Batik Boek Khaman, Gores Perjuangan Perempuan Lubuk Raman Bangkitkan Ekonomi

MUARA ENIM, Pikiranrakyatsumsel – Matahari belum lama terbit di langit Muara Enim, tetapi asap sudah menyembul di tungku malam. Ira (42) tampak duduk di atas dingklik. Kain putih terkulai di tangan kirinya. Canting berisi malam di tangan kanannya.

Tangan Ira meliuk-liuk, menuntun malam menyusuri pola di atas kain. Berjam-jam ia habiskan di atas dingklik, ditemani malam yang mendidih di atas tungku.

Sudah sekitar tiga tahun Ira menekuni pekerjaan sebagai pengrajin batik di Rumah Kreatif Boek Khaman. Di hari biasa, ia membatik pada siang hingga sore, setelah membereskan pekerjaan di rumah. Saat pesanan menumpuk, Ira bersama 11 orang perempuan pembatik lainnya bisa membatik sejak fajar terbit hingga terbenam.

Bilamana pesanan batik Khaman sedang tinggi, Ira sering teringat masa-masa perjuangan pascapandemi. Kala itu, keluarga Ira menggantungkan hidup pada penghasilan sang kepala keluarga, Sandra Sugianto (52), yang berprofesi sebagai buruh karet.

Pendapatan dari mengurus kebun karet orang, tak menentu. Biasanya, keluarga Ira hanya memiliki penghasilan sekitar Rp1 juta hingga Rp2 juta per bulan. Demi menyambung hidup bersama suami dan dua anaknya, Ira mesti berjualan kue. Tambahan penghasilan pun tak sebanding dengan usaha keras berjualan kue saat masa pandemi.

Sekitar tahun 2021, Ira mendapat tawaran dari Ketua Kelompok Batik Boek Khaman Etika Oktasari untuk membantu produksi batik. Sedikit demi sedikit Ira belajar membatik. Kemudian ia tularkan semangat belajar itu ke anaknya, Syafira Dese Novianti (22), serta perempuan-perempuan di Desa Lubuk Raman, Kecamatan Rambang Niru, Kabupaten Muara Enim, Sumatera Selatan. Syafira kini bisa menyandang status sarjana berkat ikut membatik di Rumah Kreatif Boek Khaman.

Ketekunan Ira, Etika, dan perempuan-perempuan di Lubuk Raman menginspirasi Pertamina EP (PEP) Limau Field. Perusahaan migas yang menjadi bagian Pertamina Subholding Upstream Regional 1 Zona 4 (Pertamina Hulu Rokan/PHR Zona 4) itu menggelar program Community Involvement and Development (CID) dalam mendorong pemberdayaan masyarakat melalui Rumah Batik Boek Khaman sejak 2023.

PEP Limau Field memberi pendampingan melalui pelatihan tata kelola keuangan dan administrasi kelompok, strategi penjualan produk, pembuatan batik eco-print, pengelolaan IPAL, perbaikan sarana dan prasarana, branding dan pengemasan produk, hingga perluasan akses pasar.

Buah dari pendampingan tak hanya berfokus pada produksi batik Khaman, melainkan juga pengembangan produk UMKM berupa olahan pangan hingga buah tangan. Hingga saat ini, sudah terdapat 6 UMKM yang bergabung didalam Rumah Kreatif Boek Khaman.

Saat ini, Rumah Kreatif Boek Khaman mampu memproduksi sekitar 200 lembar batik setiap bulan. Omzet penjualan berkisar di angka Rp20 juta hingga Rp30 juta per bulan.

Ira bercerita saat ini setiap pembatik di Rumah Kreatif Boek Khaman bisa mengantongi sekitar Rp2 juta hingga Rp3 juta setiap bulannya. Bila pesanan sedang banyak, pendapatan mereka bisa menyentuh angka Rp5 juta per bulan.

Program CID di Rumah Kreatif Boek Khaman akan berjalan hingga 2027. PEP Limau Field telah menyusun strategi pendampingan untuk memastikan kelompok ini dapat mandiri saat perusahaan tidak lagi memberi bantuan dan pendampingan (exit program).

“Melalui dukungan terhadap Rumah Kreatif Boek khaman, Pertamina EP Limau Field ingin menyampaikan pesan bahwa semangat perjuangan sekelompok perempuan mampu menggerakkan perekonomian berkelanjutan di sebuah wilayah. Kami ingin memastikan semangat mereka tak padam dan justru menjadi inspirasi untuk kelompok-kelompok masyarakat lainnya di sekitar wilayah operasi kami,” ucap Manager CID PHR Iwan Ridwan Faizal.

Program tersebut telah mendapatkan apresiasi dari berbagai instansi. Rumah Kreatif Boek Khaman meraih penghargaan Gold pada kategori Economic Empowerment ajang Indonesia Social Responsibility Award (ISRA) 2026.

Penghargaan pada kategori Economic Empowerment ISRA 2026 diberikan kepada instansi yang memiliki inisiatif memperkuat ketahanan ekonomi serta mata pencaharian komunitas masyarakat melalui program-program pengembangan yang berkelanjutan dan inkluusif.

Program tersebut juga meraih penghargaan Best Program Kategori Ekonomi pada ajang Community Involvement & Development Upstream Award (CID UA) 2026. Ajang tersebut merupakan wadah apresiasi terhadap program pengembangan masyarakat (PPM) di lingkungan Pertamina Subholding Upstream. (Ril)

banner 400x130

Rekrutmen Pertamina Tak Dipungut Biaya, Masyarakat Diminta Waspada Penipuan

PRABUMULIH, Pikiranrakyatsumsel – Sebagai komitmen pengelolaan ketenagakerjaan yang transparan, seluruh perusahaan di grup Pertamina, termasuk field-field Pertamina Hulu Rokan (PHR) Zona 4 di Kota Prabumulih dan sekitarnya, menyelenggarakan proses rekrutmen secara terbuka, objektif, profesional, serta tanpa pungutan biaya dalam bentuk apa pun.

