10 Bulan SK Pensiun Almarhum Suami Belum Kembali, Warga Prabumulih Adukan BNI ke OJK

PRABUMULIH, Pikiranrakyatsumsel – Seorang perempuan berinisial SL, istri almarhum pensiunan TNI di Kota Prabumulih, Sumatera Selatan, mengadukan persoalan pengembalian Surat Keputusan (SK) pensiun milik suaminya yang masih menjadi jaminan kredit di Bank Negara Indonesia (BNI) Cabang Prabumulih kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Pengaduan tersebut dilakukan setelah SL mengaku belum memperoleh kepastian mengenai penyelesaian klaim asuransi kredit dan pengembalian dokumen pensiun suaminya yang meninggal dunia pada November 2025.

Hingga Selasa (13/10/2026), atau sekitar 10 bulan setelah suaminya meninggal dunia, SK pensiun tersebut disebut belum dikembalikan. SL mengaku telah melengkapi dokumen yang diperlukan untuk pengajuan klaim asuransi kredit beberapa waktu setelah suaminya meninggal dunia.

Kepada awak media, SL mengatakan dirinya telah berulang kali meminta penjelasan kepada pihak bank. Namun, menurut pengakuannya, jawaban yang diterima masih berkaitan dengan proses penyelesaian klaim asuransi.

“Almarhum sekitar bulan 11/2025 meninggal dunia. Berkasnya telah kita lengkapi beberapa saat setelah suami saya meninggal dunia. Kita sudah menunggu selama 10 bulan, tetapi tidak ada penyelesaiannya,” ujar SL, Selasa (13/10/2026).

Selain mempertanyakan pengembalian SK pensiun, SL juga menyoroti tagihan angsuran kredit yang menurut pengakuannya masih ditujukan ke rumahnya setelah suaminya meninggal dunia.

Ia turut mempersoalkan adanya pemotongan dana sekitar Rp11 juta yang disebut terjadi sekitar tiga bulan setelah suaminya meninggal dunia. Namun, peruntukan dan dasar pemotongan tersebut masih memerlukan penjelasan dari pihak bank.

“Saya hanya memperjuangkan hak saya. SK pensiunan suami saya dijadikan jaminan kredit. Sampai detik ini tidak jelas. Selalu katanya dalam proses,” keluhnya.

Merasa belum mendapatkan kepastian yang diharapkan, SL akhirnya menyampaikan pengaduan kepada OJK. Ia berharap laporan tersebut dapat mendorong penyelesaian klaim asuransi kredit sekaligus memberikan kejelasan mengenai status kewajiban kredit almarhum suaminya.

“Itu kewajiban bank. Saya menginginkan SK pensiunan suami saya dikembalikan karena itu hak saya. Saya baru pulang dari laporan ke OJK,” katanya.

SL berharap pihak terkait segera memberikan penjelasan mengenai proses klaim asuransi, dasar belum dikembalikannya SK pensiun, serta status tagihan dan pemotongan angsuran yang dipersoalkannya.

 

Terpisah, seorang sumber di lingkungan BNI Cabang Prabumulih membenarkan adanya persoalan terkait pengembalian SK pensiun tersebut. Menurut sumber itu, dokumen milik debitur belum dapat diserahkan karena klaim asuransi kredit belum dibayarkan kepada pihak bank.

“Karena itulah, SK pensiunan kreditur belum bisa diserahkan,” ujar sumber tersebut.

Untuk memperoleh penjelasan yang berimbang, awak media mendatangi Kantor Cabang BNI Prabumulih guna meminta keterangan resmi mengenai persoalan yang disampaikan SL.

Namun, upaya tersebut belum membuahkan hasil. Awak media sempat diarahkan ke bagian umum, kemudian ke bagian kredit. Setelah menunggu lebih dari 30 menit tanpa memperoleh keterangan dari pejabat yang berwenang, awak media meninggalkan kantor tersebut.

Hingga berita ini ditayangkan, belum diperoleh keterangan resmi dari pihak BNI Cabang Prabumulih mengenai status klaim asuransi kredit, dasar penahanan SK pensiun, maupun penjelasan terkait tagihan dan pemotongan angsuran yang dipersoalkan SL. (ril/dn)

banner 400x130

Usulan Pemekaran RT di Perumahan Al-Fatih Prabumulih Ditindaklanjuti, Kelurahan Cambai Siapkan Koordinasi dengan Dinas PMD

PRABUMULIH, Pikiranrakyatsumsel — Usulan pemekaran Rukun Tetangga (RT) di kawasan Perumahan Al-Fatih, belakang Citimall, Kelurahan Cambai, Kota Prabumulih, akan difasilitasi melalui pertemuan dengan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) guna membahas persyaratan serta mekanisme pengajuannya.

