Mobil Tata Yodha untuk Operasional Kopdes Merah Putih Muara Dua Barat Prabumulih Tiba, Operasional Masih Menunggu Kesiapan Gerai

PRABUMULIH, Pikiranrakyatsumsel – Satu unit mobil pickup Tata Yodha 4×4 yang disiapkan untuk mendukung operasional Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdes) Merah Putih telah tiba di Koperasi Merah Putih Kelurahan Muara Dua Barat, Kecamatan Prabumulih Timur, Kota Prabumulih.

Berdasarkan pantauan di lokasi, kendaraan tersebut telah terparkir di depan gerai Kopdes Merah Putih Muaradua Barat yang berada di kawasan Perumahan Guru, Jalan Tangkuban Perahu, tepat di samping Kantor Lurah Muara Dua Barat.

Selain mobil pickup, koperasi tersebut sebelumnya juga telah menerima dua unit kendaraan roda tiga. Sarana transportasi itu disiapkan untuk menunjang aktivitas operasional, termasuk pengangkutan hasil bumi dan distribusi berbagai produk yang nantinya dipasarkan melalui koperasi.

Ketua Koperasi Merah Putih Kelurahan Muaradua Barat, H. Aden Tamrin, SE, membenarkan pihaknya telah menerima satu unit mobil pickup tersebut. Namun, ia menyebut proses serah terima secara resmi belum dilakukan.

“Alhamdulillah, KDMP Muaradua Barat sudah mendapatkan mobil, diberikan beberapa hari lalu. Namun untuk serah terima secara resmi belum,” kata Aden kepada wartawan, belum lama ini.

Menurut Aden, berdasarkan informasi yang diterima pengurus, kendaraan tersebut memang diperuntukkan bagi kebutuhan operasional koperasi. Salah satu pemanfaatannya yakni untuk mendukung kegiatan distribusi, baik mengambil maupun mengantarkan barang.

“Intinya mobil untuk operasional koperasi, untuk mengantar barang atau mengambil. Dengan adanya kendaraan ini, kegiatan distribusi diharapkan bisa dilakukan dengan lebih mudah dan cepat,” ujarnya.

Meski sarana transportasi telah tersedia, Aden mengatakan Kopdes Merah Putih Muara Dua Barat belum dapat memastikan waktu mulai beroperasi secara penuh. Pengurus masih menunggu informasi lebih lanjut sekaligus menyelesaikan sejumlah fasilitas di gerai koperasi.

“Kalau kapan operasional kita belum tahu, kami belum mendapatkan informasi lebih lanjut. Selain itu, gerai koperasi ini belum seratus persen selesai, masih butuh pembenahan seperti etalase dan lainnya,” jelasnya.

Ia menilai kesiapan fasilitas menjadi bagian penting sebelum koperasi mulai memberikan pelayanan kepada masyarakat. Gerai yang memadai diperlukan untuk mendukung penataan produk sekaligus memberikan kenyamanan bagi masyarakat yang nantinya memanfaatkan layanan koperasi.

Keberadaan kendaraan operasional diharapkan dapat mendukung rantai distribusi produk masyarakat, khususnya hasil bumi dan komoditas lokal. Dengan dukungan sarana transportasi tersebut, proses pengangkutan maupun pemasaran produk diharapkan dapat berlangsung lebih efektif.

Aden berharap seluruh tahapan persiapan, termasuk penyelesaian fasilitas gerai dan proses administrasi kendaraan, dapat segera dituntaskan sehingga Kopdes Merah Putih Muaradua Barat dapat beroperasi dan memberikan manfaat bagi masyarakat.

“Harapan kita segera operasi sehingga dapat memberikan manfaat bagi masyarakat,” pungkasnya. (dn)

banner 400x130

Lemahnya Pengawasan SPBU di Prabumulih, Motor Modifikasi Bebas Bolak-Balik Isi BBM Subsidi

PRABUMULIH, Pikiranrakyatsumsel – Antrian panjang kendaraan untuk mendapatkan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi menjadi pemandangan di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Kota Prabumulih, Sumatera Selatan, dalam beberapa waktu terakhir.

Di tengah kondisi tersebut, masyarakat menyoroti aktivitas sejumlah kendaraan yang diduga melakukan pengisian BBM subsidi secara berulang dalam satu hari. Salah satu kendaraan yang menjadi perhatian warga adalah sepeda motor jenis Thunder yang disebut telah dimodifikasi untuk menampung BBM dalam jumlah lebih besar.

