Dorong Standar Gizi Terpenuhi, Dinkes Prabumulih Anjurkan Ikan Gabus sebagai Olahan Menu MBG

PRABUMULIH, Pikiranrakyatsumsel – Beranda platform di sejumlah media sosial khususnya di Kota Prabumulih, Sumatera Selatan (Sumsel) belakangan ini dipenuhi postingan menu Makan Bergizi Gratis (MBG) yang disebut-sebut tak sesuai gizi dan dianggap warganet tidak layak.

Menanggapi hal itu, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Prabumulih, siap memastikan setiap menu yang disajikan pada program Makanan Bergizi Gratis (MBG) selama bulan Ramadhan 1447 H telah memenuhi standar kecukupan gizi sesuai dengan sasaran atau kategori penerima.

“Iya tentu protein hewani sangat berguna untuk peningkatan visi bagi anak-anak kita,” kata Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kota Prabumulih, Djoko Listyano, SKM MSi diwawancarai awak media di Kantor Pemerintah Kota (Pemkot) Prabumulih, Jumat (27/2/2026).

Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kota Prabumulih, Djoko Listyano, SKM MSi (Foto: Ist/PRsumsel)

Program MBG merupakan salah satu prioritas Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka dalam upaya mewujudkan visi Indonesia Emas 2045. Tujuan utamanya, kata dia adalah untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia, serta menekan angka stunting melalui perbaikan gizi anak.

Menurut Djoko, peran Dinkes Prabumulih dalam Program MBG ini utamanya untuk memastikan gizi dari menu makanan yang disajikan sudah sesuai dengan standar kecukupan gizi.

“Peran Dinkes sendiri dalam program MBG ini utamanya berkaitan dengan gizi, seperti pengukuran status gizi yang sesuai dan menentukan menu yang sesuai dengan status gizi,” ujarnya.

Disebutkan Djoko, bahwa angka kecukupan gizi bagi setiap sasaran berbeda-beda berdasarkan usia maupun kondisi penerima, baik itu untuk balita, ibu hamil, hingga pelajar sesuai jenjang pendidikan.

Dalam hal ini, Dinkes Prabumulih juga menekankan pentingnya pengelola MBG untuk menyajikan menu olahan sesuai standar keamanan pangan dan gizi seimbang. Bahan pangan yang digunakan pun, lanjutnya utamakan bahan pangan lokal untuk menjaga kualitas dan menyesuaikan dengan biaya yang dikeluarkan.

“Memang ada standar khusus penentuannya, dan disinilah peran petugas ataupun ahli gizi dibutuhkan,” terang Djoko seraya menyatakan hal tersebut bertujuan untuk memastikan makanan aman, higienis, dan memenuhi kebutuhan nutrisi sasaran.

Disamping itu, Djoko pun menyampaikan satu hal yang perlu diketahui masyarakat khususnya warga Prabumulih, agar menghindari kesalahpahaman nantinya yakni menu untuk Program MBG ini mengacu pada standar kecukupan gizi bukan menu.

“Nah terkait menu olahan seperti olahan ikan, kami juga menginginkan agar pengelola dapur MBG untuk mencari ikan-ikan yang segar dan dikelola menjadi makanan yang kaya protein dan gizi,” imbuhnya.

“Makanan-makanan olahan yang sehat seperti tekwan atau semacam siomay dan lainnya bisa menggunakan ikan-ikan gabus yang memang nilai standar gizi dan proteinnya tinggi,” tandasnya. (dn)

banner 400x130

PT Tanjungenim Lestari Pulp and Paper Bangun Sumur Bor dan Laksanakan Bedah Rumah

MUARA ENIM, Pikiranrakyatsumsel – Sebagai wujud kepedulian terhadap masyarakat di sekitar perusahaan, PT Tanjungenim Lestari Pulp and Paper (PT TeL) kembali menunjukkan komitmennya melalui pelaksanaan program Corporate Social Responsibility (CSR) berupa pembangunan sumur bor dan program bedah rumah bagi masyarakat di sekitar wilayah operasional perusahaan.

Program ini merupakan bagian dari bentuk tanggung jawab sosial perusahaan dalam mendukung peningkatan kualitas masyarakat, khususnya dalam pemenuhan kebutuhan dasar yaitu air bersih dan rumah layak huni bagi masyarakat yang sangat membutuhkannya.

