Audit Kerugian Negara Sudah Diterima Kejari Prabumulih, Akankah Berlanjut ke Penetapan Tersangka?

PRABUMULIH, Pikiranrakyatsumsel – Penanganan perkara tindak pidana khusus di Kota Prabumulih memasuki perkembangan baru. Kejaksaan Negeri (Kejari) Prabumulih telah menerima laporan hasil pemeriksaan investigatif terkait penghitungan kerugian negara pada 13 Oktober 2026.

Keluarnya hasil audit ini merupakan sinyal kuat dalam proses penanganan perkara bakal naiknya tahapan penyidikan serta penetapan tersangka.

Namun hingga Jumat (16/10/2026), pihak Kejari Prabumulih belum mengungkapkan secara terbuka perkara yang berkaitan dengan laporan tersebut, termasuk nilai kerugian negara maupun pihak-pihak yang berpotensi dimintai pertanggungjawaban hukum.

Kepala Kejari Prabumulih, Asvera Primadona, SH MH melalui Kepala Seksi Intelijen, Ajie Martha, SH MH saat dikonfirmasi belum bersedia memberikan penjelasan lebih terperinci.

“Maaf masih belum bisa diberitahukan,” ujar Ajie saat dikonfirmasi awak media PRsumsel melalui pesan singkat aplikasi WhatsApp, pada Jumat (16/10/2026) malam.

Meski demikian, Ajie memastikan pihak kejaksaan akan menyampaikan informasi kepada publik apabila perkembangan penanganan perkara tersebut telah dapat diumumkan secara resmi.

“Nanti pasti akan dikasih tahu rilisnya,” katanya.

Berdasarkan informasi yang dikutip dari laman resmi Kejari Prabumulih, laporan hasil pemeriksaan investigatif terkait penghitungan kerugian negara dalam perkara tindak pidana khusus diterima pada 13 Oktober 2026.

Informasi tersebut menyebutkan penerimaan laporan berlangsung di ruang rapat Direktorat Investigasi Keuangan Negara Pusat Kejaksaan. Rincian mengenai identitas perkara, besaran kerugian negara, serta hasil tindak lanjut penyidikan pun belum diungkapkan.

Publik kini dibuat penasaran terkait perkara apa yang dimaksud maupun penetapan tersangka akan segera dilakukan. Terlebih, hasil perhitungan kerugian negara telah dikantongi Kejari Prabumulih..

Masyarakat pun berharap pihak kejaksaan menyampaikan perkembangan secara proporsional sesuai tahapan penyidikan dan ketentuan hukum, tanpa mengabaikan asas praduga tak bersalah serta hak-hak pihak yang terkait. (dn)

banner 400x130

65 Offroader Ramaikan Adventure Offroad HUT ke-25 Prabumulih, Pembalap Nasional Ikut Berlaga

PRABUMULIH, Pikiranrakyatsumsel — Sebanyak 65 peserta dari berbagai daerah mengikuti ajang Adventure Offroad Individual yang digelar di kawasan Terminal Talang Jimar, Kota Prabumulih, Sabtu (10/10/2026). Kegiatan ini menjadi salah satu agenda olahraga otomotif dalam rangka memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-25 Kota Prabumulih.

Ketua Ikatan Off-Road Indonesia (IOF) Pengurus Cabang Prabumulih, Oka Ginanjar, S.H., mengatakan para peserta mulai berdatangan sejak Jumat (9/10/2026). Pada hari yang sama, panitia melaksanakan scrutineering atau pemeriksaan teknis kendaraan untuk memastikan kesiapan sebelum perlombaan berlangsung.

“Peserta sudah hadir sejak kemarin. Jumlahnya kurang lebih 65 peserta, dan kami juga telah melaksanakan pemeriksaan teknis kendaraan sebelum event dimulai,” ujar Oka saat diwawancarai, Sabtu (10/10/2026).

Menurut Oka, perlombaan dibagi ke dalam sejumlah kelas, yakni G1, G2, G3, G4, dan kelas Standar. Peserta kelas Standar didominasi pegiat offroad dari Prabumulih, sementara sejumlah kelas lainnya turut diikuti peserta dari luar daerah.

Secara khusus, sekitar 35 peserta tercatat mengikuti kelas G1, G2, dan G4. Persaingan juga semakin menarik dengan keikutsertaan seorang pembalap nasional asal Sulawesi.

Kehadiran peserta dari berbagai daerah tersebut diharapkan dapat menjadi ajang pertukaran pengalaman sekaligus menambah motivasi bagi para pegiat offroad lokal untuk meningkatkan kemampuan dan daya saing.

Oka menjelaskan, kegiatan berlangsung selama dua hari, yakni 10–11 Oktober 2026. Panitia memperkirakan seluruh rangkaian perlombaan pada Minggu (11/10/2026) dapat diselesaikan sekitar pukul 15.00 WIB.

