kita untuk semakin rajin belajar, berprestasi, berkarakter dan memiliki cita-cita yang tinggi,” ujarnya.

Salah satu orang tua peserta didik yang hadir dalam kegiatan launching tersebut mengaku terbantu dengan adanya program seragam sekolah gratis yang digagas Pemerintah Kota Prabumulih.

Menurutnya, bantuan tersebut dapat mengurangi pengeluaran orang tua untuk memenuhi kebutuhan perlengkapan sekolah anak.

“Dengan adanya seragam gratis ini tentu kami sebagai orang tua merasa terbantu. Apalagi kebutuhan sekolah anak cukup banyak,” ujarnya.

Ia berharap program tersebut dapat terus dilaksanakan dan pendistribusian seragam kepada seluruh penerima dapat berjalan lancar.

“Harapannya program seperti ini terus berlanjut dan benar-benar sampai kepada semua siswa yang menjadi penerima,” tukasnya. (*)

banner 400x130

Proyek Revitalisasi Sekolah di Muara Enim Jadi Sorotan, Warga Minta Pengawasan Diperketat

MUARA ENIM, Pikiranrakyatsumsel – Pelaksanaan proyek revitalisasi sarana pendidikan di Kabupaten Muara Enim menjadi sorotan. Selain transparansi penggunaan anggaran, sejumlah pihak mempertanyakan kesesuaian material bangunan dengan spesifikasi teknis serta penerapan keselamatan dan kesehatan kerja (K3) di lokasi proyek.

Sorotan tersebut salah satunya muncul pada pekerjaan pembangunan sejumlah fasilitas di SMP Negeri 3 Rambang, Kabupaten Muara Enim. Proyek yang mencakup pembangunan Laboratorium A, ruang administrasi, ruang UKS, dan ruang belajar siswa itu disebut memiliki nilai anggaran hampir satu miliar.

Berdasarkan pantauan di lokasi, terdapat bagian pekerjaan dan material yang dinilai perlu mendapat perhatian lebih lanjut, khususnya terkait penggunaan rangka baja, kusen kayu serta material bangunan lainnya.

Namun, temuan visual di lapangan tersebut belum dapat menjadi dasar untuk menyimpulkan adanya pelanggaran spesifikasi. Untuk memastikan kesesuaiannya, diperlukan pemeriksaan terhadap dokumen kontrak, rencana anggaran biaya (RAB), spesifikasi teknis, serta hasil pengujian atau pemeriksaan teknis dari pihak yang berwenang.

Persoalan lain yang turut menjadi perhatian adalah aspek keselamatan kerja. Sejumlah pekerja di lokasi proyek disebut belum seluruhnya terlihat menggunakan alat pelindung diri (APD) secara lengkap. Kondisi tersebut menimbulkan pertanyaan mengenai penerapan standar K3 selama proses pembangunan berlangsung.

Sejumlah warga yang mengaku tinggal di wilayah sekitar lokasi berharap pelaksanaan proyek yang menggunakan anggaran negara tersebut mendapat pengawasan lebih ketat.

“Kami harap pengawasan dari pihak-pihak terkait proyek di sekolah itu harus diperhatikan, karena sejauh ini kami lihat pengerjaannya terkesan asal-asalan. Bangunan itu kan pakai uang rakyat, jadi tolong pihak APH bila perlu turun ke lapangan,” cetus salah satu diantara warga tersebut kepada media ini, Jumat (4/9/2026).

Selain kualitas pekerjaan, ketepatan waktu pelaksanaan juga menjadi sorotan. Masyarakat berharap proyek dapat diselesaikan sesuai jadwal yang ditetapkan dalam dokumen kontrak sehingga tidak mengganggu kegiatan belajar mengajar maupun pemanfaatan fasilitas oleh pihak sekolah.

Awak media ini telah berupaya meminta klarifikasi kepada pihak-pihak yang terlibat dalam pelaksanaan proyek. Namun, hingga berita ini diterbitkan, pihak pelaksana pekerjaan belum memberikan keterangan secara resmi.

Sementara, Kepala SMP Negeri 3 Rambang, Jenumi Faidis, S.Pd., juga telah diupayakan untuk dikonfirmasi mengenai pelaksanaan proyek, termasuk sumber anggaran, spesifikasi pekerjaan, mekanisme pengawasan, serta progres pembangunan.