Warga mempertanyakan mekanisme pengawasan terhadap kendaraan yang diduga kembali masuk ke antrean setelah sebelumnya melakukan pengisian.

“Ini antrean motor Thunder di SPBU hari-hari ramai terus. Kenapa tidak diawasi?” keluh seorang warga yang ditemui saat mengantri di salah satu SPBU di Prabumulih, Senin (7/9/2026).

Berdasarkan pantauan di sejumlah SPBU di wilayah Kecamatan Prabumulih Timur, kendaraan jenis Thunder yang dimaksud terlihat masuk dalam antrian pengisian lebih dari sekali dalam sehari. Kondisi tersebut menjadi perhatian karena terjadi ketika antrean kendaraan masyarakat lainnya cukup panjang.

Fenomena itu kemudian memunculkan pertanyaan mengenai pengawasan distribusi BBM subsidi, khususnya terhadap kendaraan yang melakukan pembelian berulang dengan pola yang dinilai tidak lazim.

Selain persoalan frekuensi pengisian, muncul pula dugaan adanya pembayaran tambahan di luar harga resmi BBM kepada oknum tertentu. Dugaan tersebut masih memerlukan klarifikasi dan pembuktian dari pihak terkait.

“Kalu ngisi sepuluh liter tambahan bayar Rp3.000, kalu ngisi full tank nambah Rp6.000,” kata seorang sumber yang mengaku pernah mencoba mengikuti antrian di salah satu SPBU. Sumber tersebut meminta identitasnya tidak dipublikasikan.

Di sisi lain, pola pengisian berulang terhadap BBM bersubsidi berpotensi mempengaruhi akses masyarakat yang menggunakan BBM sesuai kebutuhan. Jika tidak diawasi secara ketat, kondisi tersebut dikhawatirkan membuka celah penyalahgunaan distribusi BBM subsidi.

“Kalau memang satu kendaraan bisa berkali-kali mengisi dalam sehari, tentu masyarakat bertanya-tanya. Apalagi kalau antriannya panjang seperti sekarang,” ujar warga lainnya.

Masyarakat berharap Pertamina, pemerintah daerah, serta aparat dan instansi terkait melakukan pengawasan terhadap pola pembelian BBM subsidi di SPBU, termasuk memeriksa frekuensi transaksi kendaraan yang diduga melakukan pengisian berulang.

Penguatan sistem pencatatan dan pemantauan transaksi juga dinilai penting untuk mengidentifikasi pola pembelian yang tidak wajar. Dengan demikian, distribusi BBM subsidi diharapkan tetap tepat sasaran dan masyarakat tidak dirugikan akibat praktik yang berpotensi menimbulkan penyalahgunaan.

Hingga berita ini ditulis, belum terdapat keterangan resmi dari pihak pengelola SPBU terkait dugaan pengisian berulang maupun dugaan pembayaran tambahan sebagaimana disampaikan sumber. (dn/tn)

Warga Pangkul Ditemukan Meninggal di Jalur Rel, Diduga Tertabrak Kereta Api di Prabumulih

PRABUMULIH, Pikiranrakyatsumsel – Seorang perempuan berusia 52 tahun ditemukan meninggal dunia di sekitar jalur rel kereta api KM 8, Desa Pangkul, Kecamatan Cambai, Kota Prabumulih, Sumatera Selatan, Senin (7/9/2026).

Korban diketahui bernama Ertasiah, warga Desa Pangkul. Sehari-hari, korban berstatus sebagai ibu rumah tangga dan bekerja sebagai petani karet serta membuat kue yang dititipkan untuk dijual di sejumlah warung.

Korban diduga menjadi korban kecelakaan yang melibatkan kereta api batubara rute Kertapati–Tanjung Enim. Namun, kepolisian masih melakukan penyelidikan untuk memastikan kronologi dan penyebab pasti kejadian.

Informasi mengenai kejadian tersebut pertama kali diterima petugas setelah Pengamanan Objek Vital Kereta Api (Polsuska) M. Runzul Fahmi mendapat laporan dari masinis terkait adanya kejadian di jalur rel wilayah Desa Pangkul.

Menindaklanjuti laporan tersebut, personel Polres Prabumulih bersama Polsek Cambai dan Tim Identifikasi (Inafis) Satreskrim Polres Prabumulih mendatangi lokasi.