Lebih dari sekadar memeriahkan hari jadi kota, kegiatan ini juga diarahkan untuk mendukung pembinaan atlet otomotif lokal agar memiliki kesempatan berkompetisi pada ajang yang lebih luas.

“Harapan kita kedepan, kegiatan ini bisa melahirkan bibit-bibit pembalap dari Kota Prabumulih sehingga mereka bisa mengikuti event regional dan kejuaraan daerah lainnya,” kata Oka.

Melalui penyelenggaraan ajang tersebut, panitia berharap minat masyarakat terhadap olahraga otomotif semakin berkembang. Selain itu, kompetisi ini diharapkan membuka ruang bagi talenta lokal untuk mengasah kemampuan, memperoleh pengalaman bertanding, dan meraih prestasi di tingkat regional maupun lebih tinggi.

Ajang Adventure Offroad Individual ini menjadi bagian dari rangkaian kegiatan olahraga dalam menyambut HUT ke-25 Kota Prabumulih yang diperingati pada 17 Oktober 2026. (*)

Hampir 9 Bulan Pemekaran RT Belum Disahkan, Warga Perumahan Al-Fatih Cambai Pertimbangkan Aksi Demo

PRABUMULIH, Pikiranrakyatsumsel — Warga Perumahan Al-Fatih, Kelurahan Cambai, Kecamatan Cambai, Kota Prabumulih, mendesak pemerintah setempat segera memberikan kepastian terkait pengesahan pemekaran rukun tetangga (RT).

Usulan yang menurut warga telah dimusyawarahkan sejak hampir sembilan bulan lalu itu disebut belum memperoleh kejelasan, sementara kebutuhan pelayanan administrasi dan kegiatan sosial masyarakat terus berjalan.

Warga menyebut, jumlah penduduk di lingkungan Perumahan Al-Fatih, khususnya RT 05 dan RT 06 RW 01, saat ini mencapai sekitar 250 kepala keluarga (KK). Kondisi tersebut dinilai memerlukan penataan lingkungan melalui pembagian wilayah RT agar pelayanan administrasi dan koordinasi kegiatan kemasyarakatan dapat berjalan lebih efektif.

Salah seorang warga Perumahan Al-Fatih, Hadi, mengatakan musyawarah pemekaran RT telah dilakukan beberapa waktu lalu. Dalam musyawarah tersebut, warga disebut telah menyepakati pembagian wilayah menjadi dua zona, yakni RT 05 sebagai Zona I dan RT 06 sebagai Zona II, termasuk penunjukan ketua RT masing-masing.

Namun, menurut Hadi, hingga Jumat (9/10/2026), pengesahan pemekaran tersebut belum juga memperoleh kepastian.

“Selama tinggal di sini, setiap mengurus administrasi terasa sulit. Beberapa bulan lalu kami juga sudah bermusyawarah untuk melakukan pemekaran RT. Bahkan, penunjukan ketua RT sudah dilakukan. Kami tinggal menunggu legalitasnya saja,” ujar Hadi kepada media ini, Jumat (9/10/2026).

Ia menjelaskan, pembentukan dua wilayah RT tersebut diharapkan dapat mempermudah masyarakat dalam mengakses pelayanan administrasi serta meningkatkan efektivitas pelaksanaan kegiatan sosial di lingkungan tempat tinggal mereka.

Hadi juga menyampaikan bahwa warga telah menyepakati pernyataan bersama terkait kesediaan ketua RT yang ditunjuk untuk menjalankan tugas tanpa menuntut imbalan atau gaji. Menurutnya, kesepakatan tersebut dituangkan dalam surat pernyataan yang dibuat oleh masing-masing ketua RT.

“Kami sudah membuat dan menyepakati surat pernyataan tersebut. Jadi, yang kami harapkan murni peningkatan kualitas pelayanan administrasi dan kegiatan sosial warga agar tidak lagi mengalami kesulitan seperti sekarang,” tegasnya.

Tak kunjung memperoleh kepastian, warga menyatakan berencana menggelar aksi dengan mendatangi Kantor Kelurahan Cambai dan kantor Pemerintah Kota Prabumulih pada Senin (12/10/2026) mendatang.

Rencana tersebut, menurut warga, merupakan bentuk desakan agar pemerintah memberikan kejelasan mengenai tindak lanjut usulan pemekaran RT yang telah mereka musyawarahkan.

Meski demikian, hingga berita ini ditayangkan, belum terdapat keterangan resmi yang dapat memastikan penyebab belum disahkannya pemekaran tersebut, termasuk tahapan administrasi yang masih harus dipenuhi maupun instansi yang berwenang mengambil keputusan akhir.

