Pertina Prabumulih Siap Gelar Fight Night Vol.1, Wadah Anak Muda dan Atlet Tinju Sumsel

PRABUMULIH, Pikiranrakyatsumsel – Persatuan Tinju Amatir Indonesia (Pertina) Kota Prabumulih berencana menggelar ajang bergengsi bertajuk Prabu Fight Night pada awal Juli 2026 mendatang di kota Prabumulih. Event ini ditargetkan menjadi wadah penyaluran bakat sekaligus pembinaan generasi muda di dunia olahraga tinju.

Kegiatan Prabu Fight Night akan dipimpin oleh Ketua Pelaksana Zulkarnain yang juga menjabat sebagai Ketua Pertina Kota Prabumulih. Kegiatan ini turut didukung oleh Rifki Baday, SH MKn sebagai pembina, penasehat, sekaligus promotor, serta Satria Arif Pratama yang dipercaya sebagai Sekretaris Pelaksana.

Event ini akan mengundang para petinju dari seluruh wilayah Sumatera Selatan, dengan mempertandingkan berbagai kategori mulai dari kelas usia dini, junior, hingga senior. Panitia juga merencanakan partai utama (main event) berupa perebutan sabuk juara untuk pertama kalinya.

Ketua pelaksana, Zulkarnain menyampaikan bahwa pihaknya menargetkan sekitar 20 partai pertandingan yang akan diikuti oleh kurang lebih 40 petinju.

“Untuk Prabumulih sendiri, kita sudah memiliki cukup banyak atlet yang siap tampil. Ini juga menjadi ajang tes kemampuan mereka sebelum melangkah ke level lebih tinggi,” ujarnya.

Pendaftaran peserta nantinya akan dibuka melalui kontak WhatsApp yang akan diumumkan oleh panitia.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa tujuan utama kegiatan ini bukan hanya sekadar kompetisi, tetapi juga sebagai wadah positif bagi generasi muda.

“Kita ingin memberikan ruang bagi anak-anak muda, khususnya di Prabumulih. Kita tahu saat ini marak kenakalan remaja seperti tawuran, jadi kita hadirkan tinju sebagai wadah yang positif,” jelasnya.

Selain itu, Prabu Fight Night juga menjadi kesempatan bagi atlet-atlet berprestasi yang selama ini belum memiliki panggung untuk menunjukkan kemampuan mereka.

“Kita ingin menunjukkan bahwa olahraga tinju di Kota Prabumulih itu ada dan terus berkembang. Dari 2019 sampai 2025, kita tetap eksis meskipun dengan keterbatasan pembinaan,” tambahnya.

Terkait hadiah, panitia menyebutkan saat ini masih dalam tahap persiapan dan akan diumumkan dalam waktu dekat.

Diharapkan, melalui event ini, semakin banyak masyarakat yang tertarik untuk mengenal dan bergabung dalam pembinaan olahraga tinju di Kota Prabumulih, sehingga dapat mendorong kemajuan prestasi atlet di masa mendatang. (dn)

banner 400x130

Panen Raya Jagung Serentak, Polres Prabumulih Perkuat Ketahanan Pangan Nasional

PRABUMULIH, Pikiranrakyatsumsel – Komitmen mendukung ketahanan pangan nasional terus diperkuat. Polres Prabumulih menggelar Panen Raya Jagung Serentak Kuartal II Tahun 2026 di lahan pertanian Jalan Taman Murni, Kelurahan Gunung Ibul Barat, Kecamatan Prabumulih Timur, Sabtu (16/5/2026).

Kegiatan ini menjadi bagian dari program nasional Polri yang terhubung langsung melalui Zoom Meeting Panen Raya Serentak Kuartal II Tahun 2026, Groundbreaking 10 Gudang Ketahanan Pangan, serta Launching Operasional 166 SPPG Polri yang dipimpin Presiden Republik Indonesia.

Panen raya tersebut merupakan tindak lanjut Surat Telegram Kapolri Nomor ST/920/V/KEP./2026 tanggal 4 Mei 2026 tentang pelaksanaan Panen Raya Jagung Serentak sebagai dukungan terhadap program swasembada pangan nasional.