Petugas kemudian mengamankan lokasi dan melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Sejumlah langkah dilakukan, mulai dari pemeriksaan kondisi serta posisi korban, pendokumentasian lokasi, pengamanan barang bukti hingga pengumpulan keterangan dari sejumlah saksi.

Identitas korban diketahui melalui kartu tanda penduduk (KTP) yang ditemukan di dalam tas miliknya. Informasi tersebut selanjutnya disampaikan kepada Bhabinkamtibmas Desa Pangkul Bripda Gilang untuk diteruskan kepada Kepala Desa Pangkul Zakaria dan pihak keluarga korban.

Setelah proses penanganan di lokasi selesai, jenazah korban dievakuasi ke RSUD Kota Prabumulih untuk menjalani pemeriksaan medis dan penanganan lebih lanjut sesuai prosedur.

Kapolsek Cambai, IPTU Haryoni Amin, S.H., membenarkan adanya kejadian tersebut. Menurut dia, personel telah melakukan sejumlah langkah kepolisian, termasuk mendatangi TKP, melakukan olah TKP bersama Tim Inafis, mengevakuasi korban, mengamankan barang bukti, serta berkoordinasi dengan pihak keluarga.

Sementara itu, Kasatreskrim Polres Prabumulih AKP Jon Kenedi, S.H., M.Si., mengatakan penyelidikan masih berlangsung untuk memastikan rangkaian peristiwa tersebut.

“Kami masih melakukan penyelidikan untuk memastikan kronologi dan penyebab pasti kejadian. Seluruh tahapan penanganan TKP dan proses identifikasi telah dilakukan sesuai prosedur kepolisian,” ujar Jon Kenedi.

Berdasarkan informasi awal, korban diduga berada di sekitar jalur rel sebelum kemudian tertabrak kereta api batubara rute Kertapati–Tanjung Enim. Meski demikian, kepolisian belum menyimpulkan penyebab pasti kejadian dan masih mendalami keterangan saksi serta sejumlah fakta yang ditemukan di lapangan.

Polres Prabumulih mengimbau masyarakat tidak melakukan aktivitas di jalur rel kereta api. Selain merupakan area yang diperuntukkan bagi perjalanan kereta api, jalur tersebut memiliki risiko keselamatan yang tinggi bagi masyarakat.

Tiga Bulan Diselidiki, Kasus Bongkar Lapak Pedagang Pasar di Prabumulih Akhirnya Terungkap

PRABUMULIH, Pikiranrakyatsumsel – Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Prabumulih mengungkap dugaan tindak pidana pencurian dengan pemberatan yang terjadi di sebuah lapak penjualan di Jalan Jenderal Sudirman, Kelurahan Pasar II, Kecamatan Prabumulih Utara, Kota Prabumulih.

Dalam pengungkapan tersebut, polisi mengamankan seorang pria berinisial SW (29), warga Kelurahan Pasar Prabumulih 1, Kecamatan Prabumulih Utara.

Kasus tersebut bermula dari laporan seorang pedagang bernama Tamzila (41). Peristiwa pencurian dilaporkan terjadi pada Kamis, 21 Mei 2026 sekitar pukul 19.30 WIB, di lapak milik korban yang berada di depan Toko Harmonis.

Akibat kejadian tersebut, korban diperkirakan mengalami kerugian materi sekitar Rp2 juta.

Peristiwa diketahui setelah saksi berinisial DI menghubungi korban dan memberitahukan bahwa lapak miliknya telah mengalami kerusakan. Sejumlah barang dagangan juga dilaporkan hilang.

Berdasarkan hasil penyelidikan, polisi menduga pelaku menjalankan aksinya dengan cara mencongkel meja jualan yang berada di lokasi kejadian.

Menindaklanjuti laporan tersebut, personel Satreskrim Polres Prabumulih melakukan serangkaian penyelidikan hingga memperoleh informasi mengenai keberadaan SW yang diduga berkaitan dengan perkara tersebut.

Pada Jumat, 4 September 2026 sekitar pukul 16.30 WIB, Team URC Tekab 11 Polres Prabumulih mendapatkan informasi mengenai keberadaan SW di wilayah Kelurahan Pasar Prabumulih 1.

Petugas kemudian mendatangi lokasi dan mengamankan SW. Selanjutnya, terduga pelaku dibawa ke Satreskrim Polres Prabumulih untuk menjalani pemeriksaan dan proses hukum lebih lanjut.