Rencana tersebut disampaikan Lurah Cambai, Yuniarti Wulandari SH setelah menerima aspirasi puluhan warga Al-Fatih yang mendatangi Kantor Kelurahan Cambai, berlokasi di Jalan Gugok Manjur, RT02 RW01 Kelurahan Cambai Kecamatan Cambai, Kota Prabumulih, Senin (12/10/2026) sekira pukul 10.00 WIB.

“Dalam waktu dekat, kami pihak kelurahan akan memfasilitasi untuk mempertemukan perwakilan warga dengan Kepala Dinas PMD Kota Prabumulih agar usulan tersebut dapat dibahas secara langsung,” ujar Lurah Cambai saat diwawancarai awak media.

Menurutnya, wilayah dua RT yang mengusulkan pemekaran saat ini masih masuk dalam wilayah administrasi RW 01, yang pelayanan RT-nya berada di bawah tanggung jawab RT yang lama.

Lurah Cambai Wulandari juga menyebut pelayanan administrasi bagi warga di kawasan tersebut sejauh ini masih dapat terakomodasi melalui RT yang ada.

“Pelayanan administrasi tetap jalan dan tidak ada kendala. Namun, aspirasi pemekaran tetap akan ditindaklanjuti dengan mengkoordinasikannya bersama instansi terkait,” kata dia.

Lebih jauh dirinya menjelaskan, bahwa keterbatasan dan efisiensi anggaran menjadi salah satu pertimbangan terkait kemungkinan realisasi pemekaran. Karena itu, lanjut Wulan, usulan tersebut belum dapat dipastikan kapan akan direalisasikan dan masih perlu dibahas berdasarkan ketentuan yang berlaku serta kemampuan anggaran pemerintah.

Selain persoalan anggaran, pembahasan juga menyangkut hak dan kewajiban pengurus RT/RW, termasuk persoalan pemberian honorarium.

“Kami juga menilai aspek tersebut perlu dikaji dengan memperhatikan regulasi yang berlaku, sehingga tidak hanya mempertimbangkan kebutuhan pemekaran wilayah, tetapi juga konsekuensi administrasi dan pembiayaannya,” tuturnya.

Ketika ditanya soal usulan pemekaran RT tersebut selama ini terhambat di pihak kelurahan Cambai?, Lurah Wulandari pun membantah anggapan tersebut. Menurutnya, belum terealisasinya usulan tersebut berkaitan dengan perlunya koordinasi, pemenuhan ketentuan, dan pertimbangan anggaran.

“Kami tidak pernah menghambat, nah melalui rencana pertemuan dengan Dinas PMD, warga diharapkan juga memperoleh penjelasan langsung mengenai persyaratan, tahapan, dan kemungkinan tindak lanjut usulan pemekaran RT di kawasan Al-Fatih,” tandasnya. (dn)

Wahyu JPC Sabet Dua Piala di Ajang Adventure Offroad Individual Prabumulih

PRABUMULIH, Pikiranrakyatsumsel — Prestasi membanggakan ditorehkan Wahyu Budi Pratama dalam ajang Adventure Offroad Individual yang digelar dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-25 Kota Prabumulih. Offroader JPC asal Prabumulih tersebut berhasil membawa pulang dua piala setelah menunjukkan ketangguhannya di lintasan Stadion Prabumulih, Talang Jimar.

Dalam kompetisi yang berlangsung pada 10–11 Oktober 2026 itu, Wahyu sukses meraih juara pertama pada kategori G3 Tubular dengan total perolehan 627 poin. Tak hanya itu, ia juga berhasil menempati posisi kedua pada kategori Umum Tubular.

Capaian tersebut menjadi kebanggaan tersendiri bagi Kota Prabumulih. Pasalnya, Wahyu mampu bersaing dengan sejumlah offroader dari berbagai daerah yang turut ambil bagian dalam kompetisi adu ketangkasan dan keberanian di lintasan ekstrem tersebut.

Pada kategori Umum Tubular G3 dan G4, posisi pertama diraih pembalap nasional Kiki Pidi asal Sulawesi Tenggara (Sultra). Sementara itu, Wahyu Budi Pratama dari Prabumulih menempati posisi kedua, disusul Dadang Daviena dari Palembang di posisi ketiga.

Persaingan berlangsung sengit. Para peserta ditantang menaklukkan lintasan yang menguji keterampilan mengemudi, ketepatan mengambil jalur, serta kemampuan mengendalikan kendaraan dalam berbagai kondisi medan.

