Tiga Terduga Pelaku Pencurian Pipa Pertamina EP Dibekuk Tekab 11 Polres Prabumulih

PRABUMULIH, Pikiranrakyatsumsel — Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Prabumulih melalui Team URC Tekab 11 berhasil mengungkap kasus tindak pidana pencurian dengan pemberatan yang menyasar aset milik PT Pertamina EP di Jalan Simpang 5 Talang Jimar, Kelurahan Sukaraja, Kecamatan Prabumulih Selatan, Kota Prabumulih.

Dalam pengungkapan tersebut, polisi mengamankan tiga orang yang diduga terlibat, masing-masing berinisial ZL (58), warga Kelurahan Majasari; AS (38), warga Kelurahan Sukaraja; dan RN (41), warga Kelurahan Sukaraja, Kecamatan Prabumulih Selatan.

Kasus pencurian itu terjadi pada Kamis, 9 Juli 2026 sekitar pukul 11.00 WIB. Saat itu, petugas security PT Pertamina EP yang sedang melakukan patroli mendapati sejumlah pipa milik perusahaan telah hilang.

Pipa tersebut diduga terlebih dahulu dipotong menggunakan gergaji sebelum dibawa oleh pelaku. Mengetahui kejadian itu, petugas security kemudian melaporkannya ke Pos Security.

Akibat kejadian tersebut, PT Pertamina EP diperkirakan mengalami kerugian materiil sekitar Rp10 juta. Pihak perusahaan selanjutnya melaporkan kasus tersebut ke Polres Prabumulih untuk ditindaklanjuti secara hukum.

Menindaklanjuti laporan tersebut, personel Satreskrim Polres Prabumulih melakukan serangkaian penyelidikan hingga memperoleh informasi mengenai keberadaan tiga orang yang diduga terlibat dalam aksi pencurian.

Pada Sabtu, 22 Agustus 2026 sekitar pukul 13.00 WIB, Kasat Reskrim Polres Prabumulih AKP Jon Kenedi, S.H., M.Si., memerintahkan Kanit Pidum IPDA Andika Nasywa Widyadhana, S.Tr.I.K., bersama Team URC Tekab 11 untuk melakukan penindakan.

Petugas kemudian bergerak ke sejumlah lokasi. AS diamankan di Jalan Pertamina, Kelurahan Majasari. Sementara ZL ditangkap di Jalan Lingkar, Kelurahan Sukaraja, sedangkan RN diamankan di wilayah Kelurahan Sukaraja, Kecamatan Prabumulih Selatan.

Dalam pemeriksaan awal, ketiga terduga pelaku mengakui keterlibatan mereka dalam pencurian pipa milik PT Pertamina EP tersebut.

Polisi turut mengamankan barang bukti berupa satu buah gagang gergaji besi yang diduga digunakan untuk memotong pipa sebelum dicuri.

Ketiga terduga pelaku beserta barang bukti kemudian dibawa ke Satreskrim Polres Prabumulih untuk menjalani proses penyidikan lebih lanjut. Penyidik masih melakukan pendalaman guna mengungkap secara utuh rangkaian aksi pencurian tersebut, termasuk kemungkinan adanya pihak lain yang terlibat.

Kasat Reskrim Polres Prabumulih AKP Jon Kenedi menegaskan, pihaknya berkomitmen melakukan penegakan hukum terhadap setiap tindak pidana yang merugikan masyarakat maupun mengancam keamanan aset vital.

“Kami akan terus melakukan penegakan hukum secara profesional terhadap setiap pelaku tindak pidana. Pengungkapan ini merupakan bentuk komitmen Satreskrim Polres Prabumulih dalam menjaga keamanan dan memberikan rasa aman, termasuk terhadap aset dan fasilitas yang berada di wilayah hukum Polres Prabumulih,” tegas AKP Jon Kenedi.

Sementara itu, Kanit Pidum IPDA Andika Nasywa Widyadhana mengatakan, pengungkapan kasus tersebut merupakan hasil tindak lanjut atas laporan serta penyelidikan yang dilakukan personel di lapangan.

“Setiap informasi yang berkaitan dengan tindak pidana akan kami tindaklanjuti. Kami mengimbau masyarakat untuk segera melaporkan apabila mengetahui adanya aktivitas mencurigakan di lingkungan sekitar,” ujarnya.

Polres Prabumulih juga mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga keamanan lingkungan dan segera menyampaikan informasi kepada kepolisian apabila mengetahui adanya dugaan tindak pidana.

Masyarakat dapat memanfaatkan Layanan Polisi 110 yang tersedia secara gratis selama 1×24 jam.

Atas perkara tersebut, ketiga terduga pelaku kini menjalani proses hukum di Satreskrim Polres Prabumulih dan disangkakan melanggar Pasal 477 KUHP tentang pencurian dengan pemberatan. (Ril)

banner 400x130

Sinergi TNI-Polri dan Masyarakat Kendalikan Karhutla di Sejumlah Wilayah Prabumulih

PRABUMULIH, Pikiranrakyatsumsel – Sinergi TNI-Polri, BPBD, pemerintah daerah, dan masyarakat berhasil mengendalikan sejumlah kebakaran lahan yang terjadi di beberapa wilayah Kota Prabumulih, Sumatera Selatan, Sabtu (22/8/2026).