Dalam pemeriksaan awal, SW disebut mengakui keterlibatannya dalam dugaan pencurian tersebut. Polisi juga mengamankan sejumlah barang yang disebut berkaitan dengan perkara, yakni satu buah terpal berwarna biru dan satu bungkus kue kacang.

Kasat Reskrim Polres Prabumulih AKP Jhon Kenedy membenarkan penangkapan tersebut.

“Benar, personel Sat Reskrim Polres Prabumulih melalui Team URC Tekab 11 telah mengamankan seorang terduga pelaku terkait perkara dugaan pencurian dengan pemberatan. Saat ini yang bersangkutan beserta barang bukti telah diamankan untuk menjalani proses hukum lebih lanjut,” kata Jhon Kenedy.

Dalam perkara ini, penyidik menerapkan sangkaan Pasal 477 KUHP terkait dugaan tindak pidana pencurian dengan pemberatan.

Polres Prabumulih menyatakan proses hukum terhadap SW akan dilakukan sesuai prosedur dan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

SW hingga kini berstatus sebagai terduga pelaku dan memiliki hak untuk menjalani proses hukum sesuai ketentuan yang berlaku. (Ril/dn)

Angin Puting Beliung Terjang Cambai Prabumulih, Satu Rumah Rusak Satu Korban Luka

PRABUMULIH, Pikiranrakyatsumsel – Satu unit rumah warga di kawasan Perumahan Griya Pesona Al-Fatih Kelurahan Cambai Kecamatan Cambai, Kota Prabumulih, dilanda bencana angin puting beliung. 

Satu warga bernama Mi’a (68) menjadi korban mengalaki luka robek di kepala akibat tertimpa material bangunan rumah dan dilarikan ke RSUD Prabumulih. (Foto: ist/PRsumsel)

Peristiwa yang terjadi pada Sabtu (5/9/2026) sekitar pukul 12.45 WIB itu tidak menimbulkan korban jiwa. Namun, seorang ibu berusia 68 yakni Mi’a dilaporkan mengalami luka ringan akibat tertimpa material bangunan.

Mengetahui adanya kejadian itu, gerak cepat Lurah Cambai, Yuniarti Wulandari SH beserta RT dan RW langsung turun ke lokasi kejadian dan segera mengevakuasi korban yang mengalami luka robek dibagian kepala dengan melarikannya ke RSUD Kota Prabumulih.

Lurah Cambai, Yuniarti Wulandari SH membenarkan adanya peristiwa tersebut. Menurutnya, akibat angin puting beliung terjadi menerjang wilayah Cambai Kota Prabumulih, satu rumah mengalami kerusakan.

“Tidak ada korban jiwa. Hanya satu korban ibu Mi’a berusia sekitar 68 tahun tertimpa batu akibat angin puting beliung. Sekarang posisi di rumah sakit umum di UGD,” ujar Yuniarti kepada media ini, Sabtu (5/9/2026).

Ia menjelaskan, rumah warga yang terdampak bencana puting beliung tersebut di satu lokasi, yakni Griya Pesona Al-Fatih Kelurahan Cambai Kecamatan Cambai, Kota Prabumulih.

“Kejadian ba’da sholat dzuhur tadi. Kerusakan rumah warga itu pada bagian atap,” jelasnya.

Yuniarti Wulandari mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana serupa, mengingat saat ini tengah memasuki masa peralihan dari musim kering ke musim hujan yang rawan cuaca ekstrem.

“Kami mengimbau warga untuk memangkas dahan pohon yang berpotensi tumbang di sekitar rumah,” katanya.

Ia juga mengingatkan warga yang sedang beraktivitas di luar rumah agar segera menepi jika terjadi angin kencang. Selain itu, menggunakan masker akibat kabut asap masih menyelimuti wilayah kota Prabumulih.

“Karena kabut asap juga masih, kami juga imbau warga untuk tetap memakai masker. Biasanya daerah yang terbuka tanpa penghalang, angin langsung menghantam rumah warga,” tandasnya. (dn)

Proyek Revitalisasi Sekolah di Muara Enim Jadi Sorotan, Warga Minta Pengawasan Diperketat

MUARA ENIM, Pikiranrakyatsumsel – Pelaksanaan proyek revitalisasi sarana pendidikan di Kabupaten Muara Enim menjadi sorotan. Selain transparansi penggunaan anggaran, sejumlah pihak mempertanyakan kesesuaian material bangunan dengan spesifikasi teknis serta penerapan keselamatan dan kesehatan kerja (K3) di lokasi proyek.

