Kasus Dugaan Pelecehan Seksual Oknum Direktur Petro Prabu bikin Geram DPRD Prabumulih, Minta Pelaku Dihukum Berat

PRABUMULIH, Pikiranrakyatsumsel – Kasus dugaan pelecehan seksual yang dilakukan oknum Direktur Petro Prabu inisial RJ terhadap sejumlah korban, dua diantaranya siswi magang menuai kecaman keras dari DPRD Kota Prabumulih. Perkara tersebut memicu keprihatinan mendalam dari para wakil rakyat.

Kasus Dugaan Pelecehan Seksual Oknum Direktur Petro Prabu bikin Geram DPRD Prabumulih, Minta Pelaku Dihukum Berat (ilustrasi/prsumsel)

Ketua DPRD Prabumulih, Deni Victoria, SH MSi menilai dugaan pelecehan seksual oleh oknum Direktur Petro Prabu terhadap karyawati bahkan siswi magang yang tak lain anak masih dibawah umur merupakan tindakan yang tidak bisa ditoleransi.

“Terkait dugaan kasus pencabulan ini, kita tetap mengedepankan asas praduga tak bersalah. Kita serahkan sepenuhnya kepada pihak penyidik untuk bekerja secara profesional dalam mengungkap dan mencari kejelasan atas permasalahan tersebut,” kata Deni usai Rapat Paripurna membahas Raperda di Gedung DPRD Prabumulih, Senin (2/3/2026).

Ia menegaskan, DPRD mendorong aparat penegak hukum agar memproses kasus tersebut secara tegas sesuai aturan hukum yang berlaku.

Menurutnya, pelaku harus mendapatkan hukuman maksimal agar memberikan efek jera. Informasinya, sambung dia, laporan terkait perkara ini memang sudah ada dan sedang diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku di PPA Polres Prabumulih.

“Apabila nantinya terbukti bahwa yang bersangkutan benar melakukan tindak pencabulan, terlebih jika korbannya adalah anak di bawah umur, maka tentu harus ada konsekuensi hukum yang tegas,” bebernya.

Meski demikian, Ketua DPC Partai Demokrat Prabumulih ini menyebut bahwa proses hukum tetap harus berjalan sesuai mekanisme negara hukum, termasuk pembuktian dan dasar putusan yang sah.

“Bahkan, menurut kami, hukuman tersebut seharusnya lebih berat dari ketentuan umum yang berlaku, mengingat yang bersangkutan merupakan seorang pejabat yang semestinya menjadi teladan bagi masyarakat,” tegas Deni seraya menambahkan pihaknya sangat menghormati proses hukum yang berjalan dan menunggu hasil penyidikan secara objektif dan transparan. (dn)

banner 400x130

Pemkot Prabumulih Siap Dukung Suksesnya Sensus Ekonomi 2026

PRABUMULIH, Pikiranrakyatsumsel – Wali Kota Prabumulih, H Arlan yang diwakili oleh Sekretaris Daerah Kota Prabumulih, H Elman, S.T., M.M., menghadiri Rapat Sosialisasi Sensus Ekonomi Tahun 2026 yang digelar di Ruang Rapat Lantai 1 Pemerintah Kota Prabumulih, Selasa (3/3/2026).

Kegiatan ini dilaksanakan sebagai bentuk persiapan dan koordinasi dalam menyukseskan pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 yang akan dilakukan oleh Badan Pusat Statistik (BPS).

Dalam kesempatan tersebut, Sekda H Elman menyampaikan pentingnya dukungan seluruh jajaran pemerintah daerah dalam membantu kelancaran pendataan.

Menurut dia, data ekonomi yang akurat dan komprehensif sangat dibutuhkan sebagai dasar penyusunan kebijakan pembangunan daerah.

“Sensus Ekonomi ini menjadi momentum penting untuk memperoleh gambaran menyeluruh terkait kondisi dan potensi ekonomi di Kota Prabumulih. Oleh karena itu, diperlukan dukungan penuh dari seluruh OPD, camat, lurah hingga kepala desa,” imbuhnya.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kepala BPS Kota Prabumulih, seluruh Kepala OPD di lingkungan Pemerintah Kota Prabumulih, seluruh bagian Setda, camat se-Kota Prabumulih, lurah se-Kota Prabumulih, serta kepala desa se-Kota Prabumulih.

