Usulan Pemekaran RT di Perumahan Al-Fatih Prabumulih Ditindaklanjuti, Kelurahan Cambai Siapkan Koordinasi dengan Dinas PMD

PRABUMULIH, Pikiranrakyatsumsel — Usulan pemekaran Rukun Tetangga (RT) di kawasan Perumahan Al-Fatih, belakang Citimall, Kelurahan Cambai, Kota Prabumulih, akan difasilitasi melalui pertemuan dengan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) guna membahas persyaratan serta mekanisme pengajuannya.

Rencana tersebut disampaikan Lurah Cambai, Yuniarti Wulandari SH setelah menerima aspirasi puluhan warga Al-Fatih yang mendatangi Kantor Kelurahan Cambai, berlokasi di Jalan Gugok Manjur, RT02 RW01 Kelurahan Cambai Kecamatan Cambai, Kota Prabumulih, Senin (12/10/2026) sekira pukul 10.00 WIB.

“Dalam waktu dekat, kami pihak kelurahan akan memfasilitasi untuk mempertemukan perwakilan warga dengan Kepala Dinas PMD Kota Prabumulih agar usulan tersebut dapat dibahas secara langsung,” ujar Lurah Cambai saat diwawancarai awak media.

Menurutnya, wilayah dua RT yang mengusulkan pemekaran saat ini masih masuk dalam wilayah administrasi RW 01, yang pelayanan RT-nya berada di bawah tanggung jawab RT yang lama.

Lurah Cambai Wulandari juga menyebut pelayanan administrasi bagi warga di kawasan tersebut sejauh ini masih dapat terakomodasi melalui RT yang ada.

“Pelayanan administrasi tetap jalan dan tidak ada kendala. Namun, aspirasi pemekaran tetap akan ditindaklanjuti dengan mengkoordinasikannya bersama instansi terkait,” kata dia.

Lebih jauh dirinya menjelaskan, bahwa keterbatasan dan efisiensi anggaran menjadi salah satu pertimbangan terkait kemungkinan realisasi pemekaran. Karena itu, lanjut Wulan, usulan tersebut belum dapat dipastikan kapan akan direalisasikan dan masih perlu dibahas berdasarkan ketentuan yang berlaku serta kemampuan anggaran pemerintah.

Selain persoalan anggaran, pembahasan juga menyangkut hak dan kewajiban pengurus RT/RW, termasuk persoalan pemberian honorarium.

“Kami juga menilai aspek tersebut perlu dikaji dengan memperhatikan regulasi yang berlaku, sehingga tidak hanya mempertimbangkan kebutuhan pemekaran wilayah, tetapi juga konsekuensi administrasi dan pembiayaannya,” tuturnya.

Ketika ditanya soal usulan pemekaran RT tersebut selama ini terhambat di pihak kelurahan Cambai?, Lurah Wulandari pun membantah anggapan tersebut. Menurutnya, belum terealisasinya usulan tersebut berkaitan dengan perlunya koordinasi, pemenuhan ketentuan, dan pertimbangan anggaran.

“Kami tidak pernah menghambat, nah melalui rencana pertemuan dengan Dinas PMD, warga diharapkan juga memperoleh penjelasan langsung mengenai persyaratan, tahapan, dan kemungkinan tindak lanjut usulan pemekaran RT di kawasan Al-Fatih,” tandasnya. (dn)

banner 400x130

Menu MBG Ramadhan jadi Sorotan, Publik Pertanyakan Peran Ahli Gizi di Dapur SPPG Prabumulih

​PRABUMULIH, Pikiranrakyatsumsel – Peran Ahli Gizi di Dapur MBG Satuan Pelaksana Pelayanan Gizi (SPPG) di Kota Prabumulih, belakangan ini menjadi sorotan, bahkan soal kompetensi pun dipertanyakan publik. Alih-alih menuai apresiasi, jagat media sosial justru riuh dengan keluhan terkait kualitas paket menu ‘kering’ MBG yang dibagikan.