Sorotan tersebut salah satunya muncul pada pekerjaan pembangunan sejumlah fasilitas di SMP Negeri 3 Rambang, Kabupaten Muara Enim. Proyek yang mencakup pembangunan Laboratorium A, ruang administrasi, ruang UKS, dan ruang belajar siswa itu disebut memiliki nilai anggaran hampir satu miliar.

Berdasarkan pantauan di lokasi, terdapat bagian pekerjaan dan material yang dinilai perlu mendapat perhatian lebih lanjut, khususnya terkait penggunaan rangka baja, kusen kayu serta material bangunan lainnya.

Namun, temuan visual di lapangan tersebut belum dapat menjadi dasar untuk menyimpulkan adanya pelanggaran spesifikasi. Untuk memastikan kesesuaiannya, diperlukan pemeriksaan terhadap dokumen kontrak, rencana anggaran biaya (RAB), spesifikasi teknis, serta hasil pengujian atau pemeriksaan teknis dari pihak yang berwenang.

Persoalan lain yang turut menjadi perhatian adalah aspek keselamatan kerja. Sejumlah pekerja di lokasi proyek disebut belum seluruhnya terlihat menggunakan alat pelindung diri (APD) secara lengkap. Kondisi tersebut menimbulkan pertanyaan mengenai penerapan standar K3 selama proses pembangunan berlangsung.

Sejumlah warga yang mengaku tinggal di wilayah sekitar lokasi berharap pelaksanaan proyek yang menggunakan anggaran negara tersebut mendapat pengawasan lebih ketat.

“Kami harap pengawasan dari pihak-pihak terkait proyek di sekolah itu harus diperhatikan, karena sejauh ini kami lihat pengerjaannya terkesan asal-asalan. Bangunan itu kan pakai uang rakyat, jadi tolong pihak APH bila perlu turun ke lapangan,” cetus salah satu diantara warga tersebut kepada media ini, Jumat (4/9/2026).

Selain kualitas pekerjaan, ketepatan waktu pelaksanaan juga menjadi sorotan. Masyarakat berharap proyek dapat diselesaikan sesuai jadwal yang ditetapkan dalam dokumen kontrak sehingga tidak mengganggu kegiatan belajar mengajar maupun pemanfaatan fasilitas oleh pihak sekolah.

Awak media ini telah berupaya meminta klarifikasi kepada pihak-pihak yang terlibat dalam pelaksanaan proyek. Namun, hingga berita ini diterbitkan, pihak pelaksana pekerjaan belum memberikan keterangan secara resmi.

Sementara, Kepala SMP Negeri 3 Rambang, Jenumi Faidis, S.Pd., juga telah diupayakan untuk dikonfirmasi mengenai pelaksanaan proyek, termasuk sumber anggaran, spesifikasi pekerjaan, mekanisme pengawasan, serta progres pembangunan.

Konfirmasi juga telah dilakukan melalui sambungan telepon dan pesan singkat WhatsApp. Namun, hingga berita ini diterbitkan, belum diperoleh jawaban resmi.

 

Perlu Pemeriksaan Dokumen dan Lapangan

Sorotan terhadap proyek tersebut pada akhirnya tidak cukup dijawab hanya berdasarkan kondisi fisik yang terlihat di lapangan. Pemeriksaan menyeluruh diperlukan untuk mengetahui apakah pekerjaan telah dilaksanakan sesuai kontrak dan spesifikasi teknis yang ditetapkan.

Dokumen pengadaan, kontrak pekerjaan, RAB, gambar teknis, volume pekerjaan, spesifikasi material, progres fisik, hingga berita acara pemeriksaan menjadi bagian penting untuk memastikan apakah terdapat perbedaan antara perencanaan dan pelaksanaan.

Jika kemudian ditemukan ketidaksesuaian, pihak yang berwenang dapat melakukan pemeriksaan lebih lanjut sesuai ketentuan yang berlaku. Sebaliknya, apabila pekerjaan dinyatakan telah memenuhi spesifikasi setelah melalui pemeriksaan teknis, hal tersebut juga penting disampaikan kepada publik sebagai bentuk transparansi penggunaan anggaran negara.