Penyerahan bantuan secara simbolis dilaksanakan pada hari Selasa, 20 Januari 2026, yang dihadiri langsung oleh perwakilan manajemen PT TeL, Pemerintah Desa setempat dan para penerima manfaat yang dipusatkan di Desa Dalam.

Pembangunan sumur bor dilaksanakan di tujuh titik yang berada di enam desa, yakni Desa Dalam, Desa Banuayu, Desa Kuripan, Desa Baturaja, Desa Dangku, dan Desa Siku. Program ini bertujuan untuk meningkatkan akses masyarakat terhadap air bersih yang layak dan berkelanjutan, terutama bagi warga yang selama ini mengalami keterbatasan sumber air, khususnya pada musim kemarau.

Sementara itu, program bedah rumah merupakan bagian dari bentuk dukungan terhadap Pemerintahan kabupaten Muara enim yang diperuntukkan bagi masyarakat kurang mampu di tiga desa, yaitu Desa Dalam, Desa Banuayu, dan Desa Kuripan. Program ini difokuskan pada perbaikan rumah tidak layak huni yang meliputi antara lain perbaikan atap, dinding, jendela, pintu, lantai, serta bagian rumah lainnya agar menjadi lebih aman, sehat, dan nyaman.

Dalam sambutan yang disampaikan oleh Bpk. Mochamad Amrodji selaku Direktur PT TeL, disampaikan bahwa fasilitas yang telah dibangun agar dapat dimanfaatkan dan dirawat dengan sebaik-baiknya demi keberlanjutan manfaat bagi masyarakat.

“Melalui program ini, PT TeL berharap bantuan yang diberikan dapat memberikan manfaat langsung dan berkontribusi dalam meningkatkan kesejahteraan warga di sekitar perusahaan. Selain itu, pelaksanaan program CSR ini juga diharapkan dapat memperkuat hubungan harmonis antara perusahaan dan masyarakat.” Pungkas Amrodji menutup kata sambutannya. (CSD-21Jan26)

PT Tanjung Enim Lestari Pulp and Paper Bangun Sumur Bor dan Bedah Rumah untuk Warga Sekitar Wilayah Kerja

MUARA ENIM, Pikiranrakyatsumsel — PT Tanjungenim Lestari Pulp and Paper (PT TeL) kembali menegaskan komitmennya terhadap pemberdayaan masyarakat melalui program Corporate Social Responsibility (CSR). Kali ini, perusahaan merealisasikan pembangunan sumur bor dan program bedah rumah bagi warga di sekitar wilayah operasionalnya.

Program tersebut difokuskan pada pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat, khususnya akses air bersih dan hunian layak. Penyerahan bantuan secara simbolis dilaksanakan pada Selasa (20/1/2026) dan dipusatkan di Desa Dalam. Kegiatan ini dihadiri perwakilan manajemen PT TeL, pemerintah desa setempat, serta masyarakat penerima manfaat.

Dalam program penyediaan air bersih, PT TeL membangun sumur bor di tujuh titik yang tersebar di enam desa, yakni Desa Dalam, Banuayu, Kuripan, Baturaja, Dangku, dan Siku. Pembangunan sumur bor ini diharapkan menjadi solusi jangka panjang atas keterbatasan akses air bersih yang selama ini dirasakan warga, terutama saat musim kemarau.

Sementara itu, program bedah rumah dilaksanakan sebagai bentuk dukungan PT TeL terhadap Pemerintah Kabupaten Muara Enim dalam upaya mengurangi jumlah rumah tidak layak huni.

Program ini menyasar masyarakat kurang mampu di tiga desa, yakni Desa Dalam, Banuayu, dan Kuripan. Perbaikan meliputi atap, dinding, lantai, pintu, jendela, serta bagian rumah lainnya agar hunian menjadi lebih aman, sehat, dan nyaman.

Direktur PT TeL, Mochamad Amrodji, dalam sambutannya menegaskan pentingnya keberlanjutan manfaat dari program CSR yang telah direalisasikan. Ia mengajak masyarakat untuk menjaga dan merawat fasilitas yang telah dibangun agar dapat dimanfaatkan dalam jangka panjang.