Ajang ini tidak hanya menjadi wadah bagi para pegiat olahraga otomotif untuk menunjukkan kemampuan terbaik mereka, tetapi juga menjadi bagian dari semarak perayaan HUT ke-25 Kota Prabumulih. (12/10).

Wali Kota Prabumulih, H. Arlan, mengapresiasi penyelenggaraan ajang Adventure Offroad Individual yang menjadi salah satu kegiatan olahraga otomotif dalam rangka memeriahkan hari jadi Kota Prabumulih.

“Olahraga seperti ini dapat menjadi sarana positif untuk menyalurkan minat dan bakat, mempererat silaturahmi antarpeserta dari berbagai daerah, sekaligus memperkenalkan Kota Prabumulih kepada masyarakat luas,” terangnya.

Wali Kota juga diharapkan memberikan apresiasi atas prestasi Wahyu Budi Pratama yang berhasil membawa pulang dua piala dan mengharumkan nama daerahnya dalam kompetisi tersebut.

Apresiasi serupa juga diharapkan disampaikan Ketua DPRD Kota Prabumulih, H. Deni Victoria. Prestasi Wahyu menjadi bukti bahwa putra daerah mampu bersaing dengan para pembalap dari luar daerah, termasuk pembalap nasional.

Dukungan dari pemerintah daerah dan unsur legislatif diharapkan dapat mendorong perkembangan olahraga otomotif di Prabumulih serta membuka kesempatan bagi atlet-atlet lokal untuk terus mengukir prestasi di tingkat yang lebih tinggi.

“Keberhasilan Wahyu meraih dua piala menjadi salah satu catatan positif dalam rangkaian perayaan HUT ke-25 Kota Prabumulih. Prestasi tersebut sekaligus menambah semarak kompetisi yang mempertemukan para offroader dari berbagai daerah,” pungkasnya. (*)

Dorong Operasi Hulu Migas Berkelanjutan, Pertamina EP Prabumulih Raih 6 Penghargaan di ENSIA 2026

PRABUMULIH, Pikiranrakyatsumsel – Pertamina EP (PEP) Prabumulih Field, bagian dari Pertamina Subholding Upstream Regional 1 Zona 4, mendapatkan apresiasi atas upaya menghadirkan inovasi operasi hulu migas berkelanjutan pada ajang penghargaan ENSIA (Environmental and Social Innovation Awards) 2026.

Berkat komitmen tumbuh bersama masyarakat sekitar wilayah operasi serta upaya menjaga kelestarian lingkungan, PEP Prabumulih Field meraih penghargaan pada enam kategori di ajang tersebut. Penghargaan diberikan secara resmi pada 10 September 2026 di Westin Resort Nusa Dua, Bali.

“Dalam upaya mendukung ketahanan energi nasional, Pertamina EP Prabumulih Field tak hanya berhenti pada tugas memenuhi pasokan minyak dan gas. Kami juga terus merumuskan berbagai terobosan baru untuk menghadirkan operasi hulu migas berkelanjutan,” ujar Pjs. Senior Manager Pertamina EP Prabumulih Field Haris Fadilah.

PEP Prabumulih Field meraih penghargaan Platinum pada empat kategori, yaitu Penurunan Emisi, Efisiensi Air dan Penurunan Beban Pencemar Air, Pengelolaan Sampah, serta Perlindungan Keanekaragaman Hayati. Sementara itu, penghargaan Emas diraih pada kategori Efisiensi Energi dan Pemanfaatan Limbah B3.

Penghargaan pada kategori Efisiensi Air dan Penurunan Beban Pencemar Air diraih berkat penerapan inovasi Gate Valve Pneumatic berbasis control android. Sistem tersebut memungkinkan proses buka-tutup valve pipa dilakukan jarak jauh sehingga pencegahan tumpahan minyak ke area sekitar tangki bisa dilakukan lebih cepat dan dari jarak jauh.

Sementara itu, penghargaan Platinum di kategori Penurunan Emisi diberikan atas keberhasilan mengoptimalkan penyerapan karbondioksida dan mengurangi jumlah emisi dari proses flare melalui Renewal Heat Exchanger dengan Tipe Shell and Tube. Upaya tersebut meningkatkan keandalan operasi serta memastikan kualitas gas memenuhi target produksi dan ketentuan Perjanjian Jual Beli Gas (PJBG).

Dalam aspek Perlindungan Keanekaragaman Hayati, PEP Prabumulih Field memiliki program konservasi dan regenerasi jenis Angsana (Pterocarpus Indicus) yang sudah berstatus IUCN-Red List (endangered) menggunakan metode SIG-Nature.