Kebakaran lahan dilaporkan terjadi di sejumlah lokasi, di antaranya Kelurahan Gunung Ibul, Patih Galung, Tebing Tanah Puteh, Tanjung Rambang, Muara Dua, dan Muara Dua Barat.

Menerima laporan dari masyarakat, petugas gabungan langsung bergerak ke lokasi untuk melakukan pemadaman sekaligus mencegah api meluas ke wilayah lain maupun permukiman warga.

Dalam penanganan di lapangan, personel BPBD bersama jajaran Polri, TNI, Bhabinkamtibmas, Babinsa, Linmas, perangkat RT/RW, PLN, serta masyarakat bahu-membahu melakukan pemadaman dan pendinginan hingga titik api berhasil dikendalikan.

Kapolres Prabumulih AKBP Gunarto, S.I.K., M.H., M.Tr.Mil., mengapresiasi respons cepat dan sinergi seluruh unsur yang terlibat dalam penanganan kebakaran lahan tersebut.

“Kami mengapresiasi sinergi seluruh unsur di lapangan. Bhabinkamtibmas dan Babinsa hadir bersama petugas untuk membantu pengamanan, pemantauan, dan memastikan penanganan berjalan cepat serta aman,” ujar Gunarto.

Menurutnya, Polres Prabumulih akan terus meningkatkan patroli dan pemantauan di wilayah yang dinilai rawan terjadi kebakaran lahan.

Penanganan Karhutla, kata dia, tidak hanya berorientasi pada pemadaman ketika api sudah muncul, tetapi juga melalui upaya pencegahan dan penegakan hukum terhadap pihak yang dengan sengaja melakukan pembakaran lahan.

“Terhadap pihak yang dengan sengaja melakukan pembakaran lahan dan melanggar ketentuan hukum, kami akan menindak tegas sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku,” tegasnya.

Sementara itu, Kabid Humas Polda Sumsel Kombes Pol Nandang Mu’min Wijaya, S.I.K., M.H., menegaskan bahwa penanganan kebakaran hutan dan lahan merupakan tanggung jawab bersama.

Menurutnya, Karhutla dapat menimbulkan dampak luas, tidak hanya terhadap lingkungan, tetapi juga kesehatan masyarakat serta aktivitas sosial dan ekonomi.

“Polda Sumsel bersama jajaran akan terus melakukan penegakan hukum secara tegas terhadap setiap pelaku pembakaran lahan,” tegas Nandang.

Ia mengatakan, kecepatan jajaran kepolisian dalam menindaklanjuti setiap informasi masyarakat menjadi salah satu faktor penting untuk mencegah api berkembang dan menimbulkan dampak yang lebih luas.

Nandang juga mengapresiasi langkah cepat jajaran Polres Prabumulih dalam merespons laporan masyarakat terkait kebakaran lahan di sejumlah wilayah.

Ia mengimbau masyarakat tidak melakukan pembakaran lahan dengan alasan apa pun dan segera melaporkan apabila menemukan aktivitas yang berpotensi menimbulkan Karhutla.

“Kami mengajak masyarakat untuk tidak melakukan pembakaran lahan dengan alasan apa pun dan segera melaporkan apabila mengetahui adanya aktivitas yang berpotensi menyebabkan Karhutla,” ujarnya.

Nandang juga mengingatkan masyarakat agar tidak menormalisasi pembakaran lahan sebagai cara membersihkan maupun membuka lahan.

Menurutnya, api yang awalnya kecil dapat dengan cepat berkembang dan sulit dikendalikan, terutama ketika kondisi lingkungan mendukung penyebaran api.

“Sekali api dinyalakan, dampaknya dapat berkembang di luar kendali. Menjaga lingkungan adalah tanggung jawab bersama dan pencegahan Karhutla harus dimulai dari kesadaran setiap individu,” pungkasnya.

Berkat respons cepat dan sinergi seluruh unsur, kebakaran lahan di sejumlah titik tersebut berhasil dikendalikan sehingga tidak meluas ke permukiman maupun wilayah lainnya.

Dalam kejadian tersebut, tidak dilaporkan adanya korban jiwa. Situasi di seluruh lokasi kebakaran juga dilaporkan aman dan terkendali.

Polres Prabumulih kembali mengimbau masyarakat untuk bersama-sama mencegah Karhutla, tidak melakukan pembakaran lahan dalam bentuk apapun, serta segera melaporkan kepada petugas apabila menemukan titik api atau aktivitas yang berpotensi menyebabkan kebakaran. (Ril)

Unit PPA Polres Prabumulih Amankan HM, Terduga Pelaku Pencabulan Anak

PRABUMULIH, Pikiranrakyatsumsel – Satuan Reserse Kriminal Polres Prabumulih melalui Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) mengungkap dugaan tindak pidana perbuatan cabul terhadap anak yang terjadi di wilayah Kecamatan Prabumulih Timur, Kota Prabumulih.

Perkara tersebut berawal dari laporan orang tua korban yang terjadi pada Minggu, 17 Mei 2026 sekitar pukul 20.00 WIB di wilayah Kelurahan Karang Raja, Kecamatan Prabumulih Timur.

