Diburu Polisi, Terduga Penggelapan Motor Diamankan di Warung Jalan Alipatan Prabumulih

PRABUMULIH, Pikiranrakyatsumsel – Polisi mengungkap kasus dugaan penggelapan sepeda motor di wilayah hukum Polsek Prabumulih Barat, Kota Prabumulih, Sumatera Selatan. Seorang pria berinisial MA (45) diamankan petugas terkait perkara tersebut.

Pengungkapan dilakukan Team URC Wester 838 Polsek Prabumulih Barat setelah menerima laporan dari korban pada 11 September 2026. MA diamankan di sebuah warung di Jalan Alipatan, Kelurahan Pasar II, Kota Prabumulih, pada Sabtu (12/9/2026) sekitar pukul 01.00 WIB.

Kapolsek Prabumulih Barat IPTU Tomas Siswo Purnomo, SH, melalui Kanit Reskrim IPDA Andhika Nasywa W, S.Tr.I.K., mengatakan pengungkapan bermula dari penyelidikan terhadap keberadaan terduga pelaku berdasarkan informasi yang diperoleh petugas.

Kasus tersebut dilaporkan oleh Muhammad Subhan (33), warga Kelurahan Mangga Besar, Kecamatan Prabumulih Utara, Kota Prabumulih.

Menurut laporan korban, peristiwa bermula pada Sabtu (11/7/2026) sekitar pukul 17.30 WIB. Saat itu, MA diduga datang ke rumah korban dan meminjam sepeda motor miliknya.

Korban kemudian mengizinkan sepeda motor tersebut dibawa oleh MA. Kendaraan yang dipinjam berupa Honda Blade tahun 2010 warna hitam silver dengan nomor polisi BG 5301 CM.

Namun, hingga korban membuat laporan, sepeda motor tersebut disebut belum dikembalikan.

Akibat kejadian itu, korban memperkirakan mengalami kerugian sekitar Rp5 juta dan kemudian melaporkan dugaan penggelapan tersebut ke Polsek Prabumulih Barat.

Menindaklanjuti laporan tersebut, petugas melakukan penyelidikan. Pada Jumat (11/9/2026) sekitar pukul 23.30 WIB, Team URC Wester 838 memperoleh informasi mengenai keberadaan MA di sebuah warung di Jalan Alipatan.

Kapolsek kemudian memerintahkan Kanit Reskrim bersama Team URC Wester 838 mendatangi lokasi. Sekitar pukul 01.00 WIB, petugas mengamankan MA.

Dari hasil pemeriksaan awal, MA diduga mengakui perbuatannya. Selanjutnya, yang bersangkutan dibawa ke Polsek Prabumulih Barat untuk menjalani pemeriksaan dan proses hukum lebih lanjut.

Polisi turut mengamankan satu lembar BPKB sepeda motor Honda Blade dengan nomor polisi BG 5301 CM, nomor rangka MH1JBB111AK264376 dan nomor mesin JBB1E-1255823 atas nama Muhaimin.

IPTU Tomas mengatakan pengungkapan perkara tersebut merupakan bagian dari komitmen kepolisian dalam merespons laporan masyarakat serta menindaklanjuti setiap dugaan tindak pidana yang terjadi di wilayah hukumnya.

“Kami akan terus meningkatkan kegiatan penyelidikan dan penegakan hukum terhadap setiap dugaan tindak pidana yang meresahkan masyarakat, serta memastikan setiap proses hukum berjalan sesuai ketentuan yang berlaku,” ujar Tomas.

Dalam perkara ini, MA disangkakan melanggar Pasal 486 KUHP tentang dugaan tindak pidana penggelapan.

Saat ini, MA telah diamankan di Polsek Prabumulih Barat dan masih menjalani proses penyidikan. Polisi juga mengimbau masyarakat untuk berhati-hati ketika meminjamkan kendaraan maupun barang berharga serta segera melapor apabila mengalami atau mengetahui dugaan tindak pidana. (Ril)

banner 400x130

Antrean Panjang BBM Bersubsidi di Prabumulih Ikut Disorot, Pemprov Sumsel Telusuri Rantai Pasok dari Hulu hingga SPBU

PALEMBANG, Pikiranrakyatsumsel – Antrean panjang kendaraan di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) untuk mendapatkan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi menjadi perhatian Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan. Termasuk, persoalan antrean di sejumlah SPBU kota Prabumulih.

Gubernur Sumatera Selatan H. Herman Deru meminta seluruh pihak terkait membuka informasi mengenai rantai pasok BBM secara transparan. Hal itu disampaikan HD saat memimpin rapat membahas kondisi distribusi BBM bersubsidi, mulai dari rantai pasok hingga penyaluran ke masyarakat di Griya Agung, Palembang, beberapa hari lalu.