Rekrutmen di field-field PHR Zona 4 yang merupakan bagian dari Pertamina Subholding Upstream (SHU) Regional 1, terdiri dari beberapa jalur. Rekrutmen pegawai tetap dilaksanakan terpusat melalui situs recruitment.pertamina.com. Proses rekrutmen pegawai tetap dikelola oleh fungsi Human Capital PT Pertamina (Persero). Pertamina grup juga ikut serta dalam Rekrutmen Bersama BUMN (RBB).

Selain itu, ada rekrutmen tenaga kerja yang dibutuhkan Perusahaan Pelaksana Pekerjaan (mitra kerja). Proses rekrutmen serta tata kelola kepegawaian dilakukan dengan tanggung jawab sepenuhnya berada pada perusahaan mitra kerja.

“Pertamina membuka kesempatan bagi talenta-talenta terbaik bangsa melalui rekrutmen terbuka, transparan, dan profesional. Seluruh rekrutmen dilaksanakan tanpa pungutan biaya apa pun,” ucap Manager Human Capital (HC) PHR Zona 4 Febry Sudyatmo.

Febry mengimbau masyarakat untuk tidak tergiur dengan tawaran lowongan kerja di Pertamina dari sumber-sumber yang tidak resmi dan sesuai ketentuan hukum. Terlebih lagi bila ada pungutan biaya.

Ia menyampaikan seluruh rekrutmen yang dilakukan di grup Pertamina dilakukan melalui kanal-kanal resmi perusahaan, seperti situs recruitment.pertamina.com, media sosial perusahaan, serta wadah-wadah publikasi resmi dari perusahaan mitra kerja.

“Kami mengimbau masyarakat untuk melaporkan kepada perusahaan apabila menemukan informasi rekrutmen yang mencurigakan dan mengatasnamakan Pertamina. Jangan segan pula melapor ke pihak kepolisian apabila sudah terlanjur menjadi korban penipuan,” ucap Febry. (Ril/dn)

Jaga Keselamatan Bersama, PHR Zona 4 Respon Cepat Padamkan Lebih dari 100 Titik Api Karhutla Sumsel

PRABUMULIH, Pikiranrakyatsumsel – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di Sumatera Selatan turut meningkatkan kewaspadaan Pertamina Hulu Rokan (PHR) Zona 4, bagian dari Pertamina Subholding Upstream (SHU) Regional 1 Seluruh personel dan perlengkapan pemadam kebakaran disiagakan untuk mengamankan operasi hulu migas maupun keselamatan masyarakat di sekitarnya.

Sejak akhir Juli hingga 28 Agustus 2026, tim pemadam kebakaran di tujuh field PHR Zona 4 telah ikut memadamkan 113 kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Sumsel. Angka tersebut terdiri dari 18 pemadaman oleh Pertamina EP (PEP) Prabumulih Field, 27 pemadaman oleh PEP Limau Field, 27 pemadaman oleh PEP Adera Field, 16 pemadaman oleh PEP Pendopo Field, 17 pemadaman oleh PEP Ramba Field, serta 8 pemadaman oleh Pertamina Hulu Energi Ogan Komering dan Raja Tempirai (PHE OKRT) Field.

Pjs General Manager PHR Zona 4 Muhammad Luthfi Ferdiansyah menyatakan kepedulian perusahaan terhadap karhutla yang sedang terjadi. “Dalam situasi ini dibutuhkan respons cepat dan terkoordinasi. Kami memastikan personel dan peralatan siap dikerahkan untuk mendukung penanggulangan bersama untuk meminimalkan dampak terhadap operasi produksi dan keselamatan masyarakat di sekitarnya,” ungkap Luthfi.

Setiap field di wilayah kerja PHR Zona 4 menyiagakan armada dan petugas jaga untuk membantu penanganan karhutla. PEP Prabumulih Field dan PEP Limau Field masing-masing menyiagakan 3 unit mobil pemadam kebakaran (fire truck) dan 4 petugas setiap hari.

PEP Adera Field menyiagakan 1 unit fire truck dengan 5 orang petugas setap hari. Sementara itu, PEP Pendopo Field menyiagakan 5 unit fire truck disertai 7 orang setiap hari. PEP Ramba Field menyiagakan 3 unit fire truck dengan 7 orang petugas di 4 lokasi. Adapun PHE OKRT menyiagakan 1 unit fire truck dan 5 petugas.

Selain fire truck, PHR Zona 4 juga memastikan kesiapan peralatan pemadam kebakaran di setiap field, seperti pompa pemadam kebakaran (fixed fire pump), pompa pemadam kebakaran berjalan (mobile fire pump), tangki air (water tank), dan sejumlah perlengkapan pemadaman kebakaran lainnya.

Patroli rutin yang biasa dilakukan tim security Pertamina menjadi sumber informasi hot spot. Selain itu, pemadaman kebakaran juga dilakukan atas laporan dari masyarakat dan pemerintah setempat di sekitar wilayah operasi.