Melalui sosialisasi ini, diharapkan terbangun sinergi antara pemerintah daerah dan BPS guna memastikan pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 berjalan lancar, akurat dan tepat waktu, sehingga hasilnya dapat dimanfaatkan untuk perencanaan pembangunan yang lebih efektif dan berkelanjutan. (*)

Ungkap Kasus Pencurian dengan Pemberatan, Dua Pelaku Diamankan Tim WESTER 838

PRABUMULIH, Pikiranrakyatsumsel – Tim Wester 838 Polsek Prabumulih Barat, jajaran Polres Prabumulih, berhasil mengungkap kasus tindak pidana pencurian dengan pemberatan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 477 KUHPidana. Pengungkapan tersebut berdasarkan Laporan Polisi Nomor: LP/B/21/III/2026/SPKT/Polsek Prabumulih Barat/Res Prabumulih/Polda Sumsel tertanggal 1 Maret 2026.

Peristiwa pencurian itu terjadi pada Sabtu, 28 Februari 2026 sekitar pukul 16.45 WIB, di Jalan Letkol Munandar, Kelurahan Pasar II, Kecamatan Prabumulih Utara, Kota Prabumulih. Korban diketahui bernama David Taslim (65), seorang wiraswasta yang berdomisili di Cengkareng, Jakarta Barat.

Dalam kronologis kejadian, pelaku diduga masuk ke rumah kontrakan milik korban dengan cara membongkar atap genteng. Setelah berhasil masuk, pelaku mengambil sejumlah barang berharga, di antaranya satu unit AC 1/2 PK merk Sharp, satu unit pompa air merk Simizhu, satu unit kipas angin merk Cosmos, serta satu unit jam tangan merk Seiko Automatic warna hijau.

Tak hanya itu, pelaku juga membawa kabur satu koper merk Polo yang berisi pakaian, celana jeans, dan sembilan pasang sepatu yang tersimpan di kamar tengah. Setelah menggasak barang-barang tersebut, pelaku melarikan diri melalui pintu belakang rumah. Atas kejadian itu, korban mengalami kerugian materil yang ditaksir mencapai Rp40 juta dan segera melaporkan peristiwa tersebut ke Polsek Prabumulih Barat.

Menindaklanjuti laporan tersebut, pada Selasa dini hari, 1 Maret 2026 sekitar pukul 02.30 WIB, Tim WESTER 838 Polsek Prabumulih Barat mendapatkan informasi mengenai keberadaan salah satu pelaku. Atas perintah Kapolsek Prabumulih Barat, IPTU Tomas Siswo Purnomo, SH, Kanit Reskrim AIPDA Ari Wibowo, SH bersama tim langsung bergerak menuju lokasi yang dimaksud.

Setibanya di lokasi di kawasan Jalan Surip, Kelurahan Pasar, petugas berhasil mengamankan tersangka berinisial KMG (29), warga Jalan Muara Tiga, Kelurahan Anak Petai, Kecamatan Prabumulih Utara. Saat diinterogasi di lapangan, KMG mengakui perbuatannya dan menyebut melakukan aksi tersebut bersama rekannya berinisial TFK (31), serta tiga orang lainnya yang kini berstatus DPO masing-masing berinisial DI, DN, dan EN.

Tim kemudian bergerak cepat menuju kediaman TFK di Jalan Letkol Munandar, Kelurahan Pasar II, dan berhasil mengamankan yang bersangkutan tanpa perlawanan. Kedua tersangka mengakui keterlibatan mereka dalam aksi pencurian tersebut.

Dari tangan pelaku, polisi mengamankan sejumlah barang bukti berupa satu unit sepeda motor Honda Vario warna hitam tanpa plat nomor, satu unit cover AC 1/2 PK merk Sharp, tiga celana jeans, lima kaos oblong, serta satu ikat pinggang kulit warna cokelat. Selanjutnya, kedua tersangka beserta barang bukti diamankan ke Mapolsek Prabumulih Barat guna proses penyelidikan dan penyidikan lebih lanjut.