Dalam perkara ini, korban merupakan seorang anak perempuan. Untuk melindungi hak dan privasi anak, identitas korban dengan nama samaran “Bunga”.

Penyidik Unit PPA kemudian melakukan serangkaian penyelidikan dengan memeriksa korban, pelapor dan saksi-saksi serta mengamankan barang bukti yang berkaitan dengan perkara.

Dari hasil penyidikan, seorang pria berinisial HM ditetapkan sebagai tersangka dan diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

Pada Kamis, 20 Agustus 2026 sekitar pukul 12.30 WIB, HM diamankan di Unit PPA Satreskrim Polres Prabumulih. Selanjutnya, tersangka menjalani pemeriksaan untuk kepentingan proses penyidikan.

Dalam perkara tersebut, penyidik turut mengamankan barang bukti berupa satu helai baju kaos lengan pendek warna putih keabu-abuan bermotif tie-dye serta satu helai celana pendek warna putih bermotif tie-dye pink muda.

Kasat Reskrim Polres Prabumulih AKP Jhon Kenedi, S.H., M.Si., didampingi Kanit PPA Satreskrim Polres Prabumulih IPTU Rama Juliani, S.H., menegaskan bahwa pihaknya berkomitmen memberikan perlindungan terhadap perempuan dan anak serta menangani setiap laporan secara profesional.

“Kami memastikan setiap laporan yang berkaitan dengan perempuan dan anak akan ditindaklanjuti secara serius, profesional dan sesuai dengan ketentuan hukum. Perlindungan terhadap korban, khususnya anak, menjadi perhatian utama kami,” tegas AKP Jhon Kenedi, S.H., M.Si.

Penyidik saat ini masih melengkapi proses penyidikan dan mendalami seluruh fakta serta alat bukti yang berkaitan dengan perkara. Terhadap tersangka, penyidik menerapkan ketentuan Pasal 415 huruf b Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP, sebagaimana dasar laporan yang disampaikan.

Polres Prabumulih mengimbau masyarakat, khususnya orang tua, untuk meningkatkan pengawasan dan memberikan lingkungan yang aman bagi anak. Masyarakat juga diminta segera melapor apabila mengetahui adanya dugaan tindak pidana terhadap perempuan dan anak. (ril)

Pelaku Pencurian di Toko Eka Prasta Prabumulih Diamankan Polisi

PRABUMULIH, Pikiranrakyatsumsel – Polsek Prabumulih Barat Polres Prabumulih berhasil mengungkap dugaan tindak pidana pencurian yang terjadi di Toko Eka Prasta, Jalan Jenderal Sudirman, Kelurahan Pasar Prabumulih, Kecamatan Prabumulih Utara, Kota Prabumulih, Selasa (18/8/2026) sekitar pukul 11.40 WIB.

Dalam pengungkapan tersebut, personel mengamankan seorang laki-laki berinisial EW (49), warga Kelurahan Muara Siban, Kecamatan Dempo Utara, Kota Pagar Alam. Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, yang bersangkutan diduga terlibat dalam tindak pidana pencurian dan diketahui merupakan residivis.

Kapolsek Prabumulih Barat, IPTU Thomas Siswo Purnomo, SH memerintahkan Kanit Reskrim Polsek Prabumulih Barat IPDA Andrie, S.E., M.M bersama Team URC Wester 838 Polsek Prabumulih Barat untuk menindaklanjuti informasi masyarakat terkait adanya seorang laki-laki yang mencurigakan.

Setibanya di lokasi, petugas mendapati terduga pelaku dan langsung melakukan pengamanan setelah yang bersangkutan diketahui berupaya melarikan diri. Dari pemeriksaan awal di lapangan, EW mengakui perbuatannya dan selanjutnya dibawa ke Polsek Prabumulih Barat untuk menjalani proses hukum lebih lanjut.

Peristiwa tersebut diketahui setelah korban Eka Romantika (42) mendapati barang miliknya berupa satu buah tas selempang warna coklat telah hilang dari dalam toko. Tas tersebut berisi uang tunai dengan total sebesar Rp1.360.000.

Berdasarkan keterangan yang diperoleh, terduga pelaku masuk ke Toko Eka Prasta kemudian menuju bagian kamar dan mengambil tas milik korban yang berisi uang. Atas kejadian tersebut, korban membuat laporan polisi untuk ditindaklanjuti sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

Dari pengungkapan tersebut, polisi mengamankan barang bukti berupa 1 (satu) buah tas berwarna coklat dan uang tunai sejumlah Rp1.360.000. Seluruh barang bukti telah diamankan untuk kepentingan penyelidikan dan penyidikan.

Kapolsek Prabumulih Barat IPTU Thomas Siswo Purnomo, SH mengapresiasi respons cepat personel, khususnya Kanit Reskrim IPDA Andri, S.E., M.M bersama Team URC Wester 838, serta peran masyarakat dalam memberikan informasi kepada kepolisian.

“Pengungkapan ini merupakan bentuk komitmen Polsek Prabumulih Barat dalam memberikan pelayanan dan kepastian hukum kepada masyarakat. Kami juga mengimbau masyarakat untuk segera melaporkan apabila mengetahui adanya aktivitas yang mencurigakan,” ujar IPTU Thomas Siswo Purnomo, SH.