“Kami berterima kasih atas laporan masyarakat yang melaporkan kebakaran yang mendekat ke jalur pipa maupun fasilitas produksi. Hal ini mencerminkan sinergi untuk menjaga keselamatan bersama dan ketahanan energi nasional,” pungkas Luthfi. (Ril)

PHR Zona 4 Gelar PLCLP 2026, Dorong Tumbuhnya Pemimpin Muda dan Tenaga Kerja Kompeten

PRABUMULIH, Pikiranrakyatsumsel – Pertamina Local Community Leaders Program (PLCLP) 2026 kembali digelar untuk mendorong tumbuhnya pemimpin muda berkarakter dan tenaga kerja kompeten di Sumatera Selatan.

Kegiatan tersebut dilaksanakan di Markas Komando Batalyon Zeni Tempur (Mako Yon Zipur) 2/Samara Grawira pada 1 hingga 16 Juli 2026. Sebanyak 100 peserta dari 11 kabupaten/kota lokasi operasi PHR Zona 4 menjalani pendidikan karakter dan kebangsaan serta pelatihan peningkatan keterampilan kerja.

General Manager PHR Zona 4 Djudjuwanto dalam sambutannya menyampaikan bahwa PLCLP adalah energi bersama untuk tumbuh bersama masyarakat. “PHR Zona 4 memiliki peran dalam menjaga ketahanan energi nasional. Namun, energi tidak hanya bicara soal produksi, sumur, fasilitas, dan teknologi. Energi juga bicara tentang manusia, daerah, dan hubungan sosial yang harmonis di sekitar wilayah operasi. Energi inilah yang melandasi diselenggarakannya PLCLP,” ucap General Manager PHR Zona 4 Djudjuwanto dalam upacara pembukaan PLCLP 2026 di Mako Yon Zipur, Prabumulih, Kamis (2/7/2026).

Program ini menjadi bagian dari upaya membangun masyarakat yang lebih mandiri, produktif, dan memahami peran strategis industri hulu migas. Para peserta akan dibagi ke dalam lima kelas pelatihan, yaitu pelatihan kompetensi operator keselamatan dan Kesehatan kerja (K3), juru ikat beban (rigger), teknisi AC residential, teknisi montir sepeda motor, hingga jurnalistik. Materi diberikan oleh sejumlah tenaga profesional yang ahli di bidang masing-masing.

Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru mengapresiasi PHR Zona 4 yang menggelar PLCLP. “Saya berterima kasih kepada Pertamina Hulu Rokan yang sudah berinvestasi berupa ilmu pengetahuan kepada anak-anak muda. Investasi tidak hanya pada lahan yang berpotensi minyak dan gas, tetapi juga sumber daya manusia yang mumpuni.”

Ia berharap apa yang telah dilakukan PHR Zona 4 ini dapat menjadi pemantik bagi pelaku industri lainnya untuk mendorong peningkatan SDM di Sumatera Selatan.

Herman Deru berharap para peserta memanfaatkan betul PLCLP 2026 untuk melatih karakter dan keterampilan kerja masing-masing. Ia berharap para lulusan PLCLP 2026 dapat memberikan sumbangsih bagi masyarakat sekitar, bahkan bangsa Indonesia.

Tahun 2026 ini merupakan kali kedua PLCLP diselenggarakan. Alumni kegiatan ini merasakan manfaat nyata dari pelatihan ini. Salah satunya Dadang Pirdaus, karang taruna Desa Sinar Rambang yang tahun lalu ikut pelatihan juru ikat beban (rigger). “Di PLCLP banyak yang saya dapat. Terbangun disiplin dan semangat saya, ditambah dapat seritifikat. Ini membuat saya percaya diri waktu melamar kerja. Alhamdullilah sudah bekerja di PT GBT. Saya bersyukur sekali dan berterima kasih dengan Pertamina,” ungkapnya. Tahun lalu sebanyak 75 peserta lolos pelatihan hingga akhir acara.

Pembukaan PLCLP 2026 di Mako Yon Zipur Prabumulih dihadiri oleh sejumlah pimpinan pemerintah daerah. Selain Gubernur Sumsel, turut hadir Kepala Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi Sumsel Indra Bangsawan, Pamen Ahli Bidang Jemen Sishanneg Kolonel Inf. Zusnan Hadi yang mewakili Pangdam II/Sriwijaya, Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Sumsel Kombes Pol. Doni Satrya Sembiring mewakili Kapolda Sumsel, serta Komandan Yonzipur 2/SG Letkol CZI Achmad Afandi.

Sejumlah kepala daerah dan pejabat kabupaten/kota juga ikut serta, seperti Wali Kota Prabumulih Arlan beserta jajaran Forkopimda Kota Prabumulih, Sekda Muara Enim, Dandim 0404 Muara Enim, Kadisnaker PALI, serta sejumlah pejabat Forkopimda tingkat kabupaten/kota di Sumatera Selatan. (Ril)

Danau Shuji, Wujud Kepedulian Pemuda Muara Enim Ubah Tempat Sampah Jadi Desa Wisata

MUARA ENIM, Pikiranrakyatsumsel – Kala pandemi Covid-19 melanda pada 2020, sejumlah pemuda Lembak, Muara Enim kehilangan pekerjaan dan menjadi pengangguran. Pada saat bersamaan, ada potensi daerah yang belum tergarap: Danau Shuji. Sebenarnya, danau itu punya potensi wisata dan menciptakan lapangan kerja, tetapi saat itu hanya menjadi tempat pembuangan sampah.

Kondisi tersebut mendorong tokoh masyarakat Bob Permana mencari cara untuk menjawab dua persoalan sekaligus: lingkungan dan penghidupan warga. Bob terpikir untuk mempekerjakan pemuda-pemuda di Lembak dengan proyek pembersihan Danau Shuji.