Program ini juga bertujuan mengembangkan metode pembibitan menggunakan zat pengatur tumbuh alami untuk mendukung pertumbuhan bibit pada kondisi lahan marginal, sekaligus meningkatkan penghijauan area sekitar proses. Selain memberikan manfaat ekologis, program ini bertujuan meningkatkan pengetahuan serta keterampilan masyarakat dalam pembibitan dan konservasi tanaman secara berkelanjutan. (*)

Kabut Asap Selimuti Prabumulih, BPBD Sebut Tak Ada Hotspot Terdeteksi per 9 Oktober

PRABUMULIH, Pikiranrakyatsumsel — Kabut asap yang menyelimuti Kota Prabumulih menjadi perhatian masyarakat. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Prabumulih menduga asap tersebut berasal dari kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah kabupaten tetangga. Namun, sumber asap itu masih memerlukan verifikasi lebih lanjut.

Kepala Pelaksana BPBD Kota Prabumulih, Sriyono, S.H., mengatakan berdasarkan data Sistem Pemantauan Karhutla (Sipongi) Kementerian Kehutanan per 9 Oktober 2026, tidak terdeteksi titik panas (hotspot) di wilayah Kota Prabumulih.

Meski demikian, ia menegaskan bahwa kejadian karhutla di wilayah Prabumulih tetap menjadi perhatian. Petugas gabungan terus melakukan upaya penanganan dan pencegahan untuk mengantisipasi kebakaran yang berpotensi meluas.

“Karhutla memang terjadi di Prabumulih, tetapi penanganan dilakukan secara cepat dan tepat. Semua pihak berkolaborasi menanganinya, termasuk Polres Prabumulih dan TNI serta lainnya,” ujar Sriyono, Minggu (11/10/2026).

Menurut Sriyono, upaya pencegahan dilakukan melalui pemantauan wilayah serta sosialisasi kepada masyarakat agar tidak membuka atau membersihkan lahan dengan cara membakar. Praktik tersebut berisiko memicu kebakaran yang dapat meluas dan menimbulkan dampak terhadap lingkungan maupun aktivitas warga.

Ia menambahkan, koordinasi lintas sektor menjadi bagian penting dalam mengantisipasi munculnya titik api baru. BPBD bersama TNI, Polri, serta pemerintah kecamatan, kelurahan dan desa terus berupaya meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi karhutla.

“Semua sudah bergerak untuk meminimalkan karhutla. Memang ada kejadian karhutla di wilayah Prabumulih, tetapi penanganannya dilakukan secara optimal,” katanya.

Sebagai langkah antisipasi, posko karhutla di enam kecamatan di Kota Prabumulih tetap disiagakan. Posko tersebut diharapkan dapat memperkuat koordinasi sekaligus mempercepat respons petugas apabila ditemukan kebakaran di wilayah masing-masing.

BPBD juga mengimbau masyarakat agar tidak melakukan pembakaran lahan serta segera melaporkan kepada petugas jika menemukan titik api atau kepulan asap yang mencurigakan.

Terkait kabut asap yang menyelimuti Prabumulih, dugaan bahwa asap berasal dari wilayah kabupaten tetangga belum dapat dipastikan hanya berdasarkan data titik panas di dalam kota. Diperlukan pemantauan lanjutan dan informasi pendukung untuk memastikan sumber serta pergerakan asap yang mencapai wilayah Prabumulih.

BPBD berharap kolaborasi lintas sektor dan partisipasi masyarakat dapat membantu menekan risiko karhutla sekaligus meminimalkan dampaknya terhadap lingkungan dan kesehatan warga. (*)

65 Offroader Ramaikan Adventure Offroad HUT ke-25 Prabumulih, Pembalap Nasional Ikut Berlaga

PRABUMULIH, Pikiranrakyatsumsel — Sebanyak 65 peserta dari berbagai daerah mengikuti ajang Adventure Offroad Individual yang digelar di kawasan Terminal Talang Jimar, Kota Prabumulih, Sabtu (10/10/2026). Kegiatan ini menjadi salah satu agenda olahraga otomotif dalam rangka memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-25 Kota Prabumulih.

Ketua Ikatan Off-Road Indonesia (IOF) Pengurus Cabang Prabumulih, Oka Ginanjar, S.H., mengatakan para peserta mulai berdatangan sejak Jumat (9/10/2026). Pada hari yang sama, panitia melaksanakan scrutineering atau pemeriksaan teknis kendaraan untuk memastikan kesiapan sebelum perlombaan berlangsung.