Sementara itu, Lurah Cambai, Kecamatan Cambai, Kota Prabumulih, Yuniarti Wulandari, S.H juga belum memberikan tanggapannya saat dikonfirmasi media ini. Upaya konfirmasi melalui sambungan telepon belum mendapat jawaban, sedangkan pesan singkat yang dikirimkan melalui aplikasi WhatsApp juga belum memperoleh balasan hingga berita ini diterbitkan. (dn) 

Peduli Kesehatan Karyawan, BRI Prabumulih Rutin Gelar Medical Check Up

PRABUMULIH, Pikiranrakyatsumsel – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk melalui BRI Branch Office (BO) Prabumulih menggelar Medical Check-Up (MCU) bagi para pekerja atau Insan BRILian berusia 40 tahun ke atas, Rabu (7/10/2026).

Peduli Kesehatan Karyawan, BRI Prabumulih Rutin Gelar Medical Check Up (Foto: ist/PRsumsel)

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari komitmen manajemen BRI bersama Serikat Pekerja (SP) BRI dalam menjaga kesehatan, kebugaran, dan produktivitas pekerja.

Branch Office Head BRI Prabumulih, R.P Rafi Rafsanjani, mengatakan pemeriksaan kesehatan secara berkala penting dilakukan, khususnya bagi pekerja yang memasuki usia 40 tahun ke atas.

“MCU ini merupakan bentuk komitmen perusahaan dan Serikat Pekerja BRI dalam menjaga kesehatan, kebugaran serta meningkatkan produktivitas kerja,” ujar Rafi.

Pria yang akrab disapa Boy itu menjelaskan, pelaksanaan MCU kali ini bekerja sama dengan BRI Medica Palembang. Pemeriksaan dilakukan untuk mendeteksi lebih dini potensi risiko kesehatan sekaligus mengetahui kondisi kesehatan pekerja.

Adapun pemeriksaan meliputi pemeriksaan fisik oleh dokter, tes darah, kolesterol, gula darah, fungsi ginjal dan hati. Pemeriksaan penunjang seperti rontgen dada dan Elektrokardiogram (EKG) juga dapat dilakukan sesuai kebutuhan.

Menurut Raffi, MCU dilaksanakan secara berkala sebagai bentuk perhatian perusahaan terhadap kesehatan sumber daya manusia. Kondisi pekerja yang sehat dan bugar dinilai penting untuk mendukung pelayanan kepada nasabah serta produktivitas perusahaan.

“Kami berharap pemeriksaan ini meningkatkan kesadaran pekerja untuk menjaga kesehatan dan melakukan deteksi dini, sehingga kualitas hidup dan kebugaran tetap optimal,” tandasnya.(dn)

Lurah di Prabumulih Soroti Komunikasi Saat Peliputan, PWI dan SMSI Ingatkan Pentingnya Etika Jurnalistik

PRABUMULIH, Pikiranrakyatsumsel – Seorang lurah di wilayah Kota Prabumulih, Sumatera Selatan, menyampaikan keluhan terkait komunikasi yang terjadi antara seorang oknum wartawan dengan salah satu Ketua RT di wilayahnya saat kegiatan peliputan beberapa waktu lalu.

Menurut lurah yang meminta identitasnya tidak dipublikasikan, terdapat persoalan dalam proses komunikasi tersebut yang kemudian menimbulkan ketegangan antara wartawan dan Ketua RT.

“Kejadian tersebut sudah beberapa hari lalu. Kami juga sudah melakukan konfirmasi terkait persoalan yang terjadi antara wartawan dengan pihak RT kami,” ujar sang lurah saat ditemui wartawan di ruang kerjanya, Senin (14/9/2026).

Ia mengatakan, pihak kelurahan selama ini berupaya menjaga komunikasi dan koordinasi dengan perangkat RT maupun RW dalam menangani berbagai persoalan yang muncul di lingkungan masyarakat.

“Kami selalu berkoordinasi dan melakukan rapat apabila ada persoalan yang terjadi di tingkat RT maupun RW. Kami berharap kejadian seperti ini tidak kembali terjadi,” katanya.

PWI Dorong Penyelesaian Secara Berimbang

Menanggapi persoalan tersebut, Ketua PWI Kota Prabumulih Ronald Artas mengajak seluruh pihak untuk menyikapinya secara bijak serta mengedepankan komunikasi dan klarifikasi.

Ronald menilai, persoalan yang muncul dalam pelaksanaan tugas jurnalistik sebaiknya tidak langsung disimpulkan dari satu sisi. Keterangan dari wartawan yang bersangkutan maupun pihak yang merasa keberatan perlu didengarkan secara proporsional.

“Kita menyayangkan apabila terjadi persoalan antara wartawan dengan pihak kelurahan maupun perangkat RT. Namun, kita juga perlu melihat persoalan ini secara berimbang dan tidak terburu-buru mengambil kesimpulan sebelum mengetahui kronologi serta keterangan dari kedua belah pihak,” ujar Ronald.