Konfirmasi juga telah dilakukan melalui sambungan telepon dan pesan singkat WhatsApp. Namun, hingga berita ini diterbitkan, belum diperoleh jawaban resmi.

 

Perlu Pemeriksaan Dokumen dan Lapangan

Sorotan terhadap proyek tersebut pada akhirnya tidak cukup dijawab hanya berdasarkan kondisi fisik yang terlihat di lapangan. Pemeriksaan menyeluruh diperlukan untuk mengetahui apakah pekerjaan telah dilaksanakan sesuai kontrak dan spesifikasi teknis yang ditetapkan.

Dokumen pengadaan, kontrak pekerjaan, RAB, gambar teknis, volume pekerjaan, spesifikasi material, progres fisik, hingga berita acara pemeriksaan menjadi bagian penting untuk memastikan apakah terdapat perbedaan antara perencanaan dan pelaksanaan.

Jika kemudian ditemukan ketidaksesuaian, pihak yang berwenang dapat melakukan pemeriksaan lebih lanjut sesuai ketentuan yang berlaku. Sebaliknya, apabila pekerjaan dinyatakan telah memenuhi spesifikasi setelah melalui pemeriksaan teknis, hal tersebut juga penting disampaikan kepada publik sebagai bentuk transparansi penggunaan anggaran negara.

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari pihak pelaksana maupun pihak sekolah mengenai tudingan ketidaksesuaian material dan persoalan pengawasan tersebut. (tim)

SPMB SMPN 12 Prabumulih Membludak, Penambahan Rombel Masih Menunggu Keputusan Kementerian

PRABUMULIH, Pikiranrakyatsumsel – Tingginya minat masyarakat untuk menyekolahkan anak di SMP Negeri 12 Prabumulih membuat kuota penerimaan peserta didik baru pada Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun Ajaran 2026/2027 belum mampu mengakomodasi seluruh pendaftar.

Pada pelaksanaan SPMB gelombang II melalui jalur domisili dan Tes Kemampuan Akademik (TKA), jumlah pendaftar mencapai 192 calon siswa. Namun, sekolah hanya dapat menerima 125 siswa, sehingga terdapat 64 calon siswa yang belum berhasil diterima.

Kepala SMP Negeri 12 Prabumulih, Laila Fadlia, S.Pd., M.Si., mengatakan sekolah sebenarnya memperoleh alokasi 5 rombongan belajar (rombel) dengan kapasitas maksimal 32 siswa per rombel, atau total daya tampung sebanyak 160 siswa.

“Untuk penerimaan siswa baru di SMP Negeri 12 Prabumulih kami mendapatkan jatah lima rombel. Setiap rombel berisi 32 siswa. Pada gelombang kedua, jumlah pendaftar jalur domisili dan TKA mencapai 192 siswa,” ujar Laila diwawancarai media ini, Sabtu (27/6/2026).

Dari total siswa yang diterima, kata dia, sebanyak 117 siswa berasal dari jalur domisili dan 8 siswa melalui jalur TKA. Sementara itu, dari 10 peserta yang mengikuti seleksi TKA, hanya 8 orang yang dinyatakan lolos.

Laila menjelaskan tingginya jumlah pendaftar dipengaruhi oleh lokasi sekolah yang berada di kawasan padat penduduk. Karena itu, pihak sekolah berharap pemerintah dapat memberikan tambahan rombongan belajar agar lebih banyak siswa yang tinggal di sekitar sekolah dapat diterima.

“Wilayah kami memang padat penduduk, sehingga kami membutuhkan bantuan pemerintah untuk penambahan rombel agar anak-anak yang rumahnya dekat dengan sekolah bisa kami tampung,” katanya.

Upaya penambahan kuota tersebut, lanjut Laila, telah dibahas dalam rapat bersama DPRD Kota Prabumulih yang melibatkan Komisi I, II, dan III. Hasil pertemuan itu menyepakati untuk bersama-sama menyampaikan usulan kepada pihak Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP).

Usai rapat, lanjut Laila, pihak sekolah bersama perwakilan DPRD langsung menemui Kepala BPMP, Tanjung Idris, untuk menyampaikan permohonan penambahan kuota.