Di tingkat Provinsi Sumatera Selatan, kegiatan dipimpin Kapolda Sumsel, kemudian dilanjutkan di Kota Prabumulih oleh Kapolres Prabumulih bersama unsur Forkopimda dan stakeholder terkait.

Dalam kegiatan itu, dilakukan panen jagung di lahan seluas sekitar satu hektare dengan estimasi hasil mencapai dua ton jagung. Produksi tersebut diharapkan mampu memperkuat ketersediaan pangan daerah sekaligus mendorong masyarakat memanfaatkan lahan produktif bernilai ekonomi.

Kapolres Prabumulih, AKBP Bobby Kusumawardhana SH Sik MSi menegaskan, peran Polri tidak hanya menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, tetapi juga ikut mengambil bagian dalam program strategis pemerintah, termasuk sektor pangan.

“Panen Raya Serentak ini menjadi bukti nyata komitmen Polri dalam mendukung ketahanan pangan nasional. Sinergi antara Polri, pemerintah daerah dan masyarakat harus terus diperkuat agar mampu menciptakan kemandirian pangan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.

Kapolres juga mengajak masyarakat terus menjaga stabilitas keamanan serta mendukung pemanfaatan lahan produktif yang dinilai mampu memberikan dampak ekonomi langsung bagi warga.

Kegiatan tersebut dihadiri jajaran Pemerintah Kota Prabumulih, DPRD, Kejaksaan, Dinas Pertanian, unsur kecamatan dan kelurahan, PPL/BPP, pejabat utama Polres Prabumulih, para Kapolsek, Bhabinkamtibmas hingga tokoh masyarakat.

Selama kegiatan berlangsung, situasi terpantau aman, tertib dan kondusif dengan pengamanan penuh dari personel Polres Prabumulih. Polisi juga mengingatkan masyarakat dapat memanfaatkan layanan Call Center 110 Polri yang aktif 24 jam untuk pengaduan maupun kebutuhan bantuan kepolisian secara cepat dan gratis. (*)

Koperasi Merah Putih Diharapkan Jadi Penggerak Ekonomi Kerakyatan, Polres Prabumulih Lakukan Monitoring

PRABUMULIH, Pikiranrakyatsumsel — Pemerintah meluncurkan operasional 1.061 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) secara nasional melalui agenda virtual yang diikuti daerah-daerah, termasuk di Kota Prabumulih, Senin. Kegiatan berlangsung di Jalan Taman Murni, Kelurahan Gunung Ibul Barat, Kecamatan Prabumulih Timur, dengan pengamanan dan monitoring dari Polres Prabumulih bersama unsur Forkopimda.

Launching ini dihadiri langsung Wali Kota Prabumulih, H Arlan, Dandim 0404/ME Letkol Kav. Sahid Wonagiri, Kapolres Prabumulih, AKBP Bobi Kusuma Wardana, Sekda Kota Prabumulih Helman, perwakilan DPRD, Kejaksaan Negeri, OPD terkait, serta pengurus koperasi dan tamu undangan lainnya.

Rangkaian kegiatan diawali dengan pembukaan, menyanyikan lagu Indonesia Raya, doa bersama, laporan Menteri Koordinator Bidang Pangan, hingga sambutan Presiden RI sekaligus peresmian operasional KDKMP secara nasional.

Dalam sambutannya, Presiden RI Prabowo Subianto menyebut Koperasi Merah Putih sebagai program strategis nasional untuk memperkuat ekonomi masyarakat hingga tingkat desa dan kelurahan. Pemerintah menargetkan koperasi menjadi instrumen pemberdayaan ekonomi rakyat melalui penciptaan lapangan kerja, penguatan ketahanan pangan, dan pengendalian kemiskinan ekstrem.

“Melalui Koperasi Merah Putih, pemerintah ingin membangun kekuatan ekonomi rakyat dimulai dari desa dan kelurahan. Koperasi harus dikelola secara profesional, transparan, dan akuntabel,” ujar Presiden dalam sambungan virtual.

Sementara itu, Kapolres Prabumulih, AKBP Bobi Kusuma Wardana mengatakan kehadiran Polri dalam kegiatan tersebut merupakan bagian dari dukungan terhadap program pemerintah sekaligus memastikan situasi keamanan dan ketertiban tetap kondusif selama pelaksanaan kegiatan berlangsung.