Menurutnya, wartawan dalam menjalankan tugas jurnalistik harus tetap mengedepankan profesionalitas, etika, dan sikap saling menghormati terhadap narasumber maupun pihak lain yang ditemui selama proses peliputan.

“Wartawan harus menjalankan tugas secara profesional, santun, dan tetap berpedoman pada Kode Etik Jurnalistik. Penyampaian pertanyaan maupun konfirmasi hendaknya dilakukan dengan cara yang baik agar tidak menimbulkan kesalahpahaman,” katanya.

Di sisi lain, Ronald juga mengingatkan pihak pemerintahan, termasuk kelurahan serta perangkat RT dan RW, agar tetap terbuka terhadap kegiatan jurnalistik sepanjang dilaksanakan sesuai ketentuan yang berlaku.

Ia menjelaskan, proses konfirmasi merupakan bagian penting dalam kegiatan jurnalistik untuk memperoleh informasi yang akurat dan berimbang. Karena itu, komunikasi antara wartawan dan pihak pemerintahan perlu terus dibangun secara baik.

“Wartawan memiliki tugas untuk mencari dan menyampaikan informasi kepada masyarakat. Begitu juga pihak kelurahan memiliki hak untuk memberikan penjelasan, menyampaikan klarifikasi, dan memastikan informasi yang beredar sesuai dengan fakta. Keduanya harus saling menghormati,” jelasnya.

Ronald menambahkan, apabila terdapat perbedaan pandangan atau persoalan dalam proses peliputan, penyelesaiannya sebaiknya ditempuh melalui komunikasi dan klarifikasi terlebih dahulu.

Ia juga mengimbau masyarakat maupun pihak pemerintahan untuk memastikan identitas dan media tempat wartawan bekerja ketika menerima kunjungan atau permintaan konfirmasi.

“Jika ada persoalan dalam pelaksanaan tugas jurnalistik, mari diselesaikan dengan kepala dingin. Pihak yang merasa dirugikan dapat menyampaikan keberatan atau klarifikasi melalui mekanisme yang sesuai. Yang terpenting, jangan sampai persoalan antara individu kemudian menimbulkan pandangan negatif terhadap seluruh wartawan,” pungkas Ronald.

SMSI Tekankan Pentingnya Profesionalitas

Sementara itu, Ketua Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Prabumulih Hardoko S mengatakan, profesionalitas dan pemahaman terhadap etika jurnalistik merupakan bagian penting dalam menjalankan tugas sebagai wartawan.

Menurut Hardoko, wartawan tidak hanya dituntut mampu mencari dan mengolah informasi, tetapi juga perlu memahami materi pemberitaan, menjaga komunikasi dengan narasumber, serta menjalankan tugas sesuai aturan dan etika jurnalistik.

“Kalau ada keluhan mengenai sikap wartawan saat menjalankan tugas, hal itu tentu perlu menjadi evaluasi. Dalam menjalankan kegiatan jurnalistik, kode etik dan sikap profesional harus tetap dikedepankan,” ungkap Hardoko.

Ia juga menilai, identitas wartawan dan media tempatnya bekerja perlu disampaikan secara jelas ketika melakukan wawancara maupun konfirmasi.

“Ketika melakukan peliputan, wartawan sebaiknya memperkenalkan identitas dan medianya dengan jelas. Jika ada keraguan, narasumber dapat melakukan verifikasi terlebih dahulu,” terangnya.

Hardoko mengatakan, SMSI turut mendorong peningkatan profesionalitas perusahaan media dan wartawan, termasuk pemenuhan berbagai ketentuan yang berkaitan dengan keberadaan media.

“Organisasi SMSI hadir untuk mendorong media-media agar memenuhi persyaratan dan menjalankan kegiatan jurnalistik secara profesional,” katanya.

Ia mengimbau masyarakat maupun pihak pemerintahan untuk melakukan verifikasi apabila menemukan persoalan terkait identitas seseorang yang mengaku sebagai wartawan.

“Silakan koordinasi dengan teman media lainnya. Apalagi wartawan sekarang banyak. Jangan sampai terjadi kesalahpahaman mengenai identitas maupun media tempat seseorang bekerja,” tutupnya.

Belum Ada Keterangan dari Oknum Wartawan

Hingga berita ini disusun, wartawan yang disebut dalam keluhan tersebut belum memberikan keterangan mengenai kronologi kejadian maupun versinya atas persoalan yang terjadi.