Antrean Panjang BBM Bersubsidi di Prabumulih Ikut Disorot, Pemprov Sumsel Telusuri Rantai Pasok dari Hulu hingga SPBU (Foto: ist/prsumsel)

Menurutnya, masyarakat perlu memperoleh penjelasan mengenai kondisi yang menyebabkan terjadinya antrean maupun persoalan ketersediaan BBM di sejumlah wilayah.

“Saya ingin semua cluster, dari FAME sampai distribusi ke konsumen, seterbuka-terbukanya kepada masyarakat. Masyarakat harus tahu. Kalau ada kendala, kita atasi bersama,” kata Herman Deru.

Ia menegaskan, penyelesaian persoalan BBM bersubsidi tidak hanya berkaitan dengan pengelolaan di tingkat SPBU. Pemerintah juga perlu memastikan ketersediaan, distribusi, serta penyaluran BBM berlangsung sesuai ketentuan dan dapat memenuhi kebutuhan masyarakat.

Herman Deru turut menyoroti kepastian kuota BBM bersubsidi untuk Sumsel. Pemerintah daerah meminta ketentuan kuota yang ditetapkan Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) menjadi salah satu perhatian dalam evaluasi distribusi, sehingga kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi dan antrean tidak terus berulang.

Antrean Panjang di Prabumulih

Persoalan antrean BBM bersubsidi juga terlihat di sejumlah SPBU di Kota Prabumulih dalam beberapa waktu terakhir.

Berdasarkan dari pantauan di sejumlah SPBU di wilayah Kecamatan Prabumulih Timur menunjukkan antrean kendaraan yang cukup panjang. Di tengah kondisi tersebut, kendaraan jenis sepeda motor Thunder juga terlihat berada dalam antrean pengisian pada lebih dari satu kesempatan dalam sehari.

Temuan tersebut menjadi perhatian karena frekuensi pengisian yang berulang dapat menimbulkan pertanyaan mengenai pola pembelian dan pengawasan penyaluran BBM bersubsidi.

Selain itu, terdapat informasi mengenai dugaan pungutan tambahan di luar harga resmi BBM kepada konsumen. Meski demikian, kondisi tersebut belum dapat dijadikan dasar untuk menyimpulkan adanya pelanggaran.

“Kalu ngisi sepuluh liter tambahan bayar Rp3.000, kalu ngisi full tank nambah Rp6.000,” ujar seorang sumber yang mengaku pernah mengikuti antrean di salah satu SPBU yang meminta identitasnya tidak dipublikasikan.

Pertamina Jelaskan Keterkaitan FAME

Sementara itu, perwakilan Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel, Ayub Ritto, menjelaskan bahwa persoalan pasokan Bio Solar juga berkaitan dengan rantai pasok bahan bakar nabati atau Fatty Acid Methyl Ester (FAME).

Menurut Ayub, sekitar 50 persen komponen yang digunakan dalam distribusi Bio Solar berasal dari bahan baku sawit. Karena itu, kelancaran pasokan dan distribusi bahan baku tersebut menjadi salah satu faktor yang berkaitan dengan ketersediaan FAME untuk kebutuhan Bio Solar.

Apabila terjadi gangguan pada stok maupun distribusi bahan baku, kondisi tersebut berpotensi memengaruhi pasokan FAME menuju kilang dan selanjutnya berdampak pada rantai pasok BBM di lapangan.

Penjelasan tersebut menjadi salah satu bagian yang dibahas dalam rapat koordinasi Pemprov Sumsel untuk melihat persoalan BBM secara menyeluruh, bukan semata-mata dari kondisi antrean di SPBU.

Pemprov Sumsel bersama pihak terkait selanjutnya didorong untuk menghasilkan langkah konkret dan terukur guna mengurai antrean BBM bersubsidi.

Upaya tersebut mencakup penguatan distribusi, pengawasan penyaluran, serta memastikan BBM bersubsidi diterima masyarakat sesuai kuota dan ketentuan yang berlaku. (dn/tm) 

Batik Boek Khaman, Gores Perjuangan Perempuan Lubuk Raman Bangkitkan Ekonomi

MUARA ENIM, Pikiranrakyatsumsel – Matahari belum lama terbit di langit Muara Enim, tetapi asap sudah menyembul di tungku malam. Ira (42) tampak duduk di atas dingklik. Kain putih terkulai di tangan kirinya. Canting berisi malam di tangan kanannya.

Tangan Ira meliuk-liuk, menuntun malam menyusuri pola di atas kain. Berjam-jam ia habiskan di atas dingklik, ditemani malam yang mendidih di atas tungku.