Menurutnya, sinergi antara pemerintah daerah, TNI-Polri, dan masyarakat diperlukan agar program koperasi tidak hanya bersifat seremonial, tetapi mampu memberikan dampak nyata terhadap pertumbuhan ekonomi masyarakat di tingkat bawah.

Meski demikian, efektivitas program Koperasi Merah Putih dinilai akan sangat bergantung pada tata kelola, kualitas sumber daya manusia, serta kemampuan koperasi dalam menjalankan usaha secara berkelanjutan.

Transparansi pengelolaan dan pengawasan juga menjadi faktor penting agar program tersebut benar-benar dapat menjadi penggerak ekonomi kerakyatan di daerah.

Kegiatan launching virtual KDKMP di Prabumulih berakhir sekitar pukul 12.40 WIB dalam keadaan aman dan tertib. Polres Prabumulih juga mengimbau masyarakat untuk terus menjaga situasi kamtibmas serta mendukung program-program pembangunan yang berorientasi pada kesejahteraan masyarakat. (*)

Polisi Gagalkan Dugaan Pesta Narkoba di Prabumulih Timur, Dua Orang Ditangkap

PRABUMULIH, Pikiranrakyatsumsel – Dalam upaya menciptakan situasi kamtibmas yang aman dan bersih dari penyalahgunaan narkotika, Satresnarkoba Polres Prabumulih kembali berhasil mengungkap dugaan tindak pidana narkotika di wilayah hukum Polres Prabumulih.

Pengungkapan tersebut dilakukan pada Kamis, 14 Mei 2026 di kawasan Jalan Bukit Lebar Purwodadi RT 01 RW 04, Kelurahan Muara Dua Barat, Kecamatan Prabumulih Timur, Kota Prabumulih.

Pengungkapan kasus ini berdasarkan Laporan Polisi Nomor: LPA/25/V/2026/SPKT.Satresnarkoba/Polres Prabumulih/Polda Sumsel tanggal 14 Mei 2026. Kegiatan tersebut merupakan bagian dari komitmen Polres Prabumulih dalam mendukung pemberantasan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika serta ketentuan hukum lainnya yang berlaku.

Kasus ini bermula ketika anggota Satresnarkoba Polres Prabumulih menerima informasi dari masyarakat terkait adanya dugaan pesta narkoba di salah satu lahan kebun di wilayah Kelurahan Muara Dua Barat. Informasi tersebut langsung ditindaklanjuti sebagai bentuk respon cepat terhadap laporan masyarakat yang peduli terhadap keamanan lingkungan sekitar.

Sekira pukul 14.30 WIB, Kasat Resnarkoba Polres Prabumulih AKP MUHAMMAD ARAFAH, S.H bersama personel Satresnarkoba langsung menuju lokasi guna melakukan penyelidikan dan penindakan. Setibanya di lokasi, petugas yang turut dibantu warga setempat berhasil mengamankan dua orang terduga pelaku berinisial JN dan SF.

Penangkapan tersebut juga disaksikan Ketua RT serta warga sekitar guna memastikan proses penegakan hukum berjalan secara transparan dan humanis. Setelah dilakukan penggeledahan badan serta pemeriksaan di sekitar lokasi, petugas menemukan sejumlah barang bukti yang berkaitan dengan dugaan tindak pidana narkotika.

Dari hasil penggeledahan, petugas menemukan dua paket narkotika jenis sabu dengan berat bruto masing-masing 0,19 gram dan 0,17 gram yang tersimpan di dalam tas selempang warna hitam merk CK. Selain itu turut diamankan seperangkat alat hisap sabu, dua lembar plastik klip bening kosong sisa pakai, satu buah dompet warna hitam, serta satu bilah senjata tajam jenis pisau.

Berdasarkan hasil interogasi awal di lokasi, kedua terduga pelaku mengakui bahwa narkotika jenis sabu tersebut merupakan milik mereka dan rencananya akan digunakan untuk pesta narkoba. Namun sebelum sempat digunakan, petugas lebih dahulu melakukan penangkapan. Sementara satu bilah senjata tajam jenis pisau diakui milik salah satu pelaku berinisial JN.