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari pihak pelaksana maupun pihak sekolah mengenai tudingan ketidaksesuaian material dan persoalan pengawasan tersebut. (tim)

Rekrutmen Pertamina Tak Dipungut Biaya, Masyarakat Diminta Waspada Penipuan

PRABUMULIH, Pikiranrakyatsumsel – Sebagai komitmen pengelolaan ketenagakerjaan yang transparan, seluruh perusahaan di grup Pertamina, termasuk field-field Pertamina Hulu Rokan (PHR) Zona 4 di Kota Prabumulih dan sekitarnya, menyelenggarakan proses rekrutmen secara terbuka, objektif, profesional, serta tanpa pungutan biaya dalam bentuk apa pun.

Rekrutmen di field-field PHR Zona 4 yang merupakan bagian dari Pertamina Subholding Upstream (SHU) Regional 1, terdiri dari beberapa jalur. Rekrutmen pegawai tetap dilaksanakan terpusat melalui situs recruitment.pertamina.com. Proses rekrutmen pegawai tetap dikelola oleh fungsi Human Capital PT Pertamina (Persero). Pertamina grup juga ikut serta dalam Rekrutmen Bersama BUMN (RBB).

Selain itu, ada rekrutmen tenaga kerja yang dibutuhkan Perusahaan Pelaksana Pekerjaan (mitra kerja). Proses rekrutmen serta tata kelola kepegawaian dilakukan dengan tanggung jawab sepenuhnya berada pada perusahaan mitra kerja.

“Pertamina membuka kesempatan bagi talenta-talenta terbaik bangsa melalui rekrutmen terbuka, transparan, dan profesional. Seluruh rekrutmen dilaksanakan tanpa pungutan biaya apa pun,” ucap Manager Human Capital (HC) PHR Zona 4 Febry Sudyatmo.

Febry mengimbau masyarakat untuk tidak tergiur dengan tawaran lowongan kerja di Pertamina dari sumber-sumber yang tidak resmi dan sesuai ketentuan hukum. Terlebih lagi bila ada pungutan biaya.

Ia menyampaikan seluruh rekrutmen yang dilakukan di grup Pertamina dilakukan melalui kanal-kanal resmi perusahaan, seperti situs recruitment.pertamina.com, media sosial perusahaan, serta wadah-wadah publikasi resmi dari perusahaan mitra kerja.

“Kami mengimbau masyarakat untuk melaporkan kepada perusahaan apabila menemukan informasi rekrutmen yang mencurigakan dan mengatasnamakan Pertamina. Jangan segan pula melapor ke pihak kepolisian apabila sudah terlanjur menjadi korban penipuan,” ucap Febry. (Ril/dn)

Meriahkan HUT ke-25 Prabumulih, Speed Off-Road 2026 Digelar 9-11 Oktober

PRABUMULIH, Pikiranrakyatsumsel – Indonesia Off-Road Federation (IOF) Pengurus Cabang (Pengcab) Prabumulih bersama komunitas off-road akan menggelar ajang Speed Off-Road 2026 dalam rangka memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-25 Kota Prabumulih.

Kompetisi tersebut mengusung tema “Safety No Compromise – Sedulur Sejalur Selumpur” dan dijadwalkan berlangsung selama tiga hari, 9-11 Oktober 2026, di kawasan Terminal Talang Jimar, Kota Prabumulih.

Panitia menyiapkan lintasan khusus Special Competition Stage (SCS) untuk menguji kemampuan peserta sekaligus kendaraan yang digunakan. Ajang ini terbuka bagi peserta dari berbagai daerah.

Dalam kompetisi tersebut, terdapat dua kategori perlombaan, yakni kelas Tubular G1, G2, G3, G4 serta Standart Winch.

Biaya registrasi ditetapkan sebesar Rp1,5 juta per mobil. Peserta yang telah melakukan pendaftaran akan mendapatkan sejumlah fasilitas, antara lain kaos untuk driver dan co-driver serta stiker lambung kendaraan.

Aspek keselamatan juga menjadi salah satu perhatian utama panitia. Khusus peserta kelas Standart Winch, kendaraan diwajibkan menggunakan roll bar atau roll cage sebagai perlengkapan keselamatan.

Selain menawarkan tantangan di lintasan, panitia juga menyiapkan hadiah dengan total nilai mencapai Rp100 juta. Hadiah tersebut mencakup tiga unit sepeda motor sebagai hadiah utama, uang pembinaan, serta doorprize berupa satu unit mobil bagi peserta yang beruntung.

