PRABUMULIH, Pikiranrakyatsumsel – Tak ada kebanggaan yang lebih besar bagi orang tua selain melihat buah hatinya mampu melangkah lebih jauh dari yang pernah dibayangkan.
Perasaan itulah yang kini dirasakan Wakil Wali Kota Prabumulih, Franky Nasril, S.Kom., M.M., ketika putrinya, Shakyna, dipercaya menjadi delegasi dalam sidang Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) melalui ajang Asia Youth International Model United Nations (AYIMUN) di Bangkok, Thailand.
Bagi Franky, kesempatan tersebut bukan sekadar perjalanan ke luar negeri atau keikutsertaan dalam sebuah forum internasional. Lebih dari itu, kepercayaan tersebut merupakan buah dari proses panjang yang dibangun melalui kerja keras, kedisiplinan, dan semangat belajar yang terus dipupuk sejak dini.
“Alhamdulillah, kami sekeluarga sangat bersyukur dan bangga. Kepercayaan yang diberikan kepada Shakyna untuk menjadi delegasi dalam sidang WHO pada ajang AYIMUN merupakan sebuah kehormatan yang luar biasa. Semoga pengalaman ini menjadi bekal berharga untuk terus mengembangkan kemampuan, memperluas wawasan, serta memberikan kontribusi positif bagi bangsa dan negara,” ujar Franky.
Di tengah persaingan generasi muda yang semakin kompetitif, keberhasilan Shakyna menjadi bukti bahwa anak-anak daerah memiliki peluang yang sama untuk tampil dan berbicara di panggung internasional. Dengan tekad, kemampuan, dan kemauan untuk terus belajar, batas geografis bukan lagi penghalang untuk meraih prestasi.
Bagi Pemerintah Kota Prabumulih, capaian tersebut juga menjadi simbol lahirnya generasi muda yang siap bersaing secara global.
Franky berharap kisah putrinya mampu menjadi penyemangat bagi para pelajar di Kota Prabumulih agar berani bermimpi besar dan terus mengembangkan potensi diri.
“Saya berharap pencapaian ini menjadi inspirasi bagi anak-anak muda Prabumulih agar terus belajar, mengasah kemampuan, dan berani bermimpi besar. Pemerintah Kota Prabumulih akan selalu mendukung lahirnya generasi muda yang berprestasi, berkarakter, serta mampu mengharumkan nama daerah dan Indonesia di kancah internasional,” tegasnya.
Perjalanan Shakyna di Bangkok juga tidak dilalui seorang diri. Sang ibu, Nuning Mulya Franky, setia mendampingi selama seluruh rangkaian kegiatan AYIMUN berlangsung. Kehadiran orang tua menjadi penyemangat sekaligus penguat mental saat mengikuti berbagai agenda internasional yang mempertemukan delegasi muda dari berbagai negara.
Bagi keluarga, pengalaman tersebut bukanlah garis akhir dari sebuah pencapaian, melainkan langkah awal menuju perjalanan yang lebih panjang. Mereka berharap pengalaman internasional yang diraih mampu membuka lebih banyak kesempatan bagi Shakyna untuk terus berkembang, berkarya, dan memberikan manfaat bagi masyarakat.
“Semoga pengalaman ini menjadi langkah awal untuk terus berkarya, menginspirasi, dan membawa nama Indonesia serta Kota Prabumulih semakin dikenal di tingkat internasional,” pungkas Franky.
Kisah Shakyna menjadi pengingat bahwa prestasi tidak mengenal asal daerah. Dari Kota Prabumulih, seorang generasi muda mampu menembus forum dunia dan membawa harapan bahwa semakin banyak anak Indonesia yang kelak berdiri sejajar dengan generasi terbaik dari berbagai penjuru dunia. (dn)