Saat ini kedua terduga pelaku berikut seluruh barang bukti telah diamankan di Mapolres Prabumulih guna menjalani proses pemeriksaan dan penyidikan lebih lanjut. Penyidik juga masih melakukan pendalaman terkait asal usul barang haram tersebut serta kemungkinan adanya keterlibatan pihak lain.

Kasat Resnarkoba Polres Prabumulih AKP MUHAMMAD ARAFAH, S.H menegaskan bahwa pihaknya akan terus berkomitmen memberantas segala bentuk penyalahgunaan narkotika di wilayah hukum Polres Prabumulih tanpa pandang bulu.

“Kami mengapresiasi informasi dan kepedulian masyarakat yang telah membantu tugas kepolisian. Peredaran dan penyalahgunaan narkotika merupakan ancaman serius bagi generasi muda dan keamanan lingkungan. Karena itu kami mengajak seluruh masyarakat untuk tidak ragu melaporkan apabila mengetahui adanya aktivitas mencurigakan terkait narkoba,” tegas AKP MUHAMMAD ARAFAH, S.H.

Ia juga menambahkan bahwa pendekatan penegakan hukum yang dilakukan Satresnarkoba tidak hanya berorientasi pada tindakan represif, namun juga mengedepankan langkah preventif dan edukatif demi menyelamatkan masyarakat dari bahaya narkotika.

Atas perbuatannya, kedua pelaku disangkakan Pasal 609 ayat (1) huruf a UU Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP Jo UU Nomor 1 Tahun 2026 tentang Penyesuaian Pidana dan atau Pasal 114 ayat (1) Jo Pasal 132 ayat (1) dan atau Pasal 127 ayat (1) huruf a UU Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

Polres Prabumulih juga mengimbau masyarakat untuk terus bersama-sama menjaga lingkungan dari bahaya narkoba serta segera melaporkan apabila menemukan adanya tindak kriminalitas maupun gangguan kamtibmas melalui Layanan Cepat Call Center 110 Polri yang aktif selama 24 jam dan dapat diakses secara gratis. (*)

Dari Ladang Minyak ke Denyut Kota : Efek Berganda Hulu Migas di Prabumulih

Di kota Prabumulih, suara mesin pompa minyak bukan sekadar penanda aktivitas industri energi. Ia telah menjadi denyut ekonomi yang mempengaruhi ritme kehidupan kota dari pendapatan daerah, peluang kerja, hingga harga kontrakan dan geliat usaha kecil masyarakat.

Dalam beberapa tahun terakhir, kebijakan pemerintah yang mendorong peningkatan produksi hulu migas, hilirisasi energi, serta penguatan investasi sektor strategis nasional membuat kota nanas itu kembali menjadi salah satu titik penting industri migas di Sumatera Selatan.

Kota yang sejak lama dikenal sebagai daerah penghasil minyak itu kini menghadapi fenomena baru, yakni efek berganda kebijakan energi yang menjalar ke hampir seluruh aspek kehidupan masyarakat.

Dari Ladang Minyak ke Denyut Kota: Efek Berganda (Foto: Doc.PRsumsel)

Saat produksi migas meningkat di wilayah kerja Pertamina EP (PEP) Zona 4 dan SKK Migas, kota ikut bergerak. Kendaraan operasional ramai sejak pagi, penginapan penuh tenaga kerja luar daerah, sementara UMKM lokal mendapat aliran pesanan rutin dari aktivitas proyek energi.

Fenomena tersebut terlihat jelas ketika aktivitas produksi migas meningkat signifikan di wilayah kerja Pertamina dan SKK Migas. Produksi minyak di wilayah Prabumulih bahkan dilaporkan melampaui target nasional hingga lebih dari 120 persen pada akhir 2025 lalu.

Namun dibalik angka produksi itu, terdapat perubahan sosial ekonomi yang jauh lebih besar. Kota yang bergerak karena Energi Pagi hari di sejumlah kawasan sekitar operasi migas Prabumulih kini terasa lebih sibuk dibanding beberapa tahun lalu.

Pendapatan daerah ikut terdorong melalui aktivitas ekonomi dan pajak kendaraan operasional industri. Infrastruktur mulai diperbaiki, akses jalan diperluas, dan kawasan ekonomi tumbuh mengikuti kebutuhan sektor energi.