Sudah sekitar tiga tahun Ira menekuni pekerjaan sebagai pengrajin batik di Rumah Kreatif Boek Khaman. Di hari biasa, ia membatik pada siang hingga sore, setelah membereskan pekerjaan di rumah. Saat pesanan menumpuk, Ira bersama 11 orang perempuan pembatik lainnya bisa membatik sejak fajar terbit hingga terbenam.

Bilamana pesanan batik Khaman sedang tinggi, Ira sering teringat masa-masa perjuangan pascapandemi. Kala itu, keluarga Ira menggantungkan hidup pada penghasilan sang kepala keluarga, Sandra Sugianto (52), yang berprofesi sebagai buruh karet.

Pendapatan dari mengurus kebun karet orang, tak menentu. Biasanya, keluarga Ira hanya memiliki penghasilan sekitar Rp1 juta hingga Rp2 juta per bulan. Demi menyambung hidup bersama suami dan dua anaknya, Ira mesti berjualan kue. Tambahan penghasilan pun tak sebanding dengan usaha keras berjualan kue saat masa pandemi.

Sekitar tahun 2021, Ira mendapat tawaran dari Ketua Kelompok Batik Boek Khaman Etika Oktasari untuk membantu produksi batik. Sedikit demi sedikit Ira belajar membatik. Kemudian ia tularkan semangat belajar itu ke anaknya, Syafira Dese Novianti (22), serta perempuan-perempuan di Desa Lubuk Raman, Kecamatan Rambang Niru, Kabupaten Muara Enim, Sumatera Selatan. Syafira kini bisa menyandang status sarjana berkat ikut membatik di Rumah Kreatif Boek Khaman.

Ketekunan Ira, Etika, dan perempuan-perempuan di Lubuk Raman menginspirasi Pertamina EP (PEP) Limau Field. Perusahaan migas yang menjadi bagian Pertamina Subholding Upstream Regional 1 Zona 4 (Pertamina Hulu Rokan/PHR Zona 4) itu menggelar program Community Involvement and Development (CID) dalam mendorong pemberdayaan masyarakat melalui Rumah Batik Boek Khaman sejak 2023.

PEP Limau Field memberi pendampingan melalui pelatihan tata kelola keuangan dan administrasi kelompok, strategi penjualan produk, pembuatan batik eco-print, pengelolaan IPAL, perbaikan sarana dan prasarana, branding dan pengemasan produk, hingga perluasan akses pasar.

Buah dari pendampingan tak hanya berfokus pada produksi batik Khaman, melainkan juga pengembangan produk UMKM berupa olahan pangan hingga buah tangan. Hingga saat ini, sudah terdapat 6 UMKM yang bergabung didalam Rumah Kreatif Boek Khaman.

Saat ini, Rumah Kreatif Boek Khaman mampu memproduksi sekitar 200 lembar batik setiap bulan. Omzet penjualan berkisar di angka Rp20 juta hingga Rp30 juta per bulan.

Ira bercerita saat ini setiap pembatik di Rumah Kreatif Boek Khaman bisa mengantongi sekitar Rp2 juta hingga Rp3 juta setiap bulannya. Bila pesanan sedang banyak, pendapatan mereka bisa menyentuh angka Rp5 juta per bulan.

Program CID di Rumah Kreatif Boek Khaman akan berjalan hingga 2027. PEP Limau Field telah menyusun strategi pendampingan untuk memastikan kelompok ini dapat mandiri saat perusahaan tidak lagi memberi bantuan dan pendampingan (exit program).

“Melalui dukungan terhadap Rumah Kreatif Boek khaman, Pertamina EP Limau Field ingin menyampaikan pesan bahwa semangat perjuangan sekelompok perempuan mampu menggerakkan perekonomian berkelanjutan di sebuah wilayah. Kami ingin memastikan semangat mereka tak padam dan justru menjadi inspirasi untuk kelompok-kelompok masyarakat lainnya di sekitar wilayah operasi kami,” ucap Manager CID PHR Iwan Ridwan Faizal.

Program tersebut telah mendapatkan apresiasi dari berbagai instansi. Rumah Kreatif Boek Khaman meraih penghargaan Gold pada kategori Economic Empowerment ajang Indonesia Social Responsibility Award (ISRA) 2026.

Penghargaan pada kategori Economic Empowerment ISRA 2026 diberikan kepada instansi yang memiliki inisiatif memperkuat ketahanan ekonomi serta mata pencaharian komunitas masyarakat melalui program-program pengembangan yang berkelanjutan dan inkluusif.