Keterangan dari yang bersangkutan tetap diperlukan untuk memperoleh gambaran yang utuh mengenai peristiwa tersebut. Dengan demikian, persoalan ini diharapkan dapat dilihat secara proporsional dan tidak berkembang menjadi penilaian terhadap profesi wartawan secara keseluruhan. (Ril)

Lemahnya Pengawasan SPBU di Prabumulih, Motor Modifikasi Bebas Bolak-Balik Isi BBM Subsidi

PRABUMULIH, Pikiranrakyatsumsel – Antrian panjang kendaraan untuk mendapatkan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi menjadi pemandangan di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Kota Prabumulih, Sumatera Selatan, dalam beberapa waktu terakhir.

Di tengah kondisi tersebut, masyarakat menyoroti aktivitas sejumlah kendaraan yang diduga melakukan pengisian BBM subsidi secara berulang dalam satu hari. Salah satu kendaraan yang menjadi perhatian warga adalah sepeda motor jenis Thunder yang disebut telah dimodifikasi untuk menampung BBM dalam jumlah lebih besar.

Warga mempertanyakan mekanisme pengawasan terhadap kendaraan yang diduga kembali masuk ke antrean setelah sebelumnya melakukan pengisian.

“Ini antrean motor Thunder di SPBU hari-hari ramai terus. Kenapa tidak diawasi?” keluh seorang warga yang ditemui saat mengantri di salah satu SPBU di Prabumulih, Senin (7/9/2026).

Berdasarkan pantauan di sejumlah SPBU di wilayah Kecamatan Prabumulih Timur, kendaraan jenis Thunder yang dimaksud terlihat masuk dalam antrian pengisian lebih dari sekali dalam sehari. Kondisi tersebut menjadi perhatian karena terjadi ketika antrean kendaraan masyarakat lainnya cukup panjang.

Fenomena itu kemudian memunculkan pertanyaan mengenai pengawasan distribusi BBM subsidi, khususnya terhadap kendaraan yang melakukan pembelian berulang dengan pola yang dinilai tidak lazim.

Selain persoalan frekuensi pengisian, muncul pula dugaan adanya pembayaran tambahan di luar harga resmi BBM kepada oknum tertentu. Dugaan tersebut masih memerlukan klarifikasi dan pembuktian dari pihak terkait.

“Kalu ngisi sepuluh liter tambahan bayar Rp3.000, kalu ngisi full tank nambah Rp6.000,” kata seorang sumber yang mengaku pernah mencoba mengikuti antrian di salah satu SPBU. Sumber tersebut meminta identitasnya tidak dipublikasikan.

Di sisi lain, pola pengisian berulang terhadap BBM bersubsidi berpotensi mempengaruhi akses masyarakat yang menggunakan BBM sesuai kebutuhan. Jika tidak diawasi secara ketat, kondisi tersebut dikhawatirkan membuka celah penyalahgunaan distribusi BBM subsidi.

“Kalau memang satu kendaraan bisa berkali-kali mengisi dalam sehari, tentu masyarakat bertanya-tanya. Apalagi kalau antriannya panjang seperti sekarang,” ujar warga lainnya.

Masyarakat berharap Pertamina, pemerintah daerah, serta aparat dan instansi terkait melakukan pengawasan terhadap pola pembelian BBM subsidi di SPBU, termasuk memeriksa frekuensi transaksi kendaraan yang diduga melakukan pengisian berulang.

Penguatan sistem pencatatan dan pemantauan transaksi juga dinilai penting untuk mengidentifikasi pola pembelian yang tidak wajar. Dengan demikian, distribusi BBM subsidi diharapkan tetap tepat sasaran dan masyarakat tidak dirugikan akibat praktik yang berpotensi menimbulkan penyalahgunaan.

Hingga berita ini ditulis, belum terdapat keterangan resmi dari pihak pengelola SPBU terkait dugaan pengisian berulang maupun dugaan pembayaran tambahan sebagaimana disampaikan sumber. (dn/tn)

DPC PKB Prabumulih Konsolidasi ke DPW Sumsel, Siapkan Pelantikan Akbar di Jakarta

PRABUMULIH, Pikiranrakyatsumsel –Dewan Pengurus Cabang (DPC) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kota Prabumulih bergerak cepat usai mematangkan struktur organisasi jelang pelantikan resmi.

Kepengurusan baru masa bakti 2026-2031 tersebut melaporkan telah merampungkan penyusunan tim formatur dan melakukan konsolidasi sekaligus silaturahmi ke Dewan Pengurus Wilayah (DPW) PKB Sumatera Selatan bertempat di Kantor DPW PKB Sumsel, Kota Palembang.

Langkah ini diambil sebagai persiapan final sebelum seluruh jajaran pengurus bertolak ke Jakarta untuk dilantik secara serentak yang dijadwalkan berlangsung di Jakarta pada 23 Juli 2026 mendatang.

Ketua DPC Prabumulih, H Efri Oganda SH melalui Bendahara, Rifki Baday, SH MKn mengatakan, konsolidasi dan silaturahmi ke DPW PKB Sumsel ini sekaligus merupakan persiapan pelantikan serentak KSB DPC PKB se-Indonesia.

