Proyek Jaringan Irigasi Desa Jiwa Baru 2025 Dipertanyakan, Masyarakat Soroti Manfaat dan Keterbukaan Publik

banner 468x60

MUARA ENIM, Pikiranrakyatsumsel – Proyek Pengembangan Jaringan Irigasi Ataran di Desa Jiwa Baru, Kecamatan Lubai, Kabupaten Muara Enim kembali menjadi sorotan masyarakat.

Meski pembangunan dilakukan secara bertahap sejak tahun 2025, proyek yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Muara Enim tersebut dinilai belum memberikan manfaat nyata bagi petani dan memunculkan berbagai pertanyaan terkait kualitas serta progres penyelesaiannya.

banner 336x280

Berdasarkan informasi yang dihimpun, proyek pengembangan jaringan irigasi tersebut memiliki nilai kontrak sebesar Rp3.958.000.000 dan dikerjakan oleh PT Danadipa Cipta Konstruksi berdasarkan Kontrak Nomor 600.1.4/945/PPK-IS/APBD/2025.

Hasil penelusuran di lapangan menunjukkan sejumlah bagian bangunan irigasi yang disebut-sebut mulai dipenuhi rumput hingga semak belukar. Kondisi tersebut memicu keluhan masyarakat, mengingat proyek yang menelan anggaran miliaran rupiah itu hingga kini belum dapat dimanfaatkan secara optimal untuk mendukung aktivitas pertanian warga.

Salah seorang warga Desa Jiwa Baru yang meminta identitasnya dirahasiakan mengungkapkan bahwa jaringan irigasi yang dibangun sejak tahun lalu hingga saat ini belum berfungsi sebagaimana mestinya.

Dalam laporan yang diterima media ini, jauh sejak pengerjaan proyek dilakukan, masyarakat mengaku telah berupaya mencari informasi kepada sejumlah pihak terkait manfaat dan fungsinya bagi petani yang mayoritas berpenghasilan petani karet. Mereka pun menilai informasi yang diperoleh belum memberikan penjelasan secara lengkap mengenai proyek irigasi tersebut.

Selain mempertanyakan aspek keterbukaan informasi, tim masyarakat juga menyampaikan hasil pengamatan lapangan terkait hasil pekerjaan yang dinilai perlu mendapat perhatian lebih lanjut.

Beberapa temuan yang disampaikan antara lain kondisi material beton yang disebut tidak seragam, adanya bagian konstruksi yang ditumbuhi semak belukar dan mengalami keretakan saat pemasangan, serta dugaan ketidaksesuaian metode pekerjaan.

“Dari sudah dibangun itu sampai sekarang belum berfungsi. Malah ada beberapa bagian yang sudah ditumbuhi rumput. Kami sebagai petani tentu berharap irigasi ini bisa segera dimanfaatkan. Meskipun belum bisa dipakai ya dipelihara soal kualitasnya,” ujarnya, Senin (1/6/2026).

Menurutnya, keberadaan jaringan irigasi sangat penting untuk menunjang produktivitas pertanian masyarakat, khususnya saat musim kemarau. Namun kondisi proyek yang belum memberikan manfaat membuat warga mempertanyakan efektivitas pelaksanaan pembangunan tersebut.

Selain persoalan fungsi, masyarakat juga mempertanyakan kualitas pekerjaan konstruksi. Beberapa warga mengaku khawatir apabila kerusakan yang muncul sejak dini tidak segera ditangani, maka umur teknis bangunan akan semakin pendek dan berpotensi menimbulkan kerugian negara.

Pengamat kebijakan publik yang dimintai tanggapan menilai proyek infrastruktur yang dibiayai APBD seharusnya tidak hanya berorientasi pada penyelesaian fisik semata, tetapi juga harus memastikan hasil pembangunan dapat beroperasi dan memberikan manfaat sesuai tujuan perencanaan.

“Tolak ukur keberhasilan proyek irigasi bukan hanya bangunan selesai dibangun, tetapi sejauh mana jaringan tersebut mampu mengairi lahan pertanian dan meningkatkan produktivitas petani,” ujarnya.

Masyarakat berharap Pemerintah Kabupaten Muara Enim melalui instansi teknis terkait dapat melakukan evaluasi menyeluruh terhadap proyek tersebut, termasuk meninjau kondisi fisik bangunan, progres penyelesaian, serta memastikan adanya langkah perbaikan apabila ditemukan kerusakan atau pekerjaan yang belum sesuai spesifikasi.

Hingga berita ini diturunkan, pihak pelaksana proyek maupun instansi terkait belum memberikan keterangan resmi terkait kondisi terkini pengembangan jaringan irigasi Ataran di Desa Jiwa Baru.

Warga berharap proyek yang dibiayai dari uang rakyat tersebut dapat segera diselesaikan dan berfungsi sebagaimana mestinya sehingga mampu mendukung kebutuhan air pertanian serta meningkatkan kesejahteraan petani di Kecamatan Lubai. (tim)

banner 336x280