Program tersebut juga meraih penghargaan Best Program Kategori Ekonomi pada ajang Community Involvement & Development Upstream Award (CID UA) 2026. Ajang tersebut merupakan wadah apresiasi terhadap program pengembangan masyarakat (PPM) di lingkungan Pertamina Subholding Upstream. (Ril)

Bantuan Pangan Beras Tiga Bulan Mulai Disalurkan, Wawako Prabumulih Tekankan Tepat Sasaran

PRABUMULIH, Pikiranrakyatsumsel – Wakil Wali Kota Prabumulih Franky Nasril, S.Kom., M.M., menghadiri peluncuran penyaluran Cadangan Pangan Pemerintah (CPP) berupa bantuan pangan beras untuk alokasi Juli-September 2026.

Kegiatan tersebut berlangsung di Aula Kantor Lurah Muara Dua, Kecamatan Prabumulih Timur, Kota Prabumulih, dan turut dihadiri sejumlah unsur pemerintah daerah, aparat keamanan, serta masyarakat penerima manfaat.

Program penyaluran CPP tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah memastikan bantuan pangan dapat diterima masyarakat yang menjadi sasaran program. Bantuan beras diharapkan turut membantu memenuhi kebutuhan pangan sekaligus meringankan beban pengeluaran rumah tangga penerima manfaat.

Dalam kegiatan itu, Franky menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan penyaluran bantuan pangan tersebut. Ia berharap proses distribusi berlangsung tertib dan tepat sasaran sehingga manfaat program dapat dirasakan langsung oleh masyarakat penerima.

“Harapan kami, penyaluran bantuan ini berjalan tertib, tepat sasaran dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujar Franky dalam sambutannya.

Pemerintah Kota Prabumulih juga menyatakan dukungannya terhadap pelaksanaan program bantuan pangan sebagai bagian dari upaya menjaga ketahanan pangan dan membantu masyarakat memenuhi kebutuhan dasar.

Kegiatan turut dihadiri Ketua TP PKK Kota Prabumulih Hj. Linda Arlan, Asisten I Pemerintah Kota Prabumulih Dr. Drs. H. Aris Priadi, S.H., M.Si., Kapolsek Prabumulih Timur, Kasi PAPP Kejaksaan Negeri Kota Prabumulih, Kassubag Keuangan Pengadilan Negeri Kota Prabumulih, Kepala BPS Kota Prabumulih, Babinsa, Bhabinkamtibmas, serta jajaran perangkat daerah terkait.

Di antaranya Dinas Ketahanan Pangan, Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Dinas Pertanian, Inspektorat, Bappeda, Dinas Sosial, Kesbangpol, Satpol PP, dan Diskominfo.

Camat Prabumulih Timur, Lurah Muara Dua, serta masyarakat Kelurahan Muara Dua yang tercatat sebagai penerima manfaat juga hadir dalam kegiatan tersebut. (dn) 

Bongkar AC di Ruko, Tiga Terduga Pelaku Dibekuk Team URC Elang Muara Polsek Cambai

PRABUMULIH, Pikiranrakyatsumsel – Kepolisian Sektor (Polsek) Cambai, Polres Prabumulih, Sumatera Selatan, mengungkap dugaan tindak pidana pencurian dengan pemberatan di sebuah rumah toko (ruko) di Jalan Jenderal Sudirman, Kelurahan Cambai, Kecamatan Cambai.

Dalam pengungkapan tersebut, polisi mengamankan tiga orang yang diduga terlibat beserta sejumlah barang bukti. Ketiganya masing-masing berinisial AM (19), PA (18), dan RD (21).

Kasus tersebut terungkap setelah polisi menerima laporan terkait dugaan pencurian pada 10 September 2026. Peristiwa dilaporkan terjadi di ruko milik Riki Alfian (64), warga Jalan Jenderal Sudirman, Kelurahan Cambai, Kecamatan Cambai, Kota Prabumulih.

Informasi awal mengenai kejadian diketahui ketika saksi Ferry Darmawan (47) hendak menuju ruko tersebut untuk menginap. Saat tiba di sekitar lokasi, saksi melihat sejumlah warga berada di depan ruko dan memperoleh informasi mengenai dugaan pencurian.

Saksi kemudian melihat satu unit mesin pendingin ruangan atau AC yang telah dibongkar dan berada di sisi kiri ruko. Temuan tersebut selanjutnya disampaikan kepada pemilik ruko sebelum korban membuat laporan ke Polsek Cambai.

Menindaklanjuti laporan tersebut, sekitar pukul 23.00 WIB pada hari yang sama, Team URC Elang Muara Polsek Cambai memperoleh informasi mengenai keberadaan orang yang diduga berkaitan dengan kasus tersebut.

Kapolsek Cambai IPTU Haryoni, S.H. kemudian memerintahkan Kanit Reskrim Aipda Ari Wibowo, S.H. bersama personel Team URC Elang Muara untuk melakukan penyelidikan.

Petugas selanjutnya bergerak ke lokasi dan mengamankan tiga orang terduga pelaku yang ditemukan di area semak-semak tidak jauh dari lokasi kejadian.