Namun efek berganda itu tidak sepenuhnya merata. Di tengah geliat ekonomi, biaya hidup mulai naik. Harga sewa rumah meningkat di beberapa kawasan.

Sebagian warga lokal pun mengaku belum mampu bersaing dengan tenaga kerja luar daerah yang memiliki keterampilan teknis lebih siap untuk proyek migas.

Ketergantungan terhadap migas juga menjadi resiko tersendiri. Ketika harga minyak turun atau produksi melambat, dampaknya langsung terasa pada usaha kecil dan perputaran ekonomi kota.

Karena itu, banyak pihak menilai booming migas seharusnya menjadi momentum membangun ekonomi alternatif, bukan hanya menikmati pertumbuhan sesaat.

Di sisi lain, tekanan lingkungan mulai muncul. Jalan rusak akibat kendaraan berat, kekhawatiran pencemaran, hingga praktik illegal drilling menjadi tantangan yang mengiringi pertumbuhan industri energi di provinsi Sumatera Selatan.

Prabumulih kini sedang berubah menjadi kota energi dengan denyut ekonomi yang semakin cepat. Tetapi pertanyaan besarnya bukan sekadar seberapa banyak minyak yang dihasilkan, melainkan apakah manfaatnya benar-benar mampu dinikmati seluruh masyarakat secara berkelanjutan?. (*)

APM Kembali Kepung DPRD Prabumulih, Soroti Rekrutmen Kerja hingga Dampak KA Batubara PT KAI

PRABUMULIH, Pikiranrakyatsumsel – Aksi damai kembali digelar Aliansi Prabumulih Menggugat di depan DPRD Kota Prabumulih, pada Rabu (13/5/2026). Massa membawa sembilan tuntutan utama yang menyoroti berbagai persoalan strategis di Kota Prabumulih, mulai dari rekrutmen tenaga kerja, keselamatan operasional migas, hingga dampak aktivitas kereta api batu bara milik PT Kereta Api Indonesia.

Dalam orasinya, Ketua Umum LSM APM, Adi Susanto, SE menegaskan aksi tersebut merupakan bentuk perjuangan untuk membela kepentingan masyarakat Prabumulih, bukan untuk menyerang perusahaan negara.

“Kami hadir di sini murni memperjuangkan hak masyarakat Prabumulih. Kami tidak menyalahkan Pertamina sebagai perusahaan negara, tetapi kami menyoroti oknum-oknum pejabat yang diduga menyalahgunakan jabatan. Aspirasi ini kami sampaikan agar manfaat pembangunan benar-benar dirasakan masyarakat,” tegasnya.

Dalam aksi tersebut, APM Prabumulih ini menyampaikan sembilan tuntutan utama kepada DPRD Prabumulih, yakni meminta peninjauan ulang zonasi operasional minyak dan gas terkait keberadaan pipa migas yang dinilai terlalu dekat dengan permukiman warga.

Kemudian, pihak APM juga mendesak pengawasan ketat terhadap proses rekrutmen tenaga kerja agar dilakukan secara terbuka dan transparan, serta mendorong revisi Perda tenaga kerja lokal agar masyarakat ring satu mendapat prioritas utama.

Selain itu, massa juga meminta pemerintah menertibkan kabel provider yang semrawut di sejumlah titik kota, mengevaluasi operasional kereta api batu bara PT KAI yang kerap memicu kemacetan panjang di perlintasan sebidang, serta mendesak perusahaan-perusahaan besar lebih aktif menyalurkan program Corporate Social Responsibility (CSR).

APM juga menuntut keterbukaan informasi dari PT Pertamina apabila terjadi insiden operasional di lapangan, mendorong terciptanya hubungan harmonis antara aparat keamanan perusahaan dengan masyarakat, hingga meminta DPRD melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah perusahaan guna memastikan pelaksanaan CSR dan kontribusi nyata terhadap daerah.

Sorotan tajam juga diarahkan kepada operasional kereta api batu bara milik PT KAI yang dinilai telah menimbulkan keresahan masyarakat. Selain menyebabkan antrean panjang kendaraan di sejumlah perlintasan, APM menilai aktivitas tersebut belum memberikan kontribusi nyata bagi Kota Prabumulih, baik dalam bentuk CSR maupun Dana Bagi Hasil (DBH).