Terhadap terduga pelaku beserta barang bukti saat ini telah diamankan di Polsek Prabumulih Barat Polres Prabumulih guna menjalani proses penyelidikan dan penyidikan lebih lanjut. Terduga pelaku disangkakan Pasal 476 KUHP tentang tindak pidana pencurian. (ril)

Polda Sumsel Usut Kebakaran Lokasi Diduga Penimbunan BBM di Prabumulih

PRABUMULIH, Pikiranrakyatsumsel — Polda Sumatera Selatan melalui Polres Prabumulih bergerak cepat menangani dan mendalami peristiwa kebakaran pada sebuah rumah yang diduga digunakan sebagai lokasi penyimpanan bahan bakar minyak (BBM) di Jalan Lematang Jaya, RT 002, RW 002, Kelurahan Arimbi Jaya, Kecamatan Prabumulih Timur, Kota Prabumulih, Rabu (19/8/2026) sekitar pukul 20.00 WIB.

Peristiwa tersebut menjadi perhatian kepolisian karena selain menyangkut keselamatan masyarakat, petugas juga menemukan sejumlah barang yang diduga berkaitan dengan aktivitas penyimpanan BBM di lokasi kejadian.

Informasi awal mengenai kebakaran diperoleh setelah saksi berinisial M (45) mendapat kabar dari rekan kerjanya mengenai kobaran api di bagian belakang rumah milik warga berinisial D (45). Saksi kemudian menghubungi Bhabinkamtibmas dan Babinsa setempat untuk meminta bantuan.

Sekitar pukul 20.45 WIB, sebanyak lima unit mobil pemadam kebakaran dikerahkan ke lokasi. Kobaran api berhasil dikendalikan dan dinyatakan padam sekitar pukul 22.00 WIB.

Setelah api berhasil dipadamkan, personel kepolisian langsung mengamankan lokasi dengan memasang garis polisi, melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), dokumentasi, serta inventarisasi terhadap barang-barang yang ditemukan di lokasi.

Dari hasil olah TKP, polisi menemukan 47 drum kaleng berkapasitas 220 liter, empat unit mesin pompa air, dua baby tank plastik berkapasitas 1.000 liter yang tersisa rangkanya, satu unit sepeda motor, satu unit mobil, serta satu unit mesin kompresor. Sejumlah barang tersebut ditemukan dalam kondisi terdampak kebakaran dan diduga berkaitan dengan aktivitas penyimpanan BBM.

Berdasarkan pemeriksaan awal di lokasi, kebakaran diduga dipicu korsleting listrik yang kemudian menyambar area penyimpanan BBM. Namun, kepolisian masih melakukan pendalaman untuk memastikan penyebab kebakaran sekaligus mengetahui secara menyeluruh aktivitas yang berlangsung di lokasi tersebut.

Dalam peristiwa tersebut tidak terdapat korban jiwa. Sementara kerugian materiel masih dalam proses pendataan sehingga belum dapat ditaksir secara pasti.

Kepolisian juga telah berkoordinasi dengan Subdenpom II/4-1 Prabumulih karena pemilik tempat diketahui merupakan anggota TNI yang bertugas pada Intel Kodim 0404 Muara Enim. Koordinasi dilakukan untuk memastikan penanganan berjalan secara profesional, objektif, transparan, dan sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

Kapolres Prabumulih AKBP Gunarto, S.I.K., M.H., M.Tr.Mil. menegaskan bahwa pihaknya masih mendalami seluruh fakta yang ditemukan di lapangan, termasuk dugaan aktivitas penyimpanan BBM di lokasi tersebut.

“Kami bergerak cepat melakukan olah TKP, mengamankan barang bukti, serta berkoordinasi dengan instansi dan satuan terkait untuk mendalami peristiwa ini secara menyeluruh. Setiap temuan akan kami proses sesuai fakta dan ketentuan hukum yang berlaku,” tegas AKBP Gunarto.

Sementara itu, Kabid Humas Polda Sumatera Selatan Kombes Pol. Nandang Mu’min Wijaya, S.I.K., M.H., menegaskan bahwa Polda Sumsel memastikan setiap peristiwa yang berpotensi mengganggu keselamatan dan keamanan masyarakat akan ditangani secara serius dan profesional.

“Kami memastikan proses penanganan dilakukan secara objektif dan transparan. Apabila dalam pendalaman ditemukan adanya pelanggaran hukum, tentu akan kami tindak sesuai ketentuan yang berlaku dan melibatkan unsur terkait,” ujar Kombes Pol. Nandang Mu’min Wijaya, S.I.K., M.H.

Polda Sumsel mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan aktivitas penyimpanan maupun penimbunan BBM secara ilegal karena selain berpotensi melanggar hukum, aktivitas tersebut juga dapat meningkatkan risiko kebakaran dan membahayakan keselamatan masyarakat di sekitarnya.