Dalam pemeriksaan awal, ketiga terduga pelaku diduga mengakui keterlibatan dalam peristiwa tersebut. Polisi juga masih mendalami informasi mengenai dugaan keterlibatan mereka dalam sejumlah kasus pencurian lain dengan modus serupa, yakni membongkar dan mengambil bagian luar atau outdoor mesin AC.

Dari pengungkapan itu, polisi mengamankan sejumlah barang bukti, di antaranya satu buah obeng, satu buah kunci pas ukuran 8/9, satu buah sarung tangan, serta satu unit mesin AC merek Plasmacluster.

Kapolsek Cambai IPTU Haryoni, S.H. membenarkan pengungkapan kasus tersebut. Ia mengatakan ketiga terduga pelaku beserta barang bukti telah diamankan untuk menjalani proses hukum lebih lanjut.

“Benar, tiga orang yang diduga terlibat dalam pencurian telah berhasil kami amankan bersama barang bukti. Saat ini para terduga pelaku beserta barang bukti telah dibawa ke Polsek Cambai untuk menjalani proses hukum sesuai dengan ketentuan yang berlaku,” ujarnya.

Saat ini penyidik Polsek Cambai masih melakukan pemeriksaan dan pendalaman terhadap ketiga terduga pelaku, termasuk menelusuri kemungkinan keterlibatan mereka dalam perkara lain.

Polisi menyatakan proses penyidikan akan dilakukan sesuai prosedur hukum yang berlaku. Ketiga terduga pelaku disangkakan melanggar Pasal 477 KUHP terkait dugaan tindak pidana pencurian dengan pemberatan. (Ril)

Mobil Tata Yodha untuk Operasional Kopdes Merah Putih Muara Dua Barat Prabumulih Tiba, Operasional Masih Menunggu Kesiapan Gerai

PRABUMULIH, Pikiranrakyatsumsel – Satu unit mobil pickup Tata Yodha 4×4 yang disiapkan untuk mendukung operasional Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdes) Merah Putih telah tiba di Koperasi Merah Putih Kelurahan Muara Dua Barat, Kecamatan Prabumulih Timur, Kota Prabumulih.

Berdasarkan pantauan di lokasi, kendaraan tersebut telah terparkir di depan gerai Kopdes Merah Putih Muaradua Barat yang berada di kawasan Perumahan Guru, Jalan Tangkuban Perahu, tepat di samping Kantor Lurah Muara Dua Barat.

Selain mobil pickup, koperasi tersebut sebelumnya juga telah menerima dua unit kendaraan roda tiga. Sarana transportasi itu disiapkan untuk menunjang aktivitas operasional, termasuk pengangkutan hasil bumi dan distribusi berbagai produk yang nantinya dipasarkan melalui koperasi.

Ketua Koperasi Merah Putih Kelurahan Muaradua Barat, H. Aden Tamrin, SE, membenarkan pihaknya telah menerima satu unit mobil pickup tersebut. Namun, ia menyebut proses serah terima secara resmi belum dilakukan.

“Alhamdulillah, KDMP Muaradua Barat sudah mendapatkan mobil, diberikan beberapa hari lalu. Namun untuk serah terima secara resmi belum,” kata Aden kepada wartawan, belum lama ini.

Menurut Aden, berdasarkan informasi yang diterima pengurus, kendaraan tersebut memang diperuntukkan bagi kebutuhan operasional koperasi. Salah satu pemanfaatannya yakni untuk mendukung kegiatan distribusi, baik mengambil maupun mengantarkan barang.

“Intinya mobil untuk operasional koperasi, untuk mengantar barang atau mengambil. Dengan adanya kendaraan ini, kegiatan distribusi diharapkan bisa dilakukan dengan lebih mudah dan cepat,” ujarnya.

Meski sarana transportasi telah tersedia, Aden mengatakan Kopdes Merah Putih Muara Dua Barat belum dapat memastikan waktu mulai beroperasi secara penuh. Pengurus masih menunggu informasi lebih lanjut sekaligus menyelesaikan sejumlah fasilitas di gerai koperasi.

“Kalau kapan operasional kita belum tahu, kami belum mendapatkan informasi lebih lanjut. Selain itu, gerai koperasi ini belum seratus persen selesai, masih butuh pembenahan seperti etalase dan lainnya,” jelasnya.

Ia menilai kesiapan fasilitas menjadi bagian penting sebelum koperasi mulai memberikan pelayanan kepada masyarakat. Gerai yang memadai diperlukan untuk mendukung penataan produk sekaligus memberikan kenyamanan bagi masyarakat yang nantinya memanfaatkan layanan koperasi.