“Melalui program ini, PT TeL berharap bantuan yang diberikan dapat dirasakan langsung manfaatnya dan berkontribusi pada peningkatan kesejahteraan warga di sekitar perusahaan. Kami juga berharap program CSR ini dapat semakin memperkuat hubungan yang harmonis antara perusahaan dan masyarakat,” ujar Amrodji.

Melalui pelaksanaan CSR yang menyentuh kebutuhan dasar warga, PT TeL menegaskan perannya tidak hanya sebagai entitas bisnis, tetapi juga sebagai mitra pembangunan sosial di Kabupaten Muara Enim. (*)

PT TeL Bantu Perbaikan Jembatan Gantung Desa Kuripan Selatan sekaligus Serahkan Bantuan Perikanan Desa Banuayu dan Baturaja

MUARA ENIM, Pikiranrakyatsumsel –
Sebagian desa yang berada di sekitar operasional PT Tanjungenim Lestari Pulp and Paper (PT TeL) berada di aliran Sungai Lematang. Bagi desa-desa yang dilalui oleh Sungai Lematang, jembatan gantung menjadi salah satu akses transportasi alternatif bagi warga desa menuju desa lainnya. Akses infrastruktur ini sangat penting bagi masyarakat setempat untuk menuju sekolah atau tempat bekerja. Demikian juga dengan jembatan gantung yang ada di Desa Kuripan Selatan. Dengan adanya jembatan gantung ini, warga dapat mengakses desa lainnya dengan lebh cepat, dan dapat digunakan oleh pejalan kaki maupun pengguna sepeda motor. Namun, infrastruktur di Desa Kuripan Selatan ini dirasakan masih kurang aman, dikarenakan di sisi kiri kanan jembatan gantung tidak ada kawat pengaman.

PT TeL Bantu Perbaikan Jembatan Gantung Desa Kuripan Selatan sekaligus Serahkan Bantuan Perikanan Desa Banuayu dan Baturaja (Foto: ist/PRaumsel)

Mengingat pentingnya jembatan gantung ini sebagai akses transportasi masyarakat desa dan untuk keamanan pengguna akses jembatan gantung, PT TeL yang berkomitmen membangun hubungan baik dengan masyarakat setempat melalui program CSR, kali ini menyalurkan bantuan berupa kawat harmonica sepanjang 280 meter untuk dinding pagar Jembatan Gantung Desa Kuripan Selatan, Kecamatan Empat Petulai Dangku, Kabupaten Muara Enim pada 17 Oktober 2025.

Bantuan tersebut diserahkan langsung oleh tim CSR PT TeL dan diterima oleh Kepala Desa Kuripan Selatan, Insahri, di halaman kantor desa setempat. Kades Insahri menyampaikan rasa syukur dan apresiasi yang tinggi kepada PT TeL atas kepedulian dan dukunganya terhadap kebutuhan masyarakat desa. Menurutnya, keadaan pagar kawat di sisi jembatan sangat penting untuk menjaga keselamatan warga, terutama anak-anak dan pelajar yang setiap hari menggunakan akses tersebut.

Selain bantuan di bidang infrastruktur, CSR PT TeL juga menyerahkan bantuan untuk pengembangan kelompok perikanan Husnul Ahlaq di Desa Banuayu berupa bibit ikan patin sebanyak 5000 ekor, dan waring. Bantuan juga diberikan kepada kelompok perikanan Batra An-nur di Desa Baturaja, berupa semen, batu bata dan pasir untuk pembuatan kolam ikan.

Melalui bantuan ini, PT TeL kembali menegaskan komitmennya untuk mendukung pengembangan dan pemberdayaan ekonomi di desa sekitar, dengan berkontribusi nyata dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat di sekitar wilayah operasional pabrik. Dengan adanya bantuan CSR ini, diharapkan dapat mengembangkan kegiatan UMKM bidang perikanan di desa sekitar. (*)

PT TeL Dorong Desa Gerinam dan Kasih Dewa Jadi Sentra Jumputan

MUARA ENIM, Pikiranrakyatsumsel – Kain jumputan, warisan budaya Sumatera Selatan yang khas dengan corak ikat dan warna-warna berani, kini mendapat ruang baru untuk berkembang. Melalui program CSR, PT Tanjungenim Lestari Pulp and Paper (TeL) menggelar Pelatihan Jumputan bagi warga Desa Gerinam dan Kasih Dewa pada 16–17 September 2025 di Gedung Learning Center TeL.