“Peserta sudah hadir sejak kemarin. Jumlahnya kurang lebih 65 peserta, dan kami juga telah melaksanakan pemeriksaan teknis kendaraan sebelum event dimulai,” ujar Oka saat diwawancarai, Sabtu (10/10/2026).

Menurut Oka, perlombaan dibagi ke dalam sejumlah kelas, yakni G1, G2, G3, G4, dan kelas Standar. Peserta kelas Standar didominasi pegiat offroad dari Prabumulih, sementara sejumlah kelas lainnya turut diikuti peserta dari luar daerah.

Secara khusus, sekitar 35 peserta tercatat mengikuti kelas G1, G2, dan G4. Persaingan juga semakin menarik dengan keikutsertaan seorang pembalap nasional asal Sulawesi.

Kehadiran peserta dari berbagai daerah tersebut diharapkan dapat menjadi ajang pertukaran pengalaman sekaligus menambah motivasi bagi para pegiat offroad lokal untuk meningkatkan kemampuan dan daya saing.

Oka menjelaskan, kegiatan berlangsung selama dua hari, yakni 10–11 Oktober 2026. Panitia memperkirakan seluruh rangkaian perlombaan pada Minggu (11/10/2026) dapat diselesaikan sekitar pukul 15.00 WIB.

Lebih dari sekadar memeriahkan hari jadi kota, kegiatan ini juga diarahkan untuk mendukung pembinaan atlet otomotif lokal agar memiliki kesempatan berkompetisi pada ajang yang lebih luas.

“Harapan kita kedepan, kegiatan ini bisa melahirkan bibit-bibit pembalap dari Kota Prabumulih sehingga mereka bisa mengikuti event regional dan kejuaraan daerah lainnya,” kata Oka.

Melalui penyelenggaraan ajang tersebut, panitia berharap minat masyarakat terhadap olahraga otomotif semakin berkembang. Selain itu, kompetisi ini diharapkan membuka ruang bagi talenta lokal untuk mengasah kemampuan, memperoleh pengalaman bertanding, dan meraih prestasi di tingkat regional maupun lebih tinggi.

Ajang Adventure Offroad Individual ini menjadi bagian dari rangkaian kegiatan olahraga dalam menyambut HUT ke-25 Kota Prabumulih yang diperingati pada 17 Oktober 2026. (*)

Hampir 9 Bulan Pemekaran RT Belum Disahkan, Warga Perumahan Al-Fatih Cambai Pertimbangkan Aksi Demo

PRABUMULIH, Pikiranrakyatsumsel — Warga Perumahan Al-Fatih, Kelurahan Cambai, Kecamatan Cambai, Kota Prabumulih, mendesak pemerintah setempat segera memberikan kepastian terkait pengesahan pemekaran rukun tetangga (RT).

Usulan yang menurut warga telah dimusyawarahkan sejak hampir sembilan bulan lalu itu disebut belum memperoleh kejelasan, sementara kebutuhan pelayanan administrasi dan kegiatan sosial masyarakat terus berjalan.

Warga menyebut, jumlah penduduk di lingkungan Perumahan Al-Fatih, khususnya RT 05 dan RT 06 RW 01, saat ini mencapai sekitar 250 kepala keluarga (KK). Kondisi tersebut dinilai memerlukan penataan lingkungan melalui pembagian wilayah RT agar pelayanan administrasi dan koordinasi kegiatan kemasyarakatan dapat berjalan lebih efektif.

Salah seorang warga Perumahan Al-Fatih, Hadi, mengatakan musyawarah pemekaran RT telah dilakukan beberapa waktu lalu. Dalam musyawarah tersebut, warga disebut telah menyepakati pembagian wilayah menjadi dua zona, yakni RT 05 sebagai Zona I dan RT 06 sebagai Zona II, termasuk penunjukan ketua RT masing-masing.

Namun, menurut Hadi, hingga Jumat (9/10/2026), pengesahan pemekaran tersebut belum juga memperoleh kepastian.

“Selama tinggal di sini, setiap mengurus administrasi terasa sulit. Beberapa bulan lalu kami juga sudah bermusyawarah untuk melakukan pemekaran RT. Bahkan, penunjukan ketua RT sudah dilakukan. Kami tinggal menunggu legalitasnya saja,” ujar Hadi kepada media ini, Jumat (9/10/2026).

Ia menjelaskan, pembentukan dua wilayah RT tersebut diharapkan dapat mempermudah masyarakat dalam mengakses pelayanan administrasi serta meningkatkan efektivitas pelaksanaan kegiatan sosial di lingkungan tempat tinggal mereka.