Grup-grup media sosial penuh dengan unggahan menu ‘kering’ MBG yang disajikan saat bulan Ramadhan 1447 Hijriyah. Mulai dari menu yang dianggap kurang variatif, hingga temuan buah alpukat dan telur rebus busuk saat dibawa pulang siswa.

Beberapa unggahan menu-menu MBG diketahui dalam seminggu terakhir ramai di berbagai Platform media sosial Prabumulih, dan membuat heboh jagat maya. Dan kini jadi perbincangan publik khususnya warga masyarakat di Prabumulih.

Menu MBG Ramadhan jadi Sorotan, Publik Pertanyakan Peran Ahli Gizi di SPPG Prabumulih (Foto: screenshot fb/PRsumsel)

Salah satunya terjadi di wilayah Kecamatan Prabumulih Selatan, Kota Prabumulih. Dalam unggahan di grup Facebook bernama Berita Prabumulih, menu MBG didapat dari salah satu sekolah terlihat unik, terdiri dari telur rebus, sepotong roti, dan satu buah alpukat. Menu ini diduga didistribusikan ke sekolah dari SPPG wilayah tersebut.

Akun anonim yang memposting makanan itu menyebut jika buah alpukat tersebut busuk. Tak hanya itu, akun ini juga mengungkapkan kekecewaannya sebagai orangtua dengan menuliskan :

Menu MBG Ramadhan jadi Sorotan, Publik Pertanyakan Peran Ahli Gizi di SPPG Prabumulih (Foto: screenshot fb/PRsumsel)

“Assalamualaikum Wr. Wb. yang terhormat Badan Gizi Nasional, khususnya SPPG kota Prabumulih Selatan. Mohon maaf, bukannya kami tidak bersyukur dengan program MBG yang diterima, akan tetapi alangkah kecewanya hati kami melihat kenyataan dilapangan, paket MBG seperti ini bukan 1x atau 2x saja. Mohon untuk kedepannya lebih diperhatikan lagi makanan yang diberikan KPD Anak”. Kita semua manusia punya hati nurani, bayangkan kalau anak kita diberikan sesuatu hal yg tidak baik, betapa kecewa hati orgtua. semoga kedepannya bisa di evaluasi dan ditindak lanjuti. Wassalamualaikum Wr. Wb” tulis akun anonim di beranda grup Facebook Berita Prabumulih, pada Sabtu (28/2/2026).

Polemik menu ‘kering’ MBG di kota Prabumulih ini pun memantik kritik berbagai kalangan yang khawatir akan standar pelayanan gizi program MBG, hingga memunculkan pertanyaan publik atas peran dan kompetensi Ahli Gizi yang ditempatkan di sejumlah dapur SPPG kota nanas itu.

“Tanpa ahli program besar bisa tetap berjalan, tetapi ketepatan sasaran dan efektivitasnya menurun, ini perlu dipertanyakan ahli gizinya,” tulis salah satu akun di kolom komentar postingan akun Facebook Viral Prabumulih.

“Makanan dak rupo makanan, pihak pengelola harus nyo evaluasi, introspeksi kinerja dapur nyo kalo dak sanggup menuhi kebutuhan mending ambek dikit bae sampe ado kepala SPPG yang pingsan Karno dak sanggup sampai target,” komentar akun lainnya.

Belum ada tanggapan resmi dari pihak dapur SPPG di kota Prabumulih hingga berita ini ditayangkan terkait sejumlah menu MBG yang dikeluhkan warga tersebut. Tim media ini juga telah mencoba menghubungi salah satu pengelola dapur SPPG di wilayah Kecamatan Prabumulih Selatan melalui pesan singkat aplikasi WhatsApp juga belum dijawab.

Menurut Kaprodi Program Studi Profesi Dietisien UMS Dr. Dwi Sarbini, S.ST., M.Kes. yang dikutip dari lama platform Universitas Muhammadiyah Surakarta, Sabtu (28/2/2026), menyebutkan kompetensi seorang ahli gizi hanya dapat diperoleh melalui pendidikan profesi dengan dasar etik dan tanggung jawab hukum. Kompetensi mereka tak bisa didapatkan dari pelatihan singkat, sehingga perannya pun tak bisa digeser oleh tenaga tanpa latar belakang ilmu gizi.