Saat ini situasi di lokasi kejadian telah aman dan kondusif. Kepolisian masih melakukan pendalaman terhadap peristiwa tersebut guna memastikan seluruh fakta serta aspek hukum yang berkaitan dengan kejadian dapat terungkap secara menyeluruh. (Ril/Prs)

DPC PKB Prabumulih Konsolidasi ke DPW Sumsel, Siapkan Pelantikan Akbar di Jakarta

PRABUMULIH, Pikiranrakyatsumsel –Dewan Pengurus Cabang (DPC) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kota Prabumulih bergerak cepat usai mematangkan struktur organisasi jelang pelantikan resmi.

Kepengurusan baru masa bakti 2026-2031 tersebut melaporkan telah merampungkan penyusunan tim formatur dan melakukan konsolidasi sekaligus silaturahmi ke Dewan Pengurus Wilayah (DPW) PKB Sumatera Selatan bertempat di Kantor DPW PKB Sumsel, Kota Palembang.

Langkah ini diambil sebagai persiapan final sebelum seluruh jajaran pengurus bertolak ke Jakarta untuk dilantik secara serentak yang dijadwalkan berlangsung di Jakarta pada 23 Juli 2026 mendatang.

Ketua DPC Prabumulih, H Efri Oganda SH melalui Bendahara, Rifki Baday, SH MKn mengatakan, konsolidasi dan silaturahmi ke DPW PKB Sumsel ini sekaligus merupakan persiapan pelantikan serentak KSB DPC PKB se-Indonesia.

“Selain itu, kami juga melakukan pemantapan konsolidasi wilayah dan cabang sekaligus menguatkan kembali posisi PKB sebagai darah biologis NU,” kata Rifki Baday, saat memberikan keterangan, Minggu (5/7/2026).

Ia juga menegaskan bahwa tim formatur yang dibentuk sebelumnya juga melibatkan sinergi dari berbagai tingkatan struktur partai, mulai dari pusat hingga daerah.

“Kemarin kita baru merampungkan tim formatur, ada dari DPP, DPW, dan saya sendiri selaku calon bendahara definitif,” kata dia.

Rifki Baday menjelaskan, pelantikan kepengurusan DPC PKB Prabumulih sengaja dijadwalkan bersamaan dengan momentum besar partai. Prosesi pengukuhan akan digelar terpusat di Jakarta, bertepatan dengan peringatan Hari Lahir (Harlah) PKB ke-28.

“Kalau pelantikan direncanakan nanti saat peringatan Hari Lahir PKB, tanggal 23 Juli di Jakarta, pelantikannya serentak bersama seluruh DPC se-Indonesia,” imbuh pengusaha muda asli kota Prabumulih ini. (dn)

PHR Zona 4 Gelar PLCLP 2026, Dorong Tumbuhnya Pemimpin Muda dan Tenaga Kerja Kompeten

PRABUMULIH, Pikiranrakyatsumsel – Pertamina Local Community Leaders Program (PLCLP) 2026 kembali digelar untuk mendorong tumbuhnya pemimpin muda berkarakter dan tenaga kerja kompeten di Sumatera Selatan.

Kegiatan tersebut dilaksanakan di Markas Komando Batalyon Zeni Tempur (Mako Yon Zipur) 2/Samara Grawira pada 1 hingga 16 Juli 2026. Sebanyak 100 peserta dari 11 kabupaten/kota lokasi operasi PHR Zona 4 menjalani pendidikan karakter dan kebangsaan serta pelatihan peningkatan keterampilan kerja.

General Manager PHR Zona 4 Djudjuwanto dalam sambutannya menyampaikan bahwa PLCLP adalah energi bersama untuk tumbuh bersama masyarakat. “PHR Zona 4 memiliki peran dalam menjaga ketahanan energi nasional. Namun, energi tidak hanya bicara soal produksi, sumur, fasilitas, dan teknologi. Energi juga bicara tentang manusia, daerah, dan hubungan sosial yang harmonis di sekitar wilayah operasi. Energi inilah yang melandasi diselenggarakannya PLCLP,” ucap General Manager PHR Zona 4 Djudjuwanto dalam upacara pembukaan PLCLP 2026 di Mako Yon Zipur, Prabumulih, Kamis (2/7/2026).

Program ini menjadi bagian dari upaya membangun masyarakat yang lebih mandiri, produktif, dan memahami peran strategis industri hulu migas. Para peserta akan dibagi ke dalam lima kelas pelatihan, yaitu pelatihan kompetensi operator keselamatan dan Kesehatan kerja (K3), juru ikat beban (rigger), teknisi AC residential, teknisi montir sepeda motor, hingga jurnalistik. Materi diberikan oleh sejumlah tenaga profesional yang ahli di bidang masing-masing.

Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru mengapresiasi PHR Zona 4 yang menggelar PLCLP. “Saya berterima kasih kepada Pertamina Hulu Rokan yang sudah berinvestasi berupa ilmu pengetahuan kepada anak-anak muda. Investasi tidak hanya pada lahan yang berpotensi minyak dan gas, tetapi juga sumber daya manusia yang mumpuni.”

Ia berharap apa yang telah dilakukan PHR Zona 4 ini dapat menjadi pemantik bagi pelaku industri lainnya untuk mendorong peningkatan SDM di Sumatera Selatan.