Keberadaan kendaraan operasional diharapkan dapat mendukung rantai distribusi produk masyarakat, khususnya hasil bumi dan komoditas lokal. Dengan dukungan sarana transportasi tersebut, proses pengangkutan maupun pemasaran produk diharapkan dapat berlangsung lebih efektif.

Aden berharap seluruh tahapan persiapan, termasuk penyelesaian fasilitas gerai dan proses administrasi kendaraan, dapat segera dituntaskan sehingga Kopdes Merah Putih Muaradua Barat dapat beroperasi dan memberikan manfaat bagi masyarakat.

“Harapan kita segera operasi sehingga dapat memberikan manfaat bagi masyarakat,” pungkasnya. (dn)

Lemahnya Pengawasan SPBU di Prabumulih, Motor Modifikasi Bebas Bolak-Balik Isi BBM Subsidi

PRABUMULIH, Pikiranrakyatsumsel – Antrian panjang kendaraan untuk mendapatkan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi menjadi pemandangan di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Kota Prabumulih, Sumatera Selatan, dalam beberapa waktu terakhir.

Di tengah kondisi tersebut, masyarakat menyoroti aktivitas sejumlah kendaraan yang diduga melakukan pengisian BBM subsidi secara berulang dalam satu hari. Salah satu kendaraan yang menjadi perhatian warga adalah sepeda motor jenis Thunder yang disebut telah dimodifikasi untuk menampung BBM dalam jumlah lebih besar.

Warga mempertanyakan mekanisme pengawasan terhadap kendaraan yang diduga kembali masuk ke antrean setelah sebelumnya melakukan pengisian.

“Ini antrean motor Thunder di SPBU hari-hari ramai terus. Kenapa tidak diawasi?” keluh seorang warga yang ditemui saat mengantri di salah satu SPBU di Prabumulih, Senin (7/9/2026).

Berdasarkan pantauan di sejumlah SPBU di wilayah Kecamatan Prabumulih Timur, kendaraan jenis Thunder yang dimaksud terlihat masuk dalam antrian pengisian lebih dari sekali dalam sehari. Kondisi tersebut menjadi perhatian karena terjadi ketika antrean kendaraan masyarakat lainnya cukup panjang.

Fenomena itu kemudian memunculkan pertanyaan mengenai pengawasan distribusi BBM subsidi, khususnya terhadap kendaraan yang melakukan pembelian berulang dengan pola yang dinilai tidak lazim.

Selain persoalan frekuensi pengisian, muncul pula dugaan adanya pembayaran tambahan di luar harga resmi BBM kepada oknum tertentu. Dugaan tersebut masih memerlukan klarifikasi dan pembuktian dari pihak terkait.

“Kalu ngisi sepuluh liter tambahan bayar Rp3.000, kalu ngisi full tank nambah Rp6.000,” kata seorang sumber yang mengaku pernah mencoba mengikuti antrian di salah satu SPBU. Sumber tersebut meminta identitasnya tidak dipublikasikan.

Di sisi lain, pola pengisian berulang terhadap BBM bersubsidi berpotensi mempengaruhi akses masyarakat yang menggunakan BBM sesuai kebutuhan. Jika tidak diawasi secara ketat, kondisi tersebut dikhawatirkan membuka celah penyalahgunaan distribusi BBM subsidi.

“Kalau memang satu kendaraan bisa berkali-kali mengisi dalam sehari, tentu masyarakat bertanya-tanya. Apalagi kalau antriannya panjang seperti sekarang,” ujar warga lainnya.

Masyarakat berharap Pertamina, pemerintah daerah, serta aparat dan instansi terkait melakukan pengawasan terhadap pola pembelian BBM subsidi di SPBU, termasuk memeriksa frekuensi transaksi kendaraan yang diduga melakukan pengisian berulang.

Penguatan sistem pencatatan dan pemantauan transaksi juga dinilai penting untuk mengidentifikasi pola pembelian yang tidak wajar. Dengan demikian, distribusi BBM subsidi diharapkan tetap tepat sasaran dan masyarakat tidak dirugikan akibat praktik yang berpotensi menimbulkan penyalahgunaan.

Hingga berita ini ditulis, belum terdapat keterangan resmi dari pihak pengelola SPBU terkait dugaan pengisian berulang maupun dugaan pembayaran tambahan sebagaimana disampaikan sumber. (dn/tn)

Warga Pangkul Ditemukan Meninggal di Jalur Rel, Diduga Tertabrak Kereta Api di Prabumulih

PRABUMULIH, Pikiranrakyatsumsel – Seorang perempuan berusia 52 tahun ditemukan meninggal dunia di sekitar jalur rel kereta api KM 8, Desa Pangkul, Kecamatan Cambai, Kota Prabumulih, Sumatera Selatan, Senin (7/9/2026).