Kapolsek Prabumulih Barat, IPTU Tomas Siswo Purnomo, SH, dalam keterangannya menegaskan bahwa pihaknya berkomitmen untuk menindak tegas setiap bentuk tindak pidana yang meresahkan masyarakat. “Kami tidak akan memberi ruang bagi pelaku kejahatan di wilayah hukum Polsek Prabumulih Barat. Penangkapan ini merupakan bentuk respons cepat atas laporan masyarakat. Saat ini kami masih melakukan pengembangan untuk memburu tiga pelaku lainnya yang telah ditetapkan sebagai DPO,” tegasnya.

Kapolsek juga mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama terhadap rumah kosong atau kontrakan yang ditinggal dalam waktu tertentu. Ia menambahkan, kerja sama antara masyarakat dan kepolisian sangat penting dalam menjaga situasi kamtibmas agar tetap aman dan kondusif di wilayah Kota Prabumulih. (*)

Asisten I Pemkot Prabumulih Buka Ramadhan KGC Walking Tour di Masjid Nur Arafah

PRABUMULIH, Pikiranrakyatsumsel – ​Pemerintah Kota Prabumulih menunjukkan dukungan terhadap kegiatan kepemudaan dan keagamaan melalui kehadiran Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Kesra), Dr. Drs. H. Aris Priadi, SH, M.Si, dalam pembukaan kegiatan Ramadhan With Komunitas Generasi Cendikia (KGC) Walking Tour Ramadhan.

Kegiatan yang mengusung tema “Napak Tilas Jejak Kebaikan” tersebut digelar di Masjid Nur Arafah pada Sabtu (28/02/2026). Asisten I Aris Priadi juga didampingi Kepala Bagian Kesra Feri Mulyadi, SE, MAB saat membuka secara resmi rangkaian acara.

Dalam sambutannya, Asisten I Kesra Dr. Drs. H. Aris Priadi, SH MSi menyampaikan apresiasi tinggi Pemerintah Kota Prabumulih terhadap inisiatif Komunitas Generasi Cendikia (KGC) yang dinilai mampu menghadirkan kegiatan positif, edukatif, serta sarat nilai religius di momentum bulan suci Ramadhan.

“Pemerintah Kota Prabumulih sangat mengapresiasi kegiatan ini. Ramadhan Walking Tour bukan hanya sekadar kegiatan seremonial, tetapi menjadi ruang untuk mempererat ukhuwah islamiyah, menumbuhkan kebersamaan, dan membangun karakter generasi muda yang beriman, berilmu, serta berakhlak mulia,” ujarnya.

Menurutnya, kegiatan seperti ini sejalan dengan visi pemerintah daerah dalam membina generasi muda agar tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki pondasi moral dan spiritual yang kuat.

Acara tersebut turut dihadiri Direktur KGC Ilham Basrian, SE, ME, Pengurus Masjid Nur Arafah Asep Syarifudin, serta 115 pengurus Rohis dari SMA/SMK/MA se-Kota Prabumulih. Kehadiran para pelajar dan pengurus Rohis ini menambah semarak kegiatan sekaligus menunjukkan antusiasme generasi muda dalam menyambut bulan suci.

Direktur KGC Ilham Basrian menyampaikan bahwa kegiatan Walking Tour Ramadhan ini dirancang sebagai sarana refleksi sekaligus edukasi sejarah dan nilai-nilai kebaikan yang dapat diteladani generasi muda. Melalui tema “Napak Tilas Jejak Kebaikan”, peserta diajak untuk menelusuri makna perjuangan, kepedulian sosial, dan pentingnya kontribusi nyata di tengah masyarakat.

Suasana pembukaan berlangsung hangat dan penuh semangat kebersamaan. Para peserta tampak antusias mengikuti rangkaian acara yang diharapkan menjadi agenda rutin tahunan dalam menyemarakkan Ramadhan di Kota Prabumulih.

Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kota Prabumulih berharap lahir generasi cendekia yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga matang secara spiritual dan sosial. (dn)

Dukung Gerakan Indonesia Asri, Satgas Belida Polres Prabumulih Tambal Jalan Rusak dan Berlubang

PRABUMULIH, Pikiranrakyatsumsel – Melalui Program Belida Polda Sumsel serta mendukung Gerakan Indonesia Asri, jajaran Polres Prabumulih bertindak cepat mengenai adanya keluhan masyarakat terkait kerusakan jalan yang mencelakai pengendara.