“Selain itu, kami juga melakukan pemantapan konsolidasi wilayah dan cabang sekaligus menguatkan kembali posisi PKB sebagai darah biologis NU,” kata Rifki Baday, saat memberikan keterangan, Minggu (5/7/2026).

Ia juga menegaskan bahwa tim formatur yang dibentuk sebelumnya juga melibatkan sinergi dari berbagai tingkatan struktur partai, mulai dari pusat hingga daerah.

“Kemarin kita baru merampungkan tim formatur, ada dari DPP, DPW, dan saya sendiri selaku calon bendahara definitif,” kata dia.

Rifki Baday menjelaskan, pelantikan kepengurusan DPC PKB Prabumulih sengaja dijadwalkan bersamaan dengan momentum besar partai. Prosesi pengukuhan akan digelar terpusat di Jakarta, bertepatan dengan peringatan Hari Lahir (Harlah) PKB ke-28.

“Kalau pelantikan direncanakan nanti saat peringatan Hari Lahir PKB, tanggal 23 Juli di Jakarta, pelantikannya serentak bersama seluruh DPC se-Indonesia,” imbuh pengusaha muda asli kota Prabumulih ini. (dn)

Ketika Mimpi Menembus Batas Negara: Kisah Shakyna Putri Wakil Wali Kota Prabumulih Mengharumkan Nama Prabumulih

PRABUMULIH, Pikiranrakyatsumsel – Tak ada kebanggaan yang lebih besar bagi orang tua selain melihat buah hatinya mampu melangkah lebih jauh dari yang pernah dibayangkan.

Perasaan itulah yang kini dirasakan Wakil Wali Kota Prabumulih, Franky Nasril, S.Kom., M.M., ketika putrinya, Shakyna, dipercaya menjadi delegasi dalam sidang Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) melalui ajang Asia Youth International Model United Nations (AYIMUN) di Bangkok, Thailand.

Bagi Franky, kesempatan tersebut bukan sekadar perjalanan ke luar negeri atau keikutsertaan dalam sebuah forum internasional. Lebih dari itu, kepercayaan tersebut merupakan buah dari proses panjang yang dibangun melalui kerja keras, kedisiplinan, dan semangat belajar yang terus dipupuk sejak dini.

“Alhamdulillah, kami sekeluarga sangat bersyukur dan bangga. Kepercayaan yang diberikan kepada Shakyna untuk menjadi delegasi dalam sidang WHO pada ajang AYIMUN merupakan sebuah kehormatan yang luar biasa. Semoga pengalaman ini menjadi bekal berharga untuk terus mengembangkan kemampuan, memperluas wawasan, serta memberikan kontribusi positif bagi bangsa dan negara,” ujar Franky.

Di tengah persaingan generasi muda yang semakin kompetitif, keberhasilan Shakyna menjadi bukti bahwa anak-anak daerah memiliki peluang yang sama untuk tampil dan berbicara di panggung internasional. Dengan tekad, kemampuan, dan kemauan untuk terus belajar, batas geografis bukan lagi penghalang untuk meraih prestasi.

Bagi Pemerintah Kota Prabumulih, capaian tersebut juga menjadi simbol lahirnya generasi muda yang siap bersaing secara global.

Franky berharap kisah putrinya mampu menjadi penyemangat bagi para pelajar di Kota Prabumulih agar berani bermimpi besar dan terus mengembangkan potensi diri.

“Saya berharap pencapaian ini menjadi inspirasi bagi anak-anak muda Prabumulih agar terus belajar, mengasah kemampuan, dan berani bermimpi besar. Pemerintah Kota Prabumulih akan selalu mendukung lahirnya generasi muda yang berprestasi, berkarakter, serta mampu mengharumkan nama daerah dan Indonesia di kancah internasional,” tegasnya.

Perjalanan Shakyna di Bangkok juga tidak dilalui seorang diri. Sang ibu, Nuning Mulya Franky, setia mendampingi selama seluruh rangkaian kegiatan AYIMUN berlangsung. Kehadiran orang tua menjadi penyemangat sekaligus penguat mental saat mengikuti berbagai agenda internasional yang mempertemukan delegasi muda dari berbagai negara.

Bagi keluarga, pengalaman tersebut bukanlah garis akhir dari sebuah pencapaian, melainkan langkah awal menuju perjalanan yang lebih panjang. Mereka berharap pengalaman internasional yang diraih mampu membuka lebih banyak kesempatan bagi Shakyna untuk terus berkembang, berkarya, dan memberikan manfaat bagi masyarakat.

“Semoga pengalaman ini menjadi langkah awal untuk terus berkarya, menginspirasi, dan membawa nama Indonesia serta Kota Prabumulih semakin dikenal di tingkat internasional,” pungkas Franky.