Herman Deru berharap para peserta memanfaatkan betul PLCLP 2026 untuk melatih karakter dan keterampilan kerja masing-masing. Ia berharap para lulusan PLCLP 2026 dapat memberikan sumbangsih bagi masyarakat sekitar, bahkan bangsa Indonesia.

Tahun 2026 ini merupakan kali kedua PLCLP diselenggarakan. Alumni kegiatan ini merasakan manfaat nyata dari pelatihan ini. Salah satunya Dadang Pirdaus, karang taruna Desa Sinar Rambang yang tahun lalu ikut pelatihan juru ikat beban (rigger). “Di PLCLP banyak yang saya dapat. Terbangun disiplin dan semangat saya, ditambah dapat seritifikat. Ini membuat saya percaya diri waktu melamar kerja. Alhamdullilah sudah bekerja di PT GBT. Saya bersyukur sekali dan berterima kasih dengan Pertamina,” ungkapnya. Tahun lalu sebanyak 75 peserta lolos pelatihan hingga akhir acara.

Pembukaan PLCLP 2026 di Mako Yon Zipur Prabumulih dihadiri oleh sejumlah pimpinan pemerintah daerah. Selain Gubernur Sumsel, turut hadir Kepala Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi Sumsel Indra Bangsawan, Pamen Ahli Bidang Jemen Sishanneg Kolonel Inf. Zusnan Hadi yang mewakili Pangdam II/Sriwijaya, Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Sumsel Kombes Pol. Doni Satrya Sembiring mewakili Kapolda Sumsel, serta Komandan Yonzipur 2/SG Letkol CZI Achmad Afandi.

Sejumlah kepala daerah dan pejabat kabupaten/kota juga ikut serta, seperti Wali Kota Prabumulih Arlan beserta jajaran Forkopimda Kota Prabumulih, Sekda Muara Enim, Dandim 0404 Muara Enim, Kadisnaker PALI, serta sejumlah pejabat Forkopimda tingkat kabupaten/kota di Sumatera Selatan. (Ril)

Ketika Mimpi Menembus Batas Negara: Kisah Shakyna Putri Wakil Wali Kota Prabumulih Mengharumkan Nama Prabumulih

PRABUMULIH, Pikiranrakyatsumsel – Tak ada kebanggaan yang lebih besar bagi orang tua selain melihat buah hatinya mampu melangkah lebih jauh dari yang pernah dibayangkan.

Perasaan itulah yang kini dirasakan Wakil Wali Kota Prabumulih, Franky Nasril, S.Kom., M.M., ketika putrinya, Shakyna, dipercaya menjadi delegasi dalam sidang Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) melalui ajang Asia Youth International Model United Nations (AYIMUN) di Bangkok, Thailand.

Bagi Franky, kesempatan tersebut bukan sekadar perjalanan ke luar negeri atau keikutsertaan dalam sebuah forum internasional. Lebih dari itu, kepercayaan tersebut merupakan buah dari proses panjang yang dibangun melalui kerja keras, kedisiplinan, dan semangat belajar yang terus dipupuk sejak dini.

“Alhamdulillah, kami sekeluarga sangat bersyukur dan bangga. Kepercayaan yang diberikan kepada Shakyna untuk menjadi delegasi dalam sidang WHO pada ajang AYIMUN merupakan sebuah kehormatan yang luar biasa. Semoga pengalaman ini menjadi bekal berharga untuk terus mengembangkan kemampuan, memperluas wawasan, serta memberikan kontribusi positif bagi bangsa dan negara,” ujar Franky.

Di tengah persaingan generasi muda yang semakin kompetitif, keberhasilan Shakyna menjadi bukti bahwa anak-anak daerah memiliki peluang yang sama untuk tampil dan berbicara di panggung internasional. Dengan tekad, kemampuan, dan kemauan untuk terus belajar, batas geografis bukan lagi penghalang untuk meraih prestasi.

Bagi Pemerintah Kota Prabumulih, capaian tersebut juga menjadi simbol lahirnya generasi muda yang siap bersaing secara global.

Franky berharap kisah putrinya mampu menjadi penyemangat bagi para pelajar di Kota Prabumulih agar berani bermimpi besar dan terus mengembangkan potensi diri.

“Saya berharap pencapaian ini menjadi inspirasi bagi anak-anak muda Prabumulih agar terus belajar, mengasah kemampuan, dan berani bermimpi besar. Pemerintah Kota Prabumulih akan selalu mendukung lahirnya generasi muda yang berprestasi, berkarakter, serta mampu mengharumkan nama daerah dan Indonesia di kancah internasional,” tegasnya.

Perjalanan Shakyna di Bangkok juga tidak dilalui seorang diri. Sang ibu, Nuning Mulya Franky, setia mendampingi selama seluruh rangkaian kegiatan AYIMUN berlangsung. Kehadiran orang tua menjadi penyemangat sekaligus penguat mental saat mengikuti berbagai agenda internasional yang mempertemukan delegasi muda dari berbagai negara.

Bagi keluarga, pengalaman tersebut bukanlah garis akhir dari sebuah pencapaian, melainkan langkah awal menuju perjalanan yang lebih panjang. Mereka berharap pengalaman internasional yang diraih mampu membuka lebih banyak kesempatan bagi Shakyna untuk terus berkembang, berkarya, dan memberikan manfaat bagi masyarakat.