Perbaikan kerusakan Jalan Lingkar Prabumulih, tepatnya di depan City Mall Prabumulih, Sabtu (28/2/2026) sore tersebut, akhirnya diperbaiki dengan cara disemen beton yang dipimpin langsung oleh Wakapolres Prabumulih Kompol Chindi Helyadi, SIK MH didampingi Kasat Binmas AKP Sardinata, SH selaku Kasatgas Belida Polres Prabumulih.

“Bersama 60 orang personel Polres Prabumulih kami turun langsung memperbaiki jalan rusak. Tadi juga kami dibantu warga sekitar ikut berpartisipasi secara aktif,” ujar Kompol Chindi Helyadi.

Dikatakan Wakapolres Prabumulih, dalam aksi sosial yang dilakukan Polres Prabumulih sore tadi, pihak pemerintah setempat, dan warga masyarakat sekitar turut hadir membantu perbaikan jalan.

“Kegiatan yang kita lakukan ini merupakan bentuk kepedulian Polri terhadap kondisi infrastruktur jalan yang berpotensi membahayakan keselamatan pengguna jalan,” jelas Kompol Chindi.

Selain untuk meningkatkan kenyamanan berkendara, sambungnya, kegiatan ini juga menjadi wujud sinergitas antara kepolisian, pemerintah kelurahan, dan masyarakat dalam menjaga lingkungan yang aman dan tertib.

“Melalui Program Belida, Polres Prabumulih terus berkomitmen menghadirkan kepolisian yang responsif, humanis, dan hadir langsung di tengah masyarakat,” tandasnya. (dn)

Menu MBG Ramadhan jadi Sorotan, Publik Pertanyakan Peran Ahli Gizi di Dapur SPPG Prabumulih

​PRABUMULIH, Pikiranrakyatsumsel – Peran Ahli Gizi di Dapur MBG Satuan Pelaksana Pelayanan Gizi (SPPG) di Kota Prabumulih, belakangan ini menjadi sorotan, bahkan soal kompetensi pun dipertanyakan publik. Alih-alih menuai apresiasi, jagat media sosial justru riuh dengan keluhan terkait kualitas paket menu ‘kering’ MBG yang dibagikan.

Grup-grup media sosial penuh dengan unggahan menu ‘kering’ MBG yang disajikan saat bulan Ramadhan 1447 Hijriyah. Mulai dari menu yang dianggap kurang variatif, hingga temuan buah alpukat dan telur rebus busuk saat dibawa pulang siswa.

Beberapa unggahan menu-menu MBG diketahui dalam seminggu terakhir ramai di berbagai Platform media sosial Prabumulih, dan membuat heboh jagat maya. Dan kini jadi perbincangan publik khususnya warga masyarakat di Prabumulih.

Menu MBG Ramadhan jadi Sorotan, Publik Pertanyakan Peran Ahli Gizi di SPPG Prabumulih (Foto: screenshot fb/PRsumsel)

Salah satunya terjadi di wilayah Kecamatan Prabumulih Selatan, Kota Prabumulih. Dalam unggahan di grup Facebook bernama Berita Prabumulih, menu MBG didapat dari salah satu sekolah terlihat unik, terdiri dari telur rebus, sepotong roti, dan satu buah alpukat. Menu ini diduga didistribusikan ke sekolah dari SPPG wilayah tersebut.