Korban diketahui bernama Ertasiah, warga Desa Pangkul. Sehari-hari, korban berstatus sebagai ibu rumah tangga dan bekerja sebagai petani karet serta membuat kue yang dititipkan untuk dijual di sejumlah warung.

Korban diduga menjadi korban kecelakaan yang melibatkan kereta api batubara rute Kertapati–Tanjung Enim. Namun, kepolisian masih melakukan penyelidikan untuk memastikan kronologi dan penyebab pasti kejadian.

Informasi mengenai kejadian tersebut pertama kali diterima petugas setelah Pengamanan Objek Vital Kereta Api (Polsuska) M. Runzul Fahmi mendapat laporan dari masinis terkait adanya kejadian di jalur rel wilayah Desa Pangkul.

Menindaklanjuti laporan tersebut, personel Polres Prabumulih bersama Polsek Cambai dan Tim Identifikasi (Inafis) Satreskrim Polres Prabumulih mendatangi lokasi.

Petugas kemudian mengamankan lokasi dan melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Sejumlah langkah dilakukan, mulai dari pemeriksaan kondisi serta posisi korban, pendokumentasian lokasi, pengamanan barang bukti hingga pengumpulan keterangan dari sejumlah saksi.

Identitas korban diketahui melalui kartu tanda penduduk (KTP) yang ditemukan di dalam tas miliknya. Informasi tersebut selanjutnya disampaikan kepada Bhabinkamtibmas Desa Pangkul Bripda Gilang untuk diteruskan kepada Kepala Desa Pangkul Zakaria dan pihak keluarga korban.

Setelah proses penanganan di lokasi selesai, jenazah korban dievakuasi ke RSUD Kota Prabumulih untuk menjalani pemeriksaan medis dan penanganan lebih lanjut sesuai prosedur.

Kapolsek Cambai, IPTU Haryoni Amin, S.H., membenarkan adanya kejadian tersebut. Menurut dia, personel telah melakukan sejumlah langkah kepolisian, termasuk mendatangi TKP, melakukan olah TKP bersama Tim Inafis, mengevakuasi korban, mengamankan barang bukti, serta berkoordinasi dengan pihak keluarga.

Sementara itu, Kasatreskrim Polres Prabumulih AKP Jon Kenedi, S.H., M.Si., mengatakan penyelidikan masih berlangsung untuk memastikan rangkaian peristiwa tersebut.

“Kami masih melakukan penyelidikan untuk memastikan kronologi dan penyebab pasti kejadian. Seluruh tahapan penanganan TKP dan proses identifikasi telah dilakukan sesuai prosedur kepolisian,” ujar Jon Kenedi.

Berdasarkan informasi awal, korban diduga berada di sekitar jalur rel sebelum kemudian tertabrak kereta api batubara rute Kertapati–Tanjung Enim. Meski demikian, kepolisian belum menyimpulkan penyebab pasti kejadian dan masih mendalami keterangan saksi serta sejumlah fakta yang ditemukan di lapangan.

Polres Prabumulih mengimbau masyarakat tidak melakukan aktivitas di jalur rel kereta api. Selain merupakan area yang diperuntukkan bagi perjalanan kereta api, jalur tersebut memiliki risiko keselamatan yang tinggi bagi masyarakat.

Tiga Bulan Diselidiki, Kasus Bongkar Lapak Pedagang Pasar di Prabumulih Akhirnya Terungkap

PRABUMULIH, Pikiranrakyatsumsel – Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Prabumulih mengungkap dugaan tindak pidana pencurian dengan pemberatan yang terjadi di sebuah lapak penjualan di Jalan Jenderal Sudirman, Kelurahan Pasar II, Kecamatan Prabumulih Utara, Kota Prabumulih.

Dalam pengungkapan tersebut, polisi mengamankan seorang pria berinisial SW (29), warga Kelurahan Pasar Prabumulih 1, Kecamatan Prabumulih Utara.

Kasus tersebut bermula dari laporan seorang pedagang bernama Tamzila (41). Peristiwa pencurian dilaporkan terjadi pada Kamis, 21 Mei 2026 sekitar pukul 19.30 WIB, di lapak milik korban yang berada di depan Toko Harmonis.

Akibat kejadian tersebut, korban diperkirakan mengalami kerugian materi sekitar Rp2 juta.

Peristiwa diketahui setelah saksi berinisial DI menghubungi korban dan memberitahukan bahwa lapak miliknya telah mengalami kerusakan. Sejumlah barang dagangan juga dilaporkan hilang.

Berdasarkan hasil penyelidikan, polisi menduga pelaku menjalankan aksinya dengan cara mencongkel meja jualan yang berada di lokasi kejadian.