Ahli gizi bertanggung jawab memastikan menu MBG memenuhi AKG, menghitung kebutuhan porsi, memilih bahan pangan yang aman dan terjangkau, serta mengawasi proses penyimpanan dan pengolahan agar higienis. Jika benar peran ahli gizi dihapus atau digantikan tenaga non profesional, risiko yang muncul akan berakibat fatal.

“Menu MBG bisa-bisa tak seimbang gizinya, terkontaminasi, adanya ketidakcocokan asupan energi dengan kebutuhan anak, hingga potensi kasus keracunan makanan, dan merosotnya efektivitas program dalam jangka panjang,” kritik Dwi.

Sementara, Dewan Pakar Badan Gizi Nasional (BGN) Ikeu Tanziha, bahwa karir ahli gizi yang bekerja di SPPG sudah jelas. Seperti kutipannya yang didapat dari laman Media Tempo. Ia mengemukakan, ahli gizi yang bekerja di SPPG secara otomatis menjadi pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK).

“Artinya itu kan sudah ada ya PPPK diakui oleh pemerintah dan sekarang beberapa SPPG ahli gizinya sudah masuk PPPK. Jadi memang bertahap ya,” kata dia. (dn)

Perkuat Ukhuwah dan Sinergi, Pemkot Prabumulih Gelar Buka Puasa Ramadhan 1447 H Bersama Forkopimda

PRABUMULIH, Pikiranrakyatsumsel – mempererat tali silaturahmi dan memperkuat sinergi selama bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah, Pemerintah Kota (Pemkot) Prabumulih menggelar kegiatan buka puasa bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemkot Prabumulih.

Kegiatan yang digelar pada Senin, 23 Februari 2026 itu berlangsung khidmat dan penuh keakraban yang dilaksanakan di pendopoan rumah dinas Wali Kota Prabumulih.

Wali Kota Prabumulih, H Arlan, dalam sambutannya menyampaikan bahwa bulan suci Ramadhan merupakan momentum yang sangat tepat untuk memperkuat ukhuwah Islamiyah, meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT, sekaligus membangun kebersamaan antara pemerintah dan seluruh elemen masyarakat.

“Bulan Ramadhan adalah waktu yang tepat untuk mempererat ukhuwah Islamiyah. Melalui buka puasa bersama ini, kami berharap bisa semakin dekat dengan masyarakat dan membangun kebersamaan yang lebih kuat,” ujar Arlan di hadapan para tamu undangan.

Menurutnya, kegiatan buka puasa bersama bukan sekadar agenda seremonial, melainkan sarana mempererat komunikasi dan koordinasi antar unsur pimpinan daerah.

Sinergi yang telah terbangun selama ini diharapkan semakin solid dalam menghadapi berbagai tantangan pembangunan di Kota Prabumulih.

Lebih lanjut H Arlan menegaskan pentingnya menjaga kekompakan antara eksekutif, legislatif, serta unsur Forkopimda dalam mewujudkan visi pembangunan Kota Prabumulih yang lebih maju, makmur, dan sejahtera.

Kebersamaan yang terjalin dalam momentum Ramadhan ini, Arlan harus menjadi energi positif untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik. Menurutnya, pemerintah tidak bisa bekerja sendiri tanpa dukungan seluruh unsur, baik Forkopimda, OPD, maupun masyarakat.

Oleh karena itu, kegiatan seperti buka puasa bersama menjadi salah satu sarana efektif dalam membangun komunikasi yang harmonis dan konstruktif

“Kami ingin memastikan bahwa semangat Ramadhan ini tidak hanya terasa dalam ibadah, tetapi juga dalam pelayanan kepada masyarakat. Semangat kebersamaan ini harus tercermin dalam kinerja kita sehari-hari,” ungkapnya.

Suami Hj Linda Apriana Arlan ini berharap seluruh jajaran OPD, camat, dan lurah dapat terus meningkatkan koordinasi di wilayah masing-masing, terutama dalam menjaga stabilitas sosial dan ketertiban masyarakat selama bulan Ramadhan.