Akun anonim yang memposting makanan itu menyebut jika buah alpukat tersebut busuk. Tak hanya itu, akun ini juga mengungkapkan kekecewaannya sebagai orangtua dengan menuliskan :

Menu MBG Ramadhan jadi Sorotan, Publik Pertanyakan Peran Ahli Gizi di SPPG Prabumulih (Foto: screenshot fb/PRsumsel)

“Assalamualaikum Wr. Wb. yang terhormat Badan Gizi Nasional, khususnya SPPG kota Prabumulih Selatan. Mohon maaf, bukannya kami tidak bersyukur dengan program MBG yang diterima, akan tetapi alangkah kecewanya hati kami melihat kenyataan dilapangan, paket MBG seperti ini bukan 1x atau 2x saja. Mohon untuk kedepannya lebih diperhatikan lagi makanan yang diberikan KPD Anak”. Kita semua manusia punya hati nurani, bayangkan kalau anak kita diberikan sesuatu hal yg tidak baik, betapa kecewa hati orgtua. semoga kedepannya bisa di evaluasi dan ditindak lanjuti. Wassalamualaikum Wr. Wb” tulis akun anonim di beranda grup Facebook Berita Prabumulih, pada Sabtu (28/2/2026).

Polemik menu ‘kering’ MBG di kota Prabumulih ini pun memantik kritik berbagai kalangan yang khawatir akan standar pelayanan gizi program MBG, hingga memunculkan pertanyaan publik atas peran dan kompetensi Ahli Gizi yang ditempatkan di sejumlah dapur SPPG kota nanas itu.

“Tanpa ahli program besar bisa tetap berjalan, tetapi ketepatan sasaran dan efektivitasnya menurun, ini perlu dipertanyakan ahli gizinya,” tulis salah satu akun di kolom komentar postingan akun Facebook Viral Prabumulih.

“Makanan dak rupo makanan, pihak pengelola harus nyo evaluasi, introspeksi kinerja dapur nyo kalo dak sanggup menuhi kebutuhan mending ambek dikit bae sampe ado kepala SPPG yang pingsan Karno dak sanggup sampai target,” komentar akun lainnya.

Belum ada tanggapan resmi dari pihak dapur SPPG di kota Prabumulih hingga berita ini ditayangkan terkait sejumlah menu MBG yang dikeluhkan warga tersebut. Tim media ini juga telah mencoba menghubungi salah satu pengelola dapur SPPG di wilayah Kecamatan Prabumulih Selatan melalui pesan singkat aplikasi WhatsApp juga belum dijawab.

Menurut Kaprodi Program Studi Profesi Dietisien UMS Dr. Dwi Sarbini, S.ST., M.Kes. yang dikutip dari lama platform Universitas Muhammadiyah Surakarta, Sabtu (28/2/2026), menyebutkan kompetensi seorang ahli gizi hanya dapat diperoleh melalui pendidikan profesi dengan dasar etik dan tanggung jawab hukum. Kompetensi mereka tak bisa didapatkan dari pelatihan singkat, sehingga perannya pun tak bisa digeser oleh tenaga tanpa latar belakang ilmu gizi.

Ahli gizi bertanggung jawab memastikan menu MBG memenuhi AKG, menghitung kebutuhan porsi, memilih bahan pangan yang aman dan terjangkau, serta mengawasi proses penyimpanan dan pengolahan agar higienis. Jika benar peran ahli gizi dihapus atau digantikan tenaga non profesional, risiko yang muncul akan berakibat fatal.

“Menu MBG bisa-bisa tak seimbang gizinya, terkontaminasi, adanya ketidakcocokan asupan energi dengan kebutuhan anak, hingga potensi kasus keracunan makanan, dan merosotnya efektivitas program dalam jangka panjang,” kritik Dwi.

Sementara, Dewan Pakar Badan Gizi Nasional (BGN) Ikeu Tanziha, bahwa karir ahli gizi yang bekerja di SPPG sudah jelas. Seperti kutipannya yang didapat dari laman Media Tempo. Ia mengemukakan, ahli gizi yang bekerja di SPPG secara otomatis menjadi pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK).

“Artinya itu kan sudah ada ya PPPK diakui oleh pemerintah dan sekarang beberapa SPPG ahli gizinya sudah masuk PPPK. Jadi memang bertahap ya,” kata dia. (dn)

Kemitraan Percepat Capaian Nasional, 24 Ribu SPPG Terbangun di Seluruh Indonesia

BANDUNG, Pikiranrakyatsumsel – Badan Gizi Nasional (BGN) mencatat capaian signifikan dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi melalui skema kemitraan strategis dengan berbagai pihak. Hingga saat ini, sekitar 24.000 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) telah tersebar di seluruh Indonesia.