“Semoga pengalaman ini menjadi langkah awal untuk terus berkarya, menginspirasi, dan membawa nama Indonesia serta Kota Prabumulih semakin dikenal di tingkat internasional,” pungkas Franky.

Kisah Shakyna menjadi pengingat bahwa prestasi tidak mengenal asal daerah. Dari Kota Prabumulih, seorang generasi muda mampu menembus forum dunia dan membawa harapan bahwa semakin banyak anak Indonesia yang kelak berdiri sejajar dengan generasi terbaik dari berbagai penjuru dunia. (dn)

Danau Shuji, Wujud Kepedulian Pemuda Muara Enim Ubah Tempat Sampah Jadi Desa Wisata

MUARA ENIM, Pikiranrakyatsumsel – Kala pandemi Covid-19 melanda pada 2020, sejumlah pemuda Lembak, Muara Enim kehilangan pekerjaan dan menjadi pengangguran. Pada saat bersamaan, ada potensi daerah yang belum tergarap: Danau Shuji. Sebenarnya, danau itu punya potensi wisata dan menciptakan lapangan kerja, tetapi saat itu hanya menjadi tempat pembuangan sampah.

Kondisi tersebut mendorong tokoh masyarakat Bob Permana mencari cara untuk menjawab dua persoalan sekaligus: lingkungan dan penghidupan warga. Bob terpikir untuk mempekerjakan pemuda-pemuda di Lembak dengan proyek pembersihan Danau Shuji.

Dengan biaya dari kantong pribadi, Bob meminta pemuda-pemuda di Lembak untuk mulai membersihkan danau tersebut. Sekitar enam bulan kemudian, wajah Danau Shuji berubah. Tak ada lagi tumpukan sampah, batang pohon berserakan, dan air yang keruh di danau tersebut.

Langkah Bob tak berhenti di situ. ia mulai mempersiapkan Danau Shuji menjadi lokasi wisata. Ia berharap wisata bisa menciptakan lapangan pekerjaan bagi warga Lembak. Kegigihan Bob mengembalikan harapan ke Lembak pascapandemi tersebut mengundang perhatian Pertamina EP Prabumulih Field.

Perusahaan yang merupakan bagian dari PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) Zona 4 itu membantu Bob dan kawan-kawan dalam mengolah sampah pada tahap awal pembinaan. Kemudian, pendampingan berlanjut melalui program MBAK DEWI SHUJI (Lembak Desa Wisata Shuji).

PEP Prabumulih Field memberikan pelatihan-pelatihan keterampilan, peningkatan kapasitas, serta pengelolaan desa wisata. Selain itu, ada bantuan berupa Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) berkapasitas 8,72 kWp dengan baterai 10 kWh. Panel surya tersebut membantu penyediaan energi listrik alternatif di lokasi wisata Danau Shuji sekaligus menjadi wadah edukasi bagi wisatawan dan masyarakat sekitar mengenai pentingnya transisi energi.

Program Pengembangan Masyarakat (PPM) tersebut berjalan pada 2021 hingga 2025. Saat ini, program PEP Prabumulih Field di Danau Shuji sudah selesai atau exit program. Pembinaan selama lima tahun menghasilkan kemandirian Desa Wisata Danau Shuji.

Danau Shuji menjadi destinasi yang banyak dikunjungi masyarakat di Muara Enim. Bahkan, pengunjung juga berasal dari Palembang, Lampung, Lubuk Linggau, Bengkulu, dan Bangka. Selain menikmati keindahan danau, para wisatawan juga bisa merasakan pengalaman naik perahu atau sepeda air, piknik di saung, dan bersantai sembari makan-makan di saung di pinggir danau.

Pengembangan Danau Shuji tak hanya menjawab permasalahan lingkungan terkait sampah. Langkah itu juga menjawab persoalan lapangan pekerjaan di Lembak, Muara Enim. Sekitar 30 orang warga bisa bekerja sebagai tenaga pengawas dan pelayan saat akhir pekan atau musim liburan. Para pekerja itu masih punya waktu mengurus kebunnya saat bukan musim liburan.

Kehadiran Desa Wisata Danau Shuji juga mengembangkan UMKM lokal, terutama kerupuk, opak, dan kemplang khas Desa Lembak. Warga sekitar menjual produk-produk tersebut di sepanjang jalan menuju danau.

Uang yang masuk dari wisata di Shuji tak hanya dinikmati Bob dan para pekerja. Sebagian keuntungan disalurkan ke masjid-masjid setempat dan badan usaha milik desa. Bob ingin manfaat kehadiran Danau Shuji bisa dirasakan semua masyarakat sekitar.

“Kami tidak pernah membayangkan tempat yang dulu kumuh dan menjadi lokasi pembuangan sampah kini bisa menjadi tujuan wisata yang memberi manfaat bagi masyarakat. Yang terpenting bagi kami adalah lingkungan menjadi lebih bersih, pemuda memiliki kegiatan yang positif, dan masyarakat bisa memperoleh tambahan penghasilan,” ucap Bob.

