Pendekatan Pembinaan Secara Humanis, Rutan Prabumulih Rutin Gelar Sapa Kasih Sayang di Blok Hunian WBP

PRABUMULIH, Pikiranrakyatsumsel – Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Prabumulih melaksanakan kegiatan Sapa Kasih Sayang di Blok Hunian, Selasa, 3 Februari 2026. Hal tersebut dilakukan guna memperkuat pendekatan pembinaan secara humanis serta membangun komunikasi yang harmonis antara petugas dan warga binaan.

Pendekatan Pembinaan Secara Humanis, Rutan Prabumulih Rutin Gelar Sapa Kasih Sayang di Blok Hunian WBP (Foto: Ist/PRsumsel)

Kegiatan itu dipimpin langsung Kepala Rutan Kelas IIB Prabumulih, Sandy Wiguna, S.Kom MSi didampingi Ka.KPR dan pejabat struktural, staf pembinaan, serta petugas pengamanan yang turun langsung dengan menyusuri blok hunian untuk menyapa warga binaan secara personal.

“Ini kita lakukan sebagai bentuk komitmen bersama dalam menciptakan lingkungan pemasyarakatan yang aman, tertib, dan berorientasi pada pembinaan,” kata Sandy Wiguna.

Ia juga menyempatkan diri berdialog dengan warga binaan, mendengarkan aspirasi, keluhan, serta masukan terkait kondisi hunian, pelayanan, hingga program pembinaan yang sedang berjalan.

Selain itu, pengecekan terhadap kebersihan blok, kerapian kamar, fasilitas sanitasi, serta kondisi kesehatan warga binaan turut dilakukan secara langsung.

Kepala Rutan Kelas IIB Prabumulih ini juga menyampaikan bahwa kegiatan Sapa Kasih Sayang merupakan agenda rutin yang memiliki nilai strategis dalam membangun kepercayaan antara petugas dan warga binaan.

“Kami ingin memastikan seluruh warga binaan merasa diperhatikan dan diperlakukan secara manusiawi. Dengan komunikasi yang baik, suasana Rutan akan lebih kondusif, sehingga program pembinaan dapat berjalan secara optimal,” terang dia.

Lebih lanjut Karutan Prabumulih menekankan, bahwa pentingnya peran warga binaan dalam menjaga keamanan dan ketertiban di lingkungan Rutan.

Disamping itu, ia juga mengajak seluruh warga binaan untuk mematuhi peraturan yang berlaku, menjaga kebersihan, serta mengikuti setiap kegiatan pembinaan dengan sungguh-sungguh sebagai bekal positif saat kembali ke masyarakat. (dn)

banner 400x130

Dorong Standar Gizi Terpenuhi, Dinkes Prabumulih Anjurkan Ikan Gabus sebagai Olahan Menu MBG

PRABUMULIH, Pikiranrakyatsumsel – Beranda platform di sejumlah media sosial khususnya di Kota Prabumulih, Sumatera Selatan (Sumsel) belakangan ini dipenuhi postingan menu Makan Bergizi Gratis (MBG) yang disebut-sebut tak sesuai gizi dan dianggap warganet tidak layak.

Menanggapi hal itu, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Prabumulih, siap memastikan setiap menu yang disajikan pada program Makanan Bergizi Gratis (MBG) selama bulan Ramadhan 1447 H telah memenuhi standar kecukupan gizi sesuai dengan sasaran atau kategori penerima.

“Iya tentu protein hewani sangat berguna untuk peningkatan visi bagi anak-anak kita,” kata Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kota Prabumulih, Djoko Listyano, SKM MSi diwawancarai awak media di Kantor Pemerintah Kota (Pemkot) Prabumulih, Jumat (27/2/2026).

Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kota Prabumulih, Djoko Listyano, SKM MSi (Foto: Ist/PRsumsel)

Program MBG merupakan salah satu prioritas Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka dalam upaya mewujudkan visi Indonesia Emas 2045. Tujuan utamanya, kata dia adalah untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia, serta menekan angka stunting melalui perbaikan gizi anak.

Menurut Djoko, peran Dinkes Prabumulih dalam Program MBG ini utamanya untuk memastikan gizi dari menu makanan yang disajikan sudah sesuai dengan standar kecukupan gizi.

“Peran Dinkes sendiri dalam program MBG ini utamanya berkaitan dengan gizi, seperti pengukuran status gizi yang sesuai dan menentukan menu yang sesuai dengan status gizi,” ujarnya.