Kisah Shakyna menjadi pengingat bahwa prestasi tidak mengenal asal daerah. Dari Kota Prabumulih, seorang generasi muda mampu menembus forum dunia dan membawa harapan bahwa semakin banyak anak Indonesia yang kelak berdiri sejajar dengan generasi terbaik dari berbagai penjuru dunia. (dn)

Siswi SMPN 12 Prabumulih Lolos SMA Negeri Sumatera Selatan, Singkirkan Lebih dari 1.000 Peserta

PRABUMULIH, Pikiranrakyatsumsel – Kabar membanggakan datang dari dunia pendidikan Kota Prabumulih. Salah satu siswi berprestasi dari SMP Negeri 12 Prabumulih, bernama Nasian Fatimah, berhasil lolos seleksi masuk SMA Negeri Sumatera Selatan, sekolah berasrama yang dikenal memiliki sistem pendidikan unggulan.

Keberhasilan tersebut diraih setelah melalui proses seleksi yang sangat ketat. Dari lebih dari 1.000 peserta yang berasal dari berbagai SMP di seluruh Sumatera Selatan, peserta kemudian disaring menjadi 250 siswa untuk mengikuti tahapan seleksi lanjutan. Dari jumlah tersebut, hanya 120 siswa yang akhirnya dinyatakan diterima, termasuk Nasian Fatimah.

Kepala SMP Negeri 12 Prabumulih, Laila Fadlia, SPd MSi mengungkapkan rasa syukur atas capaian siswinya tersebut.

“Alhamdulillah, salah satu siswi SMP Negeri 12 berhasil diterima di SMA Negeri Sumatera Selatan setelah mengalahkan lebih dari seribu peserta yang mengikuti seleksi,” ujar Laila Fadlia diwawancarai media ini, Sabtu (27/6/2026).

Menurutnya, berdasarkan informasi yang diterimanya, Nasian Fatimah menjadi salah satu peserta asal Kota Prabumulih yang berhasil lolos pada seleksi tahun ini.

Laila juga menjelaskan, SMA Negeri Sumatera Selatan merupakan sekolah unggulan yang menawarkan berbagai fasilitas bagi para siswanya. Selain seluruh biaya pendidikan ditanggung pemerintah hingga lulus, para siswa juga tinggal di asrama tanpa dipungut biaya.

“Pembelajaran di sana menggunakan kurikulum yang sangat baik dengan penggunaan bahasa Inggris sebagai bahasa pengantar dalam proses belajar. Selain itu, informasi yang kami terima, siswa juga mendapatkan uang saku setiap bulan,” jelas dia.

“Lulusan sekolah tersebut juga banyak yang berhasil melanjutkan pendidikan ke berbagai universitas, termasuk di luar negeri,” lanjutnya lagi.

Laila menambahkan, keberhasilan Nasian Fatimah bukanlah sesuatu yang diraih secara instan. Selama menempuh pendidikan di SMP Negeri 12 Prabumulih, Nasian dikenal sebagai siswi yang aktif dan berprestasi, baik di bidang akademik maupun non akademik.

Selain dipercaya sebagai Ketua OSIS, sambung Kepsek SMP Negeri 12 Prabumulih, Nasian juga kerap meraih prestasi dalam berbagai ajang olimpiade dan kompetisi yang diselenggarakan di tingkat Kota Prabumulih maupun Provinsi Sumatera Selatan.

“Memang anaknya penuh dengan prestasi. Dari sisi akademik maupun non akademik sangat menonjol. Dia juga sering memenangkan berbagai olimpiade yang diselenggarakan pemerintah kota maupun tingkat Sumatera Selatan,” kata dia.

Prestasi yang diraih Nasian Fatimah diharapkan dapat menjadi motivasi bagi siswa-siswi lainnya di Kota Prabumulih untuk terus berprestasi dan berani bersaing menembus sekolah-sekolah unggulan di tingkat provinsi maupun nasional. (dn)

Dugaan Tapping Gas di SPPG Majasari Prabumulih Diusut, Tim Pusat Pertagas Turun Tangan

PRABUMULIH, Pikiranrakyatsumsel — Dugaan penyalahgunaan jaringan gas dan ketidaksesuaian penggunaan meteran di SPPG Majasari Kecamatan Prabumulih Selatan Kota Prabumulih kini memasuki tahap evaluasi tingkat pusat. Kasus yang awalnya ditemukan dari program pendataan jaringan gas daerah itu bahkan disebut telah sampai ke jajaran direksi Pertagas dan Pertamina.

Informasi yang dihimpun menyebutkan, persoalan ini bermula dari hasil pertemuan dengan Wali Kota Prabumulih pada 4 Maret lalu. Saat itu dibentuk tim pendataan untuk menyisir jaringan gas sekaligus melakukan sosialisasi ke kelurahan, RT, dan RW terkait program pendataan pelanggan.