Tidak sekadar pelatihan teknis, kegiatan ini menanamkan semangat untuk menjadikan jumputan sebagai peluang ekonomi baru di desa. Peserta yang mayoritas ibu-ibu tampak antusias mengikuti tahapan demi tahapan: dari membuat pola, menjahit, mengikat, melipat, mewarnai hingga proses pengeringan kain. Di akhir sesi, mereka tersenyum bangga melihat hasil karya pertama mereka.

“Awalnya agak sulit, tapi ternyata seru sekali. Rasanya bangga bisa menghasilkan kain buatan sendiri,” ungkap salah satu peserta.

Yang menarik, pelatihan ini difasilitasi oleh Persatuan Istri Karyawan (PIK) TeL. Mereka sebelumnya sudah lebih dulu belajar jumputan pada Mei 2024, kini turun tangan membagikan ilmu kepada ibu-ibu PKK dan warga desa. Pola berbagi pengetahuan ini diharapkan menciptakan kesinambungan, sehingga produksi jumputan tidak berhenti hanya pada pelatihan, tetapi berkembang di masyarakat.

Staf CSR PT TeL menjelaskan, permintaan terhadap kain jumputan belakangan meningkat, bahkan tamu-tamu dari Jepang yang berkunjung ke perusahaan kerap tertarik dan membeli kain jumputan sebagai buah tangan.

“Inilah yang jadi motivasi kami. Harapannya, desa-desa sekitar TeL bisa mengembangkan produksi jumputan sehingga tidak hanya melestarikan budaya, tapi juga meningkatkan penghasilan keluarga,” ujarnya.

Upaya PT TeL ini melengkapi langkah Kabupaten Muara Enim yang sebelumnya telah melaunching batik khas daerah pada Mei 2025 lalu. Kini, melalui pelatihan jumputan, muncul peluang untuk menjadikan Gerinam dan Kasih Dewa sebagai embrio “Kampung Jumputan”.

“Kami ingin ilmu yang didapat ibu-ibu desa bisa terus ditularkan. Kalau berkelanjutan, bukan tidak mungkin akan lahir sentra jumputan yang dikenal sampai mancanegara,” tambah perwakilan CSR PT TeL.

Pelatihan berakhir dengan harapan besar: jumputan bukan hanya sebatas kain tradisi, tapi juga menjadi jalan baru bagi desa-desa sekitar PT TeL untuk tumbuh secara ekonomi. Dari ikatan-ikatan benang kecil, lahirlah simpul-simpul pemberdayaan yang lebih besar. (*)

Edukasi Siswa, PT TeL Gelar Program Relawan Kebersihan

MUARA ENIM, Pikiranrakyatsumsel – PT Tanjungenim Lestari Pulp and Paper (PT TeL) terus menunjukkan komitmennya dalam menjaga kelestarian lingkungan sekaligus menanamkan kepedulian sejak dini kepada generasi muda. Melalui program rutin Cleaning Volunteer atau Relawan Kebersihan, PT TEL kembali hadir di tengah siswa sekolah dasar sekitar wilayah operasional perusahaan.

Kali ini, kegiatan dilaksanakan di SDN 4 Empat Petulai Dangku (EPD) Desa Pangkalan Babat, pada Selasa (26/8/2025). Program ini merupakan agenda bulanan CSR PT TeL yang menyasar sekolah-sekolah di desa-desa sekitar kawasan pabrik.

Acara dimulai pukul 09.00 WIB dengan penuh antusias. Setiba di sekolah, tim karyawan PT TeL bersama guru YPTEL, pemerintah Desa Pangkalan Babat, murid, serta guru SDN 4 EPD langsung turun ke lapangan memungut sampah plastik di area sekolah.

Para siswa dibagi ke dalam beberapa kelompok kecil, masing-masing terdiri dari tiga orang. Untuk menambah semangat, panitia menyiapkan hadiah bagi tim yang berhasil mengumpulkan sampah plastik terbanyak. Hasilnya, terkumput sekitar 10 kantong trash bag berukuran 50 liter, atau setara dengan 500 liter sampah plastik, yang kemudian dibawa ke PT TeL untuk dikelola lebih lanjut.