“Namun, untuk penambahan kuota, Kepala BPMP belum bisa memutuskan karena kewenangannya berada di kementerian. Beliau menyampaikan akan membawa persoalan ini ke kementerian, tetapi hingga saat ini kami masih menunggu keputusan apakah penambahan kuota dapat disetujui atau belum,” jelasnya.

Sementara itu, untuk jalur domisili, batas jarak terakhir calon siswa yang diterima tercatat sekitar 1,9 kilometer dari lokasi sekolah.

Pihak sekolah berharap adanya kebijakan penambahan rombongan belajar dapat menjadi solusi atas tingginya animo masyarakat, sehingga lebih banyak calon peserta didik yang berada di sekitar lingkungan sekolah memperoleh kesempatan mengenyam pendidikan di SMP Negeri 12 Prabumulih. (dn)

Siswi SMPN 12 Prabumulih Lolos SMA Negeri Sumatera Selatan, Singkirkan Lebih dari 1.000 Peserta

PRABUMULIH, Pikiranrakyatsumsel – Kabar membanggakan datang dari dunia pendidikan Kota Prabumulih. Salah satu siswi berprestasi dari SMP Negeri 12 Prabumulih, bernama Nasian Fatimah, berhasil lolos seleksi masuk SMA Negeri Sumatera Selatan, sekolah berasrama yang dikenal memiliki sistem pendidikan unggulan.

Keberhasilan tersebut diraih setelah melalui proses seleksi yang sangat ketat. Dari lebih dari 1.000 peserta yang berasal dari berbagai SMP di seluruh Sumatera Selatan, peserta kemudian disaring menjadi 250 siswa untuk mengikuti tahapan seleksi lanjutan. Dari jumlah tersebut, hanya 120 siswa yang akhirnya dinyatakan diterima, termasuk Nasian Fatimah.

Kepala SMP Negeri 12 Prabumulih, Laila Fadlia, SPd MSi mengungkapkan rasa syukur atas capaian siswinya tersebut.

“Alhamdulillah, salah satu siswi SMP Negeri 12 berhasil diterima di SMA Negeri Sumatera Selatan setelah mengalahkan lebih dari seribu peserta yang mengikuti seleksi,” ujar Laila Fadlia diwawancarai media ini, Sabtu (27/6/2026).

Menurutnya, berdasarkan informasi yang diterimanya, Nasian Fatimah menjadi salah satu peserta asal Kota Prabumulih yang berhasil lolos pada seleksi tahun ini.

Laila juga menjelaskan, SMA Negeri Sumatera Selatan merupakan sekolah unggulan yang menawarkan berbagai fasilitas bagi para siswanya. Selain seluruh biaya pendidikan ditanggung pemerintah hingga lulus, para siswa juga tinggal di asrama tanpa dipungut biaya.

“Pembelajaran di sana menggunakan kurikulum yang sangat baik dengan penggunaan bahasa Inggris sebagai bahasa pengantar dalam proses belajar. Selain itu, informasi yang kami terima, siswa juga mendapatkan uang saku setiap bulan,” jelas dia.

“Lulusan sekolah tersebut juga banyak yang berhasil melanjutkan pendidikan ke berbagai universitas, termasuk di luar negeri,” lanjutnya lagi.

Laila menambahkan, keberhasilan Nasian Fatimah bukanlah sesuatu yang diraih secara instan. Selama menempuh pendidikan di SMP Negeri 12 Prabumulih, Nasian dikenal sebagai siswi yang aktif dan berprestasi, baik di bidang akademik maupun non akademik.

Selain dipercaya sebagai Ketua OSIS, sambung Kepsek SMP Negeri 12 Prabumulih, Nasian juga kerap meraih prestasi dalam berbagai ajang olimpiade dan kompetisi yang diselenggarakan di tingkat Kota Prabumulih maupun Provinsi Sumatera Selatan.

“Memang anaknya penuh dengan prestasi. Dari sisi akademik maupun non akademik sangat menonjol. Dia juga sering memenangkan berbagai olimpiade yang diselenggarakan pemerintah kota maupun tingkat Sumatera Selatan,” kata dia.

Prestasi yang diraih Nasian Fatimah diharapkan dapat menjadi motivasi bagi siswa-siswi lainnya di Kota Prabumulih untuk terus berprestasi dan berani bersaing menembus sekolah-sekolah unggulan di tingkat provinsi maupun nasional. (dn)

Tidak Ada Lagi Postingan yang Tersedia.

Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.