Menindaklanjuti laporan tersebut, personel Satreskrim Polres Prabumulih melakukan serangkaian penyelidikan hingga memperoleh informasi mengenai keberadaan SW yang diduga berkaitan dengan perkara tersebut.

Pada Jumat, 4 September 2026 sekitar pukul 16.30 WIB, Team URC Tekab 11 Polres Prabumulih mendapatkan informasi mengenai keberadaan SW di wilayah Kelurahan Pasar Prabumulih 1.

Petugas kemudian mendatangi lokasi dan mengamankan SW. Selanjutnya, terduga pelaku dibawa ke Satreskrim Polres Prabumulih untuk menjalani pemeriksaan dan proses hukum lebih lanjut.

Dalam pemeriksaan awal, SW disebut mengakui keterlibatannya dalam dugaan pencurian tersebut. Polisi juga mengamankan sejumlah barang yang disebut berkaitan dengan perkara, yakni satu buah terpal berwarna biru dan satu bungkus kue kacang.

Kasat Reskrim Polres Prabumulih AKP Jhon Kenedy membenarkan penangkapan tersebut.

“Benar, personel Sat Reskrim Polres Prabumulih melalui Team URC Tekab 11 telah mengamankan seorang terduga pelaku terkait perkara dugaan pencurian dengan pemberatan. Saat ini yang bersangkutan beserta barang bukti telah diamankan untuk menjalani proses hukum lebih lanjut,” kata Jhon Kenedy.

Dalam perkara ini, penyidik menerapkan sangkaan Pasal 477 KUHP terkait dugaan tindak pidana pencurian dengan pemberatan.

Polres Prabumulih menyatakan proses hukum terhadap SW akan dilakukan sesuai prosedur dan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

SW hingga kini berstatus sebagai terduga pelaku dan memiliki hak untuk menjalani proses hukum sesuai ketentuan yang berlaku. (Ril/dn)

Angin Puting Beliung Terjang Cambai Prabumulih, Satu Rumah Rusak Satu Korban Luka

PRABUMULIH, Pikiranrakyatsumsel – Satu unit rumah warga di kawasan Perumahan Griya Pesona Al-Fatih Kelurahan Cambai Kecamatan Cambai, Kota Prabumulih, dilanda bencana angin puting beliung. 

Satu warga bernama Mi’a (68) menjadi korban mengalaki luka robek di kepala akibat tertimpa material bangunan rumah dan dilarikan ke RSUD Prabumulih. (Foto: ist/PRsumsel)

Peristiwa yang terjadi pada Sabtu (5/9/2026) sekitar pukul 12.45 WIB itu tidak menimbulkan korban jiwa. Namun, seorang ibu berusia 68 yakni Mi’a dilaporkan mengalami luka ringan akibat tertimpa material bangunan.

Mengetahui adanya kejadian itu, gerak cepat Lurah Cambai, Yuniarti Wulandari SH beserta RT dan RW langsung turun ke lokasi kejadian dan segera mengevakuasi korban yang mengalami luka robek dibagian kepala dengan melarikannya ke RSUD Kota Prabumulih.

Lurah Cambai, Yuniarti Wulandari SH membenarkan adanya peristiwa tersebut. Menurutnya, akibat angin puting beliung terjadi menerjang wilayah Cambai Kota Prabumulih, satu rumah mengalami kerusakan.

“Tidak ada korban jiwa. Hanya satu korban ibu Mi’a berusia sekitar 68 tahun tertimpa batu akibat angin puting beliung. Sekarang posisi di rumah sakit umum di UGD,” ujar Yuniarti kepada media ini, Sabtu (5/9/2026).

Ia menjelaskan, rumah warga yang terdampak bencana puting beliung tersebut di satu lokasi, yakni Griya Pesona Al-Fatih Kelurahan Cambai Kecamatan Cambai, Kota Prabumulih.

“Kejadian ba’da sholat dzuhur tadi. Kerusakan rumah warga itu pada bagian atap,” jelasnya.

Yuniarti Wulandari mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana serupa, mengingat saat ini tengah memasuki masa peralihan dari musim kering ke musim hujan yang rawan cuaca ekstrem.

“Kami mengimbau warga untuk memangkas dahan pohon yang berpotensi tumbang di sekitar rumah,” katanya.

Ia juga mengingatkan warga yang sedang beraktivitas di luar rumah agar segera menepi jika terjadi angin kencang. Selain itu, menggunakan masker akibat kabut asap masih menyelimuti wilayah kota Prabumulih.

“Karena kabut asap juga masih, kami juga imbau warga untuk tetap memakai masker. Biasanya daerah yang terbuka tanpa penghalang, angin langsung menghantam rumah warga,” tandasnya. (dn)

Tidak Ada Lagi Postingan yang Tersedia.

Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.