Disebutkan Djoko, bahwa angka kecukupan gizi bagi setiap sasaran berbeda-beda berdasarkan usia maupun kondisi penerima, baik itu untuk balita, ibu hamil, hingga pelajar sesuai jenjang pendidikan.

Dalam hal ini, Dinkes Prabumulih juga menekankan pentingnya pengelola MBG untuk menyajikan menu olahan sesuai standar keamanan pangan dan gizi seimbang. Bahan pangan yang digunakan pun, lanjutnya utamakan bahan pangan lokal untuk menjaga kualitas dan menyesuaikan dengan biaya yang dikeluarkan.

“Memang ada standar khusus penentuannya, dan disinilah peran petugas ataupun ahli gizi dibutuhkan,” terang Djoko seraya menyatakan hal tersebut bertujuan untuk memastikan makanan aman, higienis, dan memenuhi kebutuhan nutrisi sasaran.

Disamping itu, Djoko pun menyampaikan satu hal yang perlu diketahui masyarakat khususnya warga Prabumulih, agar menghindari kesalahpahaman nantinya yakni menu untuk Program MBG ini mengacu pada standar kecukupan gizi bukan menu.

“Nah terkait menu olahan seperti olahan ikan, kami juga menginginkan agar pengelola dapur MBG untuk mencari ikan-ikan yang segar dan dikelola menjadi makanan yang kaya protein dan gizi,” imbuhnya.

“Makanan-makanan olahan yang sehat seperti tekwan atau semacam siomay dan lainnya bisa menggunakan ikan-ikan gabus yang memang nilai standar gizi dan proteinnya tinggi,” tandasnya. (dn)

PT Tanjung Enim Lestari Pulp and Paper Bangun Sumur Bor dan Bedah Rumah untuk Warga Sekitar Wilayah Kerja

MUARA ENIM, Pikiranrakyatsumsel — PT Tanjungenim Lestari Pulp and Paper (PT TeL) kembali menegaskan komitmennya terhadap pemberdayaan masyarakat melalui program Corporate Social Responsibility (CSR). Kali ini, perusahaan merealisasikan pembangunan sumur bor dan program bedah rumah bagi warga di sekitar wilayah operasionalnya.

Program tersebut difokuskan pada pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat, khususnya akses air bersih dan hunian layak. Penyerahan bantuan secara simbolis dilaksanakan pada Selasa (20/1/2026) dan dipusatkan di Desa Dalam. Kegiatan ini dihadiri perwakilan manajemen PT TeL, pemerintah desa setempat, serta masyarakat penerima manfaat.

Dalam program penyediaan air bersih, PT TeL membangun sumur bor di tujuh titik yang tersebar di enam desa, yakni Desa Dalam, Banuayu, Kuripan, Baturaja, Dangku, dan Siku. Pembangunan sumur bor ini diharapkan menjadi solusi jangka panjang atas keterbatasan akses air bersih yang selama ini dirasakan warga, terutama saat musim kemarau.

Sementara itu, program bedah rumah dilaksanakan sebagai bentuk dukungan PT TeL terhadap Pemerintah Kabupaten Muara Enim dalam upaya mengurangi jumlah rumah tidak layak huni.

Program ini menyasar masyarakat kurang mampu di tiga desa, yakni Desa Dalam, Banuayu, dan Kuripan. Perbaikan meliputi atap, dinding, lantai, pintu, jendela, serta bagian rumah lainnya agar hunian menjadi lebih aman, sehat, dan nyaman.

Direktur PT TeL, Mochamad Amrodji, dalam sambutannya menegaskan pentingnya keberlanjutan manfaat dari program CSR yang telah direalisasikan. Ia mengajak masyarakat untuk menjaga dan merawat fasilitas yang telah dibangun agar dapat dimanfaatkan dalam jangka panjang.

“Melalui program ini, PT TeL berharap bantuan yang diberikan dapat dirasakan langsung manfaatnya dan berkontribusi pada peningkatan kesejahteraan warga di sekitar perusahaan. Kami juga berharap program CSR ini dapat semakin memperkuat hubungan yang harmonis antara perusahaan dan masyarakat,” ujar Amrodji.

Melalui pelaksanaan CSR yang menyentuh kebutuhan dasar warga, PT TeL menegaskan perannya tidak hanya sebagai entitas bisnis, tetapi juga sebagai mitra pembangunan sosial di Kabupaten Muara Enim. (*)

Tidak Ada Lagi Postingan yang Tersedia.

Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.