Sebagai solusi, APM mengusulkan pembangunan flyover di titik-titik perlintasan strategis melalui dukungan pemerintah pusat dan PT KAI. Langkah tersebut dinilai penting untuk mengurai kemacetan sekaligus meningkatkan keselamatan pengguna jalan.

Menanggapi aksi tersebut, Ketua DPRD Kota Prabumulih, H Deni Victoria, SH MSi yang langsung menemui massa aksi memastikan seluruh aspirasi akan segera dibahas melalui komisi terkait.

“Kami siap menampung dan menindaklanjuti aspirasi masyarakat. DPRD akan memanggil pihak-pihak terkait, termasuk PT Pertamina dan PT KAI,” ujarnya.

Hal senada juga disampaikan Anggota DPRD lainnya, Feri Alwi. Ia menegaskan DPRD tetap berdiri bersama masyarakat dan akan segera mengoordinasikan tuntutan tersebut dengan pihak terkait.

“Kami akan mengoordinasikan dengan pihak terkait. DPRD Prabumulih tidak pernah meninggalkan masyarakat dan rakyat. Percayalah, aspirasi ini sesegera mungkin akan kami tindak lanjuti,” tukasnya. (dn)

Pemuda Bawa Sajam di Jalan Sudirman Prabumulih Terjaring Razia Polisi

PRABUMULIH, Pikiranrakyatsumsel – Polres Prabumulih kembali menggelar Kegiatan Rutin Yang Ditingkatkan (KRYD) sebagai langkah menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), Sabtu malam (02/05/2026) sekitar pukul 23.00 WIB di sepanjang Jalan Jenderal Sudirman.

Kegiatan ini difokuskan pada pencegahan tindak pidana 3C (Curat, Curas, dan Curanmor), serta penindakan terhadap kepemilikan senjata tajam, narkoba, dan penyakit masyarakat lainnya.

Sebanyak 58 personel gabungan Polres Prabumulih bersama jajaran Polsek dikerahkan dalam kegiatan tersebut, meliputi Polsek Prabumulih Barat, Prabumulih Timur, Cambai, dan Rambang Kapak Tengah (RKT).

Selain razia kendaraan, petugas juga melaksanakan patroli dialogis serta imbauan kamtibmas kepada masyarakat, khususnya di titik-titik rawan kriminalitas dan pada malam hari maupun malam libur.

Dari hasil kegiatan, petugas berhasil mengamankan dua pemuda berinisial RA dan RK, warga asal Betung Selatan, Kabupaten PALI. Salah satu di antaranya kedapatan membawa senjata tajam tanpa izin.

Petugas juga mengamankan satu unit sepeda motor Honda Beat yang digunakan kedua pemuda tersebut. Saat ini, keduanya telah diamankan untuk dimintai keterangan lebih lanjut sesuai prosedur hukum.
Selama pelaksanaan kegiatan, situasi kamtibmas di wilayah hukum Polres Prabumulih terpantau aman dan kondusif tanpa adanya kejadian menonjol seperti balap liar maupun tawuran.

AKP Safety Batman menyampaikan bahwa kegiatan ini akan terus dilakukan secara rutin sebagai upaya preventif dan penegakan hukum.

“Kami mengimbau masyarakat, khususnya generasi muda, agar tidak membawa senjata tajam tanpa alasan yang sah. KRYD dan SOC akan terus kami laksanakan demi menciptakan rasa aman di tengah masyarakat. Apabila menemukan atau mengalami gangguan kamtibmas, masyarakat dapat segera menghubungi layanan kepolisian 110 yang aktif selama 1×24 jam,” tegasnya. (*)

Opsnal Elang Muara Ringkus Pelaku Curat, Dua TKP di Cambai Prabumulih Terungkap

PRABUMULIH, Pikiranrakyatsumsel – Polsek Cambai Polres Prabumulih kembali menunjukkan komitmennya dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat dengan berhasil mengungkap kasus tindak pidana pencurian dengan pemberatan (curat) yang terjadi di wilayah hukumnya. Dalam pengungkapan tersebut, petugas berhasil mengamankan seorang pelaku berinisial NP (41), yang diketahui merupakan residivis kasus serupa.