Dengan biaya dari kantong pribadi, Bob meminta pemuda-pemuda di Lembak untuk mulai membersihkan danau tersebut. Sekitar enam bulan kemudian, wajah Danau Shuji berubah. Tak ada lagi tumpukan sampah, batang pohon berserakan, dan air yang keruh di danau tersebut.

Langkah Bob tak berhenti di situ. ia mulai mempersiapkan Danau Shuji menjadi lokasi wisata. Ia berharap wisata bisa menciptakan lapangan pekerjaan bagi warga Lembak. Kegigihan Bob mengembalikan harapan ke Lembak pascapandemi tersebut mengundang perhatian Pertamina EP Prabumulih Field.

Perusahaan yang merupakan bagian dari PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) Zona 4 itu membantu Bob dan kawan-kawan dalam mengolah sampah pada tahap awal pembinaan. Kemudian, pendampingan berlanjut melalui program MBAK DEWI SHUJI (Lembak Desa Wisata Shuji).

PEP Prabumulih Field memberikan pelatihan-pelatihan keterampilan, peningkatan kapasitas, serta pengelolaan desa wisata. Selain itu, ada bantuan berupa Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) berkapasitas 8,72 kWp dengan baterai 10 kWh. Panel surya tersebut membantu penyediaan energi listrik alternatif di lokasi wisata Danau Shuji sekaligus menjadi wadah edukasi bagi wisatawan dan masyarakat sekitar mengenai pentingnya transisi energi.

Program Pengembangan Masyarakat (PPM) tersebut berjalan pada 2021 hingga 2025. Saat ini, program PEP Prabumulih Field di Danau Shuji sudah selesai atau exit program. Pembinaan selama lima tahun menghasilkan kemandirian Desa Wisata Danau Shuji.

Danau Shuji menjadi destinasi yang banyak dikunjungi masyarakat di Muara Enim. Bahkan, pengunjung juga berasal dari Palembang, Lampung, Lubuk Linggau, Bengkulu, dan Bangka. Selain menikmati keindahan danau, para wisatawan juga bisa merasakan pengalaman naik perahu atau sepeda air, piknik di saung, dan bersantai sembari makan-makan di saung di pinggir danau.

Pengembangan Danau Shuji tak hanya menjawab permasalahan lingkungan terkait sampah. Langkah itu juga menjawab persoalan lapangan pekerjaan di Lembak, Muara Enim. Sekitar 30 orang warga bisa bekerja sebagai tenaga pengawas dan pelayan saat akhir pekan atau musim liburan. Para pekerja itu masih punya waktu mengurus kebunnya saat bukan musim liburan.

Kehadiran Desa Wisata Danau Shuji juga mengembangkan UMKM lokal, terutama kerupuk, opak, dan kemplang khas Desa Lembak. Warga sekitar menjual produk-produk tersebut di sepanjang jalan menuju danau.

Uang yang masuk dari wisata di Shuji tak hanya dinikmati Bob dan para pekerja. Sebagian keuntungan disalurkan ke masjid-masjid setempat dan badan usaha milik desa. Bob ingin manfaat kehadiran Danau Shuji bisa dirasakan semua masyarakat sekitar.

“Kami tidak pernah membayangkan tempat yang dulu kumuh dan menjadi lokasi pembuangan sampah kini bisa menjadi tujuan wisata yang memberi manfaat bagi masyarakat. Yang terpenting bagi kami adalah lingkungan menjadi lebih bersih, pemuda memiliki kegiatan yang positif, dan masyarakat bisa memperoleh tambahan penghasilan,” ucap Bob.

Kepedulian Bob terhadap lingkungan dan masyarakat di Lembak menjadi pendorong bagi PEP Prabumulih Field untuk terus bertumbuh bersama masyarakat di sekitar wilayah operasi. Perusahaan berniat menyebarkan semangat perjuangan Bob ke masyarakat di wilayah lain

“Pertamina EP Prabumulih melalui program PPM terus berkomitmen mendukung pemberdayaan masyarakat, menciptakan nilai ekonomi berkelanjutan, dan berdampak positif bagi lingkungan sekitar,” kata Manager Community Involvement and Development PHR Iwan Ridwan Faizal.

Transformasi Danau Shuji menunjukkan bahwa pengelolaan sampah dan kepedulian terhadap lingkungan dapat menjadi titik awal lahirnya manfaat ekonomi dan sosial bagi masyarakat. Semangat tersebut sejalan dengan peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia yang mengajak seluruh pihak mengambil peran dalam menjaga keberlanjutan lingkungan.

Semangat untuk menjaga lingkungan hidup ini terus dinyalakan di PHR Zona 4. Selain lewat program pemberdayaan seperti Danau Shuji, juga lewat sejumlah event. Salah satunya untuk memperingati Hari Lingkungan Hidup, tahun ini PHR Zona 4 bersama Dinas Lingkungan Hidup Prabumulih mengkampanyekan pesan-pesan lingkungan edukasi pelajar, berbagai kompetisi bertema lingkungan, penanaman pohon buah produktif, hingga penanaman pohon.