Selain aksi bersih-bersih, kegiatan juga diisi dengan edukasi lingkungan. Tim CSR PT TEL menayangkan video pendek berjudul Si Duling (Siswa Peduli Lingkungan), yang mengangkat bahaya sampah plastik dan pentingnya memilah sampah sesuai kategorinya. Setelah pemutaran video, siswa diajak berdialog interaktif. Mereka yang berhasil menjawab pertanyaan dengan benar mendapatkan souvenir menarik.

Kepala Desa Pangkalan Babat, Yudi Susanto, yang hadir bersama Kepala Sekolah SDN 4 EPD, Nurhani, menyampaikan apresiasinya.

“Kami berharap anak-anak bisa mempraktikkan ilmu pemilahan sampah dalam kehidupan sehari-hari. Edukasi seperti ini sangat bermanfaat bagi generasi muda,” ujarnya.

Sementara itu, perwakilan CSR PT TeL menegaskan bahwa program ini merupakan bagian dari upaya menanamkan budaya kebersihan sebagaimana yang telah lama diterapkan di PT TeL. Sebagai perusahaan Jepang, PT Tel menjunjung tinggi budaya 3S: Seiri (Ringkas), Seiton (Rapi), dan Seiso (Resik). Setiap hari, sebelum memulai aktivitas, seluruh karyawan diwajibkan membersihkan ruang kerja masing-masing.

“Kami ingin membagikan kebiasaan baik ini kepada siswa. Harapannya, sejak dini mereka terbiasa menjaga kebersihan, mulai dari diri sendiri hingga lingkungan sekitarnya,” terang tim CSR PT TeL. (*)

TRAVOLB A dan BMS Angkat Tropi Juara Kades Cup 2025 Desa Lubuk Raman

MUARA ENIM, Pikiranrakyatsumsel – Sorak-sorai penonton pecah saat smes keras dari Aji, pemain andalan TRAVOLB A Desa Lubuk Raman, menutup set keempat. Pertandingan final Kades Cup 2025 kategori putra itu menjadi saksi lahirnya juara baru, setelah TRAVOLB A menundukkan Tunas Baru Desa Manunggal Makmur dalam laga alot empat set, Minggu (28/9).

Sementara di sektor putri, drama tak kalah sengit tersaji. Tim BMS asal Prabumulih sukses meredam perlawanan sengit Sang Penjelajah dari Karang Endah. Roro Wulandari tampil menonjol, meski akhirnya harus puas membawa timnya di posisi runner-up.

Turnamen yang digelar sejak 10 September ini merupakan kerja sama PT Tanjungenim Lestari Pulp and Paper (TeLPP) dengan Karang Taruna Desa Lubuk Raman. Ribuan pasang mata menyaksikan laga pamungkas di lapangan desa, termasuk Wakil Bupati Muara Enim, Ir. Hj. Sumarni, M.Si., yang juga putri daerah Lubuk Raman.

“Turnamen ini bukan sekadar adu bakat olahraga, tapi juga jadi ruang silaturahmi dan penggerak ekonomi desa. Saya lihat sendiri masyarakat ramai membuka lapak dan UMKM ikut menggeliat,” ujar Wabup dalam sambutannya.

Penyerahan tropi dan uang pembinaan dilakukan langsung oleh Wabup, didampingi tim CSR PT TeLPP, unsur Muspika Rambang Niru, serta kepala desa sekitar. Kepala Desa Lubuk Raman, Henkri Triansyah, menyebut dukungan perusahaan menjadi kunci sukses terselenggaranya event hingga final.

“Alhamdulillah turnamen berjalan tertib dan lancar. Harapan kami, kolaborasi seperti ini terus terjalin untuk program pembangunan maupun kegiatan pemuda di masa depan,” ucap Henkri.

Kategori Putra

Juara 1: TRAVOLB A (Lubuk Raman)

Juara 2: Tunas Baru (Manunggal Makmur)

Juara 3: Bapor (Pertamina)

Kategori Putri

Juara 1: BMS (Prabumulih)

Juara 2: Sang Penjelajah (Karang Endah)

Juara 3: Rillo (Prabumulih)

Selain juara tim, panitia juga memberikan penghargaan Pemain Terbaik kepada Aji (TRAVOLB A) dan Roro Wulandari (Sang Penjelajah).