Pengungkapan ini bermula dari dua laporan masyarakat yang masuk pada 23 April 2026 dan 25 April 2026. Kedua korban masing-masing atas nama Jamaludin dan Suherman, yang mengalami kejadian pencurian di lokasi berbeda, namun masih dalam wilayah Kecamatan Cambai, Kota Prabumulih.

Peristiwa pertama terjadi di kediaman Suherman di Jalan Jenderal Sudirman, Kelurahan Cambai. Korban yang terbangun sekitar pukul 00.30 WIB mendapati kondisi rumah sudah dalam keadaan terbuka. Setelah diperiksa, satu unit sepeda motor Honda Beat tahun 2021 beserta kunci kontak serta satu unit handphone miliknya telah raib. Selain itu, uang tunai yang sebelumnya berada di dalam tas juga dilaporkan hilang.

Sementara itu, kejadian kedua menimpa Jamaludin di Jalan Nigata Gang Sintera, yang juga kehilangan sejumlah barang berharga akibat aksi pencurian dengan pemberatan. Kedua laporan tersebut kemudian ditindaklanjuti secara intensif oleh Unit Reskrim Polsek Cambai.

Setelah melakukan serangkaian penyelidikan, pada Kamis, 30 April 2026 sekitar pukul 13.00 WIB, Tim Opsnal Elang Muara Polsek Cambai yang dibackup oleh Tim Tekab Polres Prabumulih berhasil mendapatkan informasi keberadaan pelaku. Tim yang dipimpin langsung oleh Kapolsek Cambai IPTU Heffi Juliansyah, S.H., bersama Kanit Reskrim AIPDA Ari Wibowo, S.H., segera bergerak cepat menuju lokasi.

Pelaku NP akhirnya berhasil diamankan di kawasan Jalan Jenderal Sudirman, Kota Prabumulih tanpa perlawanan. Dari hasil interogasi awal, pelaku mengakui telah melakukan aksi pencurian dengan pemberatan sebanyak dua kali di wilayah Cambai.

Selain mengamankan pelaku, petugas juga berhasil menyita sejumlah barang bukti, di antaranya dua buah plat nomor kendaraan, dua kaca spion, dua lembar kartu keluarga atas nama korban, satu toolbag, serta dua unit handphone berbagai merek yang diduga hasil kejahatan.

Kapolsek Cambai, IPTU Heffi Juliansyah, S.H., dalam keterangannya menegaskan bahwa pihaknya akan terus meningkatkan upaya penegakan hukum terhadap pelaku kejahatan, khususnya yang meresahkan masyarakat.

“Pelaku ini merupakan residivis dan sudah beberapa kali menjalani hukuman dalam kasus pencurian. Kami tidak akan memberi ruang bagi pelaku kejahatan di wilayah hukum Polsek Cambai. Kami juga mengimbau masyarakat untuk lebih waspada serta segera melaporkan apabila melihat atau mengalami tindak kriminal,” tegas IPTU Heffi Juliansyah.

Lebih lanjut, pihak kepolisian menyampaikan bahwa pelaku akan dijerat dengan dugaan tindak pidana pencurian dengan pemberatan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 477 KUHPidana, dengan ancaman hukuman sesuai ketentuan yang berlaku.

Polres Prabumulih juga mengingatkan kepada seluruh masyarakat bahwa layanan kepolisian tersedia secara gratis selama 1×24 jam. Apabila membutuhkan bantuan atau ingin melaporkan kejadian darurat, masyarakat dapat segera menghubungi layanan Call Center 110. (*)

Wujud May Day 2026 Kondusif di Prabumulih, Dialog Hangat Penuh Keakraban AKBP Bobby dengan Perwakilan Buruh

PRABUMULIH, Pikiranrakyatsumsel – Polres Prabumulih berkomitmen dalam memperkuat dan menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas). Di momen peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) 2026, Kapolres Prabumulih, AKBP Bobby Kusumawardhana SH SIk MSi memimpin langsung kegiatan silaturahmi dan dialog dengan para buruh yang hangat dan penuh keakraban.