Penanaman ini sebagai implementasi konservasi habitat gajah di Kawasan hutan Benakat Semanggus Sumatra Selatan melalui aksi penanaman pohon pelindung ekosistem dan pakan gajah. (Ril)

Peringati Hari Lingkungan Hidup, PEP Zona 4 dan DLH Prabumulih Hadirkan Beragam Aksi Peduli Lingkungan

‎PRABUMULIH, Pikiranrakyatsumsel – PT Pertamina EP (PEP) Zona 4 menggelar beragam aksi peduli lingkungan bersama Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Prabumulih dalam memperingati Hari Lingkungan Hidup (HLH) tahun 2026 yang jatuh setiap tanggal 5 Juni. Tahun ini, tema yang diusung secara internasional adalah aksi bersama dalam menghadapi tantangan perubahan iklim.
‎
‎Rangkaian acara HLH Zona 4 di antaranya adalah edukasi pelajar, berbagai kompetisi bertema lingkungan, penanaman pohon buah produktif, hingga konservasi habitat gajah di Kawasan hutan Benakat Semanggus Sumatra Selatan melalui aksi penanaman pohon pelindung ekosistem dan pakan gajah.

Pertamina EP Zona 4 bekerja sama dengan Dinas Lingkungan Hidup Kota Prabumulih menggelar sejumlah aksi peduli lingkungan untuk memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia. (Foto: ist/PRsumsel)

‎Rangkaian kegiatan diawali dengan roadshow edukasi bertajuk “Zona 4 Mengajar” di tiga sekolah di Prabumulih, yakni SMAN 5, SMAN 3, dan SMAN 2 pada Mei 2026 lalu. Lebih dari 500 pelajar mengikuti kegiatan edukasi yang bertujuan meningkatkan pemahaman generasi muda mengenai mengenai perubahan iklim yang saat ini menjadi salah satu tantangan global terbesar dan operasi migas berkelanjutan.
‎
‎Helmi Purnama, Assistant Manager Environmental PEP Zona 4,  narasumber di roadshow edukasi, mengajak para siswa untuk memahami dan mengenali penyebab, dampak dan upaya bersama yang bisa dilakukan dalam mengatasi perubahan iklim.
‎
‎Selain itu para siswa juga diberi wawasan tentang upaya yang dilakukan PEP Zona 4 dalam menjalankan operasi industri minyak dan gas yang bertanggung jawab terhadap lingkungan dan berkelanjutan dan melakukan mitigasi dan adaptasi perubahan Iklim.

Perubahan iklim merupakan masalah nyata yang membutuhkan kolaborasi dari berbagai pihak, baik pemerintah, dunia usaha, komunitas, maupun masyarakat. Para siswa yang merupakan Generasi Z diharapkan menjadi generasi muda agen perubahan untuk menghadapi tantangan peruabahan iklim.
‎
‎PEP Zona 4 juga menyampaikan beragam program sosial kemasyarakatan dan mekanisme program beasiswa dari PEP Zona 4 sebagai bagian komitmen Perusahaan terhadap dunia pendidikan. Dalam kesempatan yang sama, DLH Prabumulih menekankan peran penting generasi muda menjaga kelestarian lingkungan di Prabumulih. Langkah kecil bisa dimulai dengan kesadaran untuk tidak membuang sampah sembarangan.
‎
‎Plt. Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Prabumulih, Mulyadi Musa, menyampaikan rangkaian acara ini bertujuan mengajak seluruh lapisan masyarakat Kota Prabumulih untuk lebih tahu tentang dampak dari perubahan iklim dan tata cara pengelolaan sampah.

“Dari kegiatan ini diharapkan tumbuh generasi-generasi muda yang mampu bersuara dan bertindak untuk kelestarian lingkungan di Kota Prabumulih,” ujar Mulyadi.
‎
‎Selanjutnya, siswa-siswi dilibatkan secara aktif melalui kuis, diskusi, serta sesi tanya jawab. Antusiasme mereka terlihat dari berbagai jawaban dan pertanyaan yang disampaikan selama kegiatan berlangsung.

“Wawasan kami jadi nambah. Ternyata perubahan iklim itu bisa dicegah dari hal kecil yang bisa kita lakukan. Dampaknya besar buat Indonesia. Saya juga jadi tertarik untuk kuliah teknik lingkungan, semoga nantinya bisa lanjut bekerja di Pertamina,” ujar Ethelbert Dustin Lawrance Tahapary, siswa kelas XI SMAN 3 Prabumulih.
‎
‎Tak hanya itu, sebagai upaya nyata melibatkan pelajar dan masyarakat, diselenggarakan juga berbagai kompetisi bertema lingkungan, di antaranya lomba menulis esai untuk siswa SMA/sederajat, lomba mewarnai untuk siswa kelas 5 dan kelas 6 SD, lomba video tentang teknologi pengelolaan sampah tepat guna untuk masyarakat umum, serta lomba standup comedy bertema lingkungan hidup.
‎
‎Manager Health, Safety, Security, and Environment (HSSE), Irwan Gasgoro, menyampaikan Lomba Hari Lingkungan Hidup menjadi salah satu bentuk kepedulian perusahaan terhadap lingkungan hidup di sekitar wilayah operasi.

“Melalui kolaborasi bersama DLH Prabumulih, PEP Zona 4 ingin mendorong keterlibatan masyarakat, khususnya generasi muda, untuk semakin peduli terhadap lingkungan hidup melalui cara-cara kreatif dan edukatif,” ujar Irwan.
‎
‎Pendaftaran lomba digelar 26 Mei – 10 Juni 2026 dan pemenang akan diumumkan pada acara puncak 23 Juni 2026. Informasi lebih lanjut dan pendaftaran bisa dilakukan pada tautan-tautan berikut:
‎
‎• Lomba Esai: https://ptm.id/lombaesaiHLH
‎• Lomba Video: https://ptm.id/lombavideoHLH
‎• Lomba Standup Comedy: https://ptm.id/lombastandupHLH
‎
‎Sementara itu, pendaftaran lomba mewarnai dibuka pada tanggal 26 Mei—10 Juni 2026 dengan pelaksanaan pada 23 Juni 2026. Informasi lebih lanjut dapat diakses melalui tautan berikut: https://ptm.id/lombamewarnaiHLH.
‎