Selama hampir sebulan, tim melakukan sosialisasi dan turun langsung ke lapangan. Mereka mendata pelanggan, mencari meteran yang tidak terdaftar, memeriksa dugaan sambungan ilegal, mengecek kebocoran, hingga melakukan pencatatan meter.

Dari proses tersebut, petugas menemukan kejanggalan pada SPPG Majasari yang disebut hanya membayar sekitar Rp1 juta dalam kurun hampir sembilan bulan hingga setahun. Padahal, berdasarkan perhitungan normal, konsumsi gas usaha sejenis diperkirakan mencapai sekitar Rp4 juta per bulan.

“Tim catat meter melaporkan ada kejanggalan. Setelah dicek, meterannya bagus, tapi pembayaran sangat kecil. Dari situlah dilakukan pemeriksaan lebih lanjut,” ungkap Direktur PD Petro Prabu, Ir Heriyanto saat diwawancarai diruang kerjanya, Senin (18/5/2026).

Temuan lapangan, lanjutnya kemudian berkembang serius. Saat petugas melakukan pengecekan ke lokasi, mereka menemukan dugaan jalur gas yang tidak melewati meter resmi. Jalur itu disebut tersambung langsung ke pipa induk melalui sambungan tersembunyi.

“Petugas juga menemukan area pengolahan ayam untuk kebutuhan MBG,” lanjut dia.

Di lokasi itu terdapat kompor dan alat pembakar yang diduga menggunakan aliran gas dari jaringan tidak resmi.

“Kami temukan sambungan yang disamarkan menggunakan selang air. Awalnya dikira saluran biasa, ternyata setelah dibongkar terhubung ke kompor,” kata Heriyanto lagi.

Selain dugaan tapping, disampaikan Heriyanto tim juga mendapati indikasi kebocoran gas. Menggunakan alat deteksi, petugas mengaku mendengar bunyi penanda kebocoran saat alat didekatkan ke jaringan tertentu.

Atas temuan itu, tim merekomendasikan penutupan jalur tertentu dan pengembalian jaringan ke instalasi semula. Sejumlah komponen juga disebut diminta untuk diganti.

Dalam proses penelusuran, muncul pula persoalan administrasi. Meteran yang digunakan disebut masih atas nama pribadi, bukan badan usaha atau SPPG. Akibatnya, tarif yang dikenakan masih kategori rumah tangga.

Padahal, tarif rumah tangga dan usaha memiliki selisih signifikan. Untuk rumah tangga, tarif disebut berada di kisaran Rp4.250 per meter kubik, sedangkan tarif usaha meningkat bertahap hingga kisaran Rp5.000 sampai Rp6.000 sesuai volume pemakaian.

“Kalau usaha tapi masih pakai identitas rumah tangga, tentu tarifnya berbeda. Itu salah satu yang dipersoalkan,” bebernya.

Persoalan tersebut kemudian dilaporkan ke Pertagas dan Pertamina Niaga. Data kehilangan gas bahkan disebut mencapai sekitar 72 persen, sehingga memicu audit dan evaluasi serius dari pusat.

Pada akhir April, tim gabungan dari Pertagas, Pertamina Niaga, auditor, hingga teknisi kebocoran gas turun langsung ke Prabumulih. Mereka melakukan pemeriksaan lapangan di sejumlah titik jaringan gas.

Kasus ini lalu disebut sampai ke Direktur Utama Pertagas dan jajaran direksi lainnya. Bahkan, rombongan pejabat pusat dikabarkan datang langsung ke Prabumulih dan bertemu dengan Wali Kota sebelum melakukan paparan dan inspeksi lapangan.

Lebih lanjut diungkapkan Heriyanto, bahwa ada tiga tuntutan utama yang diminta pusat terhadap pihak SPPG terkait, yakni: Menutup jalur tapping ilegal, Membayar tunggakan pemakaian, Membayar denda sesuai hasil audit.

Jika tidak diselesaikan, Pertagas disebut mempertimbangkan pembentukan tim hukum untuk turun langsung ke Prabumulih.

Namun belakangan, pihak terkait disebut mulai menunjukkan sikap kooperatif. Sebuah surat pernyataan kesiapan berkoordinasi dan menyelesaikan persoalan telah disampaikan ke pihak pusat.

“Sekarang kami menunggu arahan pusat. Perhitungan kerugian dan tindak lanjut bukan lagi di daerah, tetapi di pusat,” terangnya.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari pihak SPPG Majasari maupun pihak yang disebut dalam investigasi tersebut terkait dugaan tapping gas dan persoalan administrasi tarif tersebut. (dn)

Tidak Ada Lagi Postingan yang Tersedia.

Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.