Hadi juga menyampaikan bahwa warga telah menyepakati pernyataan bersama terkait kesediaan ketua RT yang ditunjuk untuk menjalankan tugas tanpa menuntut imbalan atau gaji. Menurutnya, kesepakatan tersebut dituangkan dalam surat pernyataan yang dibuat oleh masing-masing ketua RT.

“Kami sudah membuat dan menyepakati surat pernyataan tersebut. Jadi, yang kami harapkan murni peningkatan kualitas pelayanan administrasi dan kegiatan sosial warga agar tidak lagi mengalami kesulitan seperti sekarang,” tegasnya.

Tak kunjung memperoleh kepastian, warga menyatakan berencana menggelar aksi dengan mendatangi Kantor Kelurahan Cambai dan kantor Pemerintah Kota Prabumulih pada Senin (12/10/2026) mendatang.

Rencana tersebut, menurut warga, merupakan bentuk desakan agar pemerintah memberikan kejelasan mengenai tindak lanjut usulan pemekaran RT yang telah mereka musyawarahkan.

Meski demikian, hingga berita ini ditayangkan, belum terdapat keterangan resmi yang dapat memastikan penyebab belum disahkannya pemekaran tersebut, termasuk tahapan administrasi yang masih harus dipenuhi maupun instansi yang berwenang mengambil keputusan akhir.

Sementara itu, Lurah Cambai, Kecamatan Cambai, Kota Prabumulih, Yuniarti Wulandari, S.H juga belum memberikan tanggapannya saat dikonfirmasi media ini. Upaya konfirmasi melalui sambungan telepon belum mendapat jawaban, sedangkan pesan singkat yang dikirimkan melalui aplikasi WhatsApp juga belum memperoleh balasan hingga berita ini diterbitkan. (dn) 

Peduli Kesehatan Karyawan, BRI Prabumulih Rutin Gelar Medical Check Up

PRABUMULIH, Pikiranrakyatsumsel – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk melalui BRI Branch Office (BO) Prabumulih menggelar Medical Check-Up (MCU) bagi para pekerja atau Insan BRILian berusia 40 tahun ke atas, Rabu (7/10/2026).

Peduli Kesehatan Karyawan, BRI Prabumulih Rutin Gelar Medical Check Up (Foto: ist/PRsumsel)

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari komitmen manajemen BRI bersama Serikat Pekerja (SP) BRI dalam menjaga kesehatan, kebugaran, dan produktivitas pekerja.

Branch Office Head BRI Prabumulih, R.P Rafi Rafsanjani, mengatakan pemeriksaan kesehatan secara berkala penting dilakukan, khususnya bagi pekerja yang memasuki usia 40 tahun ke atas.

“MCU ini merupakan bentuk komitmen perusahaan dan Serikat Pekerja BRI dalam menjaga kesehatan, kebugaran serta meningkatkan produktivitas kerja,” ujar Rafi.

Pria yang akrab disapa Boy itu menjelaskan, pelaksanaan MCU kali ini bekerja sama dengan BRI Medica Palembang. Pemeriksaan dilakukan untuk mendeteksi lebih dini potensi risiko kesehatan sekaligus mengetahui kondisi kesehatan pekerja.

Adapun pemeriksaan meliputi pemeriksaan fisik oleh dokter, tes darah, kolesterol, gula darah, fungsi ginjal dan hati. Pemeriksaan penunjang seperti rontgen dada dan Elektrokardiogram (EKG) juga dapat dilakukan sesuai kebutuhan.

Menurut Raffi, MCU dilaksanakan secara berkala sebagai bentuk perhatian perusahaan terhadap kesehatan sumber daya manusia. Kondisi pekerja yang sehat dan bugar dinilai penting untuk mendukung pelayanan kepada nasabah serta produktivitas perusahaan.

“Kami berharap pemeriksaan ini meningkatkan kesadaran pekerja untuk menjaga kesehatan dan melakukan deteksi dini, sehingga kualitas hidup dan kebugaran tetap optimal,” tandasnya.(dn)

Program Seragam Gratis Bergulir, Wali Kota Prabumulih Bagikan Seragam Sekolah untuk 31.877 Siswa SD dan SMP

PRABUMULIH, Pikiranrakyatsumsel – Pemerintah Kota (Pemkot) Prabumulih melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan resmi melaunching program pemberian baju seragam sekolah gratis bagi peserta didik jenjang SD dan SMP negeri maupun swasta se-Kota Prabumulih Tahun Anggaran 2026.