Kegiatan itu dilaksanakan bertepatan dengan peringatan Hari Buruh Internasional, tepatnya pada Jumat, 1 Mei 2026, sekira pukul 08.45 WIB. Silaturahmi Kapolres Prabumulih bersama jajaran di salah satu sekretariat buruh di Perumahan Kepodang Indah, Kelurahan Patih Galung, Kecamatan Prabumulih Barat ini ini menjadi bagian dari implementasi program Presisi Polri yang menekankan pendekatan humanis dan komunikasi dua arah dalam menjaga harkamtibmas.

Dalam forum tersebut, Kapolres menegaskan bahwa Polri hadir tidak hanya sebagai penegak hukum, tetapi juga sebagai fasilitator dalam menjembatani aspirasi pekerja dengan pemangku kebijakan. Ia juga mengajak seluruh elemen buruh untuk tetap menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat, khususnya selama peringatan Hari Buruh.

“Polres Prabumulih juga ingin memastikan bahwa peringatan May Day berjalan aman dan penuh makna. Kami siap memfasilitasi komunikasi dan mendampingi rekan-rekan buruh agar aspirasinya tersampaikan dengan baik dalam suasana yang harmonis,” ujarnya.

Tidak hanya itu, Polres Prabumulih melalui Seksi Kedokteran dan Kesehatan (Sidokkes) turut memberikan layanan pemeriksaan kesehatan gratis kepada lima orang perwakilan buruh yang hadir.

“Ini juga menjadi salah satu wujud nyata kepedulian Polri terhadap kesehatan masyarakat, khususnya para pekerja yang memiliki aktivitas padat,” tuturnya.

Selain memberikan imbauan, AKBP Bobby Kusumawardhana juga menunjukkan bentuk kepedulian dengan memberikan bantuan tali asih kepada para perwakilan buruh. Bantuan ini diharapkan dapat mempererat hubungan emosional antara kepolisian dan para pekerja, sekaligus sebagai simbol dukungan terhadap kesejahteraan buruh di Kota Prabumulih. (dn)

Gerobak UMKM Jadi Bentuk Kepedulian dan Dukungan Nyata Rutan Prabumulih terhadap WBP

PRABUMULIH, Pikiranrakyatsumsel – Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Kota Prabumulih memberikan bantuan gerobak Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) kepada keluarga Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) dalam momentum peringatan Hari Bhakti Pemasyarakatan (HBP) ke-62 tahun 2026 yang diperingati pada Senin, 27 April 2026.

Penyerahan gerobak secara gratis tersebut dilakukan langsung oleh Kepala Rutan Prabumulih, Sandi Wiguna, S Kom MSi didampingi Kepala Kesatuan Pengamanan Rutan (KPR) Abdi Wariska, SH kepada Asmadi, pelaku usaha kecil di Halaman Depan Rutan Kelas IIB Prabumulih, Selasa, 21 April 2026.

Kepala Rutan Kelas IIB Prabumulih, Sandy Wiguna, S Kom MSi, menjelaskan gerobak bantuan tersebut merupakan bentuk kepedulian dan dukungan nyata terhadap peningkatan ekonomi kepada warga binaan dan keluarganya di luar rutan sekaligus implementasi nyata motto pemasyarakatan.

“Ini merupakan wujud nyata implementasi dari motto pemasyarakatan yakni pemasyarakatan pasti bermanfaat untuk masyarakat,” kata Sandy.

Dikatakan dia, meski saat ini bantuan yang diberikan baru satu unit gerobak UMKM, program tersebut kedepannya akan terus dikembangkan.

Selain itu, Sandy juga berharap bantuan gerobak ini dapat mendorong kemandirian serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Tentu kami Rutan Prabumulih terus berkomitmen untuk memberikan manfaat serta memperkuat peran Pemasyarakatan di tengah masyarakat,” tuturnya.

Sementara itu, Asmadi selaku penerima bantuan tersebut, mengaku bersyukur atas bantuan gerobak yang diberikan Rutan Kelas IIB Prabumulih.

Gerobak tersebut, lanjutnya, ia manfaatkan untuk membuka usaha jual siomay keliling demi membantu perekonomian keluarga.

“Saya memang membutuhkan sekali gerobak ini untuk jualan siomay. Semoga ini bisa membantu menambah ekonomi supaya lebih baik,” tandasnya. (dn)

Tidak Ada Lagi Postingan yang Tersedia.

Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.