‎Tentang PHR Regional Sumatra Zona 4

PHR Regional Sumatra Zona 4, Subholding Upstream Pertamina, mengoperasikan tujuh wilayah kerja Pertamina EP (PEP) dan Pertamina Hulu Energi (PHE), yaitu PEP Prabumulih Field, PEP Limau Field, PEP Adera Field, PEP Pendopo Field, PEP Ramba Field, PHE Ogan Komering, dan PHE Raja Tempirai.
‎
‎Wilayah-wilayah kerja itu tersebar di dua kota, Prabumulih dan Palembang, serta sembilan kabupaten, yaitu Muara Enim, PALI, Lahat, Musi Rawas, Musi Rawas Utara, Musi Banyuasin, Banyuasin, Ogan Ilir, dan Ogan Komering Ulu.
‎
‎PHR Regional Sumatra Zona 4 di bawah koordinasi serta pengawasan dari SKK Migas Perwakilan Sumatera Bagian Selatan (Sumbagsel).
‎
‎Untuk informasi lebih lanjut, silakan menghubungi:
‎Puspita Adiyani Candra
‎Officer Media Relations Zona 4
‎No. Hp: +62 821-3200-4260

Dari Ladang Minyak ke Denyut Kota : Efek Berganda Hulu Migas di Prabumulih

Di kota Prabumulih, suara mesin pompa minyak bukan sekadar penanda aktivitas industri energi. Ia telah menjadi denyut ekonomi yang mempengaruhi ritme kehidupan kota dari pendapatan daerah, peluang kerja, hingga harga kontrakan dan geliat usaha kecil masyarakat.

Dalam beberapa tahun terakhir, kebijakan pemerintah yang mendorong peningkatan produksi hulu migas, hilirisasi energi, serta penguatan investasi sektor strategis nasional membuat kota nanas itu kembali menjadi salah satu titik penting industri migas di Sumatera Selatan.

Kota yang sejak lama dikenal sebagai daerah penghasil minyak itu kini menghadapi fenomena baru, yakni efek berganda kebijakan energi yang menjalar ke hampir seluruh aspek kehidupan masyarakat.

Dari Ladang Minyak ke Denyut Kota: Efek Berganda (Foto: Doc.PRsumsel)

Saat produksi migas meningkat di wilayah kerja Pertamina EP (PEP) Zona 4 dan SKK Migas, kota ikut bergerak. Kendaraan operasional ramai sejak pagi, penginapan penuh tenaga kerja luar daerah, sementara UMKM lokal mendapat aliran pesanan rutin dari aktivitas proyek energi.

Fenomena tersebut terlihat jelas ketika aktivitas produksi migas meningkat signifikan di wilayah kerja Pertamina dan SKK Migas. Produksi minyak di wilayah Prabumulih bahkan dilaporkan melampaui target nasional hingga lebih dari 120 persen pada akhir 2025 lalu.

Namun dibalik angka produksi itu, terdapat perubahan sosial ekonomi yang jauh lebih besar. Kota yang bergerak karena Energi Pagi hari di sejumlah kawasan sekitar operasi migas Prabumulih kini terasa lebih sibuk dibanding beberapa tahun lalu.

Pendapatan daerah ikut terdorong melalui aktivitas ekonomi dan pajak kendaraan operasional industri. Infrastruktur mulai diperbaiki, akses jalan diperluas, dan kawasan ekonomi tumbuh mengikuti kebutuhan sektor energi.

Namun efek berganda itu tidak sepenuhnya merata. Di tengah geliat ekonomi, biaya hidup mulai naik. Harga sewa rumah meningkat di beberapa kawasan.

Sebagian warga lokal pun mengaku belum mampu bersaing dengan tenaga kerja luar daerah yang memiliki keterampilan teknis lebih siap untuk proyek migas.

Ketergantungan terhadap migas juga menjadi resiko tersendiri. Ketika harga minyak turun atau produksi melambat, dampaknya langsung terasa pada usaha kecil dan perputaran ekonomi kota.

Karena itu, banyak pihak menilai booming migas seharusnya menjadi momentum membangun ekonomi alternatif, bukan hanya menikmati pertumbuhan sesaat.

Di sisi lain, tekanan lingkungan mulai muncul. Jalan rusak akibat kendaraan berat, kekhawatiran pencemaran, hingga praktik illegal drilling menjadi tantangan yang mengiringi pertumbuhan industri energi di provinsi Sumatera Selatan.

Prabumulih kini sedang berubah menjadi kota energi dengan denyut ekonomi yang semakin cepat. Tetapi pertanyaan besarnya bukan sekadar seberapa banyak minyak yang dihasilkan, melainkan apakah manfaatnya benar-benar mampu dinikmati seluruh masyarakat secara berkelanjutan?. (*)

Dari Dapur Kue hingga Meja Belajar, Energi Matahari Hidupkan Harapan Desa Sukakarya

PRABUMULIH, Pikiranrakyatsumsel – “Dulu kami terbebani tagihan, kini kami memanen harapan.” kutipan puitis itu meluncur dari bibir Suhartini (45), Ketua Kelompok Wanita Tani (KWT) Melati.

Siang itu, matahari sedang terik saat tangan ibu-ibu KWT sibuk mengaduk adonan kue kering di Desa Sukakarya, Kecamatan STL Ulu Terawas, Kabupaten Musi Rawas. Namun, terik matahari kini tak lagi membuat mereka kepanasan, melainkan mendatangkan cuan.