Sebelum mengikuti perlombaan, seluruh kendaraan peserta diwajibkan menjalani scrutineering pada 9 Oktober 2026. Pemeriksaan tersebut dilakukan sebagai bagian dari proses pengecekan kelayakan kendaraan sebelum digunakan dalam kompetisi.

Sementara itu, pendaftaran peserta dijadwalkan mulai dibuka pada 9 September 2026.

Informasi lebih lanjut mengenai pendaftaran dapat diperoleh melalui panitia, yakni Wahyu di nomor 0813-6860-9030 dan Yansen di nomor 0821-8287-4087.

Melalui ajang tersebut, IOF Pengcab Prabumulih dan komunitas off-road diharapkan tidak hanya menghadirkan kompetisi otomotif, tetapi juga turut memeriahkan rangkaian HUT ke-25 Kota Prabumulih dengan tetap mengedepankan aspek keselamatan selama kegiatan berlangsung. (topikberita/prsumsel)

Terduga Kurir Sabu di Prabumulih Ditangkap Team 007 Reborn, Sabu 2 Gram Disita dan Dua Orang Diburu

PRABUMULIH, Pikiranrakyatsumsel – Team 007 Reborn Unit 1 Satuan Reserse Narkoba Polres Prabumulih mengamankan seorang pria berinisial JS (33) dalam pengungkapan dugaan peredaran narkotika jenis sabu di wilayah hukum Polres Prabumulih, Sumatera Selatan.

JS diamankan pada Selasa (1/9/2026) sekitar pukul 16.40 WIB. Ia ditangkap di depan sebuah warung di Jalan Tenggamus, RT 02/RW 01, Kelurahan Muara Dua, Kecamatan Prabumulih Timur, Kota Prabumulih.

Dalam pengungkapan tersebut, polisi menyita barang bukti berupa satu paket kristal yang diduga narkotika jenis sabu dengan berat bruto 2 gram. Selain itu, petugas turut mengamankan satu lembar plastik warna hitam, satu plastik klip bening, satu unit telepon seluler merek Realme warna hitam, serta uang tunai Rp29 ribu.

Kasus ini terungkap setelah personel Satresnarkoba Polres Prabumulih menerima informasi dari masyarakat mengenai dugaan aktivitas penyalahgunaan narkotika di sekitar lokasi kejadian.

Informasi tersebut kemudian ditindaklanjuti dengan penyelidikan. Kasat Resnarkoba Polres Prabumulih IPTU Fitrawadi, S.H. memerintahkan personel Opsnal Satresnarkoba untuk melakukan pengecekan ke lokasi.

Saat tiba di lokasi, petugas mendapati dua orang yang ciri-cirinya disebut sesuai dengan informasi yang diterima. Ketika hendak dilakukan pemeriksaan, salah seorang pria melarikan diri, sedangkan JS berhasil diamankan.

Polisi kemudian melihat JS diduga membuang sesuatu dari tangannya. Benda tersebut diamankan petugas dan diperiksa dengan disaksikan masyarakat di sekitar lokasi.

Dari pemeriksaan itu, petugas menemukan plastik warna hitam yang di dalamnya terdapat plastik klip bening berisi kristal yang diduga sabu dengan berat bruto 2 gram.

Berdasarkan keterangan awal yang disampaikan kepada penyidik, JS mengaku barang tersebut merupakan pesanan seorang rekannya berinisial US yang kini masuk daftar pencarian orang (DPO). JS juga menyebut barang tersebut diperoleh dari seseorang berinisial HK, yang juga berstatus DPO, dengan harga Rp1,5 juta.

JS beserta barang bukti kemudian dibawa ke Mapolres Prabumulih untuk menjalani pemeriksaan dan proses hukum lebih lanjut. Sementara itu, penyidik masih melakukan pencarian terhadap dua orang yang disebut dalam keterangan awal dan telah berstatus DPO.

Kasat Resnarkoba Polres Prabumulih IPTU Fitrawadi, S.H. mengatakan, pengungkapan tersebut merupakan bagian dari upaya kepolisian memberantas penyalahgunaan dan peredaran narkotika di wilayah hukumnya.