PT TeL Raih Penghargaan PWK Predikat Emas

JAKARTA, Pikiranrakyatsumsel – Kementrian Kehutanan memberikan Penghargaan Prima Wana Mitra (PWM) dan Prima Wana Karya (PWK) tahun 2025 sebagai bagian Penghargaan Wana Lestari kategori PBPHH sebagaimana Permen LHK 15/2024.

PT Tanjungenim Lestari Pulp and Paper (PT TeL) menerima penghargaan Prima Wana Karya (PWK) 2025 peringkat Emas, untuk kategori Bahan Baku Kayu Tanaman pada 15 Agustus 2025, di Auditorium Dr. Soejarwo, Gedung Manggala Wanabakti, dalam rangkaian Temu Teladan Wana Lestari Tingkat Nasional 2025 di Jakarta.

Penghargaan ini diterima oleh Direktur HR&CA PT TeL, Mochamad Amrodji, dan diserahkan langsung oleh Menteri Kehutanan, Raja Juli Antoni didampingi Wakil Menteri Kehutanan, Sulaiman Umar. Dari PT TeL selain Direktur HR&CA, Arjuna F Duha (Manager CWD) Dan M.Nur Sulaiman (LPD) turut hadir dalam penyerahan penghargaan tersebut.

Penghargaan PWK diberikan kepada Pelaku Usaha Pengolahan Hasil Hutan (PBPHH) yang menunjukkan kinerja unggul dalam legalitas, keterlacakan bahan baku, dan kepatuhan pelaporan, sekaligus berkontribusi pada penguatan industri kehutanan nasional.

Berikut penerima penghargaan PWK dan PWM berdasarkan kategorinya:

Prima Wana Karya (PWK) 2025 – Kategori Bahan Baku Kayu Tanaman

PBPHH dengan kinerja produksi >60% kapasitas izin, ber-SVLK, bahan baku mayoritas kayu tanaman berkelanjutan, sumber bahan baku kontinyu dan inovatif.

1. PT Tanjungenim Lestari Pulp and Paper

2. PT Toba Pulp Lestari Tbk

3. PT Lontar Papyrus Pulp and Paper Industry

Prima Wana Karya (PWK) 2025 – Kategori Bahan Baku Alam

PBPHH dengan kinerja produksi >80% kapasitas izin, ber-SVLK, bahan baku mayoritas kayu alam berkelanjutan, sumber bahan baku kontinyu, dan inovatif.

1. PT Sumber Mas Idah Plywood

2. PT Sinar Wijaya Plywood Industri

3. PT Sarana Borneo Industri

Prima Wana Mitra (PWM) 2025

PBPHH dengan kinerja produksi >60% kapasitas izin, ber-SVLK, bermitra dengan masyarakat melalui pembagian bibit, pembinaan, pemasaran hasil produksi, pembiayaan sertifikasi, serta inovasi teknologi/produk:

1. PT Sumber Graha Sejahtera Cabang Jombang

2. PT Xylo Indah Pratama

3. PT Sumber Graha Sejahtera Cabang Semarang

Melalui penghargaan ini, PT TeL akan terus berkomitmen tinggi untuk meningkatkan praktik terbaiknya, menjaga keberlanjutan dan aktif berkolaborasi bersama masyarakat dengan mengedepankan prinsip saling menghargai dan mengutamakan kepentingan bersama.(*)

PLN Tuntaskan Sambungan Listrik 10,38 MVA untuk PT Tanjung Enim Lestari, Dorong Green Enegy di Sumsel

MUARA ENIM, Pikiranrakyatsumsel – PLN Unit Induk Distribusi Sumatera Selatan, Jambi, dan Bengkulu (UID S2JB) kembali membuktikan komitmennya dalam mendorong pertumbuhan industri nasional berkelanjutan dengan menuntaskan sambungan listrik berkapasitas besar, 10,38 MVA, untuk PT Tanjung Enim Lestari Pulp and Paper (PT TEL), salah satu produsen pulp terkemuka di Indonesia.