“Dengan kemitraan yang kita lakukan ini membuahkan dan mempermudah Program Makan Bergizi, sehingga hari ini di seluruh Indonesia sudah ada 24.000 SPPG dari Sabang sampai Marauke,” ujar Kepala BGN, Dadan Hindayana pada acara peresmian SPPG Persis sekaligus penandatanganan nota kesepahaman antara PP PERSIS dengan Badan Gizi Nasional (BGN), Senin (23/2/2026).

Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) pada acara peresmian SPPG Persis sekaligus penandatanganan nota kesepahaman antara PP PERSIS dengan BGN

Kemitraan yang dibangun dinilai mempermudah sekaligus mempercepat implementasi program di lapangan. Model kolaboratif ini memungkinkan percepatan pembangunan infrastruktur layanan tanpa seluruhnya bergantung pada pembiayaan negara untuk pembangunan fisik.

Dari sisi efisiensi anggaran, BGN memberikan insentif sebesar Rp6 juta per hari untuk setiap SPPG atau sekitar Rp144 juta per bulan. Skema ini dinilai jauh lebih efisien dibandingkan apabila pemerintah harus membangun dan mengelola seluruh fasilitas secara mandiri.

Lebih dari sekadar pembangunan fisik, BGN menekankan bahwa faktor waktu menjadi nilai paling berharga dalam proses kemitraan ini. Kecepatan pelaksanaan menjadi kunci keberhasilan program.

“Kemudian, yang paling berharga dari proses kemitraan dan saya kira ini harus dihargai oleh negara kepada semua pihak yang turut membangun adalah the winning of time, yaitu kecepatan waktu. Waktu merupakan salah satu faktor di dunia ini yang tidak dapat dikembalikan, bersifat irreversible, dan berjalan satu arah. Karena itu, dalam Al-Qur’an disebutkan Wal ‘Ashr (Demi Waktu). Hal tersebut sangat relevan, sebab dalam pelaksanaan program MBG, apabila tidak dijalankan dengan kecepatan tinggi, saya kira semua pihak akan sangat merugi,” ungkap Dadan.

BGN menegaskan bahwa percepatan pembangunan dan penguatan kemitraan merupakan strategi utama untuk memastikan seluruh target nasional dapat tercapai tepat waktu dan berkelanjutan. (BGN/*)

Mitra SPPG Tidak Boleh Lepas Tangan, Tapi Dilarang Mengintervensi Dapur MBG

PACITAN, Pikiranrakyatsumsel – Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) bidang Komunikasi Publik dan Investigasi, Nanik Sudaryati Deyang, menyerukan agar mitra tidak lepas tanggung jawab terhadap pelaksanaan operasional dapur Satuan Pelaksana Pelayanan Gizi (SPPG).

“Anda di rumah, cuma nyuruh pembantu atau siapa untuk melihat dapur, terus (Anda) kongko-kongko dapat Rp 6 juta sehari, itu keterlaluan,” ujar Nanik dalam acara Sosialisasi dan Penguatan Tata Kelola MBG, serta Pengawasan dan Pemantauan SPPG di Kabupaten Pacitan, Sabtu (7/2/2026).

Mitra sehari-hari harus ikut memantau bagaimana sistem tata kelola dapur SPPG dijalankan. Mereka juga harus mau merogoh kocek untuk menyiapkan kepala koki cadangan untuk ikut mengawasi seluruh alur memasak.

Sebab, uang insentif Rp 6 juta sehari itu sudah termasuk uang sewa peralatan dapur, maka Mitra SPPG harus menyiapkan segalanya dengan baik dan berkualitas. Semua peralatan yang dipakai di dapur MBG wajib dalam kondisi baru.

Mitra pun harus membangun dapur sesuai dengan Petunjuk Teknis (Juknis) BGN. Sebab, penilaian Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) dari Dinas Kesehatan (Dinkes) harus berdasarkan hal tersebut.

Mitra pun harus merekrut relawan dengan persyaratan tes kesehatan terlebih dahulu, kemudian dilakukan lagi tes yang sama secara berkala 4 bulan sekali. Mitra juga harus mendaftarkan karyawan untuk ikut BPJS Ketenagakerjaan.