KWT Melati yang beranggotakan 30 orang perempuan ini kini mampu menghasilkan Rp8 juta per bulan dari usaha tersebut. Namun, pencapaian ini tak selalu berjalan mulus.

Masih lekat di ingatan ibu-ibu KWT Melati saat produksi kue kerap lumpuh total karena aliran listrik yang tak menentu di desa mereka. Pesanan menumpuk, padahal adonan sudah terlanjur jadi dan tenggat pengiriman semakin dekat.

“Kami sering waswas, apakah usaha ini benar-benar bisa bertahan? Kalau mati lampu, genset solar jadi satu-satunya andalan,” kenang Suhartini. Celakanya, tagihan listrik dan solar ini menyedot kas hingga Rp2 juta per bulan. Usaha kecil mereka nyaris tumbang dijerat biaya operasional.

Melihat kegigihan tersebut, PEP Pendopo Field yang merupakan bagian dari PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) Zona 4 turun tangan. Mereka memfasilitasi pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) berkapasitas 6,6 kWp dengan baterai 5 kWh di Desa Sukakarya pada akhir 2024. Agar fasilitas ini bertahan lintas generasi, seorang warga desa bernama Sardiono turut dikirim mengikuti pelatihan sertifikasi pemeliharaan PLTS.

Kehidupan desa itu perlahan berubah terang. Warga tak lagi cemas bergantung pada listrik yang sering padam. Mesin pengaduk dan oven produksi kue berjalan lancar ditopang energi matahari. Tak ada lagi tagihan listrik Rp2 juta per bulan, tak perlu lagi menghirup asap genset bertenaga solar.

Perubahan ini tidak berhenti di dapur ibu-ibu KWT Melati, namun juga dirasakan manfaatnya ke rumah warga Desa Sukakarya. Saat pemadaman listrik bergilir terjadi di malam hari, warga tetap dapat beraktivitas. Cahaya lampu surya menerangi meja belajar sederhana tempat anak-anak mengerjakan tugas sekolah pada malam hari.

Yang tidak kalah penting, KWT Melati kini bertransformasi. Mereka tidak hanya pembuat kue, tapi mulai mengedukasi warga tentang pentingnya hemat energi. Di berbagai pertemuan desa, mereka menyisipkan diskusi tentang manfaat panel surya dan cara penggunaan listrik secara bijak.

Perubahan positif juga terjadi di sisi lingkungan. PLTS berpotensi memangkas emisi sekitar 8 ton karbon dioksida per tahun di Desa Sukakarya. Jika sebelumnya asap genset kerap menyertai aktivitas produksi, kini energi matahari bekerja tanpa suara dan tanpa polusi.

Berkat semangat perubahan ini, Desa Sukakarya terpilih sebagai desa terinovatif di Kabupaten Musi Rawas. Perubahan yang bermula dari halaman belakang rumah Suhartini itu kini menjalar ke berbagai aspek kehidupan desa.

“PLTS ini adalah alatnya, namun motor penggerak utamanya adalah daya juang ibu-ibu KWT Melati. Energi matahari ini menerangi jalan mereka untuk mandiri secara ekonomi sekaligus menjadi pelopor pelestari lingkungan,” kata Manager Community Involvement & Development (CID) PHR Iwan Ridwan Faizal.

Senada dengan hal itu, Camat STL Ulu Terawas Muhammad Pahip mengapresiasi kolaborasi kuat tersebut. “Kesuksesan ini lahir dari perpaduan teknologi tepat guna dan semangat gotong royong warga desa yang menolak menyerah,” tandasnya. (Ril/SMSI PRABUMULIH)

Pertamina EP Zona 4 Pasang Target Produksi 30.305 BOPD di 2026

PRABUMULIH, Pikiranrakyatsumsel – PT Pertamina EP (PEP) Zona 4 menargetkan peningkatan produksi minyak di kisaran 30.305 BOPD barel per hari (BOPD) dan produksi gas sekitar 485,07 juta kaki kubik per hari (MMSCFD) pada 2026.

Untuk mewujudkan target peningkatan produksi, PEP Zona 4 menyiapkan strategi operasi terukur. Fokus utama diarahkan pada optimalisasi lapangan eksisting melalui penguatan program development drilling, integrasi subsurface–surface, serta pemanfaatan teknologi dan data untuk meningkatkan keekonomian lapangan.

“PEP Zona 4 mendorong peningkatan produksi melalui praktik operasi berkelanjutan demi mendukung ketahanan energi nasional. Keselamatan tetap menjadi prioritas dalam setiap kegiatan operasi,” kata General Manager PEP Zona 4 Djudjuwanto.

Tahun ini, PEP Zona 4 akan melanjutkan pengeboran infill, interfield, dan step-out secara selektif, didukung pemutakhiran model geologi dan reservoir berbasis data seismik 2D dan 3D, termasuk passive seismic. Selain itu, perusahaan menyiapkan program rejuvenasi lapangan mature, optimalisasi fasilitas produksi, serta penerapan teknologi untuk menekan penurunan alamiah produksi (natural decline).

Performa Kuat di 2025 Jadi Fondasi 2026

Target peningkatan produksi migas dipasang untuk menjaga momentum setelah catatan kinerja positif sepanjang 2025. PEP Zona 4 berhasil mencatat produksi minyak 27.643 BOPD dan gas 530,9 MMSCFD.