Penyambungan daya tegangan menengah ini dilakukan melalui PLN Unit Layanan Pelanggan (ULP) Pendopo di bawah koordinasi PLN Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Lubuklinggau (29/07). Langkah ini menjadi tonggak penting dalam mendukung efisiensi energi dan transformasi industri menuju praktik operasional yang lebih ramah lingkungan.

Keputusan PT TEL untuk bermigrasi dari pembangkit listrik mandiri (captive power) ke pasokan PLN bukan hanya bersifat strategis, namun juga ekonomis. Dengan beralih ke listrik PLN, perusahaan diproyeksikan dapat menghemat biaya operasional hingga Rp6,3 miliar per tahun, sekaligus meningkatkan keandalan pasokan energi untuk mendukung proses produksi 24 jam non-stop.

“Penyambungan ini bukan sekadar angka 10,38 MVA. Ini adalah simbol transformasi besar—dari energi berbasis fosil menuju pasokan yang lebih efisien dan andal. PLN siap menjadi mitra strategis industri nasional dalam mendorong efisiensi dan green energy” ujar Moch. Julnansyah Nugroho, Manager PLN UP3 Lubuklinggau.

Penyambungan daya ini menjadi bagian dari program nasional Capaian Usaha Akuisisi Nasional, yang menitikberatkan pada efisiensi biaya, peningkatan keandalan sistem, serta penguatan sinergi lintas sektor.

Direktur PT Tanjung Enim Lestari, Keita Katayama, menyampaikan apresiasi atas kolaborasi dan pelayanan PLN yang cepat dan profesional.

“Dalam industri kami, stabilitas suplai energi adalah mutlak. PLN telah menunjukkan fleksibilitas, ketepatan waktu, dan komitmen tinggi. Ini akan meningkatkan efisiensi operasional dan menurunkan emisi karbon kami. Terima kasih kepada seluruh tim PLN—Arigatou gozaimasu,” ungkapnya.

Wira Bhakti Dharma, Senior Manager Niaga dan Manajemen Pelanggan PLN UID S2JB, menambahkan bahwa penyambungan ini menjadi bukti nyata PLN dalam mendukung transisi energi bersih.

“Kami berkomitmen mendukung industri nasional untuk beralih ke sumber energi yang lebih ramah lingkungan. Selain keandalan, nilai tambah lainnya adalah efisiensi jangka panjang dan pengurangan jejak karbon,” tegasnya.

Secara terpisah, General Manager PLN UID S2JB, Adhi Herlambang, menekankan bahwa langkah ini mencerminkan arah baru industri nasional yang berpihak pada keberlanjutan dan efisiensi.

“Kami bangga bisa menjadi bagian dari transformasi ini. PLN hadir bukan hanya sebagai penyedia listrik, tapi juga sebagai mitra kemajuan industri. Kolaborasi dengan PT TEL membuktikan bahwa penyediaan energi andal dan bersih mampu menciptakan nilai tambah ekonomi bagi pelaku industri” ujar Adhi.

Penyalaan ini menjadi langkah penting PLN dalam memperluas layanan ke segmen industri besar, sekaligus memperkuat peran strategis perusahaan dalam menjaga ketahanan energi nasional yang berkelanjutan. (*)

Video Kelemahan dan Kelebihan All New Terios

Daihatsu Terios pertama kali terjun ke pasar Tanah Air 2006 silam. Setelah berumur 10 tahun lebih, PT Astra Daihatsu Motor (ADM) sadar kalau persaingan mulai ketat, maka PT ADM meluncurkan model terbarunya pada November 2017 lalu dengan ubahan yang signifikan.

Menariknya meskipun eksterior, interior berubah total dan berbagai fitur canggih sudah tertanam pada All New Terios harga jualnya masih sama dengan versi sebelumnya. Seperti diketahui, Terios baru ini sudah dibekali fitur smart keyless, vehicle stability control, around view monitor, dan Hill Start Assist.

Sementara untuk dapur pacunya, Terios baru ini juga memiliki mesin baru yang sama dengan mesin Toyota Avanza yakni, 2NR-VE berkapasitas 1.500 cc yang dapat menyemburkan tenaga 104 daya kuda dan torsi 135 newton meter, dengan pilihan transmisi matik konvensional 4-percepatan dan manual 5-percepatan.

Tidak Ada Lagi Postingan yang Tersedia.

Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.