Meski harus melalui seleksi kesehatan yang ketat, mitra tidak boleh menolak calon relawan yang disabilitas untuk ikut bekerja di dapur MBG.

Tapi sebaliknya, mitra tidak diperkenankan mengintervensi, apalagi mendominasi atau bahkan menyetir dapur SPPG.

“Masa makanan sudah disusun ahli gizi terus (Anda) mengambil alih. Ini yang terjadi viral, yang sekarang lagi ramai. Ini intervensi. Lah sampeyan itu, sing pinter itu Ahli Gizi, opo sampeyan? (Yang pintar itu ahli gizi atau Anda?) Loh kok malah ngatur ahli gizi. Mergo blonjone ben iso murah, ben iso njukuk bathi akeh (karena belanjanya bisa murah, sehingga bisa untung banyak),” kata mantan wartawan senior itu dengan tegas.

Nanik yang juga Ketua Harian Tim Koordinasi 17 Kementerian dan Lembaga untuk Pelaksanaan Program MBG ini mengingatkan bahwa suspend atau penutupan sementara dapur kini bukan hanya terjadi insiden keamanan pangan.

“Yang kita suspend juga adalah kalau bapak/ibu mitra tidak benar dalam menggunakan anggaran Rp 10 ribu, akan kita audit. Nah, kalau nggak bener kita suspend,” ujarnya.

Persoalan penyelewengan anggaran menjadi perhatian serius Nanik. Sebab, berdasarkan investigasi yang dilakukan timnya selama ini, banyak ditemukan berbagai permainan anggaran belanja bahan baku yang dilakukan mitra pun ada yang kong-kalikong dengan oknum Kepala SPPG. Padahal dampak selanjutnya adalah kualitas makanan yang jelek dan tidak memenuhi nilai gizi.

Mitra memang berhak berbelanja bahan makanan untuk dapur MBG, lantaran Kepala SPPG sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) tidak diperbolehkan bersentuhan dengan transaksi jual beli.

Tapi semua yang dibelanjakan mitra harus sepengetahuan Kepala SPPG. Sebaliknya, Kepala SPPG pun harus mengetahui harga pasar dan harga eceran tertinggi, sehingga tidak dipermainkan atau dibohongi mitra.

Nanik masih bisa memahami jika mitra hanya mencari untung seperak dua perak. Tapi jika mereka mencari keuntungan besar dengan cara merekayasa menu, memilih bahan pangan yang tidak berkualitas, maupun tidak membelanjakan anggaran pembelian makanan Rp 10 ribu secara optimal, ia memastikan bahwa dapur-dapur MBG dengan mitra yang nakal seperti itu akan dihentikan operasinya.

“Begitu saya tahu dan menemukan mitra intevensi dalam penentuan menu dan belanja bahan baku kualitas nomor dua, saya akan langsung suspend satu minggu,” kata Nanik dengan tegas.

Dalam acara itu hadir Bupati dan Wakil Bupati Pacitan, Plt Bupati Ponorogo, para anggota Forkompimda dari kedua Kabupaten itu, KPPG Jawa Timur, Koordinator Regional, Koordinator Wilayah, para kepala SPPG se Kabupaten Pacitan dan Ponorogo, serta para mitra dan yayasan.

 

Biro Hukum dan Humas Badan Gizi Nasional

Update! Kasus Dugaan Pencabulan Libatkan Oknum Direktur Perusda di Prabumulih

PRABUMULIH, Pikiranrakyatsumsel – Penyidik Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Prabumulih terus melakukan penyelidikan terhadap dugaan kasus pencabulan terhadap tiga korban, dua diantaranya usia dibawah umur yang terjadi di Lingkungan Perusahaan Daerah (Perusda) di Kota Prabumulih.

Kapolres Prabumulih, AKBP Bobby Kusumawardhana, S.H., S.I.K., M.Si melalui Kasat Reskrim, AKP Jhon Kennedy SH MSi menegaskan, saat ini pihaknya sedang fokus penanganan perkara laporan korban pertama dengan mengumpulkan bukti yang cukup dan keterangan para saksinya.