Selain itu, ia mengajak seluruh jajaran pemerintahan untuk menjadikan Ramadhan sebagai momentum introspeksi diri dan peningkatan integritas dalam bekerja.

Dia pun menekankan bahwa pelayanan kepada masyarakat harus dilandasi niat ibadah dan tanggung jawab moral.

“Kita jadikan Ramadhan ini sebagai pengingat bahwa setiap tugas yang kita emban adalah amanah. Laksanakan dengan penuh tanggung jawab dan keikhlasan,” tegasnya.

Hadir dalam kegiatan tersebut, selain Wakil Wali Kota Prabumulih Franky Nasril, juga hadir Ketua DPRD Kota Prabumulih H Deni Victoria, Ketua TP PKK Kota Prabumulih Hj Linda Apriana Arlan, para asisten, staf ahli, seluruh kepala OPD, camat, lurah, serta jajaran Forkopimda lainnya. (*)

Tak Sekadar Seremoni, HPN 2026 di Prabumulih Diisi Aksi Berbagi bersama PWI dan PHR Zona 4 ke Panti Asuhan

PRABUMULIH, Pikiranrakyatsumsel – Peringatan Hari Pers Nasional (HPN) 2026 di Kota Prabumulih tak hanya diisi refleksi dan seremoni. Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kota Prabumulih bersama PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) Zona 4 memilih merayakannya dengan aksi nyata dengan menyalurkan 30 paket sembako dan 50 santunan bagi anak-anak yatim serta warga kurang mampu, Jumat (13/2/2026).

Di halaman Panti Asuhan Riyadhul Kholisin, suasana hangat terasa sejak pagi. Anak-anak menyambut rombongan dengan senyuman, sementara para pengurus panti menyiapkan tempat sederhana untuk penyerahan bantuan. Paket sembako berisi beras, minyak goreng, gula, dan kebutuhan pokok lainnya diserahkan langsung, disusul santunan untuk 50 anak yatim dan warga kurang mampu.

General Manager PHR Zona 4, Djujuwanto, menegaskan bahwa kegiatan ini adalah wujud komitmen perusahaan untuk terus hadir di tengah masyarakat.

“Dengan penuh syukur, Pertamina bersama PWI Kota Prabumulih hadir berbagi 30 paket sembako dan 50 santunan bagi anak-anak yatim. Ini menegaskan bahwa Pertamina hadir untuk masyarakat, bergerak dalam satu tujuan dan satu energi untuk menyalakan kepedulian menjadi harapan nyata,” ujarnya.

Menurutnya, kebersamaan tersebut bukan sekadar kegiatan sosial tahunan, melainkan bagian dari upaya membangun kepercayaan dan saling menguatkan antara perusahaan, insan pers, dan masyarakat.

Sementara itu, Ketua PWI Prabumulih menyampaikan bahwa HPN harus dimaknai lebih dari sekadar peringatan hari lahir pers nasional.

“Pers harus hadir dan dirasakan manfaatnya. Momentum HPN menjadi pengingat bahwa tugas kami bukan hanya menyampaikan informasi, tetapi juga ikut berbagi dan peduli,” katanya.

Bagi anak-anak panti, bantuan tersebut bukan hanya soal nilai materi. Ada perhatian, ada rasa dihargai, dan ada kebersamaan yang menguatkan, mereka tampak tak henti tersenyum saat foto bersama.

Aksi sosial ini sekaligus memperlihatkan sinergi harmonis antara dunia usaha dan insan pers di Kota Prabumulih. Kolaborasi yang dibangun tidak berhenti pada ruang publikasi, tetapi menjelma menjadi langkah konkret menyentuh masyarakat yang membutuhkan.

HPN 2026 pun menjadi lebih bermakna. Di tengah dinamika tugas dan tanggung jawab masing-masing, PWI Prabumulih dan PHR Zona 4 membuktikan bahwa satu langkah kecil berbagi dapat menghadirkan harapan besar, menyalakan kepedulian, menebar kehangatan, dan menghadirkan keberkahan bagi sesama. (Ril/*)

Tidak Ada Lagi Postingan yang Tersedia.

Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.