Sepanjang 2025, PEP dan PHE Zona 4 mencatatkan lonjakan signifikan produksi minyak hasil development drilling, dari 385 barel per hari pada 2019 menjadi 3.874 barel per hari. Produksi gas dari program yang sama juga meningkat tajam, dari 0,34 MMSCFD menjadi 12,21 MMSCFD, atau sekitar 40 kali lipat, seiring peningkatan realisasi pengeboran dari 9 rencana kerja pada 2019 menjadi 69 rencana kerja pada 2025.

Kinerja ini mengantarkan PEP dan PHE Zona 4 meraih penghargaan “Best Production Performance Award – Infill and Step-Out Drilling 2025” dari SKK Migas, menegaskan konsistensi kontribusi perusahaan terhadap peningkatan produksi migas nasional.

PEP Zona 4 juga agresif menjalankan program kerja dengan realisasi pengeboran 69 sumur, 51 workover (WO), serta 1.049 pekerjaan well intervention/well service (WI/WS) pada 2025. Seluruh aktvitas tersebut dilaksanakan dengan pengelolaan risiko yang ketat.

Dari sisi keselamatan, PEP Zona 4 mencatat lebih dari 1.050 hari Zero LTI (Lost Time Injury) hingga akhir Januari 2026 serta akumulasi 84.886.219 safe manhours per 31 Desember 2025. Kinerja keselamatan ini menjadi fondasi penting dalam menjaga stabilitas operasi di seluruh wilayah PEP Zona 4.

“Pencapaian ini adalah buah kerja keras seluruh insan PHR Zona 4. Kami akan terus memperkuat kolaborasi agar kinerja positif bisa dijaga secara berkelanjutan,” ucap Djudjuwanto.

Tentang PHR Regional Sumatra Zona 4

PHR Regional Sumatra Zona 4, Subholding Upstream Pertamina, mengoperasikan tujuh wilayah kerja Pertamina EP (PEP) dan Pertamina Hulu Energi (PHE), yaitu PEP Prabumulih Field, PEP Limau Field, PEP Adera Field, PEP Pendopo Field, PEP Ramba Field, PHE Ogan Komering, dan PHE Raja Tempirai.

Wilayah-wilayah kerja itu tersebar di dua kota, Prabumulih dan Palembang, serta sembilan kabupaten, yaitu Muara Enim, PALI, Lahat, Musi Rawas, Musi Rawas Utara, Musi Banyuasin, Banyuasin, Ogan Ilir, dan Ogan Komering Ulu. (Ril/SMSI)

Wali Kota Prabumulih Hadiri Safari Ramadhan PHR Zona 4, Perkuat Sinergi dalam Mendukung Kegiatan Hulu Migas

PRABUMULIH, Pikiranrakyatsumsel – Wali Kota Prabumulih H Arlan menghadiri kegiatan Safari Ramadhan 1447 H PT Pertamina Hulu Rokan Zona 4 bersama para pemangku kepentingan lainnya di Gedung Patra Ria Komplek Pertamina Kota Prabumulih, pada Kamis, (5/3/2026).

Kegiatan bertema “Energi untuk Melangkah Penuh Harapan” ini menjadi momentum mempererat silaturahmi serta memperkuat sinergi dalam mendukung kegiatan hulu minyak dan gas bumi (migas).

Dalam kesempatan itu, Wali Kota Prabumulih H Arlan menyampaikan ucapan terimakasih kepada PT Pertamina Hulu Rokan yang telah berkontribusi dalam setiap kegiatan pembangunan di Kota Prabumulih.

“Kami menyampaikan apresiasi dan penghargaan setinggi tingginya kepada PT Pertamina Hulu Rokan yang telah berkontribusi dalam setiap kegiatan pembangunan di Kota Prabumulih, Alhamdulillah masyarakat merasakan manfaat dari keberadaan Pertamina Hulu Rokan,” katanya.

Dengan safari ramadhan, kata dia, menjadikan silaturahmi antara pihak Pertamina dengan Pemerintah Kota Prabumulih semakin erat dan bersinergi. Serta forkopimda dan unsur lainnya juga memperkuat kerjasama dalam menciptakan Kota Prabumulih semakin berjaya.

“Kita jadikan pertemuan ini sebagai media meningkatkan ketahanan energi daerah serta peningkatan taraf hidup masyarakat khususnya masyarakat Kota Prabumulih,” tuturnya.

Sementara itu, General Manager PHR Zona 4, Djujuwanto, dalam sambutannya juga menyampaikan, apresiasi kepada seluruh pemangku kepentingan yang selama ini telah mendukung kegiatan operasi hulu migas di wilayah kerja PHR Zona 4.

“Atas nama manajemen dan seluruh perwira PHR Zona 4, kami mengucapkan terima kasih atas dukungan para pemangku kepentingan. Sinergi dan kolaborasi ini sangat penting dalam mendukung keberlangsungan kegiatan hulu migas,” ungkapnya.

Diketahui, selain Wali Kota Prabumulih, H Arlan, Ketua DPRD Prabumulih, H Deni Victoria SH MSi, Danyon Zipur 2/ SG Letkol Ahmad Afandi, SE MM M Tar ML, Kapten Pijar Widiasmara, dalam acara tersebut juga dihadiri sejumlah kepala daerah dan unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dari wilayah kerja PHR Zona 4.

Di antaranya, Wakil Bupati Musi Rawas, Wakil Bupati Musi Rawas Utara, perwakilan Bupati Muara Enim, perwakilan Bupati Penukal Abab Lematang Ilir, serta perwakilan Bupati Ogan Ilir. Hadir pula jajaran Forkopimda, tokoh masyarakat, serta mitra kerja perusahaan. (dn)

Tidak Ada Lagi Postingan yang Tersedia.

Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.