“Betul 2 LP sudah ada, jadi laporan sudah tiga LP yang masuk. Saat ini kita kerjakan dulu yang pertama karena sama-sama terlapornya diduga RJ tersebut namun untuk pemenuhan unsurnya sekarang harus kita upayakan, tahu sendiri kasus itu luar biasa untuk pemenuhan unsur-unsurnya tidak serta-merta seperti pidana umum lainnya,” kata AKP Jhon Kennedy kepada wartawan, Jumat (27/2/2026).

Hingga saat ini, lanjut dia, penyidik terus mengumpulkan alat bukti serta keterangan saksi – saksi untuk mempercepat proses hukumnya.

Sampai saat ini saksi sudah banyak yang diperiksa. Seingat kami ada sembilan. Kenapa kami berani bilang sembilan? Karena yang kami tanda tangan pemanggilan saksi klarifikasi itu sembilan. Ya, makasih ya,” tegasnya. (*)

Dinkes Prabumulih Pastikan Standar Gizi dan Higiene Program MBG Terpenuhi, Peran Ahli Gizi Krusial

PRABUMULIH, Pikiranrakyatsumsel – Beranda platform di sejumlah media sosial khususnya di Kota Prabumulih, Sumatera Selatan (Sumsel) belakangan ini dipenuhi postingan menu Makan Bergizi Gratis (MBG) yang disebut-sebut tak sesuai gizi dan dianggap warganet tidak layak.

Menanggapi hal itu, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Prabumulih, siap memastikan setiap menu yang disajikan pada program Makanan Bergizi Gratis (MBG) selama bulan Ramadhan 1447 H telah memenuhi standar kecukupan gizi sesuai dengan sasaran atau kategori penerima.

“Iya tentu protein hewani sangat berguna untuk peningkatan visi bagi anak-anak kita,” kata Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kota Prabumulih, Djoko Listyano, SKM MSi diwawancarai awak media di Kantor Pemerintah Kota (Pemkot) Prabumulih, Jumat (27/2/2026).

Program MBG merupakan salah satu prioritas Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka dalam upaya mewujudkan visi Indonesia Emas 2045. Tujuan utamanya, kata dia adalah untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia, serta menekan angka stunting melalui perbaikan gizi anak.

Menurut Djoko, peran Dinkes Prabumulih dalam Program MBG ini utamanya untuk memastikan gizi dari menu makanan yang disajikan sudah sesuai dengan standar kecukupan gizi.

“Peran Dinkes sendiri dalam program MBG ini utamanya berkaitan dengan gizi, seperti pengukuran status gizi yang sesuai dan menentukan menu yang sesuai dengan status gizi,” ujarnya.

Disebutkan Djoko, bahwa angka kecukupan gizi bagi setiap sasaran berbeda-beda berdasarkan usia maupun kondisi penerima, baik itu untuk balita, ibu hamil, hingga pelajar sesuai jenjang pendidikan.

Dalam hal ini, Dinkes Prabumulih juga menekankan pentingnya pengelola MBG untuk menyajikan menu olahan sesuai standar keamanan pangan dan gizi seimbang. Bahan pangan yang digunakan pun, lanjutnya utamakan bahan pangan lokal untuk menjaga kualitas dan menyesuaikan dengan biaya yang dikeluarkan.

“Memang ada standar khusus penentuannya, dan disinilah peran petugas ataupun ahli gizi dibutuhkan,” terang Djoko seraya menyatakan hal tersebut bertujuan untuk memastikan makanan aman, higienis, dan memenuhi kebutuhan nutrisi sasaran.

Disamping itu, Djoko pun menyampaikan satu hal yang perlu diketahui masyarakat khususnya warga Prabumulih, agar menghindari kesalahpahaman nantinya yakni menu untuk Program MBG ini mengacu pada standar kecukupan gizi bukan menu.

“Nah terkait menu olahan seperti olahan ikan, kami juga menginginkan agar pengelola dapur MBG untuk mencari ikan-ikan yang segar dan dikelola menjadi makanan yang kaya protein dan gizi,” imbuhnya.

“Makanan-makanan olahan yang sehat seperti tekwan atau semacam siomay dan lainnya bisa menggunakan ikan-ikan gabus yang memang nilai standar gizi dan proteinnya tinggi,” tandasnya. (dn)

Tidak Ada Lagi Postingan yang Tersedia.

Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.