Kepedulian Bob terhadap lingkungan dan masyarakat di Lembak menjadi pendorong bagi PEP Prabumulih Field untuk terus bertumbuh bersama masyarakat di sekitar wilayah operasi. Perusahaan berniat menyebarkan semangat perjuangan Bob ke masyarakat di wilayah lain

“Pertamina EP Prabumulih melalui program PPM terus berkomitmen mendukung pemberdayaan masyarakat, menciptakan nilai ekonomi berkelanjutan, dan berdampak positif bagi lingkungan sekitar,” kata Manager Community Involvement and Development PHR Iwan Ridwan Faizal.

Transformasi Danau Shuji menunjukkan bahwa pengelolaan sampah dan kepedulian terhadap lingkungan dapat menjadi titik awal lahirnya manfaat ekonomi dan sosial bagi masyarakat. Semangat tersebut sejalan dengan peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia yang mengajak seluruh pihak mengambil peran dalam menjaga keberlanjutan lingkungan.

Semangat untuk menjaga lingkungan hidup ini terus dinyalakan di PHR Zona 4. Selain lewat program pemberdayaan seperti Danau Shuji, juga lewat sejumlah event. Salah satunya untuk memperingati Hari Lingkungan Hidup, tahun ini PHR Zona 4 bersama Dinas Lingkungan Hidup Prabumulih mengkampanyekan pesan-pesan lingkungan edukasi pelajar, berbagai kompetisi bertema lingkungan, penanaman pohon buah produktif, hingga penanaman pohon.

Penanaman ini sebagai implementasi konservasi habitat gajah di Kawasan hutan Benakat Semanggus Sumatra Selatan melalui aksi penanaman pohon pelindung ekosistem dan pakan gajah. (Ril)

SPMB SMPN 12 Prabumulih Membludak, Penambahan Rombel Masih Menunggu Keputusan Kementerian

PRABUMULIH, Pikiranrakyatsumsel – Tingginya minat masyarakat untuk menyekolahkan anak di SMP Negeri 12 Prabumulih membuat kuota penerimaan peserta didik baru pada Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun Ajaran 2026/2027 belum mampu mengakomodasi seluruh pendaftar.

Pada pelaksanaan SPMB gelombang II melalui jalur domisili dan Tes Kemampuan Akademik (TKA), jumlah pendaftar mencapai 192 calon siswa. Namun, sekolah hanya dapat menerima 125 siswa, sehingga terdapat 64 calon siswa yang belum berhasil diterima.

Kepala SMP Negeri 12 Prabumulih, Laila Fadlia, S.Pd., M.Si., mengatakan sekolah sebenarnya memperoleh alokasi 5 rombongan belajar (rombel) dengan kapasitas maksimal 32 siswa per rombel, atau total daya tampung sebanyak 160 siswa.

“Untuk penerimaan siswa baru di SMP Negeri 12 Prabumulih kami mendapatkan jatah lima rombel. Setiap rombel berisi 32 siswa. Pada gelombang kedua, jumlah pendaftar jalur domisili dan TKA mencapai 192 siswa,” ujar Laila diwawancarai media ini, Sabtu (27/6/2026).

Dari total siswa yang diterima, kata dia, sebanyak 117 siswa berasal dari jalur domisili dan 8 siswa melalui jalur TKA. Sementara itu, dari 10 peserta yang mengikuti seleksi TKA, hanya 8 orang yang dinyatakan lolos.

Laila menjelaskan tingginya jumlah pendaftar dipengaruhi oleh lokasi sekolah yang berada di kawasan padat penduduk. Karena itu, pihak sekolah berharap pemerintah dapat memberikan tambahan rombongan belajar agar lebih banyak siswa yang tinggal di sekitar sekolah dapat diterima.

“Wilayah kami memang padat penduduk, sehingga kami membutuhkan bantuan pemerintah untuk penambahan rombel agar anak-anak yang rumahnya dekat dengan sekolah bisa kami tampung,” katanya.

Upaya penambahan kuota tersebut, lanjut Laila, telah dibahas dalam rapat bersama DPRD Kota Prabumulih yang melibatkan Komisi I, II, dan III. Hasil pertemuan itu menyepakati untuk bersama-sama menyampaikan usulan kepada pihak Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP).

Usai rapat, lanjut Laila, pihak sekolah bersama perwakilan DPRD langsung menemui Kepala BPMP, Tanjung Idris, untuk menyampaikan permohonan penambahan kuota.

“Namun, untuk penambahan kuota, Kepala BPMP belum bisa memutuskan karena kewenangannya berada di kementerian. Beliau menyampaikan akan membawa persoalan ini ke kementerian, tetapi hingga saat ini kami masih menunggu keputusan apakah penambahan kuota dapat disetujui atau belum,” jelasnya.

Sementara itu, untuk jalur domisili, batas jarak terakhir calon siswa yang diterima tercatat sekitar 1,9 kilometer dari lokasi sekolah.

Pihak sekolah berharap adanya kebijakan penambahan rombongan belajar dapat menjadi solusi atas tingginya animo masyarakat, sehingga lebih banyak calon peserta didik yang berada di sekitar lingkungan sekolah memperoleh kesempatan mengenyam pendidikan di SMP Negeri 12 Prabumulih. (dn)

Tidak Ada Lagi Postingan yang Tersedia.

Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.