Launching pemberian seragam sekolah gratis tersebut berlangsung di Gedung Kesenian Rumah Dinas Wali Kota Prabumulih, Selasa (6/10/2026), dan dihadiri Wali Kota Prabumulih H. Arlan, unsur Forkopimda, jajaran Pemerintah Kota Prabumulih, kepala sekolah, guru, serta orang tua dan peserta didik.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Prabumulih, A. Darmadi, S.Pd., M.S., dalam laporannya menyampaikan, program tersebut merupakan salah satu program prioritas Pemerintah Kota Prabumulih dalam meningkatkan pemerataan pelayanan pendidikan sekaligus membantu meringankan beban ekonomi orang tua peserta didik.

Menurutnya, pemerintah tidak hanya berkewajiban meningkatkan mutu pembelajaran, tetapi juga memastikan setiap anak memperoleh kesempatan yang sama dalam mendapatkan pendidikan tanpa terkendala kondisi sosial maupun ekonomi keluarga.

“Program ini merupakan salah satu bentuk nyata kehadiran pemerintah di tengah masyarakat, khususnya dalam memberikan pelayanan pendidikan yang bermutu, berkeadilan dan merata,” kata Darmadi dalam sambutannya.

Ia menjelaskan, pada tahun anggaran 2026 program tersebut menyasar 31.877 peserta didik tingkat SD dan SMP di Kota Prabumulih.

Rinciannya, sebanyak 21.588 siswa SD masing-masing mendapatkan dua stel seragam, sehingga total alokasi untuk jenjang SD mencapai 43.176 stel.

Sementara untuk jenjang SMP, terdapat 10.289 peserta didik yang masing-masing memperoleh dua stel seragam, dengan total alokasi sebanyak 20.578 stel.

Dengan demikian, secara keseluruhan terdapat 63.754 stel seragam sekolah yang dialokasikan untuk 31.877 peserta didik jenjang SD dan SMP se-Kota Prabumulih.

Darmadi menyebutkan, pemberian dua stel seragam kepada setiap peserta didik diharapkan dapat memberikan manfaat karena seragam dapat digunakan secara bergantian dalam kegiatan pembelajaran sehari-hari.

Proses pendistribusian dilakukan secara bertahap melalui sejumlah tahapan, mulai dari pendataan dan finalisasi data peserta didik, verifikasi dan validasi, finalisasi ukuran, pengadaan, pemeriksaan hasil pengadaan hingga pendistribusian kepada satuan pendidikan.

Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Prabumulih juga akan melakukan monitoring dan evaluasi agar pendistribusian tepat sasaran, tepat jumlah, tepat ukuran, tepat jenis, bermutu dan tepat waktu.

Darmadi berharap program tersebut dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya dalam membantu mengurangi beban orang tua dalam memenuhi kebutuhan perlengkapan sekolah anak.

“Semoga pemberian seragam ini dapat menjadi penyemangat bagi anak-anak kita untuk semakin rajin belajar, berprestasi, berkarakter dan memiliki cita-cita yang tinggi,” ujarnya.

Salah satu orang tua peserta didik yang hadir dalam kegiatan launching tersebut mengaku terbantu dengan adanya program seragam sekolah gratis yang digagas Pemerintah Kota Prabumulih.

Menurutnya, bantuan tersebut dapat mengurangi pengeluaran orang tua untuk memenuhi kebutuhan perlengkapan sekolah anak.

“Dengan adanya seragam gratis ini tentu kami sebagai orang tua merasa terbantu. Apalagi kebutuhan sekolah anak cukup banyak,” ujarnya.

Ia berharap program tersebut dapat terus dilaksanakan dan pendistribusian seragam kepada seluruh penerima dapat berjalan lancar.

“Harapannya program seperti ini terus berlanjut dan benar-benar sampai kepada semua siswa yang menjadi penerima,” tukasnya. (*)

Polsek Prabumulih Barat Ungkap Kasus Pencurian di Lokasi Pertamina, Satu Terduga Pelaku Diamankan

PRABUMULIH, Pikiranrakyatsumsel  – Polsek Prabumulih Barat berhasil mengungkap dugaan tindak pidana pencurian terhadap aset milik PT Pertamina Field Prabumulih yang terjadi di kawasan Lokasi Sumur Gunung Kemala (GMK) PD80, Kelurahan Gunung Kemala, Kecamatan Prabumulih Barat, Kota Prabumulih.

Pengungkapan tersebut dilakukan oleh personel Unit Reskrim Polsek Prabumulih Barat bersama Team URC WESTER 838 Polsek Prabumulih Barat, setelah menerima informasi adanya seseorang yang diduga sedang melakukan pencurian di lokasi tersebut.