“Kami mengapresiasi informasi dari masyarakat yang turut membantu kepolisian dalam mengungkap dugaan penyalahgunaan narkotika. Peran masyarakat sangat penting karena pemberantasan narkoba bukan hanya menjadi tanggung jawab kepolisian, tetapi membutuhkan kepedulian dan kerja sama seluruh pihak,” ujarnya.

Ia menegaskan, kepolisian akan terus melakukan langkah pencegahan maupun penindakan terhadap dugaan peredaran narkotika.

“Kami mengajak masyarakat untuk tidak takut memberikan informasi apabila mengetahui adanya dugaan penyalahgunaan atau peredaran narkotika. Setiap informasi akan kami tindaklanjuti sesuai prosedur hukum yang berlaku,” katanya.

Dalam perkara tersebut, JS diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku. Polisi menyebut sangkaan pasal yang diterapkan yakni Pasal 609 ayat (1) huruf a UU Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP jo UU Nomor 1 Tahun 2026 tentang Penyesuaian Pidana dan/atau Pasal 114 ayat (1) UU Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika jo UU Nomor 1 Tahun 2026 tentang Penyesuaian Pidana. (Ril)

Jaga Keselamatan Bersama, PHR Zona 4 Respon Cepat Padamkan Lebih dari 100 Titik Api Karhutla Sumsel

PRABUMULIH, Pikiranrakyatsumsel – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di Sumatera Selatan turut meningkatkan kewaspadaan Pertamina Hulu Rokan (PHR) Zona 4, bagian dari Pertamina Subholding Upstream (SHU) Regional 1 Seluruh personel dan perlengkapan pemadam kebakaran disiagakan untuk mengamankan operasi hulu migas maupun keselamatan masyarakat di sekitarnya.

Sejak akhir Juli hingga 28 Agustus 2026, tim pemadam kebakaran di tujuh field PHR Zona 4 telah ikut memadamkan 113 kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Sumsel. Angka tersebut terdiri dari 18 pemadaman oleh Pertamina EP (PEP) Prabumulih Field, 27 pemadaman oleh PEP Limau Field, 27 pemadaman oleh PEP Adera Field, 16 pemadaman oleh PEP Pendopo Field, 17 pemadaman oleh PEP Ramba Field, serta 8 pemadaman oleh Pertamina Hulu Energi Ogan Komering dan Raja Tempirai (PHE OKRT) Field.

Pjs General Manager PHR Zona 4 Muhammad Luthfi Ferdiansyah menyatakan kepedulian perusahaan terhadap karhutla yang sedang terjadi. “Dalam situasi ini dibutuhkan respons cepat dan terkoordinasi. Kami memastikan personel dan peralatan siap dikerahkan untuk mendukung penanggulangan bersama untuk meminimalkan dampak terhadap operasi produksi dan keselamatan masyarakat di sekitarnya,” ungkap Luthfi.

Setiap field di wilayah kerja PHR Zona 4 menyiagakan armada dan petugas jaga untuk membantu penanganan karhutla. PEP Prabumulih Field dan PEP Limau Field masing-masing menyiagakan 3 unit mobil pemadam kebakaran (fire truck) dan 4 petugas setiap hari.

PEP Adera Field menyiagakan 1 unit fire truck dengan 5 orang petugas setap hari. Sementara itu, PEP Pendopo Field menyiagakan 5 unit fire truck disertai 7 orang setiap hari. PEP Ramba Field menyiagakan 3 unit fire truck dengan 7 orang petugas di 4 lokasi. Adapun PHE OKRT menyiagakan 1 unit fire truck dan 5 petugas.

Selain fire truck, PHR Zona 4 juga memastikan kesiapan peralatan pemadam kebakaran di setiap field, seperti pompa pemadam kebakaran (fixed fire pump), pompa pemadam kebakaran berjalan (mobile fire pump), tangki air (water tank), dan sejumlah perlengkapan pemadaman kebakaran lainnya.

Patroli rutin yang biasa dilakukan tim security Pertamina menjadi sumber informasi hot spot. Selain itu, pemadaman kebakaran juga dilakukan atas laporan dari masyarakat dan pemerintah setempat di sekitar wilayah operasi.

“Kami berterima kasih atas laporan masyarakat yang melaporkan kebakaran yang mendekat ke jalur pipa maupun fasilitas produksi. Hal ini mencerminkan sinergi untuk menjaga keselamatan bersama dan ketahanan energi nasional,” pungkas Luthfi. (Ril)

Tidak Ada Lagi Postingan yang Tersedia.

Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.