Peristiwa pencurian diketahui terjadi pada Rabu, 16 September 2026 sekira pukul 11.30 WIB, di lokasi Sumur GMK PD80 milik PT Pertamina Field Prabumulih, Jalan Lokasi Sumur Gunung Kemala, Kelurahan Gunung Kemala, Kecamatan Prabumulih Barat, Kota Prabumulih.

Dalam kejadian tersebut, barang milik PT Pertamina Field Prabumulih yang diduga diambil berupa 20 lembar pagar seng serta 1 lembar terpal HDPE berukuran 60 meter x 15 meter. Akibat kejadian tersebut, pihak perusahaan diperkirakan mengalami kerugian sekitar Rp16 juta.

Berdasarkan hasil penyelidikan, terduga pelaku berinisial SA, 33 tahun, warga Jalan Gunung Kemala, Kelurahan Patih Galung, Kecamatan Prabumulih Barat, Kota Prabumulih. Dalam aksinya, SA diduga tidak seorang diri dan disebut bersama seorang rekannya berinisial AN yang saat ini masih dalam status Daftar Pencarian Orang (DPO).

Modus yang dilakukan yakni dengan memasuki pekarangan lokasi GMK PD80 milik PT Pertamina Field Prabumulih. Terduga pelaku kemudian diduga merusak bagian pagar seng dengan menggunakan palu, selanjutnya menarik dan mengambil sebanyak 20 lembar pagar seng.

Selain pagar seng, terduga pelaku juga diduga mengambil satu lembar terpal HDPE yang berada di area kolam limbah lokasi GMK PD80.

Pengungkapan kasus tersebut bermula pada Jumat, 18 September 2026 sekira pukul 18.30 WIB, ketika Team URC WESTER 838 Polsek Prabumulih Barat mendapat informasi dari pihak BKO TNI-Polri bersama petugas keamanan lokasi Sumur GMK PD80 mengenai adanya seorang yang diamankan karena diduga melakukan pencurian pagar seng di lokasi tersebut.

Menindaklanjuti informasi tersebut, Kapolsek Prabumulih Barat IPTU. TOMAS SISWO PURNOMO, SH memerintahkan Kanit Reskrim Polsek Prabumulih Barat IPDA ANDHIKA NASYWA W, S.Tr.I.K. bersama Team URC WESTER 838 Polsek Prabumulih Barat untuk mendatangi lokasi.

Setibanya di lokasi, personel kemudian mengamankan seorang laki-laki yang mengaku berinisial SA. Berdasarkan hasil pemeriksaan awal di lapangan, SA diduga mengakui keterlibatannya dalam peristiwa tersebut. Selanjutnya, terduga pelaku beserta barang bukti dibawa ke Polsek Prabumulih Barat untuk menjalani proses penyidikan lebih lanjut sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku.

Dari pengungkapan tersebut, polisi turut mengamankan sejumlah barang bukti berupa 20 lembar pagar seng berukuran sekitar 2 meter x 1 meter, satu lembar terpal HDPE berukuran 60 meter x 15 meter, satu buah palu bergagang kayu, serta satu unit sepeda motor Honda Beat warna hitam tanpa nomor polisi.

Kapolsek Prabumulih Barat IPTU. TOMAS SISWO PURNOMO, SH menyampaikan bahwa pihaknya akan terus melakukan penanganan terhadap setiap laporan maupun informasi masyarakat terkait tindak pidana, termasuk dugaan pencurian terhadap aset perusahaan maupun fasilitas yang berada di wilayah hukum Polsek Prabumulih Barat.

“Kami mengimbau masyarakat untuk bersama-sama menjaga keamanan lingkungan dan segera menyampaikan informasi kepada pihak kepolisian apabila mengetahui adanya aktivitas yang mencurigakan. Setiap laporan dan informasi akan kami tindak lanjuti sesuai prosedur hukum yang berlaku,” ujar IPTU. Tomas Siswo Purnomo, SH.

Saat ini SA telah diamankan di Polsek Prabumulih Barat untuk menjalani proses penyidikan lebih lanjut. Sementara itu, terhadap rekan terduga pelaku berinisial AN, personel Unit Reskrim masih melakukan upaya pencarian dan penyelidikan lebih lanjut.

Atas perbuatannya, SA diproses dalam perkara dugaan tindak pidana pencurian sebagaimana dimaksud dalam Pasal 477 KUHP. UU Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP telah berlaku sejak 2 Januari 2026,

Polres Prabumulih melalui jajaran Polsek Prabumulih Barat juga mengajak masyarakat untuk berperan aktif menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) serta segera menghubungi kepolisian apabila menemukan kejadian yang berpotensi mengganggu keamanan. (Ril)

Tidak Ada Lagi Postingan yang Tersedia.

Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.